• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.10 UML (Unified Modelling Language)

Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem (Pressman, 2010).

Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa-bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.

Seperti bahasa-bahasa lainnya, UML mendefinisikan notasi dan syntax/semantik. Notasi UML merupakan sekumpulan bentuk khusus untuk menggambarkan berbagai diagram piranti lunak. Setiap bentuk memiliki makna tertentu, dan UML syntax mendefinisikan bagaimana bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan. Notasi UML terutama diturunkan dari 3 notasi yang telah ada sebelumnya: Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), dan Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering).

Abstraksi konsep dasar UML yang terdiri dari structural classification, dynamic behavior, dan model management, bisa dipahami dengan mudah apabila melihat gambar diatas dari Diagrams. Main concepts bisa dipandang sebagai term yang akan muncul pada saat membuat diagram dan view adalah kategori dari diagram tersebut (Dharwiyanti, 2003).

UML mendefinisikan diagram-diagram sebagai berikut: • use case diagram

class diagram statechart diagram

activity diagram sequence diagram collaboration diagram component diagram deployment diagram - Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem (Booch, 1999).

Gambar 2.6 Contoh Use Case Diagram

Pada contoh use case diagram diatas merupakan gambaran fungsionalitas dari sistem bernama “Clinic” dimana di dalamnya terdapat 4 aktor dengan aktivitasnya masing-masing didalam sistem. Sebagai

contohnya adalah aktor pasien yang memiliki 4 buah use case dalam sistem yaitu membuat janji, membatalkan janji, meminta pengobatan serta membayar tagihan. Masing-masing use case tersebut selanjutnya dapat juga terhubung dengan use case lainnya ataupun juga melibatkan aktor lain dalam pelaksanaan aktivitas tersebut, seperti untuk use case membuat janji akan mengaktifkan use case lain yang termasuk dalam aktifitas pembuatan janji yaitu use case periksa catatan pasien. Use case membuat janji dan membatalkan janji juga akan melibatkan aktor pembuat jadwal, use case meminta pengobatan akan melibatkan aktor dokter serta use case membayar tagihan akan melibatkan aktor bagian administrasi serta melibatkan 2 use case lainnya yang terlibat ke dalam aktivitas pembayaran tagihan yaitu use case membayar asuransi dan mengangsur tagihan.

- Class Diagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi) (Booch, 1999).

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

Class memiliki tiga area pokok : 1. Nama (dan stereotype)

2. Atribut 3. Metoda

Gambar 2.7 Contoh Class Diagram

Pada contoh class diagram di atas terdapat kelas-kelas yang saling berhubungan. Masing-masing kelas memiliki atribut serta metodenya masing yang digunakan untuk menyelesaikan fungsi masing-masing ataupun berfungsi sebagai referensi dari fungsi pada kelas lainnya. Selain atribut serta metode di dalam kelas, terdapat juga hubungan antar kelas yang terbangun karena kebutuhan untuk menyelesaikan suatu tugas yang harus dikerjakan oleh beberapa kelas sekaligus. Asosiasi dan generalisasi menyatakan hubungan antar kelas sedangkan multiplicity menyatakan banyaknya instance yang dapat dimiliki oleh kelas-kelas yang berinteraksi. Navigasi kelas menyatakan arah gerak proses antar kelas.

Contoh class diagram di atas merupakan contoh class diagram pada proses penjualan dimana terdapat kelas-kelas seperti customer, order, payment, credit, cash, check, order detail dan item. Kelas customer berhubungan dengan kelas order dalam bentuk asosiasi, begitu juga order dengan payment. Kelas payment memiliki hubungan generalisasi dengan 3 kelas lainnya yang merupakan detail dari kelas payment yaitu kelas credit, cash, dan check. Dalam class diagram tersebut multiplicity dapat digambarkan dalam interaksi kelas customer dengan order dimana seorang pelanggan dapat memiliki antara 0 sampai banyak pemesanan.

- Statechart Diagram

Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima. Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram) (Booch, 1999).

Gambar 2.8 Contoh Statechart Diagram

Dalam contoh diatas terlihat transisi atau perubahan keadaan suatu objek dalam hal ini seorang siswa. Diawali dengan proses pendaftaran

sekolah kemudian beralih pada keadaan pada saat diajarkan. Terdapat kondisi jika siswa dikeluarkan namun memiliki ukuran seminar lebih dari 0 maka siswa akan kembali ke keadaan saat ia akan diajarkan kembali. Jika siswa tidak dikeluarkan hingga kelas selesai maka siswa akan menghadapi ujian akhir untuk juga keluar dari sekolah tersebut. Garis berpanah menunjukkan alur perubahan keadaan objek sedangkan titik hitam menunjukkan akhir dari proses.

- Activity Diagram

Activity diagrams menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi (Booch, 1999).

Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum.

Gambar 2.9 Contoh Activity Diagram

Pada contoh diatas merupakan contoh activity diagram yang menggambarkan proses penyajian minuman. Aktivitas pertama yaitu mencari minuman dalam hal ini kopi kemudian menghadapi decision jika menemukan kopi akan beralih ke aktivitas selanjutnya, jika tidak akan mencari minuman cola kalengan. Jika tidak juga menemukan kopi atau cola maka proses akan berakhir.

- Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar

dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait) (Booch, 1999).

Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.

Masing-masing objek, termasuk aktor, memiliki lifeline vertikal. Message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/metoda dari class. Activation bar menunjukkan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah message.

Pada contoh sequence diagram di atas terdapat urutan kejadian dari proses login. Pada diagram tersebut terlihat objek-objek seperti pengguna sebagai aktor, login sebagai interface, accountmanager sebagai objek pengendali dan lain-lain. Proses di awali dengan memasuki tampilan login kemudian input data berupa username dan password yang dilakukan antara pengguna dengan tampilan login. Kemudian jika data yang dimasukkan baru, maka tampilan login akan mengirim message menuju anewaccount, dilanjutkan dengan proses-proses selanjutnya.

- Collaboration Diagram

Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message (Booch, 1999). Setiap message memiliki sequence number, di mana message dari level tertinggi memiliki nomor 1. Messages dari level yang sama memiliki prefiks yang sama.

Pada contoh collaboration diagram di atas terlihat gambaran proses reservasi hotel. Pada diagram di atas terlihat peran dari masing-masing objek yang saling mempengaruhi sehingga proses yang diinginkan dapat terjadi. Dimulai dari pengguna mengisi tampilan reservasi, kemudian tampilan tersebut mengirimkan pesan pada objek selanjutnya hingga tahap akhir yaitu konfirmasi pemesanan hotel kepada pengguna.

- Component Diagram

Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya (Booch, 1999). Komponen piranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source code maupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time, maupun run time. Umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil. Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.

Gambar 2.12 Contoh Component Diagram

Pada contoh di atas terdapat component diagram yang menggambarkan komponen-komponen perangkat lunak berbasis web. Tiap komponen berisikan fungsi-fungsi yang berbeda dalam menunjang kinerja suatu perangkat lunak berbasis web, seperti komponen firewall, web server, database dan lain-lain.

- Deployment Diagram

Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana

kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal (Booch, 1999). Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.

Gambar 2.13 Contoh Deployment Diagram

Pada contoh di atas merupakan contoh deployment diagran yang menggambarkan interaksi perangkat keras dari sebuah sistem. Pada contoh tersebut terdapat perangkat keras berupa main server serta workstation.

2.11 Object Oriented Analysis and Design (OOAD)

Dokumen terkait