Setelah kegiatan pembelajaran,Bapak/ Ibu dapat melakukan umpan balik dengan menjawab pertanyaan berikut ini:
1. Apa yang Bapak/Ibu pahami setelah mempelajari materi permasalahan manajemen Badan Usaha ?
2. Pengalaman penting apa yang Bapak/Ibu peroleh setelah mempelajari materi permasalahan manajemen Badan Usaha ?
3. Apa manfaat materi permasalahan manjemen Badan Usaha terhadap tugas Bapak/Ibu ?
4. Apa rencana tindak lanjut Bapak/Ibu lakukan setelah kegiatan pelatihan ini ?
H. Kunci Jawaban
Berikut ini tindakan yang disarankan bagi seorang pemimpin perusahaan yang memiliki masalah seperti dalam pernyataan diatas adalah,
1. Memberikan kesempatan bagi tenaga kerja itu untuk mengikuti berbagai pelatihan agar pekerja dapat lebih mengasah kemampuannya dan mengaplikasikan ilmu yang baru didapatnya.
2. Memberi target-target baru sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya. 3. Melakukan monitoring sehingga akan diketahui dengan jelas
kapasitasnya Evaluasi :
1. Jelaskan tahapan pemecahan masalah dalam perusahaan agar perusahaan bisa berkembang dan bisa bersaing dengan perusahaan yang lain
Ekonomi SMA K - 7 132 2. Aktiitas pemecahan masalah sangat erat kaitannya dengan pengambilan keputusan. Berilah contoh permasalahan yang terjadi dalam perusahaan dan berilah solusinya
Penutup
Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi/ aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.
Setelah masalah didefinisikan, manajer mengidentifikasi berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih dan menerapkan satu yang tampaknya terbaik, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.
Daftar Pustaka
Geoffey G.Meredith et al, 1995, Kewirausahaan Teori dan Praktek, Pustaka Binaan Pressindo, Jakarta.
Sumber Buku Ekonomi. Sukardi.
Arifin, I. dan G. H. Wagian. 2009. Membuka Cakrawala Ekonomi 3 : Untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Mandrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 130.
http://learning.ecc-eurika.com/contoh-soal-badan-usaha-dan-manajemen-materi-ekonomi-sma/#sthash.T3k18NLe.dpuf
http://img.alibaba.com/photo/105107552/konsultan_bisnis_business_consultant_ company_bisnis_konsultant_konsultan_hr_manajemen_konsultan_trainin
http://bisnisukm.com/menangani-masalah-manajemen-ukm.html Posted by dea dendramaya at 8:42 PM
Ekonomi SMA K - 7 133 Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
http://deadendra.blogspot.co.id/2013/11/struktur-organisasi-dan-contoh-kasus.html http://daposer-asyik-asyik.blogspot.co.id/2010/10/permasalahan-dalam-perusahaan.html https://rezafirdaus2009.wordpress.com/2012/11/12/permasalahan-yang-muncul-dalam-organisasi-dan-solusi-pemecahan
Ekonomi SMA K - 7 134
KEGIATAN BELAJAR 11
XI. IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL
A. Tujuan
Tujuan pembelajaran diklat tentang implementasi kebijakan moneter adalah agar peserta diklat :
1) Mendiskripsikan jenis kebijakan moneter yang diimplementasikan melalui mengkaji referensi.
2) Mendiskripsikan jenis kebijakan fiskal yang diimplementasikan melalui mengkaji referensi.
3) Menganalisis permasalahan implementasi kebijakan moneter di Indonesia melalui diskusi.
4) Menganalisis permasalahan implementasi kebijakan fiskal di Indonesia melalui diskusi.
5) Menemu tunjukkan solusi permasalahan implementasi kebijakan moneter di Indonesia melalui diskusi.
6) Menemu tunjukkan solusi permasalahan implementasi kebijakan fiskal di Indonesia melalui diskusi.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1) Mendiskripsikan jenis kebijakan moneter yang diimplementasikan. 2) Mendiskripsikan jenis kebijakan fiskal yang diimplementasikan.
3) Menganalisis permasalahan implementasi kebijakan moneter di Indonesia.
4) Menganalisis permasalahan implementasi kebijakan fiskal di Indonesia. 5) Menemu tunjukkan solusi permasalahan implementasi kebijakan
moneter di Indonesia.
6) Menemu tunjukkan solusi permasalahan implementasi kebijakan fiskal di Indonesia.
Ekonomi SMA K - 7 135
C. Uraian Materi
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonmian melalui pengaturan jumlah uang beredar. Jumlah uang beredar, dalam analisis ekonomi makro, memiliki pengaruh penting terhadap tingkat output perekonomian, juga terhadap stabilitas harga-harga. Uang yang beredar terlalu tinggi tanpa disertai kegiatan produksi yang seimbang, akan ditandai dengan meningkatnya harga-harga pada seluruh barang dalam perekonomian atau dikenal dengan istilah inflasi.
Kebijakan moneter dalam perekonomian modern dilakukan melalui berbagai instrumen, yaitu opersi pasar terbuka (open market operation), penentuan tingkat bunga, ataupun penentuan besarnyacadangan wajib dalam sektor perbankan. Ada instrumen lain yang digunakan oleh pemerintah selaku pengelola moneter, yaitu himbauan moral atau moral persuasion.
Sektor yang paling berperan dalam kebijakan moneter adalah sektor perbankan. Melalui pengaturan sektor perbankan itulah, pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan moneternya dengan menggunakan instrumen atau alat-alat yang telah dijelaskan di atas.
Terhadap bank-bank yang berdasarkan syariah Islam, BI menjalankan fungsinya bank sentral dengan instrumen-instrumen sebagai berikut.
1. Giro Wajib Minimum (GWM): biasa dinamakan juga statutory reserve requirement, adalah simpanan minimum bank-bank umum dalam bentuk giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI berdasarkan Persentase tertentu dari dana pihak ketiga. GWM adalah kewajiban bank dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip kehati-hatian perbankan (Prudential Banking) serta berperan sebagai instrumen moneter yang berfungsi mengendalikan jumlah peredaran uang.
Besaran GWM adalah 5% dari dana pihak ketiga yang berbentuk IDR (rupiah) dan 3% dari dana pihak ketiga yang berbentuk mata uang asing. Jumlah tersebut dihitung dari rata-rata harian dalam satu masa laporan
Ekonomi SMA K - 7 136 untuk periode masa laporan sebelumnya. Sedangkan dana pihak ketiga yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Giro Wadiah;
2. Tabungan Mudharabah;
3. Deposito Investasi Mudharabah; dan 4. Kewajiban lainnya.
Dana Pihak Ketiga dalam IDR tidak termasuk dana yang diterima oleh bank dari Bank Indonesia dan BPR. Sedangkan Dana Pihak Ketiga dalam mata uang asing meliputi kewajiban kepada pihak ketiga, termasuk bank dan Bank Indonesia yang terdiri atas :
1. Giro Wadiah;
2. Deposito Investasi Mudharabah; dan 3. Kewajiban lainnya.
BI mengenakan denda terhadap kesalahan dan keterlambatan penyampaian laporan mingguan yang digunakan untuk menentukan GWM. Bank yang melakukan pelanggaran juga terkena sanksi.
2. Sertifikat Investasi Mudharabah antar Bank Syariah (Sertifikat IMA): yaitu instrumen yang digunakan oleh bank-bank syariah yang mengalami kelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan. Di lain pihak digunakan sebagai sarana penyedia dana jangka pendek bagi bank-bank syariah yang mengalami kekurangan dana.
Sertifikat ini berjangka waktu 90 hari, diterbitkan oleh kantor pusat bank syariah dengan format dan ketentuan standar yang ditetapkan oleh BI. Pemindahtanganan Sertifikat IMA hanya dapat dilakukan oleh bank penanam dana pertama, sedangkan bank penanam dana kedua tidak diperkenankan memindahtangankannya kepada pihak lain sampai berakhirnya jangka waktu. Pembayaran dilakukan oleh bank syariah penerbit sebesar nilai nominal ditambah imbalan bagi hasil (yang dibayarkan awal bulan berikutnya dengan nota kredit melalui kliring, bilyet giro Bank Indonesia, atau transfer elektronik).
Ekonomi SMA K - 7 137 3. Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI): yaitu instrumen Bank Indonesia sesuai dengan syariah Islam. SWBI juga dapat digunakan oleh bank-bank syariah yang kelebihan liquiditas sebagai sarana penitipan dana jangka pendek.
Dalam operasionalnya, SWBI mempunyai nilai nominal minimum Rp 500 juta dengan jangka waktu dinyatakan dalam hari (misalnya: 7 hari, 14 hari, 30 hari).pembayaran atau pelunasan SWBI dilakukan melalui debet/kredit rekening giro di Bank Indonesia. Jika jatuh tempo, dana akan dikembalikan bersama bonus yang ditentukan berdasarkan parameter Sertifikat IMA.
KEBIJAKAN FISKAL
Dalam ekonomi konvensional kebijakan fiskal dapat di artikan sebagai langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam system pajak atau dalam pembelanjaan (dalam konsep makro disebut dengan government expenditure). Dalam negara Islam, kebijakan fiskal merupakan salah satu pernagkat untuk mencapai tujuan syariah (maqoshidus syari’ah) yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali termasuk meningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjaga keimanan, kehidupan, intelektualitas, kekayaan, dan kepemilikan. Larangan bunga yang diberlakukan pada tahun hijriah keempat telah mengakibatkan sistem ekonomi Islam yang diberlakukan oleh nabi terutama bersandar pada kebijakan fiskalnya saja. Sementara itu, negara Islam yang dibangun oleh nabi tidak mewarisi harta sebagai mana layaknya pendirian suatu negara.
Kebijakan fiskal berkaitan dengan semua instrumen yang menyangkut penggunaan sumber daya anggaran negara (APBN) dalam ekonomi. Sedangkan kebijakan moneter ini dikendalikan oleh Bank Bentral (Bank Indonesia/BI), yang berhubungan dengan pengendalian ekonomi yang memakai instrumen suku bunga, inflasi, uang beredar, nilai tukar dan lain sebagainya.
Melalui peningkatan kapasitas perekonomian, kebijakan fiskal dapat mempengaruhi suatu sisi permintaan agregat suatu perekonomian dalam jangka pendek, dan juga dapat mempengaruhi sisi penawaran yang bersifat jangka
Ekonomi SMA K - 7 138 panjang. Kebijakan fiskal dan moneter akan berinteraksi antara satu sama lain dalam pengelolaan stabilitas makroekonomi. Permasalahan dalam interaksi antara kebijakan fiskal dan moneter terdapat pada terjadinya trade-off antara penacapaian stabilitas harga dan terdapat pada pertumbuhan ekonomi terutama jangka pendek. Kenaikan tingkat i nflasi disebabkan oleh defisit fiskal yang tinggi, dan jika perekonomian dengan inflasi yanng tinggi maka akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan moneter selalu disesuaikan dengan kebutuhan suatu negara untuk mencapai stabilitas ekonomi yang bersifat dinamis. Dari kebijakan moneter suatu negara kebanyakan menganut empat ultimate target (Pohan, 2008), yaitu (1) pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan; (2) kesempatan kerja; (3) kestabilan harga; (4) kesimbangan neraca pembayaran.
Namun Bank Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi masih banyak menimbulkan perdebatan didalam kebijakan moneter yang digunakan. Diantaranya adalah perdebatan yang terjadi pada para ekonom antara menggunakan kebijakan rules atau kebijakan discretion. Dalam pendekatan rules (rulesbase money), maka implementasi kebijakan moneter didasarkan pada pertumbuhan jumlah uang beredar yang konstan (the constant-moneygrowth rules). Sedangkan pendekatan discretion mengacu pada otoritas moneter memiliki kebebasan dalam menjalankan kebijakan moneter sesuai dengan kondisi akrual yang dihadapi oleh suatu perekonomian (Natsir, 2008).
Dalam menerapkan kebijakan moneter peneliti telah banyak membuktikan instrummen tersebut dibeberapa negara dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Instrumen uang beredar di Indonesia tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sedangkan instrumen suku bunga SBI mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang (Julaiha dan Isukrindo, 2004). Di negara yang berbeda seperti iran, instrumen kebijakan moneter yang di proksikan dengan jumlah uang beredar dapat mempengaruhi pertumbuhan yang terjadi di negara tersebut (Nouri dan Samimi, 2011).
Ekonomi SMA K - 7 139 Kebijakan fiskal ekspansif dilakukan untuk menngatasi resesi ekonomi. Kebijakan fsikal ekspansif dapat dilakukan dengan pemotongan pajak, dengan begitu akan menstimulus pasar barang dan meningkatkan output nasional (Keynes).
Dalam teori Keynes mengasumsikan bahwa hasil output nasional atau PDB sangat ditentukan oleh keinginan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya. Karena semakin banyak pelaku ekonomi yang berbelanja maka semakin banyak barang dan jasa yang dikeluarkan perusahaan.
Akibat gunjangan ekonomi kebijakan fiskal dianggap juga sebagai kebijakan stabilisasi pemerintah dalam menghadapi resesi ekonomi. Kebijakan stabilisasi bertujuan mengurangi tekanan fluktuasi jangka pendek dan memperkecil siklus bisnis dengan mempertahankan output dan kesempatan kerja sedekat mungkin pada tingkat alamiahnya dalam jangka panjang. Faktor peningkatan permintaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan akan berdampak pada peningkatan faktor tenaga kerja, sehingga menyebabkan menurunnya pengangguran.
Menurut teori Keynes dalam teori permintaan dan penawaran agregat, kelebihan permintaan terhadap penawaran barang dan jasa terjadilah inflasi atau demand full inflation. Hal ini terjadi karena naiknya tingkat pendapatan masyarakat sehingga cenderung memiliki keinginan membeli barang dan jasa lebih banyak dari yang biasanya mereka konsumsi. Kebijakan fiskal ekspansif disebabkan oleh kenaikan belanja negara menstimulus peningkatan konsumsi neegara, namun jika disatu sisi kenaikan kapasitas produksi perusahaan terbatas dalam menghasilkan barang dan jasa sehingga menyebabkan kenaikan harga barang-barang.
Menurut fiscal theory of the price level kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam penentuan harga melalui budget constraint yang terkait dengan kebijakan utang, pengeluaran dan perpajakan dikembangkan oleh Leeper (1991), Wootford (1994,1995), dan Sims (1994). Tetapi terdaoat pandangan tradisional yang dmenyatakan bahwa inflation is always and everywhere a monetary phonemenon ni adalah teori quantity of money oleh Milton Friedman
Ekonomi SMA K - 7 140 Dalam peraturan umum perekonomian, fungsi bank sentral adalah mengendalikan tingkat harga. Diskresi (kebebasan dalam mengambil keputusan/pendapat) kebijakan moneter ataupun fiskal, sering menjadi perdebatan publik. Dalam kebijakan fiskal belum diketahui kesepakatan yang pasti tentang mekanisme dan institusi yang dapat menghindarkan pengambil keputusan untuk melakukan diskresi. Sedangkan kebijakan moneter telah mencapai kesepahaman bahwa kebijakan moneter harus bebas dari intervensi pemerintah, yaitu dengan membentuk bank sentral yang independen.
Salah satu kebijakan fiskal adalah kenaikan tarif pajak tinggi yang sangat membebankan kegiatan produksi, akibatnya perusahaan barang dan jasa mengurangi hasil output produksinya. Hal ini menciptakan dasar terjadinya inflasi yaitu menurunnya penawaran sedangkan permintaan tetap.
Dalam mempengaruhi pendapatan nasional salah satunya adalah komponen permintaan agregat yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam jangka pendek. Pada akhirnya perekonomian akan berkembang jika kenaikan konsumsi pemerintah langsung direspon oleh sistem yang ada.
Dalam perekonomian terdapat ketergantungan perekonomian terhadap pengeluaran negara dikarenakan kontribusi belanja terhadap output masih terbilang tinggi dengan rata-rata rasio belanja terhadap PDB sebesar 10%. Apabila terjadi resesi, pemerintah meningkatkan pengeluarannya pada belanja program-program dapat langsung memulihkan perekonomian. Salah satu contoh kasus seperti jika sektor pertanian mengalami kegagalan panen maka pemerintah memberikan subsidi terhadap koModul tas pertanian yang mengalami gagal panen. Kebijakan fiscal akan menambah PDB sebesar 0.6 x nilai perubahan, dengan asumsi variabel-variabel yang lain tetap.
Dampak pengaruh dari perubahan sistem anggaran adalah terjaminnya ketersediaan pendanaan bagi kegiatan-kegiatan pemerintah secara berkesinambungan yang dialokasikan pada jenis belanja secara efektif dan efisien. Maka jika hubungan belanja positif dalam jangka panjangnya menunjukkan dampak positif dari reformasi tata kelola anggaran yang dilakukan oleh kementrian keuangan selama ini.
Ekonomi SMA K - 7 141 Laju inflasi berpengaruh positif pada belanja negara jangka pendek di pengaruhi oleh masih tingginya belajar untuk pegawai, sedangkan belannja pegawai sebagai hasil imbal jasa pegawai yang biasanya digunakan untuk konsumsi bukan modal kerja. Konsumsi yang meningkat akan berdampak langsung pada kenaikan inflasi. Sehingga terjadi kenaikan tingkat harga karena pendapatan yang tinggi hal ini sesuai dengan teori demand pull inflation.
Salah satu kebijakan yang digunakan untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan ekonomi dengan menggunakan kebijakan moneter. Sebelumnya Keynes mengemukakan bahwa selain fungsi uang sebagai alat tukar, berfungsi juga sebagai penyimpan nilai (store of value) fungsi inilah yang memungkinkan uang digunakan untuk memperoleh keuntungan. Keynes menyadari bahwa keseimbangan akan terjadi dalam perekonomian apabila jumlah output yang ditawarkan (output agregat yang dihasilkan) sama dengan output agregat yang diminta.dengan penambahan pengeluaran yang sama kebijakan moneter akan menambah PDB sebesar 2,6 x nilai perubahan.
Untuk menjelaskan kombinasi suku bunga dan output agregat dimana jumlah uang yang ditawarkan menggunakan kurva LM. Menurut Mankiw, kurva permintaan itu sendiri tidak dapat menjelaskan beberapa besar jumlah barang yang dijual dipasar, kurva IS juga tidak menjelaskan beberapa tingkat output agregat yang akan dihasilkan karena suku bunga masih belum diketahui. Kursa IS ini dimana hubungan antara output agregat keseimbangan dengan suku bunga yang dihasilkan. Untuk memperoleh analisis yang lengkap mengenai penentuan output agregat dimana kebijakan moneter memainkan peran penting disini yaitu pada saat kurva IS dan kurva LM digabung dalam diagram yang sama, perpotongan keduanya akan menentukan tingkat output agregat keseimbangan dan suku bunga keseimbangan
Nopirin beranggapan bahwa koordinasi antara kebijakan moneter, kebijakan fiskla, dan pertmbuhan eonomi dapat dilihat dari model keseimbangan IS-LM dimana dalam keseimbangan IS-LM ini moneter memainkan peranan penting. Dalam pendekatan IS-LM pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada keberadaan pasar uang yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang hal ini menjelaskan bagaimana efektivitas dari kebijakan moneter dapat
Ekonomi SMA K - 7 142 mempengaruhi output. Dalam pendekatan ini harga diasumsikan tidak berubah (fixed price) dan pengaruh kebijakan moneter terhadap kinerja perekonomian hanya dilihat dari sisi pendapatan.
D. Aktivitas Pembelajaran
Akitivitas pembelajaran diklat dengan mata diklat “Implementasi kebijakan moneter ” sebagai berikut :
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan menyiapkan peserta diklat agar termotivasi
mengikuti proses pembelajaran;
mengantarkan suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran diklat.
menyampaikan garis besar cakupan materi masalah pembayaran internasional .
15 menit
Kegiatan Inti Membagi peserta diklat ke dalam beberapa kelompok dimana langkah-langkahnya sebagai berikut :
Nara sumbermemberi informasi dan tanya jawab dengan contoh kontekstual tentang masalah pembayaran internasional dengan menggunakan contoh yang kontekstual.
Kelas dibagi menjadi 6 kelompok ( A, B, C, …….s/d kelompok F) masing-masing beranggotakan 6 orang.
Nara sumber memberi tugas menggunakan LK untuk dikerjakan masing masing kelompok : Klpk A dan D mengerjakan LK1, B dan E mengerjakan LK2, C dan F mengerjakan LK3.
Peserta diklat berdiskusi mengerjakan kuis
Ekonomi SMA K - 7 143
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu tentang implementasi kebijakan moneter dan
fiskal yang tercantum dalam LK1, LK2, dan LK3.
Melaksanakan penyusunan laporan hasil diskusi.
Masing masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.
Nara sumber memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok .
Kegiatan Penutup
Narasumber bersama-sama dengan peserta menyimpulkan hasil pembelajaran
Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran.
15 menit
E. Latihan/Kasus/Tugas
1. Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok A dan C sebagai berikut: a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh perbedaan implementasi
kebijakan moneter dan kebijakan fiskal !
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang berhubungan dengan implementasi kebijakan moneter !
c. Lakukan wawancara dengan masing masing anggota kelompok tentang dampak kebijakan moneter bagi perekonomian di daerahnaya !
d. Diskripsikan upaya yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kebijakan moneter !
Ekonomi SMA K - 7 144 e. Diskripsikan upaya untuk menanggulangi masing masing masalah yang berhubungan dengan implementasi kebijakan moneter menurut pendapat kelompok anda !
f. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis,. g. Presentasikan hasil diskusididepan kelas !
2. Tugas dan Langkah Kerja untuk kelompok B dan D sebagai berikut: a. Diskripsikan dengan menggunakan contoh perbedaan implementasi
kebijakan moneter dan kebijakan fiskal !
b. Berdasarkan kondisi yang ada di sekitar anda, berilah 4 contoh permasalahan yang berhubungan dengan implementasi kebijakan fiskal !
c. Lakukan wawancara dengan masing masing anggota kelompok tentang dampak kebijakan fiskal bagi perekonomian di daerahnaya ! d. Diskripsikan upaya yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan
minat masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kebijakan fiskal! e. Diskripsikan upaya untuk menanggulangi masing masing masalah
yang berhubungan dengan implementasi kebijakan fiskal menurut pendapat kelompok anda !
f. Laporkan hasil diskusi kelompok secara tertulis,. g. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas !
RANGKUMAN
Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki keadaan perekonmian melalui pengaturan jumlah uang beredar. Jumlah uang beredar, dalam analisis ekonomi makro, memiliki pengaruh penting terhadap tingkat output perekonomian, juga terhadap stabilitas harga-harga. Uang yang beredar terlalu tinggi tanpa disertai kegiatan produksi yang seimbang, akan ditandai dengan meningkatnya harga-harga pada seluruh barang dalam perekonomian atau dikenal dengan istilah inflasi.
Kebijakan moneter dalam perekonomian modern dilakukan melalui berbagai instrumen, yaitu opersi pasar terbuka (open market operation), penentuan tingkat
Ekonomi SMA K - 7 145 bunga, ataupun penentuan besarnyacadangan wajib dalam sektor perbankan. Ada instrumen lain yang digunakan oleh pemerintah selaku pengelola moneter, yaitu himbauan moral atau moral persuasion.
Sektor yang paling berperan dalam kebijakan moneter adalah sektor perbankan. Melalui pengaturan sektor perbankan itulah, pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan moneternya dengan menggunakan instrumen atau alat-alat yang telah dijelaskan di atas.
KEBIJAKAN FISKAL
Kebijakan fiskal berkaitan dengan semua instrumen yang menyangkut penggunaan sumber daya anggaran negara (APBN) dalam ekonomi. Sedangkan kebijakan moneter ini dikendalikan oleh Bank Bentral (Bank Indonesia/BI), yang berhubungan dengan pengendalian ekonomi yang memakai instrumen suku bunga, inflasi, uang beredar, nilai tukar dan lain sebagainya.
Melalui peningkatan kapasitas perekonomian, kebijakan fiskal dapat mempengaruhi suatu sisi permintaan agregat suatu perekonomian dalam jangka pendek, dan juga dapat mempengaruhi sisi penawaran yang bersifat jangka panjang. Kebijakan fiskal dan moneter akan berinteraksi antara satu sama lain dalam pengelolaan stabilitas makroekonomi. Permasalahan dalam interaksi antara kebijakan fiskal dan moneter terdapat pada terjadinya trade-off antara penacapaian stabilitas harga dan terdapat pada pertumbuhan ekonomi terutama jangka pendek. Kenaikan tingkat i nflasi disebabkan oleh defisit fiskal yang tinggi, dan jika perekonomian dengan inflasi yanng tinggi maka akan memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA
Indrawati, Yulia. 2007. Interaksi Kebijakan fiscal dan Moneter Di Indonesia : Pendekatan Vector Autoregression. Parallel Session IC: Monetary & Macroeconomy Policy
Julaihah, Umi. Analisis Dampak Kebijakan Moneter Terhadap variabel Makroekonomi Di Indonesia.: Fakultas Tanbiyah UIN Malang
Ekonomi SMA K - 7 146 Muharman, Berto. 2013. Analisis Dinamis Pengaruh Instrumen Fiskal Terhadap
PDB Dan Inflasi Di Indonesia.Jurnal Ilmiah.
Novitaningrum, Restie.2011.Kebijakan Dalam Perekonomian Makro Indonesia. Santoso, Teguh.2008. Dampak Kebijakan Fiskal Dan Moneter Dalam
Perekonomian Indonesia: Aplikasi Model Mundell-Fleming. Jurnal Organisasi dan Manajemen, Vol 5 No. 2.
Seprillina, Linda.2013.Efektivitas Instrumen Kebijakan Moneter Terhadap