TINJAUAN TEORI
B. Konsep Bimbingan Manasik Umrah 1) Definisi Bimbingan 1) Definisi Bimbingan
7) Umrah itu Mudah
Selama ini,bagi para calon tamu Allah yang akan berangkat ke Tanah Suci,sepertinya memikul beban berat ketika mau belajar manasik umrah. Beban itu,bukannya pada kewajiban rangkaian ibadah haji atau umrah semisal ihram, thawaf, sa’i, tahalul, dan sebagainya,tetapi pada doa-doa yang harus dihafalkan atau dibacanya saat manasik. Dipandangnya buku manasik yang tebal itu. Biasanya, buku itu digantungkan di leher ketika memperaktekkan rangkaian ibadah haji dan umrah. Buku itu,sebagian isinya adalah doa-doa yang lazim kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari doa keluar rumah, doa naik kendaraan,doa ketika kendaraan mulai bergerak,doa masuk masjid,doa keluar masjid, dan sebagainya. Bagi yang sudah terbiasa membaca danmempraktekkan doa-doa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya bacaan itu bukan merupakan masalah lagi.
ديري هَّل ك۸ رۡسيۡل مك۸ ديري ۵لݔ رۡسعۡل ٥٨١“…Allah menghendaki kemudahan bagimu,dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…”(QS.Al-Baqarah :185).
Sebagian lain dari isi buku itu adalah doa-doa yang berkaitan dengan rangkaian manasik haji dan umrah, missal, doa melihat ka’bah, doa-doa thawaf mulai putaran pertama sampai putaran ketujuh. Doa-doa sewaktu sa’i mulai mendekati bukit shafa dan mendekati bukit marwah.
39
40
Kemudian, doa saat di atas bukit shafa, doa di atas bukit marwah. Doa ketika melewati dua pilar hijau, dan sebagainya. Karena mungkin dalam seumur hidup sekali saja kita beribadah haji yang akan dilakukan tidak sempurna apabila tidak hafal doa-doa tersebut. Akibatnya, seolah-olah jamaah dihadapkan kepada tiga pilihan :
Pertama .doa dihafalkan dan dimengerti artinya. Ini lebih baik karena tidak beresiko mengganggu konsentrasi jamaah dalam beribadah.Doa-doa yang telah dihafalkan tentunya telah menyatu dengan jiwa jamaah sehingga merekan lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kedua, membaca buku doa yang digantungkan di leher tersebut. Ini beresiko mengganggu kekhusyukan ibadah karena jamaah lebih berkonsentrasi membaca buku doa, sementara jiwanya lalai, cenderung melupakan komunikasinya dengan Allah. Mereka lebih disibukkan pada target menyelesaikan bacaan-bacaan doa, tapi jiwanya kering karena tidak mengarah kepada Allah SWT.
Ketiga : tidak membaca doa-doa seperti apa yang ada di dalam buku mansaik tersebut. Padahal,ada anggapan dari sebagian jamaah haji dan umrah,bahwa bila mereka tidak membaca doa-doa itu maka tidak sah haji dan umrah nya. Mana yang akan dipilih dari ketiga pilihan di atas? Inilah beban yang dirasakan berat oleh para jamaah yang akan menunaikan ibadah haji dan umrah. Jika dipelajari lebih lanjut, sebetulnya tidak ada satupun doa-doa saat haji dan umrah yang termasuk rukun atau wajib. Semua hanya bersifat anjuran. Selain itu doa-doa yang ditulis dalam
buku-41
buku manasik tersebut hampir keseluruhannya tidak ada dasarnya. Jika manasik haji dan umrah disederhanakan, maka keduanya hanya ibadah yang berupa perpindahan dari satu tempat ketempat lain pada waktu yang telah ditentukan. hanya itu saja. Mudah Bukan?
Sekarang, mari kita simak bersama rukun, wajib, sunah umrah di bawah ini. Rukun Umrah 1. Ihram 2. Thawaf 3. Sai 4. Tahallul 5. Tertib Wajib Umrah 1. Ihram di Miqat
2. Menjauhi Larangan Ihram
Ternyata, rukun dan wajib umrah di atas tidak ada yang menyangkut bacaan. Kalaupun ada bacaan, hanya untuk memposisikan talbiyah saja, masuk dalam status hukum wajib atau sunah.
Rasulullah SAW Bersabda:
“wahai keluarga Muhammad,barang siapa di antara kamu yang melakukan ibadah haji hendaklah ia membaca talbiyah disyariatkan, akan tetapi berbeda pendapat tentang status hukumnya. Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat, bahwa talbiyah itu sunah. Sementara
42
ulama hanafiyah dan ulama Malikiyah berpendapat, bahwa talbiyah itu wajib. Berikut ini kita lihat sunah-sunah yang ada di dalam ibadah umrah: 1) Sebelum mengenakan pakaian ihram terlebih dahulu menggunting
kuku,merapikan rambut dan kumis,mencukur rambut ketiak dan kemaluan serta mandi sunah ihram dengan cara seperti mandi besar. 2) Melafalkan niat ihram untuk umrah. Untuk umrah :
ۺرع مݓّلا كي۹ل“labbayka Allahumma umratan” yang artinya “Aku memenuhi panggilan-Mu, untuk menunaikan Umrah.”
3) Membaca talbiyah :
كي۹ل كل كيرش ا كي۹ل كي۹ل مݓّلا كي۹ل حلا ا
كل كيرسا كّلاݕكلۻعݏلاݔد
“Labbayka Allahumma labbayk(a), labbayka laa syariika laka labbayk(a), „innal hamda wan ni‟mata laka walmulk(a),la syariika lak(a)” yang artinya “Aku penuhi panggilan-Mu yaa Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu,aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji,nikmat dan kerajaan untuk-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”Waktu talbiyah saat umrah dimulai setelah berihram dan berakhir saat mulai thawaf.Perbanyak dzikir. Rasulullah SAW bersabda : “hanyalah dijadikan thawaf di ka’bah, sai antara shafa-Marwah, dan melempar jumrah adalah untuk menegakkan dzikrullah.(HR Abu Daud)
4) Memulai thawaf dengan mengucapkan “bismillahi Allahu Akbar” yang artinya dengan nama Allah,Allah maha Besar.”
5) Saat thawaf di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad Membaca doa: ر ۵ݏلا ۶اّع ۵ݏقݔ ۻݏسح ۺرخ اا ݗفݔ ۻݏسح۵يݎدلا ݗف۵ݏتا۵ݏ۸ر
43
6) “Robbanaa „aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil „aakhirati hasanah wa qinaa „adza ban naar” yang artinya “yaa Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
7) Seusai tujuh putaran thawaf,menuju maqam Ibrahim membaca : (QS.Al-Baqarah:125). ݔ اݔّخَت هرۡ۸ۮ م۵قَم ݍم لصم مۧ ݖ ٥٩١
Artinya : “Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. 8) Shalat dua rakaat sesudah thawaf di belakang maqam ibrahim . Rakaat
pertama setelah Al-fatihah membaca surat Al-kaafirun dan rakaat kedua setelah Al-faatihah membaca surat Al-Ikhlaash.
9) Minum air zam-zam,diawali dengan basmalah,berdoa apa yang dikehendaki dan diakhiri dengan hamdalah.
10) Mencium Hajar aswad.
11) Sai di antara Shafa –Marwah. Saat mendekati bukit shafa membaca : َۮ۞ ۵فَصل ݔ ۺݔۡرۡل رئٓ۵عش ݍم هَّل ٥١٨
yang artinya “sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari Syiar Allah…”(QS Al-Baqarah :158).
12) Saat di bukit Shafa dan bukit Marwah menghadap kiblat lalu berdzikir membaca :“Allahu akbar (3x). laa „ilaaha „illallaah (u). wahdahuu laa syariikalah(u),lahul mulk(u).wa lahul hamd(u),wahuwa „alaa kulli syay‟inqadiir(un). Laa „ilaaha „illallaahu wahdah(u),wa nashara‟abdah(u) wa hazamal „ahzaaba wahdah(u) (3x). artinya ,”Allah maha besar (3x), tidak ada sesembahan yang benar disembah kecuali Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan.
44
Baginya segala pujian. Dia atas segala sesuatu maha kuasa. Tidak ada ilah yang benar disembah kecuali Allah yang maha esa. Dia memenuhi segala janji-Nya. Dia menolong hamba-Nya dan hanya Dia sendiri yang menghancurkan tentara-tentara musuh.” Dzikir ini dibaca (3x) dengan diselingi doa di antara dzikir tersebut dan mengangkat tangan saat berdoa.
13) Memasuki Ka’bah dan shalat di dalamnya (Hijr Ismail). 14) Shalat di Masjidil haram dan Masjid Nabawi.
15) Mengunjungi tempat bersejarah perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan islam. Dan lain-lain sebagainya.
Dari sunah umrah tersebut di atas, hanya sedikit sekali beban yang menyangkut bacaan doa. Ternyata, untuk sunah haji dan umrah, bacaan dzikir lebih banyak daripada bacaan doanya. Untuk berdoa, silahkan sampaikan hajat kita sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh masing-masing tamu-tamu allah. Dalam kaitan ini, tidak ada pengkhususan dalam bacaan doa. Jika doa-doa disampaikan dalam bahasa Arab, maka harus dimengerti atau dipahami maksudnya. Kalau tidak bisa dengan bahasa Arab,cukup dengan bahasa yang kita kuasai. Dalam hal ini, yang penting saat berdo’a, ada rasa kedekatan (kesambungan komunikasi) dengan Allah SWT.
8) Agenda Umrah a. Ihram dari miqat
45
c. Sai berlari kecil di antara bukit shafa dan bukit marwah sebanyak tujuh kali.
d. Tahallul (menggunting sedikit rambut/atau mencukur seluruh rambut) Akhirnya, ibadah umrah selesai dengan mudah. Dari apa yang kita pelajari di atas, ternyata umrah itu sederhana dan tidak berat seperti yang kerap dibayangkan jamaah selama ini. Oleh karena itu, perlu kita keritisi jika ada jamaah didoktrin oleh sementara pihak untuk melakukan ajaran-ajaran yang tanpa dasar syariat,yang bukan saja terasa membebani tapi bahkan menyusahkan.40
C. Konsep Kepuasan pelanggan dan Jama’ah