BAB II LANDASAN TEORI
2.2 Kajian Teori
2.2.10 Unified Modeling Language (UML)
Menurut (Mulyani, 2016) UML adalah sebuah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem.
Menurut (Muslihudin, Muhammad , & Oktavianto, 2016), UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa pemodelan standar. UML bukan hanya sekedar diagram, tetapi juga menceritakan konteknya.
Untuk membuat suatu model, UML memiliki diagram grafis yang diberi nama berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda terhadap sistem dalam proses analisa atau rekayasa.
Diagram grafis tersebut antara lain:
a. Use Case Diagram
Use Case Diagram yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan actor. Diagram ini hanya menggambarkan secara global.
Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara global, maka elemen-elemen yang digunakan sangat sedikit. Berikut ini simbol-simbol yang digunakan pada use case diagram.
Tabel 2 Simbol-simbol Use Case Diagram (Sumber Hendini, 2016)
No. Simbol Nama Keterangan
1 2 3 4
1 Actor
Aktor adalah Abstraction dari orang atau sistem yang lain yang
mengaktifkan fungsi dari target sistem.
Perlu dicatat bahwa actor berinteraksi dengan use casea, tetapi tidak memiliki control terhadapa use case
2 Generalizatio
n
Mengindikasikan bila actor berinteraksi secara pasif dengan sistem
3 Include
Merupakan di dalam use case lain (required) atau pemanggilan use case oleh use case lain, contohnya
pemanggilan sebuah fungsi program 4 Extend Merupakan perluasan dari use case lain
jika kondisi atau syarat terpenuhi 5 Association Mengindikasikan siapa atau apa yang
meminta interaksi secara langsung dan bukannya mengindikasikan data.
No. Simbol Nama Keterangan
1 2 3 4
6 Use Case Menggambarkan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang bertukar pesan antar unit dengan actor, yang dinyatakan dengan menggunakan kata kerja
b. Sequence Diagram
Sequence Diagaram adalah interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu. Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan use case. Sequence diagram memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan suatu di dalam use case. Berikut ini simbol-simbol yang digunakan pada Sequence diagram.
Tabel 3 Simbol-simbol Sequence Diagram (sumber Hendini, 2016) awal sistem dan menjadi landasan untuk menyusun interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem, seperti tampilan form entry dan form cetak
3 Control
Class
Suatu objek yang berisi logika aplikasi yang tidak memiliki tanggung jawab kepada entitas
4 Message Simbol mengirim pesan operasi dari objek, panjang kotak ini berbanding lurus dengan durasu aktivitas
c. Activity Diagram
Activity Diagram adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antara actor dengan alur-alur kerja use case. Berikut ini simbol-simbol yang digunakan pada Activity diagram.
Tabel 4. Simbol-simbol Activity Diagram (sumber Hendini, 2016)
No .
Simbol Nama Keterangan
1 2 3 4
1 Start Point
Diletakkan pada pojok kiri atas dan merupakan awal aktivitas
2 End Point Akhir dari aktivitas
3 Activities
Menggambarkan suatu proses/ kegiatan bisnis
4 Decision Point
Menggambarkan pilihan untuk
pengambilan keputusan, true atau false
5 Fork
Menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara parallel atau untuk menggabungkan dua kegiatan menjadi satu
6 Join
Digunakan untuk menunjukkan adanya dekomposisi
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi PenelitianLokasi yang nantinya yang akan menjadi penelitian penulis yaitu di Sekolah Dasar Negri 1 Sanggu Jl. Merdeka RT.02 NO.77, Sanggu.
Kecematan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan beberapa tahapan atau metode dalam melakukan penelitian untuk menyusun proposal tugas akhir ini, yaitu :
a. Studi Pustaka
Pada tahap ini penulis mengumpulkan beberapa proposal meupun jurnal penelitian dari sumber lain dengan judul yang menyerupai jurnal, buku dan dokumen sebagai sumber referensi yang relevan untuk proposal penelitian yang sedangn dilakukan.
b. Metode Dokumentasi
Pada tahap ini dokumentasi diperlukan untuk mengumpulkan bukti hasil dari penelitian berupa foto dengan pihak penelitian sebagai bukti telah melakukan penelitian, foto wawancara dan foto hasil kuisoner.
c. Metode Wawancara
Metode wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari sumbernya. Wawancara yang dilakukan penulis yaitu dengan mewancarai Bp. Piri secara langsung sebagai kepala sekolah SDN 1 Sanggu. Untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam penelitian tugas akhir.
d. Metode Pengamatan (Observasi)
Metode pengamatan (observasi) merupakan metode yang melakukan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian untuk melihat langsung kegiatan yang dilakukan di sekolah guna mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan.
3.3 Analisis
Rancang bangun Profil Sekolah dan Peringkat Prestasi Akademik ini dibuat dan didesain untuk diterapkan oleh Sdn 1 Sanggu. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah sekolah dan untuk mempromosikan sekolah. Aplikasi ini disajikan dengan objek yang sederhana agar memberikan kemudahan kepada pihak sekolah dan pengguna agar bisa terus melihat perkembangan profil sekolah.
3.3.1 Analisis Proses
Dalam proses ini untuk memecahkan proses penulis menggunakan UML yang digunakan terdiri dari use case, sequence dan class diagram.
3.3.2 Analisis Kelemahan Sistem
Untuk mengidentifikasi masalah, maka perlu dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efisiensi dan pelayanan. Panduan ini dikenal dengan Analisa PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service. Dalam analisis kelemahan sistem, penulis menggunakan metode analisis PIECES untuk mengidentifikasi masalah. Berikut beberapa aspek yang akan dibahas berdasarkan PIECES.
a. Kinerja (Performance)
Produksi jumlah kerja selama periode waktu tertentu. Pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang jumlah kerja yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian kerja tertentu dalam satuan orang jam, orang hari, atau orang bulan kemudian hal ini dianalisis apakah hasil kerja yang demikian ini sudah bagus atau perlu ada peningkatan kinerja.
Tabel 5. Perbandingan (performance)
Sistem Lama Sistem Baru
Penyebaran informasi
menggunakan surat edaran dan spanduk-spanduk.
Penyebaran informasi
menggunakan website jadi bisa dilihat kapan saja,dan jangkauan nya lebih luas
b. Informasi (Informasi Information)
Dibawah ini dapat dilihat dari segi informasi yang didapat dari sebuah sistem yang akan dibangun. Pada tabel dibawah ini adalah perbandingan dari sistem lama ke sistem baru.
Tabel 6. Perbandingan Information
Sistem Lama Sistem Baru
Informasi mengenai sekolah baik libur maupun penerimaan siswa baru masih belum luas.
Sistem lebih terpadu dan informasi lebih update to date seperti kegiatan perlombaan, pengumuman libur dan kegiatan-kegiatan positif yang sedang berlamgsung di SDN 1 Sanggu
c. Ekonomi (Economy)
Ditinjau dari segi ekonomi yang akan mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat dari sebuah sistem, sehingga sistem baru yang akan dibangun dinilai lebih ekonomis dibandingkan dengan sistem yang lama. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini adalah perbandingan sistem lama dan sistem baru.
Tabel 7. Perbandingan Economy
Sistem Lama Sistem Baru
Biaya yang dikelurakan lebih tinggi karena memerlukan pengeluaran lebih seperti penggunaan kertas untuk mencatat data dan nilai siswa.
Biaya yang dikeluarkan akan relatife lebih rendah karena tidak memerlukan biaya lebih hanya memerlukan perangkat komputer atau laptop dan ko koneksi internet.
d. Pengendalian (Control)
Adapun untuk membandingkan sistem lama dan sistem baru berdasarkan control pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses dan ketelitian data yang diproses. Pada tabel 8 dibawah ini adalah perbandingan dari sistem yang lama dan sistem yang baru:
Tabel 8. Perbandingan Control
Sistem Lama Sistem Baru
Proses sistem lama kurang terkontrol dikarenakan yang mengetahui sekolah hanya masyarakat setempat kurang nya orang luar yang mengetahui sekolah tersebut.
kontrol penyebaran informasi melalui website sekolah SDN 1 Sanggu lebih banyak diketahui orang dikarenakan mudah diakses dimana saja dan penyebaran informasi langsung di monitoring oleh pihak sekolah Sdn 1 Sanggu
e. Efisiensi (Efisiensi Efficiency)
Data yang secara berlebihan di-inputkan dan diproses juga informasi yang dihasilkan secara berlebihan akan membuat sistem tidak efisien dalam penggunaan sumberdaya. Sumberdaya dapat berupa sumberdaya prosesor, memory, ruang penyimpanan, listrik, personil.
Tabel 9. Perbandingan Efficiency
Sistem Lama Sistem Baru
Sistem yang ada tidak begitu luas diketahui oleh masyarakat karena terlebih dahulu harus mendatangi ke sekolah.
Sistem akan lebih cepat diketahui karena menggunakan media elektronik untuk penyebaran informasinya
f. Layanan (Service)
Ditinjau dari segi pelayanan digunakan untuk meningkatkan pelayanan karyawan yang lebih baik dari sebuah sistem lama ke sistem baru.
Tabel 10. perbandingan Service
Sistem Lama Sistem Baru
Pelayanan kurang cepat dan informasi yang disebar tidak luas hanya di tempat-tempat tertentu
Pelayanan menjadi lebih cepat dan lebih terkontrol karena dipantau menggunakan sistem melalui website sekolah.
3.3.3 Analisis Kebutuhan
Dalam pengembangan sistem ini, agar menjadi sistem yang baik maka kebutuhan sistem yang diperlukan adalah sebagai berikut:
a. Kebutuhan Perangkat Keras
Dalam kebutuhan perangkat keras (hardware) yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
1) Prosesor: Intel Core i3-6006U (6THGen) 2) Ram :4 GB DDR4
3) Type: Asus X441U series 4) Hardi: HDD 500GB
5) Vga: Intel HD Graphics 520
b. Kebutuhan Perangkat Lunak
Dalam kebutuhan perangkat lunak (software) yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut :
1) Microsoft Windows 10, sebagai operasi program.
2) MySQL, sebagai tempat database program.
3) Xampp, digunakan sebagai server yang berdiri sendiri (localhost).
4) Visual studio code, digunakan untuk editor text bahasa pemrograman dalam membuat suatu web system.
5) Google chrome, digunakan untuk mencoba aplikasi bagian admin system.
c. Kebutuhan Informasi
Didalam kebutuhan informasi penulis membutuhkan informasi tentang profil dan peringkat prestasi siswa yaitu informasi data profil sekolah, guru, data siswa dan nilai siswa.
d. Kebutuhan Pengguna (user)
Pengguna umum sistem rancang bangun profil sekolah pada Sdn 1 Sanggu Agar pengguna dapat selalu melihat perkembangan maupun pengumuman sekolah dengan mudah dan diman saja. Sehingga lebih praktis dan lebih cepat dalam memantau menggunakan akses website.
e. Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional adalah pernyataan layanan sistem yang harus disediakan, bagaimana sistem beraksi pada input tertentu dan bagaimana dan bagaimana perilaku sistem pada situasi tertentu.
Sedangkan kebutuhan fungsional user merupakan pernyataan level tinggi dari apa yang seharusnya dilakukan sistem tetapi kebutuhan fungsional sistem menggambarkan layanan sistem secara detail.
Beberapa kebutuhan fungsional dari sistem ini adalah sebagai berikut :
1) Sistem memiliki menu data administrator, data siswa, data sekolah.
2) Sistem meliki fitur login dan logout
3) Sistem memiliki fitur data akun, data siswa, data sekolah.
f. Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan non fungsional merupakan batasan layanan atau fungsi yang ditawarkan sistem, untuk dapat menjalankan dan, mendapatkan informasi dan fungsi dari sistem kunjungan ini maka pengguna memerlukan sebuah komputer atau handphone sebagai media implementasinya, sehingga pengguna harus memiliki koneksi internet, agar dapat menjalanka sistem tetsebut.
3.3.4 Analisis Kelayakan Sistem
Yang perlu dilakukan adalah melakukan analisa kelayakan terhadap penelitian ini. Adapun analisa kelayakan sistem dari beberapa segi kelayakan diantaranya adalah sebagai brikut:
a. Kelayakan Teknologi
Kelayakan teknologi sistem yang digunakan untuk dapat dinyatakan layak dipublikasikan dan digunakan membantu proses penyebaran informasi agar lebih cepat dan mudah didapat.
b. Kelayakan Hukum
Kelayakan hukum adalah kelayakan yang berkaitan dengan legalitas atau kekuatan hukum. Berarti bahwa sistem informasi yang diusulkan tidak boleh melanggar yang berlaku, baik hukum yang ditetapkan oleh pemerintah mauoun hukum yang ditetapkan berdasrkan peraturan-peraturan organisasi dari sistem yang merupakan hasil dari karya penulis sendiri dan tidak melaggar hak cipta.
c. Kelayakan Operasional
Kelayakan operasional sebuah rancang bangun nantinya akan digunakan oleh admin / operator harus memiliki keterampilan dalam bidang pengoperasian komputer serta mampu memperbaharui informasi melalui sistem. Admin harus siap memberikan informasi yang akurat di sistem.
3.4 Desain Sistem
Berdasarkan tahapan pada pemodelan sistem yang penulis gunakan, sebagai sistem perangkat lunak yang berparadigma berorientasi objek maka penulis menggunakan UML (Unified Modeling Language) untuk pendokumentasian guna untuk menjelaskan hubungan antara data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
3.4.1 Desain Proses
Dalam desain proses akan diuraikan bagan alir program yaitu class diagram, user case diagram, squence diagram, activity diagram.
a. Use Case Diagram
Gambar 2 Use Case Diagram
Use case diagram menggambarkan 2 actor yaitu pengguna, dan admin dimana use case ini merupakan suatu desain proses, dari rancang
bangun profil sekolah dan peringkat prestasi akademik SDN 1 Sanggu berbasis Web.Mobile.
Tugas dari masing-masing actor tersebut adalah sebagai berikut : 1) Admin
Hak akses yang dimiliki admin pada rancang bangu yaitu mengelola seluruh data yang ada pada database seperti data admin, siswa, sekolah. Proses pengolahan data melihat data, tambah, ubah, hapus. Sebelum mengolah data, admin perlu melakukan login terlebih dahulu.
2) Pengguna
Hak akses yang dimiliki pengguna pada aplikasi yaitu hanya melihat profil sekolah dan agenda sekolah. Bagi siswa yang ingin melihat data siswa dan melihat peringkat prestasi akademik siswa harus login terlebih dahulu.
b. Activity Diagram
Activity diagram menggambarkan aktifitas antara actor dengan sistem berdasarkan yse case diagram maka activity diagram dibuat berdasarkan actor yang ada pada use case diagram yang dimana terdapat 2 actor yaitu admin dan pengguna sebagai pengguna aplikasi.
1) Activity Diagram Admin Menu Akun
Gambar 3. Activity Diagram Admin Menu Akun
2) Activity Diagram Menu Akun Pengguna Umum
Gambar 4. Activity Diagram Menu Akun Pengguna Umum
3) Activity Diagram Menu Akun Siswa
Gambar 5. Activity Diagram Menu Akun Pengguna Umum
c. Sequence Diagram
Sequence diagram merupakan salah satu diagram interction yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan pesan yang akan dikirim dan kapan dilaksanakannya. Berikut adalah sequance diagram dari aplikasi yang dibuat.
1) Sequnce Diagram Admin Halaman Login
Gambar 6. Sequnce Diagram Admin Halaman Login
Pada gambar diatas menunjukan sequnce diagram admin halaman login. Proses yang harus dilakukan adalah memilih menu login lalu mengisi kata sandi untuk dapat memasuki dasboard.
2) Sequnce Diagram Admin Halaman Pengguna
Gambar 7. Sequnce Diagram Admin Halaman Login
Pada gambar diatas menunjukan sequnce diagram admin halaman pengguna. Pengguna masuk ke halaman pengguna untuk melihat beranda sekolah.
3) Sequnce Diagram Admin Halaman Login
Gambar 8. Sequnce Diagram Admin Halaman Login
Pada gambar diatas menunjukan sequnce diagram admin halaman login. Admin masuk ke halaman login lalu mengisi nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke halaman dasboard.
4) Sequnce Diagram Halaman Akun Siswa
Gambar 9. Sequnce Diagram Halaman Akun Siswa
Pada gambar diatas menunjukan sequnce diagram halaman akun siswa. Prosesnya masuk ke halaman akun untuk menampilkan data akun.
d. Class Diagram
Class diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan struktur dari sebuah sistem. Sistem tersebut akan
menampilkan sistem kelas, attribut dan hubungan antara kelas ketika suatu sistem telah selesai membuat diagram. Adapun class diagram pada aplikasi ini dapat dilihat pada gambar dibawah.
Gambar 10. Class Diagram
3.4.2 Desain Perangkat Lunak
Desain Perangkat Lunak merupakan suatu gambaran jalur pemakaian sistem yang mudah dipahami dan mudah digunakan.
Dalam perangkat lunak yaitu interface desain web. Berikut uraian perancangan Desain Perangkat Lunak dari Rancang Bangun Profil Sekolah Sdn 1 Sanggu Berbasis Web Mobile, yaitu:
a. Desain Interface Website
Desain interface website merupakan sebuah gambaran dari rancangan aplikasi yang akan dibangun.
Berikut beberapa desain rancangan interface website:
1. Halaman Tampilan Utama
Gambar 11. Halaman Utama
Gambar diatas merupakan rancangan Tampilan Utama Website Profil Sekolah dan pada dashboard diatas pojok kiri ada menu yang terdiri dari menu, Profil Sekolah, Galeri, Agenda, Kontak dan Menu Login untuk pengguna Admin.
2. Halaman Tampilan Dasboard Pada Tampilan Utama Gambar 12 Dasboard tampilan utama
Gambar diatas merupakan tampilan rancangan dari halaman dashboard utama yang nanti nya akan diakses pengguna akan memilih ke menu yang dipilih.
3. Tampilan Profil
Gambar 13. Profil
Gambar diatas merupakan tampilan rancangan Profil sekolah yang terdiri dari visi dan misi sekolah, Sejarah sekolah dan struktur kepala sekolah dan guru maupun staff tata Sdn 1 Sanggu.
4. Tampilan Grafik Perkemabangan Siswa
Gambar 14 Grafik Perkembangan siswa
Gambar di atas merupakan tampilan racangan garfik hasil tingkat perkembangan belajar siswa selama satu semester.
5. Tampilan Grafik Jumlah Siswa
Gambar 15 Grafik Jumlah Siswa
Gambar diatas merupakan rancangan grafik hasil jumlah seluruh siswa laki-laki dan siswa perempuan.
6. Tampilan Grafik Jumlah Guru
Gambar 16 Jumlah Guru
Gambar diatas menunjukan hasil grafik jumlah seluruh guru yang ada di Sdn 1 Sanggu.
7. Tampilan Agenda
Gambar 17 Tampilan Agenda
Gambar diatas merupakan tampilan agenda sekolah yang berisi pengumuman maupun kegitan sekolah.
8. Tampilan Galeri
Gambar 18 Galeri
Gambar diatas menunjukan tampilan galeri yang berisi semua foto disekolah atau kegiatan diluar sekolah baik kegiatan guru maupun siswa Sdn 1 Sanggu.
9. Tampilan Menu Kontak
Gambar 19 Menu Kontak
Gambar diatas menunjukan tampilan menu kontak yang berisi kontak sekolah yang bisa dihubungi maupun social media sekolah yang resmi.
10. Tampilan Login
Gambar 20. Login
Gambar diatas menunjukan tampilan login bagi siswa dan admin bagi siswa yang ingin melihat data siswa sendiri maupun melihat peringkat prestsi akademik siswa, caranya siswa harus login terlebih dahulu mengisi Username dan password.
11. User Siswa
Gambar 21. User Siswa
Gambar diatas menunjukan user siswa yang masuk ke data siswa, siswa dapat melihat datanya sendiri.
12. Tampilan Dasboard Siswa Setelah Login Gambar 22 Dasboard Siswa
Gambar diatas adalah tampilan dasobard pada siswa, pada dashboard tersebut terdapat pilihan ke menu awal ada profil, kontak, galeri, dan ada pilihan peringkat siswa.
13. Tampilan Peringkat Prestasi Siswa
Gambar 23. Peringkat Akademik
Gambar diatas menunjukan tampilan peringkat prestasi akademik siswa yang terdiri dari nilai Uts, Uas, Pr, dan Tugas.
3.4.3 Desain Basis Data
Dalam rancang bangun Profil Sekolah dan Peringkat Prestasi Akademik Siswa SDN 1 Sanggu terdapat beberapa struktur tabel basis data yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan baik data ataupun informasi, tabel tersebut diantaranya sebagai berikut:
a. Tabel Admin
Tabel adimin digunakan sebagai login, username atau email dan password admin untuk menambah, mengubah, dan mengahapus isi website dan menyaring kelayakan informasi.
Tabel 11. Struktur tabel admin
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Int (11) Primary key
Username Varchar (30) Username admin
Password Varchar (15) Password admin
Email Varchar (30) Alamat email
b. Tabel Galeri
Tabel Galeri memuat foto-foto sekolah, murid, guru dan kegiatan disekolah maupun diluar sekolah.
Tabel 12. Struktur tabel galeri
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Int (11) Primary key
Gambar Varchar (100) Gambar
Keterangan Varchar (75) Ket galeri
c. Tabel Agenda
Tabel Agenda menampilkan pengumuman maupun informasi penting dari sekolah
Tabel 13. Struktur tabel Agenda
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Varchar (11) Primary key
Judul Varchar (100) Judul
pengumuman Gambar Tipe(panjang) Keterangan
Isi Text Isi agenda
d. Tabel Profil
Tabel Profil memuat tentang sekolah dan menampilkan baik visi dan misi, sejarah sekolah maupun prestasi sekolah.
Tabel 14. Struktur tabel Profil
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Varchar (11) Primary key
Visi Varchar (100) Visi sekolah
Misi Varchar(panjang) Misi
Sjrh_sklh Varchar(panjang) Sejarah
Ttng_sklh Varchar(panjang) Tentang sekolah
Gambar Tipe(panjang) Gambar
e. Tabel Nilai
Tabel Nilai siswa memuat semua nilai-nilai siswa, dari milai tugas, pr, uts, dan uas dan menampilkan semua nilai siswa.
Tabel 15. Struktur tabel Nilai
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Int (11) Primary key
Kelas Varchar (10) Kelas siswa
Pelajaran Varchar (20) Mata pelajaran
Tugas Varchar (30) Nilai tugas
Pr Varchar (30) Nilai pr
Uts Varchar (30) Nilai uts
Uas Varchar (30) Nilai uas
Total Varchar (20) Total nilai
f. Tabel Siswa
Tabel ini memuat data siswa yang nantinya menampilkan data masing-masing siswa SDN 1 Sanggu.
Tabel 16. Struktur tabel Siswa
Nama Field Tipe Data/Panjang Keterangan
Id Int (11) Primary key
Nis Varchar (20) Nis siswa
Nama Varchar (50) Nama
Alamat Varchar (50) Alamat
Telepon Varchar (20) Telepon
Gambar Tipe Panjang Gambar
3.5 Kerangka Pemikiran
Kerangka berpikir adalah alur pikir yang logis dan dibuat dalam bentuk diagram bertujuan menjelaskan secara garis besar pola substansi penelitian yang akan dilaksanakan.
Gambar 24 Kerangka Pemikiran
DAFTAR PUSTAKA Abdulloh, & Rohi. (2015). Web Programming is Easy. Jakarta.
Abdulloh, R. (2016). Web Programming.
Aris, D. J. (2017). Pengaruh Promosi Melalui Media Sosial. Jurnal e-Proceeding of Management.
Chandra, T. (2015). Perancangan Web Profile Pada SMAN 3 Pematang Siantar. JURNAL ILMIAH CORE IT, 91-97.
Dafirti, H., & Elsera, M. (2017). Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Berbasis Web. QUERY: Jurnal Sistem Informasi, 01, 23-32.
Destiningrum, & Adrian. (2017). Sistem Informasi Penjadwalan Dokter. 2, 30-37.
Dimyati, & Mudjiono. (2017). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta.
Handayani, V. R., Wijianto, R., & Anggoro, A. (2018). Sistem Informasi Pendaftaran Seleksi Kerja Berbasis Web Pada BKK. 1.
Hendini, A. (2016). Pemodelan UML Sistem Informasi Monitorig Penjualan dan. 02.
Josi, A. (2017). Penerapan Metode Prototiping Dalam Pembangunan Website Desa. JTI, 51-52.
Maulani, Giandari, Septiani, & Shara. (2018). Rancang Bangun Sistem Informasi Inventory Fasilitas Maintenance. ICIT.
Mubarak, A. (2019). Rancang Bangun AplikasiI Web Sekolah Menggunakan UML (Unifed Modeling Language) dan Bahasa pemrograman PHP (Php Hypertext Prpocesor) Beriroentasi Objek. JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Ternate, 2, 19-25.
Muhdar, A. (2016). Sistem Informasi Jadwal Perkuliahan Berbasis Web. Indonesian Jurnal on Networking and Security, 49-56.
Mulyani, S. (2016). Metode Analisis dan Perancangan. Bandung.
Mulyani, S. (2016). Metode Analisis dan Perancangan. Bandung.