7 PEMBANGUNAN UNIT INDUSTRI KECIL
7.3. Unit Industri Kecil Mebel Rotan Desa Pangkalan Bulian
Warga Desa Pangkalan Bulian yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Bulian Alam Mulia dan Kepala Desa Pangkalan Bulian menyatakan bahwa pokok tanaman rotan merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang potensial. Ditinjau dari segi habitatnya, berdasar data dari survey CLAPS yang dilakukan project BIOCLIME pada tahun 2015, pokok-pokok tanaman rotan masih banyak tersebar di kanan-kiri sungai di sekitar desa sampai ke dalam kawasan hutan dan hutan lindung KPH Meranti. Potensi rotan di daerah ini dapat memberikan nilai tambah apabila diolah menjadi bentuk mebel dan kerjainan rotan.
Nilai tambah yang didapat jika rotan diolah menjadi bentuk mebel dan barang kerajinan diantaranya adalah meningkatnya harga jual serta memunculkan entitas baru sebagai usaha milik desa. Keuntungan yang didapat dari usaha pengolahan rotan memberi peluang untuk didirikannya industri mebel rotan. Pada saat ini setidaknya 30 orang pengrajin rotan di Desa Pangkalan Bulian.
Rotan di Desa Pangkalan Bulian merupakan rotan alam yang berasal dari hutan di kawasan Desa Pangkalan Bulian, diperkirakan cukup sampai 3 tahun ke depan, dan untuk kesinambungan akan dilakukan penanaman kembali/budidaya.
Pendirian industri mebel rotan bagi anggota KTH Bulian Alam Mulia dan Desa Pangkalan Bulian merupakan salah satu langkah strategis untuk menggerakkan perekonomian desa serta pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dimana Desa Pangkalan Bulian adalah salah satu model pengembangan BUMDes di Kabupaten Musi Banyuasin. Dengan adanya industri berbasis bahan baku rotan, maka diharapkan adanya hubungan timbal balik menguntungkan antara pihak Kelompok Tani, Pemerintah Desa, dan Pemangku Wilayah Hutan (KPH). Hasil mebel rotan yang dihasilkan Kelompok Tani akan dipasarkan melalui bantuan BUMDes sehingga masyarakat/petani tetap terpacu untuk meningkatkan pembudidayaan rotan di dalam kawasan hutan KPH Meranti melalui kegiatan rehabilitasi hutan dengan tanaman campuran, termasuk tanaman rotan. Adanya industri mebel rotan di tingkat desa juga diharapkan dapat memperluas lapangan pekerjaan. Meskipun pada saat project BIOCLIME berakhir pada akhir Mei 2017, usaha rotan ini belum berjalan karena berbagai kendala, terutama transportasi darat sulit ditempuh karena selama musim hujan jalan rusak tidak bisa dilalui, akibatnya pasokan bahan bangunan industri tertunda pengirimannya.
Keunggulan produk dari industri rotan KTH Bulian Alam Mulia ini adalah bahan baku rotan alami dengan kualitas bagus. Namun dari sisi desain, masih belum banyak modelnya. Langkah awal yang akan dilakukan oleh Kelompok Tani dan Pemerintahan Desa adalah mengembangkan usaha dengan cara promosi produk mebel rotan Desa Pangkalan Bulian masuk ke perusahaan-perusahaan di sekitar desa melalui program CSR ataupun pembelian langsung untuk menggunakan 1 set mebel rotan buatan Kelompok Tani di setiap ruang tamu (lobby) kantor. Selain itu juga dalam skala di tingkat kabupaten, Kepala Desa akan membantu promosi melalui BUMDes ke untuk membuat kerjasam dengan Pemerintah Daerah menghimbau penggunaan mebel rotan Desa Pangkalan Bulian pada setiap lobby
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A522: “Pembangunan Model Unit Bisnis Masyarakat Berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)”. 7.3.2. Bangunan Unit Industri Mebel Rotan
Pada kegiatan produksi, jenis dan jumlah peralatan yang dibutuhkan yang menjadi biaya investasi dalam melakukan usaha rotan sesuai dengan kapasitas produksi sudah tersedia yang dibantu oleh project BIOCLIME.
Bangunan unit industri mebel rotan di Desa Pangkalan Bulian didirikan di atas lahan milik desa yang letaknya bersebelahan dengan gedung balai desa di dusun satu desa Pangkalan Bulian. Bangunan unit industri mebel itu dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama sebagai bengkel mebel rotan dan kantor kerja, bagian kedua sebagai tempat penggorengan dan pencucian rotan mentah menjadi bahan siap pakai.
Proses pembangunan unit industri rotan ini sempat mengalami berbagai kendala, bahan kayu untuk bangunan yang langka dan kondisi jalan menuju lokasi unit usaha yang masih tergantung kondisi cuaca. Pembangunan saat unit usaha sampai saat ini bangunan sudah 80% dengan alat–alat penunjang produksi. Pengadaan alat penggorengan dan pencucian rotan dilakukan oleh KTH Bulian Alam Mulia dengan pemerintah desa Pangkalan Bulian melalui program BUMDes dan CSR dari perusahaan.
Gambar 12 Bangunan industri mebel rotan KTH Bulian Alam Mulia bantuan dari project BIOCLIME dibangun terintegrasi dengan balai desa di Dusun I Desa Pangkalan Bulian Kec. Batanghari Leko Kab. Musi Banyuasin.
7.3.3. Komponen Bangunan dan Biaya
Komponen bangunan dan biaya untuk 1 unit industri kecil mebel dan kerajinan rotan di Desa Pangkalan Bulian dari bantuan project BIOCLIME seperti yang disajikan pada Tabel 30.
Tabel 30 Komponen bangunan dan biaya untuk 1 unit industri kecil mebel dan kerajinan rotan di Desa Pangkalan Bulian Kec. Batanghari Leko Kab. Musi Banyuasin
Komponen Biaya Satuan Biaya (Rp)
A. Bangunan Pabrik
3. Tempat penggorengan Rotan 1 unit 6,000,000
4. Bangunan Pabrik
− Batu bata 6,000 buah 4,800,000
− Pasir 20 m3 6,000,000
− Semen 50 sak 4,500,000
− Papan 25cm×2cm×4m 5 m2 7,500,000
− Seng 6 kaki 20 kodi 20,000,000
− Kayu persegi berbagai ukuran 7 m3 10,500,000
− Paku berbagai macam ukuran 75 kg 1,875,000
− Paku seng 70 kg 2,100,000
− Baut “U” (7×15) cm 70 buah 1,750,000
− Engsel pintu besar 12 buah 420,000
− Engsel pintu kecil 22 buah 220,000
− Kunci pintu besar 2 buah 500,000
− Kunci pintu kecil 4 buah 800,000
− Kawar karang besar (2×3)m 6 m2 3,600,000
− Cat minyak coklat 5 kaleng 300,000
− Cat envi @20 kg 3 galon 2,100,000
− Gredel pintu 12 buah 120,000
− Grendel jendela + tunjang 12 buah 120,000
− Kusen jendela + daunnya 6 set 4,800,000
− Kusen pintu + daunnya 4 set 5,200,000
− Kusen pintu besar + daunnya 2 set 4,600,000
− Lemari 1 set 2,000,000
− Plank nama pabrik plat/besi galvanis 1 unit 2,500,000
− Upah borongan 25,000,000
Total Bangunan Pabrik 111,305,000
B. Peralatan Bengkel Rotan
− Standing fan 3 unit 10,050,000
− Mesin genset 10,000 watt 1 set 10,000,000
− Corensor/dinamo 1 set 2,500,000
− Bor listrik makita 2 set 1,400,000
− Gerinda amplas listrik makita 2 set 1,400,000
− Mesin steem 1 set 3,500,000
− Kepala kompor gas pemanas rotan 5 buah 1,250,000
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A522: “Pembangunan Model Unit Bisnis Masyarakat Berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)”.
Komponen Biaya Satuan Biaya (Rp)
− Gunting jetuk kecil 5 buah 100,000
− Gunting jetuk besar 5 buah 125,000
− Pahat kayu/tata 5 buah 100,000
− Tempat penjemuran rotan 10 unit 1,000,000
− Rak penjemuran manau/semambu 10 unit 1,000,000 − Alat Pembengkok manau/semambu 4 unit 1,000,000
Total Peralatan Pengolahan Rotan 29,600,000
C. Pengadaan Bahan Pengolahan Rotan
− Pipa 1.5 inchi 1 buah 300,000
− Pipa ¾ inchi 1 buah 300,000
− Pipa 1 inchi 1 buah 300,000
− Rol selang steem warna kuning 1 set 600,000
− Meteran 5 buah 50,000
− Timbangan air kecil/waterpass 2 buah 40,000
− Tabung gas @3kg 25 buah 4,500,000
− Tedmon air 2 buah 2,500,000
− Mata bor 15mm, 10mm, 12mm 5 set 500,000
− Mata bor 20mm, 19mm, 25mm 5 set 500,000
− Terpal @(4×6)m 2 buah 2,000,000
− Cat tembok @25kg 4 kaleng 500,000
− Kepala kompor penggorengan 3 buah 750,000
− Terpal penutup jemuran (4×6)m 10 lembar 3,500,000
− Selang air 100 meter 1,200,000
− Kloset mck 1 buah 2,500,000
− Bak plastik mck 1 buah 2,500,000
− Amplas kasar no. 80 1 rol 1,000,000
− Amplas kasar no. 120 1 rol 1,000,000
− Belerang 100 kg 5,000,000
− Impra melamik herdener ½ liter 50 buah 2,500,000
− Tiner 100 liter 2,500,000
− Dempul kayu nipon point @1 kg 20 kaleng 1,100,000
− Lem fox lem kayu/pelamor 20 kampil 1,000,000
− Kuas plitur-impra 20 buah 200,000
− Candi brown CB @1 liter 50 kaleng 2,750,000
− Cocoa bronw WS 162B @1 liter 50 kaleng 2,750,000
− Imra @5 liter 10 propan 550,000
− Paku 3 inchi 25 kg 625,000
− Paku 2,5 inchi 25 kg 625,000
− Paku 1,5 inchi 25 kg 625,000
− Paku kecil 25 kg 625,000
Total Pengadaan Bahan Pengolahan Rotan 45,390,000
Gambar 13 Dukungan project BIOCLIME kepada KTH Bulian Alam Mulia Desa Pangkalan Bulian untuk kegiatan On the Job Training di industri mebel di Kota Palembang pada tanggal 11–15 Maret 2016 untuk mempersiapkan SSDM pelaku usaha mebel di Desa Pangkalan Bulian.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A522: “Pembangunan Model Unit Bisnis Masyarakat Berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)”. 7.3.4. Tahapan Pembangunan Industri
Kegiatan pembangunan unit industri mebel dan kerajinan rotan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
(1) Pengajuan proposal pembangunan industri ke proyek BIOCLIME. Usulan tersebut dibuat oleh KTH Bulian Alam Mulia Desa Pangkalan Bulian, dan proposal dipersiapkan dengan melampirkan daftar kebutuhan dan spesifikasinya disertai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Pihak project BIOCLIME selanjutnya meninjau proposal tersebut.
(2) Pengadaan barang dan jasa. Tahapan pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai dengan RAB yang telah disetujui oleh kedua belah pihak, antara project dan Kelompok Tani. Pengadaan bahan bangunan dilakukan melalui proses penawaran (tender) dengan minimal 3 kontraktor atau toko suplier bahan bangunan yang bersedia melampirkan daftar barang sesuai dengan spesifikasi berikut harganya. Kontraktor dan atau toko bangunan hanya dipilih salah satu dengan pertimbangan sesuai lokasi dan kondisi desa.
(3) Pembangunan unit industri dilakukan melalui surat perjanjian kerja, untuk menjaminkan proses pekerjaan sesuai dengan spesifikasinya yang telah disepakati bersama. Tahapan pembangunan dilaporkan secara berkala kepada pihak yang ditunjuk sebagai pengawas kepada pihak project BIOCLIME.
(4) Penyerahan bangunan industri kepada masyarakat oleh pihak project BIOCLIME untuk dioperasikan oleh Kelompok Tani di Desa Pangkalan Bulian sebagai pengelola unit industri.
7.4. Unit Rumah Usaha Masyarakat di Desa Kepayang