• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 PRA PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA

2.4 UNIT KERJA PJPK DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN KPBU

Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 4 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 2 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur pada Pasal 41 ayat 2 dinyatakan Menteri menunjuk unit kerja di lingkungan kementerian terkait sebagai Simpul KPBU yang bertugas untuk menyiapkan perumusan kebijakan, sinkronisasi, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi pembangunan KPBU serta membantu PJPK dalam melaksanakan kegiatan tahap pelaksanaan perjanjian KPBU dan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Pelaksanaan Perjanjian KPBU.

Berdasarkan struktur organisasi pada Sub Bab 1.6, Dirjen Bina Marga bertindak sebagai PJPK berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Menteri PUPR kepada Dirjen Bina Marga selaku PJPK dan dituangkan dalam SK Dirjen Bina Marga, seperti pada SK Dirjen Bina Marga No.

45.1/KPTS/Db/2021 tentang Tim Pengendalian Pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Propinsi Sumatera Selatan dan SK Dirjen Bina Marga No. 34.1/KPTS/Db/2021 tentang Tim Pengendalian Pelaksanaan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau, membentuk Tim Pengendalian yang terdiri dari:

1. Tim Pengelola Proyek mempunyai tugas sebagai berikut:

1) Berkoordinasi dengan simpul KPBU dalam pelaksanaan kegiatan terkait dengan pelaksanaan pemenuhan pembiayaan sesuai dengan perjanjian KPBU secara berkala atau setiap saat yang diperlukan;

2) Menerima laporan dari BUP terkait dengan pelaksanaan KPBU kegiatann dan melakukan pengumpulan dokumen-dokumen yang dihasilkan pada tahap perencanaan, penyiapan, dan transaksi proyek;

3) Melakukan identitas potensi risiko yang timbul dan melakukan upaya mitigasi terhadap risiko proyek sesuai dengan Perjanjian KPBU, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres, antara lain :

a) Potensi perselisihan dan merumuskan penyelesainya; dan

b) Pengalihan saham BUP sebelum proyek KPBU beroperasi secara komersian

Bab 2 Pra Penantanganan Perjanjian Kerjasama

4) Melakukan hal-hal berikut, terkait dengan pelaksanaan kewajiban BUP sesuai dengan perjanjian KPBU, antara lain:

a) Melakukan validasi keabsahan asuransi masa kontruksi dan masa layanan sebagaimana dimaksud pada pasal 14 dalam perjanjian KPBU;

b) Mengawasi pekerjaan dan pelaksanaan kewajiban desain, perolehan persetujuan, survei, pengadaan, dan kontruksi oleh BUP berdasarkan perjanjian KPBU;

c) Mengawasi pemeriksaan pemenuhan Indikator Kinerja Jalan (IKJ) kontruksi dan perbaikan sampel memenuhi kinerja dalam waktu tanggap penanganan yang ditetatapkan dalam IKJ Masa Kontruksi dan IKJ Masa Layanan oleh BUP sebagaimana Pasal 7.2, 7.3, 7.4, 9.4, 9.5, 9.6 Perjanjian KPBU; dan

d) Mengawasi pemeriksaan terhadap rancangan tagihan, keakuratan dan kelengkapan rancangan tagihan berdasarkan pemenuhan IKJ Masa Layanan oleh BUP sebagaimana diatur dalam Pasal 11 dan 13 Perjanjian KPBU;

5) Melakukan pemeriksaan dan memberikan persetujuan terhadap Rencana Teknik Terperinci (RTT) jalan yang telah disiapkan oleh BUP sebagaimana dimaksud Pasal 6.2 Perjanjian KPBU;

6) Melakukan pemeriksaan justifikasi teknis dalam hal kontruksi jalan diasumsikan tidak mungkin dilaksanakan mengacu pada RTT jalan sebagaiman diatur dalam Pasal 8.2 Perjanjian KPBU;

7) Mengawasi pemeriksaan terhadap ketepatan proposal pekerjaan tambah dari aspek teknis dan keuangan sebagaimana diatur dalam pasal 10.3 Perjanjian KPBU;

8) Mengawasi pemeriksaan terhadap Rencana Umum Pemeliharaan Jalan Masa Kontruksi dana Masa Layanan yang telah disiapkan oleh BUP sebagaima dimaksud pada Pasal 7.1 dan Pasal 9.3 Perjanjian KPBU;

9) Mengawasi pemeriksaan terhadap mekanisme pembayaran nilai pengakhiran sebagaimana diatur dalam pasal 20 Perjanjian KPBU akibat cidera janjo dan permohonan kompensasi dan perhitung dan pembayaran nilai pengakhiran sebagaimana diatur dalam Lampiran 13 Perjanjian KPBU;

10) Menunjuk dan mengevaluasi kinerja Konsultan Independen (apabila diperlukan)

11) Melakukan evaluasi terhadap hasil yang didapat dari Konsultan Independen/Pengendali Mutu Independen dan implementasinya dalan KPBU;

12) Memastikan dokumen lingkungan yang telah memenuhi dan spesifikasi teknis dilaksanakam di lapangan ;

13) Berpartisipasi dalam pemeriksaan dan pengujian bersama atas hasil kontruksi jalan yang telah dilakukan oleh BUP dan menentukan apakah PJPK dapat menerbitkan berita acara penerimaan hasil kontruksi jalan kepada BUP;

14) Melakukan serah terima aset sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian KPBU meliputi menyiapkan penilaian aset, administrasi ( Berita Acara penyerahan kembali yang ditanda tangani oleh BUP dan PJPK), dan memastikan status aset bebas dari segala jaminan kebendaan, pembebanan dalam bentuk apapun dan tuntukan pihak ketiga.

15) Memantau pekerjaan untuk memastikan agar tahap penyelesaian proyek oleh BUP sesuai dengan jadwal tahap penyelesaian proyek;

16) Memastikan pelaksaan hak dan kewajiban PJPK dan BUP sesuai dengan perjanjian KPBU;

17) Melakukan review terhadap surat masuk terkait dengan kegiatan pengaduan pengguna jalan selama Masa Kontruksi

Bab 2 Pra Penantanganan Perjanjian Kerjasama

mengenai kejadian dan atau kerusakan jalan;

18) Memastikan hasil verifikasi dan tindak lanjut BUP terkait dengan pengaduan pengguna jalan selama masa konstruksi mengenai kejadian dan/atau kerusakan jalan;

19) Apabila terhadap usulan perubahan terhadap perjanjian KPBU:

a) Melakukan analisis terhadap pengaruh kelayakan finansial proyek serta kesesuaian regulasi yang berlaku dan/atau aspek hukum lainnya;

b) Menyusun rancangan awal perubahan Perjanjian KPBU dengan mengkordinasi dengan pihak terkait;

c) Menyusun rancangan awal perubahan Perjanjian KPBU, termasuk melakukan revisi jika diperlukan; dan d) Melakukan finalisasi rancangan perubahan Perjanjian KPBU;

20) Mengevaluasi kesiapan Unit Pelaksana teknis dalam mengelola proyek KPBU pasca berakhirnya perjanjian meliputi kesiapan alih teknologi, kompetensi dan ketersediaan SDM, ketersediaan anggaran untuk mengelola proyek , evaluasi kinerja BUP dan kajian risiko jika pengelolaan dilakukan oleh pemerintah;

21) Menyampaikan kepada PJPK permasalahan dan rekomendasi terkait dengan kegagalan dan ketidakmampuan BUP untuk memenuhi perjanjian KPBU; dan

22) Memberikan rekomendasi kepada PJPK apakah BUP dapat diberikan perpanjangan Masa Layananan sesuai dengan Pasal 8.10,2 Pasal 8.10.3 dan Pasal 8.10.4 Perjanjian KPBU;

2. Tim Pemantauan Proyek mempunyai tugas sebagai berikut:

1) Berkoordinasi dengan simpul KPBU dalam pelaksanaan kegiatan terkait dengan pelaksanaan pemenuhan pembiayaan sesuai dengan perjanjian KPBU secara berkala atau setiap saat jika diperlukan;

2) Menyiapkan laporan secara berkala kepada PJPK terkait dengan pelaksanaan Perjanjian KPBU;

3) Memantau potensi risiko yang timbul dan merumuskan strategi mitigasi terhadap risiko proyek sesuai dengan Perjanjian KPBU, Perjanjian Regres, antara lain :

a. Potensi perselisihan dan merumuskan penyelesainya; dan

b. Pengalihan saham BUP sebelum proyek KPBU beroperasi secara komersial

4) Melakukan pemantauan sehubungan dengan pemeriksaan terkait dengan pelaksanaan kewajiban BUP sesuai dengan Perjanjian KPBU;

5) Melakukan pendampingan terkait dengan pemeriksaan terhadap Rencana Teknik Terperinci (RTT) Jalan yang telah disiapkan oleh BUP sebagaimana dimaksud pada pasal 6.1 Perjanjian KPBU;

6) Melakukan pendampingan terkait dengan pemeriksaan justifikai teknis dalam hal konstruksi jalan diasumsikan tidak mungkin dilaksanakan mengacu pada RTT jalan sebagaimana diatur dalam pasal 8.2 Perjanjian KPBU;

7) Melakukan pendampingan terkait dengan pemeriksaan terhadap ketepatan proposal pekerjaan tambah dari aspek teknis dan keuangan sebagaimana diatur dalam pasal 10.3 Perjanjian KPBU

8) Melakukan pendampingan terkait dengan pemeriksaan terhadap Rencana Umum Pemeliharaan Jalan Masa Konstruksi dan Masa Layan yang telah disiapkan oleh BUP sebagaimana dimaksud pada Pasal 7.1 dan pasal 9.3 Perjanjian KPBU;

9) Melakukan pendampingan terkait dengan pemeriksaan terhadap mekanisme pembayaran nilai pengakhiran sebagaimana diatur

Bab 2 Pra Penantanganan Perjanjian Kerjasama

dalam Pasal 20 Perjanjian KPBU akibat cidera janji dan permohonan kompensasi dan perhitungan dan pembayaran nilai pengakhiran sebagaimana diatur dalam lampiran 13 Perjanjian KPBU;

10) Menunjuk atau mengadakan Konsultan Independen/Pengendali Mutu Independenserta melakukan evaluasi terhadap hasil yang didapat dari Konsultan Independen/Pengendali Mutu Independen dan imlementasinya dalam proyek KPBU (apabila diperlukan);

11) Mengkaji apakah rincian dokumen desain, persetujuan, dan dokumen lingkungan telah memenuhi desain dan spesifikasi teknis;

12) Berpartisipasi dalam pemeriksaan dan pengujian bersama atas hasil konstruksi jalan yang telah dilakukan oleh BUP dan menentukan apakah PJPK dapat menerbitkan Berita Acara Penerimaan Hasil Konstruksi Jalan kepada BUP;

13) Melakukan pendampingan terkait dengan penilaian dan serah terima aset sesuai dengan perjanjian KPBU;

14) Merumuskan kebijakan pelaksanaan, standar kinerja teknis operasional, dan kerangka acuan pengambilan keputusan KPBU Kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau;

15) Melakukan pendampingan terkait dengan pemantauan pekerjaan untuk memastikan agar tahap penyelesaian proyek oleh BUP sesuai dengan jadwal tahap penyelesaian proyek;

16) Memastikan pelaksanaan hak dan kewajiban PJPK dan BUP sesuai dengan Perjanjian KPBU.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Pengendalian dapat menunjuk narasumber yang memiliki kompetensi di bidang jalan, jembatan, transportasi, finansial, dan bidang lainnya sesuai kebutuhan.

Sedangkan pada Lampiran IVA Tahap Pelaksanaan Perjanjian KPBU, PJPK melaksanakan pengendalian pelaksanaan Perjanjian KPBU yang dibantu dengan Tim Pengendalian Pelaksanaan Perjanjian KPBU dalam melaksanakan kegiatan pada tahap pelaksanaan perjanjian KPBU.

Persiapan pengendalian pelaksanaan Perjanjian KPBU, PJPK melakukan antara lain:

a. Penunjukan Tim Pengendalian;

b. Penyusunan dan penetapan dokumen petunjuk pengendalian pelaksanaan perjanjian KPBU;

c. Penyerahan segala bentuk dokumentasi yang dihasilkan pada tahap perencanaan, penyiapan dan transaksi kepada Tim Pengendalian; dan

d. Koordinasi dengan tim KPBU lainnya dalam pelaksanaan kegiatan terkait pemenuhan pembiayaan.

Pengendalian Pelaksanaan Perjanjian KPBU terdiri masa konstruksi, masa penyediaan layanan dan masa berakhirnya Perjanjian KPBU.

PJPK membentuk Tim Pengendalian atau menunjuk unit kerja di bawah kewenangan PJPK untuk bertindak sebagai Tim Pengendalian dilaksanakan sebelum penandatanganan perjanjian KPBU Tim Pengendalian memiliki tugas dan wewenang antara lain:

1. Menyusun dan menetapkan dokumen petunjuk pengendalian pelaksanaan perjanjian KPBU dengan persetujuan PJPK;

2. Melaksanakan pengendalian pelaksanaan KPBU, termasuk penilaian pencapaian standar layanan minimal;

3. Melaporkan secara berkala mengenai hasil pelaksanaan Perjanjian KPBU; dan 4. Melakukan koordinasi secara berkala dengan Simpul KPBU.