BAB 3 UNIT OPERASI DAN PERALATAN INDUSTRI KIMIA
3.2. Unit operasi dalam industri kimia
4. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis bahan yang digunakan dalam industri kimia 5. Mahasiswa mampu
menjelaskan Simbol-simbol peralatan dalam industri kimia UNIT OPERASI DAN PERALATAN INDUSTRI KIMIA 3.1 Pendahuluan
3.2 Unit operasi dalam industri kimia
a. Peralatan pada unit persiapan bahan baku. b. Peralatan pada unit
sintesa.
c. Peralatan pada unit finising.
d. Pompa e. Bejana f. Kompresor g. Reaktor Gas – Cair h. Ekstraksi i. Absorpsi j. Hydrogen Sulfide Removal k. Carbon Dioxide Removal l. Adsorpsi
m. Alat Penukar Panas n. Simbol-simbol peralatan
dalam industri kimia
270 menit Ceramah Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal Tugas Mandiri Papan Tulis LCD Modul Ajar 4 1. Mahasiswa mampu menjelaskan kegunaan LNG 2. Mahasiswa mampu menjelaskan Komposisis LNG 3. Mahasiswa mampu menjelaskan proses pembuatan LNG INDUSTRI PENCAIRAN GAS ALAM 1. Pendahuluan
2. Komposisi dan Sifat Gas Alam
3. mengetahui proses pembuatan LNG 90 menit Ceramah Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal Tugas Mandiri Papan Tulis LCD Modul Ajar
No. Topik
Tujuan Pengajaran (TIK)
POKOK
BAHASAN Sub Pokok Bahasan
Estimasi Waktu Metode Pembelajaran Media pembelajaran Referensi 5 1. Mahasiswa mampu menjelaskan sumber bahan baku industri gula
2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses pembuatan gula 3. Mahasiswa mampu
menjelaskan uraian proses
INDUSTRI GULA PASIR
1. Sumber Gula
2. Proses Pembuatan Gula 3. Uraian Proses 135 menit Ceramah Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal Tugas Mandiri Papan Tulis LCD Modul Ajar 6 1. Mahasiswa mampu menjelaskan Pembuatan Amoniak 2. Mahasiswa mampu menjelaskan Tahapan Proses Pembuatan Amoniak 3. Mahasiswa mampu menjelaskan Proses Pembuatan Urea INDUSTRI PUPUK UREA 1.Pendahuluan
2. Proses Pembuatan Amoniak 3. Tahapan Proses
4. Proses Pembuatan Urea
135 menit Ceramah Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal Tugas Mandiri Papan Tulis LCD Modul Ajar 7 1. Mahasiswa mampu menjelaskan Komposisi Minyak Bumi. 2. Mahasiswa mampu
menjelaskan produk minyak bumi dan kegunaannya. 3. Mahasiswa mampu
menjelaskan proses-proses pengilangan minyak bumi.
INDUSTRI PENGILANGAN MINYAK BUMI
1. Pendahuluan
2. Komposisi Minyak Bumi 3. Produk-Produk Minyak Bumi 4. Proses-Proses Kimia 135 menit Ceramah Diskusi Contoh Presentasi Latihan Soal Tugas Mandiri Papan Tulis LCD Modul Ajar Samarinda, 14 Agustus 2009 Pengajar MK PIK Muh. Syahrir NIP. 132 206 949
KOMPONEN PENILAIAN
a. Kehadiran/Perilaku (10 %)
b. Tugas (15 %)
c. Ujian tengah semester (kuis) (25 %) d. Ujian akhir semester (50 %)
ISI MATERI PEMBELAJARAN
BAB 1
PENGANTAR PERKULIAHAN PROSES INDUSTRI KIMIA
A. Tujuan Pengajaran :
1. Menjelaskan pengertian industri kimia dan peranannya
2. Mengetahui penerapan dan perkembangan proses kimia dilingkungan industri 3. Menjelaskan tugas dan fungsi industri kimia
4. Mengetahui proses-proses produksi di dalam industri kimia
5. Mengetahui macam-macam unit proses produksi pada industri kimia 6. Menjelaskan tugas dan fungsi unit-unit proses produksi industri kimia
Batas Waktu : 3 x 45 Menit
1.1 Pendahuluan
Setiap proses dalam industi kimia dirancang untuk mengolah bahan baku menjadi suatu produk yang secara ekonomis (menguntungkan) melalui suatu rangkaian tahapan proses, seperti ditunjukkan secara skematis pada Gambar 1.1. Bahan baku sebelum masuk reaktor, mengalami sejumlah tahapan pengolahan secara fisik (penyeragaman/pengecilan ukuran, penyaringan, pemurnian, dll) sehingga siap untuk direaksikan secara kimia didalam reaktor. Kemudian produk reaksi harus mengalami proses pengolahan fisik selanjutnya (pemisahan, pemurnian,dll) agar diperoleh produk akhir yang diinginkan. Tahapan reaksi kimia merupakan bagian yang sangat penting dalam proses atau disebut juga sebagai jantung dari proses, karena merupakan tahapan yang menentukan untuk membuat proses bersifat ekonomis atau tidak. Oleh karena itu perancangan reaktor kimia merupakan bagian yang sangat penting dalam perancangan suatu proses.
Gambar 1.1 Skema umum proses dalam industri kimia
Dalam pengertian yang umum, yang disebut dengan reaktor kimia adalah segala tempat terjadinya reaksi kimia, baik dalam ukuran kecil seperti tabung reaksi sampai ukuran yang besar seperti reaktor skala industri. Tentunya untuk reaktor skala industri fenomena yang terlibat jauh lebih komplek dari pada yang ada dalam tabung reaksi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara merancang reaktor kimia disebut Teknik Reaksi Kimia. Dalam teknik reaksi kimia I telah dibahas hal-hal yang berhubungan kinetika kimia dan perancangan reaktor-reaktor ideal, homogen dan isotermal. Sedangan dalam Teknik reaksi Kimia II ini akan membahas perancangan reaktor non-isotermal, aliran non-ideal dan reaktor heterogen.
Reaksi kimia dapat berupa peruraian, penggabungan / kombinasi atau isomerisasi. Sedangkan untuk mengklasifikasikan reaksi kimia, terdapat banyak cara bergantung dari tujuannya. Untuk kepentingan perancangan reaktor kimia maka klasifikasi reaktor dapat ditinjau menurut :
Besarnya efek panas berpengaruh pada reaksi yang terjadi : Reaktor Isotermal dan Reaktor non isotermal.
Pola aliran yang terjadi dalam reaktor : Pola alir ideal (plug flow dan Mixed flow) dan Pola alir non-ideal
Jumlah fasa dan jenis fasa yang terlibat : Sistim homogen dan heterogen.
Produk Bahan baku Tahapan Pengolahan Secara Fisik Reaksi Kimia Tahapan Pengolahan Secara Fisik Recycle
Tabel 1. Klasifikasi reaksi kimia
Non-katalik Katalitik
Homogen Pembakaran gas Reaksi asam-basa
Reaksi oksidasi sulfit Reaksi hidrolisa amilum
Heterogen
Pembakaran batu bara Reaksi logam dengan asam Absorpsi SO2dengan
NaOH
Reaksi sintesa amoniak Oksidasi amoniak menjadi
asam Nitrat Cracking crude oil
Oksidasi SO2menjadi SO3
a. Reaktor Isotermal dan Non-isotermal.
Apabila reaksi berlangsung pada suhu tetap atau relatif tetap maka reaktor tersebut beroperasi Isotermal. Keadaan ini dapat terjadi jika panas reaksi yang timbul relatif kecil atau karena konsentrasinya yang rendah (encer) maka efeknya terhadap reaktor menjadi kecil (diabaikan). Pada keadaan isotermal ini maka laju reaksi tidak dipengaruhi perubahan suhu yang terjadi kareana konstanta kecepatan reaksinya tetap. Sedangkan pada reaksi-reaksi yang panas reaksinya relatif besar baik Eksotermik maupun Endotermik maka perhitungan perancangan reaktornya harus melibatkan efek panas yang terjadi, dalam hal ini dapat menggunakan persamaan neraca panas. Pada bab 2 dari diktat ini akan membahas disain reaktor non-isotermal.
b. Pola alir ideal & non ideal
Pola alir dalam suatu reaktor akan menentukan hubungan persamaan neraca masa dalam reaktor dan akan berakibat pada perhitungan konversi reaksi. Pola alir dalam reaktor ideal adalah mixed flow dan plug flow. Mixed flow menunjukkan terjadinya pencampuran sempurna dalam reaktor sehingga konsentrasi disetiap titik dalam reaktor adalah sama dan konsentrasi tersebut sama dengan konsentrasi pada aliran keluar dalam reaktor. Sedangkan Plug flow atau aliran tipe piston menunjukkan perubahan konsentrasi yang seragam sepanjang reaktor yang berbentuk tabung
(tubular, fixed bed). Untuk sistim yang terdiri dari lebih dari satau fasa maka pola alir ideal ini dapat diterapkan untuk masing-masing fasanya seperti ditunjukkan oleh gambar 2 dibawah ini.
Gambar 1.2. Pola alir dalam reaktor untuk sistim 2 fasa
Segala penyimpangan yang terjadi dari pola alir ideal disebut pola alir non-ideal. Pola alir non ideal ini umumnya yang kita jumpai di dalam reaktor yang sesungguhnya baik dalam skala kecil/laboratorium maupun skala besar dalam industri.
c. Sistim homogen dan heterogen
Suatu reaksi dikatakan homogen bila reaktan dan produk fasanya sama dan reaksi terjadi dalam 1 fasa. Dan reaksi heterogen apabila memerlukan paling sedikit 2 fasa untuk terjadinya proses reaksi. Selain itu juga dapat diklasifikasikan sebagai reaksi non-katalitik bila reaksi dapat berlangsung tanpa adanya katalis dan reaksi
B A Plug A/plug B Countercurrent B A Plug A/plug B Cocurrent A Plug A/plug B Crosscurrent B A Plug A/mixed B (two cases) B A Mixed A/mixed B (two cases) Micro or macro Reaction in either A or B phase Micro-micro or macro-micro Reaction in either A or B phase
berikut dilakukan untuk mempermudah penerapan metode perancangan maupun antuk analisa pengoperasian reaktor :
Fluide – Solid Reactor (Reaktor Gas – Solid atau Reaktor Liquid – Solid ) Fluide – Solid Catalytic Reactor (Reaktor Gas – Solid katalitik, Reaktor
Liquid – Solid katalitik
Fluide – Fluide Reactor (Reaktor Gas – Liquid, Reaktor Liquid – Liquid) Fluide – Fluide – Solide Reactor (Reaktor Gas – Liquid – Solid )
d. Kinetika reaksi heterogen
Karena lebih dari satu fasa, maka gerakan reaktan dari suatu fasa ke fasa yang lain harus diperhitungkan. Persamaan laju reaksi terdiri dari kinetika kimia dan perpindahan massa. Perpindahan massa ini berbeda macam dan jumlahnya pada setiap sistim heterogen yang berbeda.
Contoh-1 : Pembakaran partikel karbon di udara
C + O2 CO2
Skema fisik Model Profil
konsentrasi
Badan fasa gas
CAs
film gas
2 tahap kinetika : 1 reaksi + 1 mass transfer CAg Solid C CO2 O2 Gas film Air O2 CO2
Contoh-2 : Fermentasi aerobic
Microbial cell + O2 C2H5OH atau CO2
Skema fisik Model Profil konsentrasi
CAL
CAs
Persamaan laju reaksi :
Persamaan laju reaksi untuk sistim heterogen dapat dinyatakan oleh beberapa definisi berikut :
s
cat
kg
mol
dt
dN
W
r
A A.
.
1
'
s
cat
m
mol
dt
dN
S
r
A A.
1
2 ''
s
solid
m
mol
dt
dN
V
r
A p A.
1
3 '' '
s
reaktor
m
mol
dt
dN
V
r
A r A.
1
3 '' ''S = luas permukaan terjadinya reaksi (m3) V = volume rongga dalam reaktor (m3) Vr = volume reaktor (m3) W = massa katalis (kg) Badan Fasa gas CAi PAi CAg G L L G
1.2. Pengertian Industri Kimia
Pengertian Industri Kimia di bagi atas :
Pengertian Industri Kimia secara umum adalah suatu kesatuan aktifitas manusia yang di mulai dengan pengolahan sumber alam, lalu di ubah menjadi beberapa produk baik secra komersial atau sebagai objek untuk di olah kembali yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia.
Pengertian Industi Kimia dari segi proses terdiri dari :
- Proses kimia : Suatu proses di mana terjadi perubahan bahan dari bahan dasar menjadi bahan baru dengan sifat baru yang diinginkan.
- Proses Mekanis : Suatu proses dimana hanya terjadi perubahan bentuk dan ukuran saja.
Pengertian Industri Kimia dari segi ekonomi adalah suatu badan usaha yang penting, yang berkecimpung dalam bidang pemisahan dan perubahan kimiawi bahan baku. Disebut badan usaha karena memiliki organisasi yang produksinya harus menguntungkan.
Industri kimia sangat berperan penting dalam kehidupan umat manusia, karena tanpa industri kimia akan terjadi kelaparan, penyakit dan situasi higienis yang buruk
Teknologi proses kimia yang diterapkan dilingkungan industri berkembang dengan pesat sehingga produk-produk industri kimia makin bertambah dengan adanya penemuan-penemuan produk-produk baru. Industri kimia yang makin modern banyak melibatkan proses dan operasi yang kompleks dan mungkin terdiri dari banyak peralatan di dalamnya.
Keadaan ini menyebabkan perlunya dilakukan cara-cara analisis yang sistematik dalam melakukan evaluasi terhadap sistem proses yang ada atau untuk merancang bangun dan perekayasaan suatu sistem proses baru. Analisis biasa dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa segi yakni Chemical Engineering Tools.
Akan tetapi dalam penerapannya diperlukan tenaga-tenaga yang handal dan dukungan penelitian serta pengembangan yang kuat untuk menguasai dan mengembangkan teknologi terutama dalam efisiensi dan mutu produksi serta mengatasi berbagai masalah yang timbul seperti masalah keselamatan dan dampak terhadap industri dengan para pakar dalam lembaga penelitian dan pengembangan serta perguruan tinggi.
Hubungan antara industri kimia dengan chemical engineering tools yaitu :
Dalam pendirian suatu pabrik diperlukan suatu perancangan pabrik kimia yang mencakup berbagai pengetahuan teknik, didukung oleh chemical engineering tools yang dapat dipadukan dengan pengalaman kecerdikan dan pertimbangan akal sehat.
Perancangan pabrik kimia merupakan suatu perangkat termasuk dalam translasi ide atau gagasan, mulai dari tahap laboratorium, pengembangan dan seterusnya sampai skala operasi komersial, analisis dan sintesis merupakan perangkat dasar penting mancari jawaban persoalan-persoalan yang terdapat dalam perancangan.
Untuk merancang suatu pabrik perlu memiliki chemical engineering tools sebagai dasar dan landasan pendirian suatu pabrik sebagai tekniss pelaksanaannya yang mencakup neraca massa, neraca energi, thermodinamika, kecepatan reaksi dan kesetimbangan serta ekonomi teknik dan human sebagai pelengkap dan non teknis dalam perancangan pabrik.
Tugas dari pada industri kimia adalah untuk melakukan pengolahan bahan baku menjadi bahan mentah atau raw material menjadi hasil atau produk yang diinginkan. Pengolahan yang dilakukan dapat bersifat fisika maupun kimia.
Dalam mengolah bahan mentah menjadi hasil, Industri menginginkan ofisionsi yang setinggi-tingginya,baik dari segi teknis maupun sosial ekonomis.Tujuan ini di wujudkan dalam praktek dengan jalan melakukan operasi dengan upaya hasil sebanyak-bayanyaknya, Waktu singkat dan biaya rendah.
Contoh dan Jenis-jenis proses yang dihasilkan oleh industri kimia berupa, antara lain :
1. Bahan dasar yang berasal dari minyak bumi ( industri petroleum dan petrokimia) 2. Pupuk-pupuk sintetis (pabrik pupuk)
3. Zat warna untuk testil, plastik dan cat (industri testil dan industri cat) 4. Obat-obatan (industri farmasi)
5. Bahan pembasmi hama (industri insektisida) 6. Plastik, serat sintetis (industri plastik)
7. Logam dan persenyawaannya (industri baja dan logam) 8. Kertas koran dan buku tulis (industri kertas)
9. Ban dan karet sintesis (industri karet), dan lain-lain.
Berdasarkan pengolahan yang dilakukan oleh suatu pabrik,proses produksi dalam pabrik dapat di kelompokkan dalam dua grup, yaitu pabrik dengan proses produksi terdiri atas satu unit proses saja, dan pabrik yang mempunyai lebih dari satu unit proses. Yang dimaksud sebagai satu unit proses adalah suatu rangkaian proses pengolahan dimana terjadi satu perubahan kimia bahan bahan yang di olah. Sedangkan yang dimaksud dengan Pabrik yang mempunyai lebih dari satu unit proses suatu rangkaian proses pengolahan dimana terjadi lebih dari satu tahap perubahan kimia serta mempunyai lebih dari satu unit proses.
Ada pabrik yang hanya memiliki satu tahap perubahan kimia, yang berarti hanya memiliki satu unit proses, dan banyak yang memiliki lebih dari satu tahap perubahan kimia, yang berarti mempunyai lebih dari satu unit proses.
Dalam pokok perancangannya, pabrik yang mempunyai banyak unit proses dapat dirancang dengan bertahap, yaitu satu demi satu unit prosesnya. Perancangan proses dari suatu unitr proses dapat dilakukan dengan mendasarkan pada prinsip bahwa reaksi perubahan kimia memerlukan kondisi atau persyaratan tersebut dipenuhi oleh peralatan yang disediakan pada bagian depan unit proses, sedang proses perubahan kimia dilakukan dalam bagian sintesa.
Hasil perubahan kimia pada bagian sintesa merupakan campuran bahan, sementara itu, pada umumnya hasil akhir proses produksi biasanya diinginkan mempunyai kemurnian tinggi, sehingga sesudah perubahan kimia, perlu diikuti
dengan proses pemisahan dan penyesuaian spesifikasi produk, yang dilakkukan pada bagian akhir dari unit proses.
Tujuan memproduksi dalam industri kimia modern adalah pembuatan produk-produk bermutu tinggi dengan cara seaman dan seekonomis mungkin.
Faktor-faktor produksi yang penting dalam industri kimia antara lain : a. Tenaga ahli
b. Bahan-bahan
c. Peralatan dan instrumen
d. Energi untuk pengoperasian peralatan.
1.3. Unit–Unit Proses Produksi
Tiga macam unit proses produksi antara lain : 1. Unit Proses Produksi Persiapan Bahan Baku
Unit ini bertugas mempersiapkan raw material atau bahan baku, agar sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan pada unit sintesa. Persiapan yang dilakukan dapat berupa :
a. Penyesuaian fase, bentuk dan ukuran
b. Penyesuaian komposisi dan kadar atau kemurniannya c. Penyesuaian suhu
d. Penyesuaian tekanan
e. Penyesuaian perbandingan antara berbagai bahan baku dan lain-lain persyaratan yang diperlukan oleh unit sintesa
2. Unit Proses Produksi Sintesa
Unit ini bertugas melakukan pengolahan bahan, mengubahnya menyadi senyawa kimia hasil yang diinginkan. Pada unit sintesa inbi senyawa kimia bahan baku atau raw material, di ubah menjadi senyawa kimia produk, agar dapat terjadi perubahan kimia, diperlukan kondisi operasai unit sintesa yang sesuai dengan persyaratan terjadinya reaksi kimia, antara lain dalam hal ini : fase, bentuk, ukuran, suhu, tekanan, konsentrasi, perbandingan bahan dan mungkun diperlukan juga katalisator.
3. Unit Proses Produksi Finishing
Hasil yang keluar dari unuit sentesa masih berupa campuran dari produk reaksi, sisa bahan baku,inert dalam bahan baku, hasil reaksi samping, dan mungkin juga katalisator yang terikut dalam aliran produk unit sintesa.
Bila diinginkan produk akhir yang terpisah dari campuran bahan-bahan lainnya, maka diperlukan proses pemisahan hasil unit sentesa. Tugas ini dibebankan pada unit Finishing sebagai tugas penyesuai konsentrasi produkakhir, disamping tentu juga bila di perlukan penyesuaian suhu dan tekanan serta penampung / penyimpan dan transportasi produk, serta mungkin juga pengantongan atau pengemasan produk akhir.
Tugas dari masing-masing unit proses produksi berbeda, namun secara keseluruhan mempunyai beban yang sama. Unit Persiapan Bahan Baku harus dapat menyesuaikan spesifikasi dari semua bahan yang diproses sedemikian sehingga spesifikasi dan kondisinya sesuai yang dipersyratkan di Unit Sintesa, agar reaksi kimia atau perubahan kimia di Unit Sintesa dapat berlangsung.
Demikian juga pada Unit Finishing harus mampu menjalankan tugasnya, menyesuaikan kondisi produk sintesa yang bercampur dengan sisa pereaksi, sedemikian sehingga sesuai dengan spesifikasi produk akhir yang diinginkan.
Kondisi yang harus dipersyaratkan dalam unit persiapan yaitu harus dapat menyesuaikan spesifikasi dari semua bahan yang diproses sedemikian dan kondisinya harus sesuai dengan yang dipersyaratkan di Unit Sintesa, agar reaksi kimia atau perubahan kimia di Unit Sintesa tersebut dapat berlansung sempurna. Persiapan yang dilakukan dapat berupa :
a. Penyesuaian fase, bentuk dan ukuran
b. Penyesuaian komposisi dan kadar atau kemurniannya c. Penyesuaian suhu
d. Penyesuaian tekanan
e. Penyesuaian perbandingan antara berbagai bahan baku dan lain-lain persyaratan yang diperlukan oleh unit sintesa
Penggolongan bahan dasar pada unit persiapan berdasarkan bisa tidaknya diperbaharui dapat dibedakan atas dasar 2 grup yaitu :
1. Bahan mentah / bahan dasar yang bisa diperbaharui termasuk dalam kelompok ini antara lain:
a. hasil-hasil pertanian dan perkebunan
b. hasil-hasil binatang : pertenakan dan perikanan c. Air dan udara
2. Bahan mentah / bahan dasar yang tidak bisa diperbaharui termasuk dalam kelompok ini antara lain :
a. Minyak bumi dan gas asam b. Mineral-mineral logam
c. Mineral-mineral bukan logam : kaolin, kapur, belerang dan lain-lain.
Pada unit sentesa untuk mengolah bahan dasar diperlukan tenaga karena dalam mengolah bahan dasar umumnya dilakukan pengolahan kimia atau melakukan pengolahan bahan air tersebut diperlukan tenaga berupa panas, listrik, cahaya maupun tenaga listrik (pukulan, gesekan dan lain-lain) panas sebagai tenaga sebagian besar diperoleh dipembakaran bahan bakar (gas alam, minyak bumi, arang baku) tenaga matahari,tenaga panas reaksi kimia, nuklir dan sebagainya. Dalam Industri, efiseinsi penggunaan tenaga ini penting sekali.
Kondisi yang harus dipersyaratkan dalam unit finishing pada proses produksi adalah :
Kondisinya harus sesuai dengan yang dipersyaratkan di Unit Sintesa, agar reaksi kimia atau perubahan kimia di Unit Sintesa tersebut dapat berlansung sempurna. Persiapan yang dilakukan dapat berupa :
a. Penyesuaian fase, bentuk dan ukuran
b. Penyesuaian komposisi dan kadar atau kemurniannya c. Penyesuaian suhu
d. Penyesuaian tekanan
BAB 2 INDUSTRI KIMIA DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA
Tujuan Pengajaran :
1. Mahasiswa dapat memahami definisi industri.
2. Mahasiswa dapat memahami peran industri kimia dalam pengubahan/pengolahan sumber alam.
Waktu : (2 x 45 menit)
2.1. Pendahuluan
Mata kuliah proses industri kimia adalah merupakan suatu awal/permulaan para mahasiswa mulai mengenal proses-proses yang terjadi di industri maka sangat perlu diperkenalkan tentang definisi industri serta letak dan peran industri kimia dalam pengolahan/pengubahan sumber daya alam untuk kesejahteraan manuasia.
2.2. Definisi Industri
Industri didefinisikan sebagai suatu kesatuan aktivitas manusia yang dimulai dari pengolahan sumber alam, lalu mengubahnya ke dalam berbagai bahan baik yang berupa bahan yang dapat dikomsumsi langsung maupun obyek untuk diolah kembali dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Pengolahan sumber alam dilakukan olehindustri pertambangan dan pertanian. Industri ini memproduksi bahan baku utama organik (minyak bumi, gas alam dan batu bara), mineral (metal dan non metal), hewan dan tumbuhan (glusida, protida, lipida, dst). Selanjutnya bahan baku tersebut dikelola oleh industri kimia untuk dijadikan bahan komsumsi maupun bahan setengah jadi untuk diolah lebih lanjut.
2.3. Strategi Pembangunan Industri Kimia di Indonesia.
Strategi dasar pengembangan industri kimia di Indonesia adalah rasionalisasi penggunaan potensi sumber alam nasional dan faktor-faktor penunjang produksi lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka usaha pengembangan industri kimia di
Indonesia dikonsentrasikan pada industri-industri yang mempunyai potensi besar untuk meningkatkan perekonian nasional. ”Industri kunci” misalnya atau dapat kita sebut pula ”Industri kimia dasar” diharapkan dapat merangsang perkembangan ekonomi dalam seluruh sektor industri lainnya dengan memperkecil ketergantungan pada bahan-bahan impor. Ciri khusus industri kunci adalah padat modal, menggunakan teknologi tinggi yang teruji, menggunakan tenaga terampil dan memenuhi persyaratan skala ekonomi. Adapun industri kunci yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia adalah :
1. Industri pupuk dan petrokimia untuk mengolah sumber alam minyak bumi dan gas alam.
2. Industri pulp dan kertas untuk mengolah bahan kayu dan limbah pertanian (ampas tebu, merang/batang padi).
3. Industri serat sintetis termasuk rayon. 4. Industri bahan kimia asal garam laut.
5. Industri silikat yang meliputi semen, gelas dan bata tahan api. 6. Industri karet untuk mengolah karet alam maupun karet sintetis.
Industri kunci ini jelas terlihat berorientasi kuat pada sumber bahan baku, sehingga lokasinya tidak hanya di Pulau Jawa tetapi tersebar di seluruh Indonesia yang kemudian lokasi-lokasi industri tersebut akan berkembang menjadi zona-zona industri dan pusat pengembangan wilayah perindustrian yang penting.
Pengembangan industri kimia dasar ini tentunya tidak terpisah dari pengembangan sektor industri serta sektor kegiatan ekonomi lainnya. Keterkaitan antara sektor industri, sektor industri dengan sektor ekonomi lainnya, serta keterkaitan antara industri dasar-industri hilir dan industri kecil akan merupakan usaha untuk mendapatkan struktur industri nasional yang kuat. Atas dasar keterkaitan ini diharapkan secara cepat dan bertahap bisa dicapai substitusi impor, substitusi ekspor, dan pada akhirnya mampu berorientasi ekspor dengan pemenuhan kebutuhan