Air sisa regenerasi resin biasanya mengandung asam atau pun basa karena pada regenerasi resin digunakan larutan HCl dan juga NaOH, sehingga perlu dinetralkan dalam suatu kolam sebelum dibuang. Air dari kolam diusahakan ber-pH 7 (netral) sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. 2. Pembuangan limbah
Jumlah limbah dari rotary drum filter = 59008,81 kg/jam Jumlah limbah dari screen 1 = 5673,17 kg/jam Jumlah limbah dari screen 2 = 3805,93 kg/jam Jumlah limbah dari screen 3 = 3148,76 kg/jam Jumlah limbah dari rotary dryer = 342,61 kg/jam Jumlah total limbah = 71979,28 kg/jam
Limbah yang dihasilkan dari proses produksi microcrystalline cellulose dapat dibedakan menjadai 2 jenis yaitu cair dan padat. Limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi diolah dengan menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sistem pengolahan limbah cair berdasarkan unit operasinya dibedakan menjadi 3, yaitu secara fisik, kimia, dan biologi.
Pengendapan biasanya dilakukan pada bak pengendap atau bak penjernih. Prinsip kerja bak pengendap hanya berdasarkan gaya berat, sehingga memerlukan waktu tinggal lebih dari 24 jam.
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
Jenis : Bak beton persegi panjang Jumlah : 5 unit
Waktu tinggal : 2 hari
Laju massa limbah = 71979,28 kg/jam Densitas limbah = 1003,21 kg/m3
Laju massa limbah per unit = 14395,86 kg/jam Volume limbah = 688,79 m3 Asumsi overdesign tangki sebesar 20% Volume bak = 826,55 m3.
Direncanakan ukuran bak yaitu: Panjang = 2Lebar = 2tinggi, Maka ukuran bak yaitu :
Panjang = 16,67 m Lebar = 8,33 m Tinggi = 8,33 m
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
BAB IX
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK
Pemilihan lokasi pabrik merupakan hal yang paling penting dan perlu dipertimbangkan. Pemilihan lokasi pabrik yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan suatu produksi. Pemilihan lokasi pabrik didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dari segi ekonomi, sosial, maupun hukum. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi pabrik, antara lain ::
1. Ketersediaan bahan baku
Pabrik sebaiknya ditempatkan di wilayah yang dekat dengan sumber bahan baku sehingga dapat mengurangi biaya transportasi bahan baku. Selain itu, lokasi pabrik sebaiknya berada di dekat pelabuhan untuk mempermudah transportasi bahan baku ataupun produk. Bahan baku industri pembuatan MCC berupa tandan kosong kelapa sawit, sehingga sebaiknya pabrik didirikan di wilayah yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit. .
2. Pemasaran
Microcrystalline cellulose merupakan bahan yang memiliki peran penting sehingga dibutuhkan oleh banyak industri sebagai bahan pembantu maupun bahan utama. Atas pertimbangan tersebut, sebaiknya pendirian pabrik MCC dilakukan di kawasan industri supaya pemasaran produk mudah.
3. Ketersediaan air dan energi
Kebutuhan air dan energi untuk suatu pabrik tidak terbatas. Untuk itu, lokasi pabrik sebaiknya berada di kawasan yang dekat dengan sumber air dan sumber energi (listrik). Kebutuhan air di suatu pabrik digunakan untuk keperluan air pendingin, steam, serta utilitas lainnya. Ketersediaan air bisa didapatkan dari air laut, sungai, danau, dll.
4. Ketersediaan tenaga kerja
Dalam mendirikan suatu pabrik, dibutuhkan pelaku yang dapat menjalankan pabrik tersebut dengan baik. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja terdidik maupun tak terdidik. Pabrik sebaiknya
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
didirikan di wilayah yang mudah untuk mencari tenaga kerja terdidik maupun tak terdidik.
5. Kondisi geografis dan social
Lokasi pabrik sebaiknya berada di wilayah yang jauh dari potensi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan lain-lain. Dukungan sosial dari masyarakat setempat dapat mendukung kestabilan suatu pabrik.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka pabrik MCC akan dibangun di Kalimantan barat dan letaknya berdekatan dengan pabrik Crude Palm Oil (CPO) di kawasan tersebut, salah satunya yaitu pabrik CPO milik PT smart, Tbk. Selain itu, kawasan tersebut memiliki lahan perkebunan kelapa sawit yang luas. Faktor-faktor yang mendukung pemilihan lokasi pabrik tersebut antara lain :
1. Ketersediaan bahan baku
Pabrik didirikan di kawasan yang berdekatan dengan pabrik CPO salah satunya yaitu PT Smart, Tbk. PT Smart, Tbk merupakan pabrik CPO yang memanfaatkan kelapa sawit sebagai bahan baku. Limbah padat pabrik tersebut salah satunya berupa tandan kosong sawit. Limbah TKS ini merupakan bahan baku yang akan digunakan dalam industri pembuatan MCC. Lokasi pabrik berada di kawasan industry CPO sehingga bahan baku didapat dari beberapa pabrik CPO di Kalimantan Barat. Gambar 1 merupakan peta persebaran perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan barat.
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
2. Jarus pemasaran, transportasi, serta eksport import dapat diakses dengan mudah karena lokasi pabrik berada dekat dengan Pos Lintas Batas, Malaysia.
3. Kebutuhan air dapat diperoleh dengan mudah karena lokasi pabrik tidak jauh dari suber air. Sumber air dapat diperoleh dari sungai Kapuas atau dengan pembuatan beberapa sumur bor di sekitar kawasan pabrik.
4. Tenaga kerja dapat diperoleh di sekitar kawasan pabrik, baik tenaga kerja terdidik maupun tak terdidik. Menurut data BPS, jumlah penduduk di propinsi Kalimantan Barat pada tahun 2010 mencapai 4.395.983 jiwa dan diperkirakan akan bertambah setiap tahunnya. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, maka tenaga kerja untuk pabrik dapat terpeuhi dengan mudah.
Tata letak pabrik dan alat dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Pabrik ini direncanakan menempati lahan seluas 41374 m2, dengan perincian sebagai
berikut :
- Luas tank farm : 625 m2 - Luas area proses : 1817,55 m2 - Luas utilitas : 2100 m2 - Luas UPL : 4370,78 m2
- Luas area kantor, perumahan, bengkel, laboratorium, klinik, dll: 32460,67 m2
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
Kantor Gudang Produk Klinik Mushola Kantin Tank Farm Pemadam Kebakaran Bengkel Area Utilitas Gudang Bahan Baku Control Room Area Proses Area Pengembangan UPL Skala 1: 1100
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
TM-01 TM-02 TM-03 TW-01 TW-02 TB-01 TW-03 HC-01 HC-02 RoD-01 G-02 RD-01B RD-01A TBD-01 TA-01 RDVF-01 SC-01(A/B/C/D/E) S-02 S-03 S-04 BM-01 S-05 Skala 1 : 70
Laporan Tugas Akhir
Prarancangan Pabrik Microcrystalline Cellulose kapasitas 5000 ton/tahun
BAB X
PERTIMBANGAN ASPEK KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA,