Unit Bisnis yang ada di KPS Bogor terdiri dari lima unit. Unit-unit tersebut masing-masing dikepalai oleh seorang manajer unit. Manejer tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan kegiatan agar kegiatan usaha tersebut dapat berjalan sesuai dengan baik dan tepat.
5.4.1. Unit Pelayanan Susu Murni
Susu sapi segar adalah suatu produk yang sangat rentan oleh kerusakan, karena itu KPS Bogor mengadakan kegiatan pengolahan susu yang bertempat di KPS Bogor (pusat) dan di TPK-TPK tertentu (daerah). Yang bertanggung jawab atas kegiatan pengolahan susu adalah unit pengolahan susu murni KPS Bogor.
57
Dalam melakukan proses produksinya, Unit Pengolahan Susu KPS Bogor memiliki beberapa sarana teknologi yang cukup baik. Sarana teknologi penunjang tersebut dapt dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Teknologi di Unit Penanganan Susu KPS Bogor
No. Nama Mesin Kapasitas Jumlah
(Unit) Keterangan
1. Cooling unit 8000 liter 2 Mesin pendingin susu
2 Dump 8000 liter 2 Alat penyaring susu
3. Astenk chilling/ plat pendingin
10.000 liter/ jam
1 Mesin pendingin susu
otomatis
4. Pompa Air 5.000 liter/
jam
4 Mesin pempompa air
5. Clean in Place - 1 Mesin pencuci cooling
dan milkcan
6. Milkcan 50 liter 300 Tabung penampung susu
7. Fuso 10.000 l 3
Alat transportasi yang menampung susu dari
peternak dan
mendistribusikan susu ke IPS
Sumber : KPS Bogor, 2010 (data diolah)
Kegiatan pengolahan susu adalah menjaga temperatur susu segar agar susu tidak mudah rusak. Kegiatan pengolahan susu berlangsung dua kali dalam sehari. Proses pengolahan susu di KPS Bogor dapat dilihat pada Gambar 6.
58
Keterangan : Pelaku Kegiatan
Tempat Penampungan susu Mesin/ Peralatan
Kendaraan Pelanggan Alur susu
Gambar 6. Rantai Pengolahan Susu di KPS Bogor Sumber : KPS Bogor, 2010 Dump Dump Plat Pendingin I Colling Plat Pendingin II Test Kualitas Fuso Fuso Fuso IPS Konsumen KPS Bogor TPS TPK Peternak Mesin pasteurisasi
59
1. Pengambilan susu di Tempat Pelayanan Koperasi (TPK)
Pengambilan susu di tiap-tiap TPK dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 05.00 dan 16.00 dengan menggunakan fuso. Sebelum susu diangkut ke koperasi, terlebih dahulu diadakan pemeriksaan kualitas (organoleptik, alkohol 70 %, berat jenis, temperatur dll) oleh tester. Susu yang telah diperiksa kualitasnya, kemudian ditimbang/ diukur volumenya dengan menggunakan literan. Setelah pengukuran volume susu, maka susu disaring dan dimasukan kedalam fuso, jumlah susu yang disetorkan oleh setiap peternak dicatat oleh petugas TPK pada laporan produksi tiap TPK dan kartu pengiriman susu. Laporan produksi tiap TPK digunakan untuk pendataan di koperasi guna pencatatan setoran susu para peternak tiap TPK, yang kemudian berguna untuk pembayaran susu kepada peternak yang dilaksanakan setiap 10 hari sekali.
2. Pengawasan Kualitas
KPS Bogor selalu menguju kualitas susu yang disetorkan oleh peternak anggota, hal ini dilakukan untuk terus menjaga dan mempertahankan kualitas dari susu yang dihasilkan. Pengawasan kualitas dilakukan di TPK, dimana peternak menyetorkan susunya, dan apabila diduga terjadi indikasi pemalsuan terhadap susu maka dilakukan test kedua yang dilaksanakan di lab dengan menggunakan lactoscan untuk menguji kualitas susu tersebut. Selain pelaksanaan pengujian pada susu yang disetorkan peternak, kualitas susu juga dipengaruhi oleh kebersihan dari pada alat-alat pengelolahan susu. Oleh karena itu, KPS Bogor memiliki alat yang dipergunakan untuk menjaga kebersihan dari alat pengolahan susu yang disebut Clean In Place (CIP). Adapun test kualitas susu yang ada di KPS Bogor antara lain :
a. Uji Organoleptik
Uji organoleptik merupakan uji dengan menggunakan panca indera sebagai media uji. Pengujian ini meliputi bau, warna dan rasa susu. apabila pengujian organoleptik pada susu dari peternak tidak memenuhi persyaratan atau kemungkinan adanya indikasi pemalsuan maka susu akan diambil sampel dan di uji dilaboratorium KPS Bogor. pengujian terhadap rasa susu dilakukan dengan mencicipi susu dimana pengujian organoleptik tersebut dilakukan tester yang
60
sudah ada di TPK. Para peternak yang susunya tidak memenuhi persyaratan akan diberi surat peringantan.
b. Uji Alkohol 70%.
Pengujian dengan menggunakan alkohol dilakukan dengan menggunakan alat gun test yang telah diisi dengan alkohol 70% untuk mengetahui apakah protein pada susu tersebut telah terdenaturasi/ pecah atau tidak. Prinsip uji alkohol pada susu adalah menambah alkohol 70% kedalam susu dengan perbandingan 1:1. Susu yang hasilnya bagus menunjukan alkohol negatif berarti protein pada susu belum pecah. Begitu juga sebaliknya, susu dikatakan positif apabila proteinnya sudah pecah dan susu mengalami penggumpalan.
c. Uji Berat Jenis
Pengujian berat jenis bertujuan untuk mengetahui nilai susu dalam kaitannya dengan tingkat kemurnian susu. apabila berat jenis susu dibawah standar menunjukan bahwa susu tersebut tidak murni atau ada penambahan zat tertentu. Pengujian ini menggunakan alat yang disebut lactodecimeter. Prinsip kerja alat ini adalah mengacu pada hukum archimedes yang menyatakan bahwa setiap benda yang dimasukan kedalam benda cair maka benda tersebut akan mendapat tekanan keatas sebesar berat cair yang dipindahnya. Apabila susu semakin encer maka lactodecimeter akan lebih masuk ke dalam susu.
d. Termometer
Pengujian temperatur dilakukan dengan menggunakan temperatur dengan cara mencelupkan alat tersebut kedalam susu. Susu suhu sangat berhubungan dengan aktivitas mikroba. Suhu pada susu sangat dijaga agar tidak sampai suhu kamar karena pada kondisi tersebut adalah penumbuhan optimum pada mikroba. Hal ini menyebabkan kualitas susu dapat menurun karena aktivitas mikroba tersebut. Standar suhu susu di KPS Bogor adalah 27°C
e. Resazurine Test
Mutu mikrobiologi pada susu ditentukan oleh jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam susu. Mutu mikrobiologis ini akan menentukan ketahanan simpan dari susu tersebut ditinjau dari kerusakan oleh mikroorganisme dan keamanan susu dari mikroorganisme ditentukan oleh jumlah spesies patogenik yang terdapat dalam susu tersebut.
61
Pengujian resazurin yang dilakuan KPS Bogor dengan melarutkan 1 ml metylene blue ke dalam 10 ml susu di dalam tabung reaksi kemudian diinkubasi di dalam water bath dengan suhu 370C selama 30 menit dan jika tidak terjadi perubahan akan dilanjutkan menjadi 60 menit. Ada parameter warna yang menentukan jumlah bakteri dalam susu mulai dari biru sampai putih.
Tabel 15. Klasifikasi Resazurine Test di KPS Bogor
No Klasifikasi Warna Jumlah Bakteri/cc Keterangan
1. Biru Metil < 500.000 Sangat Baik
2. Biru 500.000 s/d 2.000.000 Baik
3. Merah 2.000.000 s/d 8.000.000 Buruk
4. Putih > 8.000.000 Sangat Buruk
Sumber : KPS Bogor, 2010
f. Lactoscan
Pengujian dengan menggunakan lactoscan sangat praktis dan cepat. Alat ini
dilengkapi dengan sensor yang dapat mengidentifikasi atau menganalisis jumlah kandungan pada susu secara otomatis. Cara kerjanya adalah dengan mengambil sampel susu yang sudah diaduk terlebih dahulu dan kemudian diletakkan pada bagian sensorik lactoscan. Adapun tujuan dari pengadukan susu sebelum diukur adalah agar padatan yang terkandung tercampur dengan sempurna dan tidak ada yang mengendap baik padatan yang berupa lemak maupun non lemak sehingga hasil yang didapat merupakan hasil yang optimal.
Lactoscan adalah instrumen yang dapat mengukur kandungan dalam susu. Selain kadar lemak, lactoscan dapat mengukur Solid non Fat (SNF), density (berat jenis), solids, protein, penambahan air, temperatur, freeze point (titik beku), pH berat jenis dan conductivity. solid non fat (SNF) atau total padatan tanpa lemak adalah semua komponen penyusun susu seperti laktosa, protein, mineral dan vitamin dikurangi dengan kadar lemak.
Berat jenis dipengaruhi oleh total solid dan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penilaian susu. Pengukuran berat jenis merupakan salah satu alternatif untuk mengetahui adanya pemalsuan susu yang mengakibatkan penurunan kualitas susu. Standar berat jenis yang ditetapkan di KPS Bogor adalah 1,0260.
62
Standar suhu susu di KPS Bogor adalah 27°C Total Solid merupakan total
padatan (kadar lemak ditambah solid non fat) yang merupakan salah satu penentu
harga susu yang dikirim ke IPS.
Added water (penambahan air) merupakan salah satu faktor untuk mengetahui apakah susu mengalami pemalsuan yaitu dengan menambahkan susu dengan air. Penambahan air dilakukan untuk meningkatkan volume susu yang dijual.
Freeze point (titik beku) susu sangat penting untuk mengetahui adanya pemalsuan yaitu karena penambahan air, santan atau lemak meskipun dalam jumlah yang sedikit saja. Penambahan air, santan ataupun lemak dapat mengubah titik beku susu. Conductivity adalah salah satu faktor untuk mengetahui apakah ada pemalsuan pada susu misalnya dengan penambahan karbonat.
Pengukuran pH bertujuan untuk mengetahui kadar keasaman susu. Standar pH yang ditetapkan di KPS adalah 6,6-6,8. apabila pH susu berada di bawah 6,6 maka diduga susu tersebut berasal dari sapi yang mempunyai penyakit masitis karena aktivitas mikroba yang tinggi menyebabkan pengasaman pada susu sedangkan apabila pH susu di atas 7 diduga susu telah mengalami pemalsuan yaitu dengan penambahan bahan-bahan tertentu ke dalam susu.
3. Pengolahan Susu (cooling Unit)
Susu diperiksa kualitasnya ditiap-tiap TPK, susu segera dibawa ke TPS/ KPS untuk menjalani proses pendinginan di Cooling unit. Di KPS pertama susu dari fuso ditampung di dump, dimana terdapat proses penyaringan. Dump tersebut terdiri dari dua susunan bak penampung bertingkat, dump pertama berkapasitas ±250 liter dan dump kedua berkapasitas ±350 liter. Dump berfungsi sebagai
pengatur aliran susu menuju cooling unit, yang dioperasikan dengan menggerakan
tuas pada alat tersebut untuk menutup dan membuka saluran susu pipa menuju cooling unit. Setelah ditampung dan disaring di dump, maka susu dialirkan menuju plat pendingin pertama, fungsi dari alat ini adalah menurunkan temperatur suhu. Pada bagian dalam plat pendingin terdapat ruang-ruang tipis (seperti lembaran-lembaran buku) yang setiap ruang kosong tersebut dialiri oleh susu dan air dingin secara berselingan. Aliran susu dari dump masuk ke dalam plat
63
yang dibawa ke koperasi memiliki temperatur rata-rata 27ºC, susu yang telah dilalui plat pendingain pertama akan bersuhu 8ºC dan di tampung sementara di
tangki penampung. Air es yang telah mendinginkan susu akan kembali menuju ice
bank. Kemudian terdapat proses penyaringan kembali sebelum masuk kedalam plat pendingin yang kedua.
Plat pendingin kedua berfungsi sama halnya dengan plat pendingin pertama, yaitu untuk menurunkan temperatur susu. Susu yang telah melalui plat pendingin kedua akan bertemperatur 4ºC. Setelah susu bertemperatur ± 4ºC, susu dialirkan menuju mobil fuso untuk pengiriman susu ke IPS Jakarta. Sebagian susu ditampung di cooling penampungan, hal ini dimaksudkan untuk mengatur laju aliran susu juga karena sebagian (± 5%) susu akan dipasarkan kepada konsumen eceran/ kios agen, sedangkan sebagian lagi (± 20%) susu akan diolah menjadi pasteurisasi oleh KPS Bogor. sekitar pukul 09.00 truk fuso akan segera berangkat ke IPS, dan pengiriman sore hari pada pukul 19.00, selain di pusat KPS Bogor juga memiliki beberapa tempat untuk menangani susu didaerah. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas susu agar tetap baik, karena volume produksi susu yang tinggi dan waktu penanganan susu yang harus cepat. Oleh karena itu didirikannya tempat penanganan susu untuk membagi aktifitas kerja di pusat ke daerah. Penanganan susu didaerah pada prinsipnya sama dengan penangan susu di pusat,
yaitu dengan menjaga temperatur susu sekitar 4ºC dengan menggunakan cooling
unit.
4. CIP (Clean In Place)
Pencucian alat-alat merupakan hal yang perlu diperhatikan pula, dimana alat-alat tersebut seperti milkcan, truk fuso daerah dan truk fuso Jakarta. Bila alat- alat tersebut tidak ditangani dengan baik, maka kualitas susu yang dihasilkan menjadi tidak baik. Alat pencucian milkcan dan tangki mobil disebut clean in place (CIP).
CIP dibagi menjadi dua circuit, circuit 1 berfungsi sebagai can washer dan circuit 2 berfungsi sebagai spray bowl untuk tangki. Pada circuit 1 digunakan
untuk mencuci milkcan, dengan kapasitas 16 buah milkcan dalam sekali
pencucian, setiap pencucian berlangsung ± 4 menit. Menit pertama pembilasan awal, pencucian dengan deterjen merupakan tahap kedua yang berlangsung
64
selama dua menit, dan tahap bilas akhir selama satu menit. Koperasi memiliki ± 300 milkcan, jadi yang dibutuhkan untuk mencuci milkcan tersebut selama (300/16) x 4 menit = 75 menit.
Circuit 2 digunakan untuk memcuci tangki mobil yang digunakan untuk pengambilan dan pengiriman susu. Pada circuit ini alat yang digunakan untuk
pencucian tangki berjumlah dua buah sprayer.
Langkah-langkah pencucian tangki sama dengan pencucian milkcan.
Hanya saja waktunya yang berbeda, pada saat pencucian milkcan dibutuhkan waktu 4 menit setiap pencucian, pada pencucian tangki mobil memakan waktu selama 11 menit. Menit pertama pada pembilasan awal, pembilasan awal ini menggunakan air yang bertemperatur diatas 60ºC. Pencucian dengan larutan deterjen berlangsung selama 8 menit, dan pembilasan akhir selama 2 menit.
Detergen yang digunakan berupa serbuk, licin dan tidak busa. Adapun komposisi dari detergen ini adalah : sodium carbone (60%), sodium metasilikate
(10%), dan sodium tripolipospate (30%). Pada setiap proses pencucian digunakan
0,5% larutan deterjen asepto. 5.4.2. Unit Pakan Ternak
Penyusunan pakan ternak, khususnya pakan konsentrat diperlukan pengetahuan mengenai teknis, teknologi maupun kebutuhan pakan sapi perah, komposisi bahan-bahan pembuat pakan fungsi-fungsi tiap bahan pakan dan cara penyusunan pakan tersebut. Unit KPS Bogor memiliki staf ahli yang berpotensi untuk menghasilkan pakan konsentrat yang berkualitas baik dan sesuai dengan kebutuhan ternak, namun potensi tersebut belum dicapai karena hingga saat ini PMT KPS Bogor masih condong terhapat memperhatikan harga pakan yang nantinya dibebankan kepada anggota.
KPS Bogor menyusun konsentrat sendiri yang dikenal dengan nama “KPS FEED”. Dalam kondisi dan situasi pada saat ini harga-harga bahan baku yang berkecendrungan terus meningkat, maka usaha untuk meningkatkan kualitas pakan konsentrat belum dapat terwujud sesuai dengan harapan KPS Bogor. Komposisi konsentrat di KPS Bogor menggunakan Polliser (40%), dedak kasar (23%), pollad (10%), bungkil Kelapa (7,5%), ampas kecap (10%), calsium
65
carbonat (3,3%), mineral (0,16%), onggok (2,6%), tongkol jagung (3,3%) .Selain itu suplai bahan baku konsentrat di KPS Bogor sebagian besar berasal dari bogor
Pembuatan KPS Feed adalah mencampurkan bahan baku konsentrat secara
homogen. Sebelum dicampur, bahan baku terlebih dahulu disiapkan sesuai dengan jumlah formulasi. Bahan baku yang memiliki formulasi lebih banyak dimasukan lebih awal dibandingkan bahan baku yang persentasenya lebih sedikit ke dalam mixer melalui inlet, kemudian bahan baku di dalam mixer diangkat keatas oleh auget spiral. Mixer tersebut digerakan oleh dinamo yang berkekuatan 2.000 watt. Setelah bahan baku mencapai atas, bahan baku akan kembali ke bawah dikarenakan tersapu oleh pedal. Proses ini berlangsung secara berulang-ulang sehingga bahan baku tercampur secara homogen. Kemudian bahan baku yang telah tercampur menjadi KPS Feed akan dikeluarkan melalui outlet yang akan segara dikemas ke dalam karung (50 Kg). Setelah KPS Feed dikemas, karung tersebut dijahit dengan menggunakan mesin jahit karung. Proses ini berlangsung 10-15 menit dimulai dari masuknya bahan baku melalui inlet. Guna menjaga
kualitas dari pada bahan baku KPS Feed, KPS Bogor mengadakan pengujian awal
pada saat bahan baku belum diturunkan. Pengujian awal terhadap bahan baku adalah uji kebersihan dengan metode uji organoleptik yang meliputi uji tekstur, seperti bau, warna dan rasa. Uji ini dilakukan oleh Quality Control bagian penerimaan bahan baku makanan ternak. Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji keaslian dari bahan baku tersebut.
Analisis yang meliputi persentase kandungan zat makanan dari bahan baku, maka KPS Bogor bekerja sama dengan Laboratorium Analisis Loka Pengujian Mutu Pakan Ternak Bekasi. Analisa yang dilakukan di Bogor pelaksanaannya dilakukan satu kali sebulan, sedangkan analisa yang dilakukan di Bekasi dilakukan tiga kali dalam satu tahun. Hasil analisa kimiawi di Bekasi digunakan sebagai pembanding terhadap analisa yang dilakukan di Bogor. Selain melakukan analisa terhadap bahan baku KPS Feed, PMT KPS Bogor juga melakukan analisa terhadap contoh KPS Feed yang telah diproduksi. Tujuan dari pada analisa ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana KPS Feed yang diproduksi dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sapi peternak anggota.
66
Pemberian pakan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan. Pemberian pakan yang tidak proporsional akan mengakibatkan rendahnya produksi susu, kualitas susu yang dihasilkan, gangguan kesehatan dan berbagai infeksi pada sapi. Oleh karena itu peternak harus dapat memperhitungkan dengan cermat pemberian pakan kepada ternak sapi yang dimiliki agar tidak menimbulkan kerugian pemberian pakan selama ini yang dilakukan oleh peternak. Selain itu pakan konsentrat juga penting untuk peningkatan mutu dan kualitas susu pada sapi. Proses produksi yang dilakukan oleh unit PMT KPS Bogor dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 7. Alur Proses Produksi Konsentrat di KPS Bogor
Sumber : KPS Bogor, 2010 (data diolah)
Penyimpanan konsentrat di KPS Bogor pada prinsipnya hanya bersifat sementara, karena KPS Bogor tidak melakukan penyimpanan bahan baku KPS Feed (produk jadi) dalam waktu yang lama, jumlah yang diproduksi setiap harinya didasarkan pada permintaan dan kebutuhan peternak anggota yang dapat diketahui dari jumlah setoran susu. Namun pada kenyataannya dapat diambil rataan dari setiap produksi di PMT KPS Bogor yaitu ± 40 ton/ hari.
Sistem pemasukan bahan baku dan pengeluaran KPS Feed di PMT KPS
Bogor menggunakan metode FIFO (First In First Out), yaitu barang yang pertama
masuk ke gudang akan keluar untuk digunakan terlebih dahulu. Metode ini digunakan karena didasari oleh kualitas bahan dan KPS Feed yang terjamin.
Pemasaran konsentrat kepeternak dilakukan dengan mendistribusikan konsentrat ke peternak yang dilakukan setiap pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 14.00 dengan cara mengirim konsentrat tersebut ke TPK di masing-masing
Pengepakan Homogenesis Uji Pencampuran Penggilingan
Penyimpanan Pemasaran Pengadaan Bahan Baku Formulasi Bahan baku Pemisahan bahan baku Pengancur bahan baku kasar
67
daerah. Pakan konsentrat tersebut dijual dengan harga 1250/ Kg, dan pembayaran konsentrat dilakukan setiap 15 hari sekali.
5.4.3. Unit Administrasi Umum dan Keuangan
KPS Bogor untuk mencapai hasil yang maksimal dalam menjalankan unit- unit usaha di KPS Bogor, diperlukan adanya bagian administrasi umum dari seluruh unit-unit tersebut. Staf dibagian administrasi umum dan keuangan terdiri dari tujuh orang. Jam kerja dibagian ini dimulai dimulai pukul 08.00- 16.00 dan istirahat selama 1 jam yaitu mulai pukul 12.00 s/d pukul 13.00. Bagian ini bertugas untuk mencatat semua laporan yang telah dibuat dan diserahkan oleh semua kepala bagian dari unit-unit usaha yang ada. Dari laporan harian diakumulasikan menjadi laporan bulanan kemudian menjadi laporan tahunan. Laporan tahunan ini biasanya dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Selain itu, staf bagian administrasi umum dan keuangan ini bertugas memberikan gaji kepada seluruh karyawan dan peternak anggota koperasi, serta mempunyai wewenang dalam menentukan kegiatan kerja seluruh staf yang ada di KPS Bogor.
5.4.4. Unit Waserda
Unit waserda merupakan unit penunjang kesejahteraan para karyawan. Di unit ini baik karyawan dan anggota dapat membeli berbagai barang-barang kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan akan pinjaman. Unit waserda ini menyediakan perlengkapan hidup sehari-hari dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga di luar.
5.4.5. Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi
Unit pasteurisasi adalah unit yang mengelolah susu murni menjadi susu segar yang siap dikonsumsi dengan memberikan nilai tambah seperti penambahan rasa yaitu rasa strawberi, cokelat, alpukat, durian, anggur dan rasa asli (susu pasteurisasi tanpa asen rasa) dengan kemasan yang menarik. Pada unit ini dilengkapi dengan pasteurizer, homogenizer, presser, refrigerator, frezzer dan alat penunjang pengolahan pasteurisasi lainnya.
68
5.4.5.1. Stuktur Organisasi Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi
Stuktur organisasi didalam perusahaan akan memberikan kejelasan dalam menentukan pembagian tugas, tanggung jawab, hubungan kerja dan wewenang kerja masing-masing. Stuktur organisasi di Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi masih sederhana, hanya terdiri dari Ka. Unit Produksi Susu Pasteurisasi, staf Pemasaran Produksi Susu Pasteurisasi, dan staf administrasi Susu Pasteurisasi. Hal ini juga berpengaruh kepada kegiatan usaha susu pasteurisasi yang menyebabkan kinerja kurang optimal. Tidak adanya pembagian tugas yang kurang jelas dan belum terkoordinasi dengan baik menyebabkan beberapa tenaga kerja merangkap melakukan pekerjaan yang lainnya. Stuktur organisasi Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Stuktur Organisasi Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi Tahun 2010
Sumber: KPS Bogor, 2010
Sumber utama keberhasilan Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi dimasa depan adalah dukungan sumberdaya manusia yang terdidik, terlatih dan profesional. Sumberdaya manusia adalah salah satu faktor yang sangat menentukan pertumbuhan KPS Bogor. Sumberdaya manusia di Unit Pengolahan Susu Pasteurisasi berjumlah 7 orang yang terdiri dari satu orang kepala unit
KAUN.PRODUKSI SUSU PASTEURISASI (Bintarso) BAGIAN PRODUKSI · Pengolahan susu. - Ahmad Hilmi · Bagian Pengemasan /Packing dan penyimpanan produk jadi - Olih Satori - Casno BAGIAN PEMASARAN · Pemasaran · Pengiriman barang - Bintarso BAGIAN ADMINISTRASI GUDANG DAN PENJUALAN - Neneng.F
69
produksi susu pasteurisasi, empat orang staf produksi, satu orang staf pemasaran dan satu staf administrasi. Tingkat pendidikan rata-rata tenaga kerja di unit mayoritas lulusan SMA.
5.4.5.2. Proses Produksi Susu Pasteurisasi
Proses pasteurisasi yang dilakukan di KPS Bogor mengunakan cara HTST (high temperature short time), yaitu suatu cara pasteurisasi dengan mengunakan suhu tinggi dalam waktu singkat. Suhu dipertahankan sekitar 72-75ºC selama 15 detik. Dengan cara ini diharapkan semua mikroorganisme berbahaya dapat