SS.6. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
IKU 19. Unit yang menerapkan inovasi pelayanan publik
Sasaran Strategis-6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
IKU- 19 Unit yang menerapkan inovasi pelayanan publik
2019 2020 % Capaian % Pertumbuhan
2019-2020
Rancangan Renstra DJPB 2020-2024 Realisasi Target Realisasi
TW II Tahun 2019 Tahunan TW II TW II terhadap realisasi TW II 2020 terhadap target tahun 2020 2019-2020 Target 2024
% Capaian thd target akhir Renstra
1 Indikator baru tahun 2020 dan dihitung tahuna 1 -
Inovasi pelayanan publik adalah terobosan pelayanan publik yang merupakan gagasan ide kreatif orisinal dan atau adaptasi/modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Inovasi tersebut dapat berpedoman pada PERMENPANRB No. 30 Tahun 2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan Publik. Instansi pemerintah dituntut untuk lebih jeli mengamati permasalahan dalam pelayanan publik sehingga inovasi yang dilahirkan benar-benar sesuai kebutuhan dan tepat sasaran. Inovasi juga tidak boleh monoton karena setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.
Tujuan adanya kebijakan inovasi pelayanan publik adalah untuk : (i) Mendorong pembangunan inovasi pelayanan publik; (ii) Mendorong pengembangan dan transfer inovasi pelayanan publik; (iii) Mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik; dan (iv) Meningkatkan kepuasan masyarakat. Sebuah inovasi dapat berupa : (i) penggabungan unsur-unsur baru; (ii) kombinasi baru dari unsur-unsur yang ada; (iii) perubahan signifikan atau berawal dari cara tradisional dalam melakukan sesuatu; dan (iv) mengacu pada produk baru, kebijakan dan
54
program baru, pendekatan baru, dan proses baru. Jadi, Inovasi ini tidak harus berupa suatu penemuan baru, melainkan pula mencakup pendekatan baru, perluasan maupun peningkatan kualitas pada inovasi pelayanan publik yang ada.
Dalam rangka pencapaian pelaksanaan reformasi birokrasi, diperlukan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah terus berupaya untuk melakukan percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik instansi pemerintah. Salah satu cara yang ditempuh oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi adalah dengan mengadakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang dimulai pada tahun 2015. Kompetisi ini dimaksudkan untuk mendorong instansi pusat maupun daerah penyelenggara pelayanan publik agar dapat menciptakan sebuah inovasi pelayanan publik yang lebih fokus, terarah, mendalam, dan berkesinambungan dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas. Kompetisi pelayanan publik adalah kegiatan seleksi, penilaian, dan pemberian penghargaan yang diberikan kepada inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh K/L dan Pemerintah Daerah. Prinsip dalam penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik adalah hasil yang dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel), tidak berpihak dan bebas kepentingan dan transparan atau dapat diakses oleh semua pihak baik pengusul, penilai dan masyarakat. Inovasi yang telah didaftarkan terekam dalam Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik, yang akan dilakukan tahap seleksi administrasi, tahap penilaian proposal, pemilihan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik sampai pemilihan Top 45.
Jenis Inovasi Pelayanan Publik yang dapat diikutsertakan berupa pelayanan langsung kepada masyarakat, yaitu pelayanan yang dilakukan dengan cara kontak langsung antara pemberi dan pengguna layanan. Dan pelayanan tidak langsung, yaitu upaya pembaharuan penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Inovasi Pelayanan Publik harus memenuhi kriteria adanya perbaikan pelayanan, memberikan manfaat bagi perbaikan sistem dan masyarakat, berjalan lebih dari 1 tahun, dapat direplikasi dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pada tahun 2020 DJPB telah mengusulkan dan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yaitu : (i) Aplikasi Buku Saku Penyakit Ikan (LP2IL Serang); (ii) SimaPRO adalah Jamu Alay Berkelas (Jaminan Mutu Akses Layanan Benih Berkualitas; dan (iii) Goes Embaktri (Gerakan Online Sekolah Petambak Tradisional).
Kegiatan yang dilaksanakan pada triwulan II untuk mencapai target IKU ini adalah melakukan koordinasi ke seluruh satker lingkup DJPB terkait inovasi pelayanan publik yang harus diciptakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rencana aksi yang akan dilakukan pada triwulan berikutnya adalah membuat surat agar satker terkait melakukan evaluasi terhadap inovasi pelayanan publik dan dapat diterapkan oleh uit kerja yang bersangkutan dan dapat diadopsi oleh unit kerja lainnya.
55
IKU 20. Nilai IKPA DJPB
Sasaran Strategis-6 Tata kelola pemerintahan yang baik lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
IKU- 20 Nilai IKPA DJPB
2019 2020 % Capaian % Pertumbuhan
2019-2020
Rancangan Renstra DJPB 2020-2024 Realisasi Target Realisasi
TW II Tahun 2019 Tahunan TW II TW II terhadap realisasi TW II 2020 terhadap target tahun 2020 2019-2020 Target 2024
% Capaian thd target akhir Renstra
89,37 95,33 88 87 88,09 101,25 100,10 -0,7 89 99,7
Pengukuran Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran meliputi 4 (empat) aspek yaitu: aspek kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan, kepatuhan terhadap regulasi, efektivitas pelaksanaan kegiatan dan efisiensi pelaksanaan kegiatan. Setiap aspek memiliki komponen yaitu pengelolaan uang persediaan, data kontrak, kesalahan SPM, Retur SP2D, Hal III DIPA, Revisi DIPA, penyelesaian tagihan, konfirmasi capaian output, Rekon LPJ, renkas, realisasi, pagu minus dan dispensasi SPM. Penghitungan capaian kinerja diperoleh dari hasil penghitungan yang dilakukan dalam aplikasi Sistem Online Monitoring SPAN (OMSPAN) Kementerian Keuangan. Capaian Nilai Ditjen. Perikanan Budidaya triwulan II Tahun 2020 sebesar 88,76 dari target sebesar 87 (persen capaian 102,02%. Rekapitulasi nilai capaian kinerja pelaksanaan anggaran triwulan 2 tahun 2020 sebagai berikut:
Tabel 18. Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun 2020
No Aspek/Komponen Nilai (%) Bobot Nilai
Akhir
Nilai Aspek (%)
1 Kesesuaian Perencanaan dengan Pelaksanaan
91,01
a. Revisi DIPA 100 15 5
b. Hal III DIPA 73,16 5 3,66
c. Pagu minus 99,88 5 4,99
2 Kepatuhan terhadap regulasi
68,75
a. Data Kontrak 94,00 15 14,10
b. Pengelolaan UP dan TUP 85,00 8 6,80
c. LPJ Bendahara 95,99 5 4,80
d. Dispensasi SPM 0 0 0
3 Efektivitas pelaksanaan kegiatan
66,14
a. Penyerapan anggaran 69,30 15 10,40
b. Penyelesaian tagihan 95,53 12 11,46
c. Konfirmasi capaian Output 0 0 0
d. Retur SP2D 99,74 5 4,99
4 Efisiensi pelaksanaan kegiatan
92,50 a. Renkas 100 5 5,00 b. kesalahan SPM 85,00 5 4,25 Nilai Total 75,45 Konversi Bobot 88,76 Nilai Akhir 88,09
56
Berdasarkan Tabel diatas aspek kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan dan aspek efisiensi pelaksanaan kegiatan sudah baik. Namun, terdapat 2 (dua) aspek yaitu kepatuhan terhadap regulasi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut mengakibatkan nilai indikator pelaksanaan anggaran Ditjen. PSDKP tahun 2020 secara keseluruhan tidak tercapai sesuai target yang ditetapkan.Alokasi anggaran Tahun 2020 untuk mendukung tercapainya IKU-15 sebesar Rp.24.209.397.700, sampai dengan triwulan II telah terealisasi sebesar 10.520.666.026 atau 43,46%.