Diajukan Oleh : Paulina Ratr i Mahar dika
0824010019
Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji Skripsi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Pada tanggal 20 Juni 2012
Pembimbing : Tim Penguji :
1. Pembimbing Utama : 1. Ketua
Dr. Ir. Sudiyarto, MM Dr. Ir. Sudiyarto, MM
2. Pembimbing Pendamping : 2. Sekretaris
Ir. Mubarokah, MTP Ir. Sri Widayanti, MP
3. Anggota
Dr. Ir. Sumartono, MS
Mengetahui :
Dekan Ketua Program Studi Agribisnis
Fakultas Pertanian Agribisnis
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan perlindungan –
Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi Skripsi, yang
“
SIKAP KEPERCAYAANPETANI TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN FORMAL DAN NON FORMAL PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO ”
Penyusunan Skripsi ini dipergunakan untuk memenuhi salah satu syarat dalam mendapatkan gelar Sarjana Pertanian, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur di Surabaya.
Penulis berharap semoga dalam penyusunan skripsi ini dapat di terima dan memenuhi persyaratan. Serta atas kepercayaan, kesempatan, dan segala bantuan yang telah di berikan pada penyusunan laporan ini, baik berupa pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran, maka pada kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya atas segala bantuan, kepada yang terhormat :
1. Dr. Ir. Ramdan Hidayat, MS. Selaku Dekan Fakultas Pertanian UPN “ Veteran ” Jawa
Timur, Surabaya.
2. Dr. Ir. H. Eko Nurhadi, Ms, Selaku Ketua Program Studi Agribisnis.
3. Dr. Ir. Sudiyarto, MM, Selaku dosen pembimbing utama yang dengan kebijaksnaan,
dedikasi, serta kesabaran beliau dalam memberikan pengarahan dan nasehat – nasehat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi tersebut.
nasehat – nasehat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi tersebut.
5. Pak Suhar, selaku ketua kelompok tani desa Banjar Wungu Kecamatan Tarik Sidoarjo
yang mendampingi penulis dalam mencari informasi.
6. Kedua ornag tua yang telah memberikan kasih sayang, semangat, dukungan dan doa
kepada penulis .
7. Sahabat – sahabat penulis ( Bunga Prasuci, Dya Maretya, Selisa Wilis, Ingwang
Kinabulan) yang selalu memberikan semangat, masukan – masukan yang membangun dan perhatian kepada penulis.
8. Teman – teman angkatan 2008 Program Studi Agribisnis yang telah memberikan
motivasi kepada penulis.
9. Semua pihak yang telah membantu selama penyusunan skripsi ini yang tidak dapat
penulis sebutkan satu – persatu.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak.
Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan seseuatu yang berguna bagi penulis pada khususnya serta bagi para pembaca pada umumnya.
Surabaya, Juni 2012 Penulis
Penulis bernama PAULINA RATRI MAHARDIKA dilahirkan di Surabaya pada tanggal 08 Juli 1989. Penulis adalah anak kedua dari dua bersaudara dari pasangan Bapak Paulus Sumardjo dan Ibu Wahyu Sri Harini.
Penulis menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri Barata Jaya II pada tahun 2001 dan pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2004 di SLTP Negeri 30 Surabaya. Pendidikan lanjutan menengah atas di SMUK St. Hendrikus Surabaya diselesaikan pada tahun 2007. Pada tahun 2007 hingga 2008 penulis menlanjutkan pendidikan pada program D1 PIKSI ITS. Pada tahun 2008 Penulis diterima pada Program Sarjana Agribisnis Fakultas Pertanian, pada Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa Timur.
Setelah menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “SIKAP KEPERCAYAAN PETANI TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN FORMAL DAN NON FORMAL PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN TARIK KABUPATEN SIDOARJO” maka penulis dinyatakan lulus sebagai sarjana petanian pada tanggal 22 Juni 2012.
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR……… DAFTAR ISI………. DAFTAR TABEL……….……….….. DAFTAR GAMBAR……….……… DAFTAR LAMPIRAN……… I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1.2. Rumusan Masalah ...
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...
1.3.1. Tujuan Penelitian ………
1.3.2. Mafaat Penelitian ………
II. TINJ AUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu ………
2.2. Pengertian Sikap dan Fungsi Sikap ………
2.2.1. Sikap……….
2.2.2. Fungsi Sikap………
2.3. Faktor – Faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen ………
2.4. Sikap Kepercayaan Konsumen Terhadap Karakteristik Produk ………….
2.5. Model Sikap Kepercayaan dan Evaluasi Atribut – Atribut Produk ………
2.6. Pengertian Lembaga Keuangan ………
2.6.1. Fungsi Lembaga Keungan ………
2.6.2. Klasifikasi Lembaga Keuangan ………
2.6.3. Jenis Lembaga Keuangan Formal………. i iii vi vii viii 1 2 4 4 5 6 10 10 11 12 15 16 18 19 21 22
B. Lembaga Keuangan Non Formal………
C. Lembaga Keuangan Lainnya………..
2.6.4. Perbandingan Antara Bank dan Non Bank………
2.7. Kredit Bagi Usahatani ……….……
III. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 3.1. Kerangka Pemikiran ………
3.2. Hipotesis ………..
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian ……….
4.2. Penentuan Responden ……….
4.3. Pengumpulan Data ………..
4.4. Definisi Oerasional dan Pengukuran Variabel………
4.5. Analisis Data………
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Keadaan Umum daerah Penelitian………
5.1.1. Letak Geografis Kecamatan Tarik……….
5.1.2. Letak Geografis Desa Bajar Wungu………
5.2. Karakteristik Petani Responden………
5.2.1. Jenis Kelamin………..
5.2.2. Usia………
5.2.3. Pendidikan………..
5.2.4. Luas Lahan………..
5.3. Lembaga Keuangan formal (BRI) di Kecamatan Tarik………
5.3.1. Profile BRI………. 26 27 28 29 33 36 37 39 39 40 46 50 50 51 52 52 53 54 55 56 56
5.3.2. Visi dan Misi BRI………. 5.3.3. Produk dan Layanan BRI……… 5.4. Mekanisme Lembaga Keuangan Formal (BRI)
di Kecamatan Tarik ……….. 5.5. Mekanisme Lembaga Keuangan Non Formal
di Kecamatan Tarik………. 5.6. Sharing Sumber Dana pada Usahatani Padi
di Desa Banjar Wungu Kecamata Tarik……….. 5.7. Analisis Sikap Kepercayaan Petani Terhadap Lembaga Keuangan
Formal dan Non Formal di Kecamatan Tarik………..…. 5.7.1. Nilai Evaluation………..……… 5.7.2. Penilaian Kepercayaan Atribut Pada Lembaga
Keuangan Formal ……….. 5.7.3. Penilaian Kepercayaan Atribut Pada Lembaga
Keuangan Non Formal……….. 5.7.4. Analisis Sikap Konsumen………... VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan……….. 6.2. Saran………..…..…. DAFTAR PUSTAKA ... 57 58 59 69 71 75 76 77 79 81 84 85 86
DAFTAR TABEL
Nomor Tek s Halaman 1. Skor Kepercayan terhadap Atribut – Atribut
Lembga Keuangan Formal dan Non Formal ………
2. Evaluasi Terhadap Atribut – Atribut Lembaga Keuangan Formal dan Non Formal ...
3. Jenis Kelamin Responden Petani……….
4. Usia Petani Responden………..
5. Tingkat Pendidikan Petani Responden……….
6. Luas Lahan yang Dimiliki Petani Responden…….………
7. Produk dan Layanan BRI………...
8. Lembaga Keuangan yang ada di Kecamatan Tarik………
9. Sumber Modal Petani di desa Banjar Wungu Kecamatan Tarik………..
10. Skor Evaluasi Tingkat Kepentingan (ei) Atribut Lembaga Keuangan (n=23)………..……
11. Frekuensi Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Atribut Lembaga Keuangan Formal (n=23)………
12. Frekuensi Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Atribut Lembaga Keuangan Non Formal (n=23)……….…
13. Nilai rata – rata Sikap Kepercayaan Petani terhadap Lembaga Keuangan Formal dan Non Formal……….
44 45 52 53 54 55 58 78 75 76 78 80 82
DAFTAR GAMBAR
Nomor Tek s Halaman 1. Alur Kerangka Pemikiran Sikap Kepercayaan Petani dalam
memilih Lembaga Keuangan pada Usahatani Padi ... 2. Multi Stage Random Sampling Kecamatan Tarik, Sidoarjo……… 3. Kantor Cabang Pembantu BRI Kecamatan Tarik………...…... 4. Mekanisme Penyaluran Kredit pada
Lembaga Keuangan Formal (BRI)……….… 35 38 59
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor J udul Halaman 1. Skor Evaluasi Tingkat Kepentingan (ei) Atribut
Lembaga Keuangan... 2. Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Petani Terhadap
Lembaga Keuangan Formal... 3. Skor Tingkat Kepercayaan (bi) Petani Terhadap
Lembaga Keuangan Non Formal... 4. Usaha tani padi... 5. Kuis Sioner... 88 89 90 91 92
Paulina Ratr i Mahar dika : Sikap Keper cayaan Petani Ter hadap Lembaga Keuangan For mal dan Non For mal Pada Usahatani Padi di Kecamatan Tar ik Kabupaten Sidoar jo. Di bawah Bimbingan : Dr . Ir . Sudiyar to, MM sebagai pembimbing utama dan Ir . Mubar okah, MTP sebagai pembimbing pendamping.
Kredit sebagai salah satu syarat pelancar dalam pembangunan pertanian, berfungsi untuk mempercepat laju pertumbuhan di bidang pertanian, karena tanpa adanya kredit pertumbuhan sektor pertanian akan berjalan lambat. Tersedianya kredit yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi usaha rakyat sehingga dapat meningkatkan produksi, pendapatan dan meningkatkan surplus yang dapat digunakan untuk membayar kembali kreditnya dan pemupukan modal.
Akses petani terhadap sumber-sumber modal yang resmi masih sangat terbatas, tetapi lebih mudah mendapatkan modal dari para pelepas uang dengan bunga tinggi. Jika lahan usahatani dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit modal dari perbankan, maka hampir dipastikan sebagian besar petani tidak akan mendapatkan modal yang bersumber dari lembaga keuangan resmi. Oleh karena itu dewasa ini modal menjadi faktor penghambat usahatani di Indonesia.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, dengan desa terpilih yaitu Desa Banjar Wungu. Waktu pengumpulan data di lapangan dilakukan dari Maret hingga Mei 2012. Responden penelitian adalah petani padi yang menggunakan kedua lembaga keuangan formal dan non formal dengan jumlah populasi sebanyak 23 responden.
Penelitian tentang sikap kepercayaan petani terhadap lembaga keuangan formal dan non forlmal bertujuan :
1).Untuk mengetahui mekanisme proses penyaluran kredit pada lembaga keuangan formal dan non formal yang diakses petani dalam usahatani padi tersebut. 2). Untuk menganalisis sharing modal untuk pembiayaan usahatani padi di Kecamatan Tarik. 3). Menganalisis sikap kepercayaan petani dalam memilih lembaga keuangan formal dan non formal pada usahatani padi.
Data yang dipakai dalam penelitian adalah data primer yang didapat dari wawancara langsung dengan responden dan data skunder yang berasal dari Deasa Banjar ungu Kecamatan Tarik.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menjawab tujuan pertama adalah untuk mengetahui mekanisme lembaga keuangan formal dan non formal yang membantu kredit untuk usahatani padi tersebut, menggunakan analisis diskriptif
2. Untuk menjawab tujuan ke dua yaitu Untuk mengetahui proses realisasi dana kredit pada usahatani padi, menggunakan analisis diskriptif.
3. Sedangkan untuk menganalisis tujuan ketiga dengan mengukur sikap kepercayaan konsumen dapat dilakukan dengan model multiatribut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian
b. Mekanisme kredit lembaga keuangan non formal tidak terlalu rumit, Pinjaman diberikan tanpa agunan dan dengan prosedur sederhana. Realisasi dilakukan dengan cepat, dekat, tepat waktu dan jumlah sesuai kebutuhan, walaupun harus membayar dengan bunga yang lebih tinggi.
2. Sharing dana untuk usahatani dalam memenuhi pembiayaan usahatani lebih besar (80 %) petani di desa Banjar Wungu ini menggunakan modal sendiri dan yang berasal dari modal pinjaman hanya sebesar (20%).
3. Sikap kepercayaan petani kepada lembaga keuangan non formal lebih tinggi, dibandingkan dengan lembaga keuangan non formal. Menurut kebanyakan petani menganggap lembaga keuangan non formal di pandang lebih fleksibel dan tanpa jaminan yang memberatkan petani. Pada lembaga keuangan non formal atribut yang mmperoleh skor tertinggi yang di pilih oleh petani adalah kemudahan syarat (2,12) dan yang terendah adalah jaminan keamanan (0,57) dan citra lembaga keuangan (0,57).
1.1. Latar Belakang
Ciri khas dari kehidupan petani adalah perbedaan pola penerimaan, pendapatan, dan pengeluarannya. Hasil produksi hanya diterima petani setiap musim sedangkan pengeluaran harus diadakan setiap hari, setiap minggu atau kadang-kadang dalam waktu yang sangat mendesak seperti kematian, pesta perkawinan dan selamatan lain. Petani kaya dapat menyimpan hasil panen untuk kemudian dijual sedikit demi sedikit pada waktu diperlukan sedangkan petani gurem (tidak berlahan dan penguasaan lahan sempit) masih kesulitan untuk menyimpan hasilnya.
(Sutopo, L. 2002)
Sekitar 70% petani padi Indonesia terutama petani-petani gurem diklasifikasikan sebagai masayarakat miskin berpendapatan rendah. Keberadaan kredit benar-benar dibutuhkan oleh petani untuk tujuan produksi, pengeluaran hidup sehari-hari sebelum hasil panen terjual dan untuk pertemuan sosial lainnya. Dikarenakan penguasaan lahan tergolong sempit, upah yang mahal dan kesempatan kerja terbatas di luar musim tanam, sebagian besar petani tidak dapat memenuhi biaya hidupnya dari satu musim ke musim lainnya tanpa pinjaman. Kredit sudah menjadi bagian hidup dan ekonomi usahatani, bila kredit tidak tersedia tingkat produksi dan pendapatan usahatani akan turun drastis.
permodalan dengan berbagai skim kreditnya ditawarkan ke petani, tetapi pada kenytaannya hanya dapat diakses oleh kelompok masyarakat tertentu sedangkan petani kecil masih tetap kesulitan.
Selama ini program kredit usahatani, khususnya padi dan palawija, telah mengalami beberapa kali perubahan kebijakan. Setelah terjadinya tunggakan yang tinggi pada kredit Bimas/Inmas (tahun 1970-an – awal 1980-an) dan KUT (1985 – 1997/1998), pemerintah mengeluarkan kredit baru pengganti KUT, yaitu Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dengan mengembalikan fungsi bank menjadi executing
agent. Program ini berlaku efektif sejak MT 2000/2001 dan pelaksanaannya dimulai
pada periode Oktober 2000 sampai Maret 2001.
Sebesar 90 % biaya usaha pertanian ternyata ditanggung oleh para petani. Sisanya, sebesar 7 % dibiayai rentenir dan hanya 1 hingga 2 % yang dibiayai oleh perbankan. Data inilah yang diungkapkan oleh pihak Kementerian Pertanian. Keterlibatan bank dalam pembiayaan usahatani hanya satu hingga dua persen. Peran petani sangat besar dalam membiayai usahatani yang dijalankan, persyaratan perbankan yang mewajibkan aspek "bankable" maupun "feasible" masih sulit bisa dipenuhi petani. Hal ini pula yang membuat program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) lamban realisasinya ke petani (Direktur Pembiayaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Mulyadi Hendiawan di Jakarta, 2010).
1.2. Rumusan Masalah
Para petani memiliki jasa yang begitu besar, dimana dalam keseharian kehidupan para petani telah menyuplai pangan dan berdampak pada bergeraknya roda
perekonomian. Di Indonesia proses marjinalisasi telah menggerogoti kehidupan petani. Sebagian besar petani kita hidup di bawah garis kemiskinan dan belum sepenuhnya sejahtera. Jumlah penghasilan para petani kita saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan keluarganya. Dan pada akhirnya kantong-kantong kemiskinan tersebar di sentra-sentra pertanian dan pedesaan. Belum lagi persoalan modal bagi petani di Indonesia sampai saat ini masih menjadi masalah klasik yang sepertinya tak kunjung selesai.
Meski berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk memberikan bantuan modal, namun upaya itu tidak sepenuhnya dapat mengatasi kesulitan modal bagi petani. Di sektor perbankan juga tidak memberikan kontribusi yang begitu berarti kepada para petani kita. Hal ini ditunjukkan dengan rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengajuan kredit, tingginya suku bunga, informasi yang masih sukar dijangkau, panjangnya birokrasi, kurangnya penyuluhan dari pemerintah serta persyaratan agunan yang dinilai memberatkan petani. Sehingga hal ini berdampak pada lemahnya posisi tawar para petani dan pembangunan dibidang pertanian semakin sulit untuk diwujudkan.
Input usahatani pada umumnya berupa lahan, tenaga kerja dan modal. Secara umum pula rata-rata pemilikan lahan usahatani relatif rendah. Sebagian petani tidak mempunyai lahan sehingga harus menjadi penyewa atau melakukan bagi hasil maupun menjadi buruh tani. Tenaga kerja merupakan andalan untuk menggarap lahan dengan skala yang relatif kecil. Walaupun demikian pada taraf tertentu petani juga harus menggunakan tenaga kerja dari luar keluarga. Bagi petani modal identik dengan
pembiayaan yang sangat sulit untuk ditanggulangi, khususnya dalam mengembangkan usahatani di pedesaan.
Akses petani terhadap sumber-sumber modal yang resmi masih sangat terbatas, tetapi lebih mudah mendapatkan modal dari para pelepas uang dengan bunga tinggi. Jika lahan usahatani dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit modal dari perbankan, maka hampir dipastikan sebagian besar petani tidak akan mendapatkan modal yang bersumber dari lembaga keuangan resmi. Oleh karena itu dewasa ini modal menjadi faktor penghambat usahatani di Indonesia.
Berdasarkan uraian diatas, maka masalah yang dapat diangkat dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana mekanisme proses penyaluran kredit pada lembaga keuangan yang
membantu kredit untuk usahatani padi tersebut ?
2. Bagaimana sharing modal untuk pembiayaan usahatani padi tersebut?
3. Bagaimana sikap kepercayaan petani terhadap lembaga keuangan formal dan
non formal yang ada di Kecamatan Tarik, Sidoarjo ?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk :
1. Untuk mengetahui mekanisme proses penyaluran kredit pada lembaga
keuangan formal dan non formal yang diakses petani dalam usahatani padi tersebut.
2. Untuk menganalisis sharing modal untuk pembiayaan usahatani padi di Kecamatan Tarik.
3. Menganalisis sikap kepercayaan petani dalam memilih lembaga keuangan
formal dan non formal pada usahatani padi.
1.3.2. Mafaat Penelitian
Dengan diketahuinya hasil penelitian ini, maka diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Penulis, Penelitian ini merupakan pengaplikasian ilmu yang diperoleh
selama masa perkuliahan, dan untuk melatih diri dalam menganalisis suatu permasalahan yang ada secara ilmiah.
2. Bagi Akademik, Kiranya karya ilmiah ini dapat bermanfaat sebagai pelengkap
literatur, sehingga bisa menjadi referensi bagi penulis skripsi lainnya.
3. Sebagai refrensi unuk menambah kekayaan ilmu pengetahuan di bidang
pertanin.
4. Sebagai informasi untuk para penentu kebijakan sektor pertanian dalam