• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP BERKARYA

2.2 Seni Gambar

2.2.3 Unsur Gambar

Dalam berkarya seni gambar, ada beberapa pokok yang penting untuk diperhatikan guna menghasilkan karya yang menarik. Bentuk atau rupa merupakan medium ungkap yang penting dalam dunia kesenirupaan. Unsur-unsur rupamerupakan aspek-aspek bentuk yang terlihat, konkret, yang dalam kenyataannya jalin-menjalin dan tidak

mudah diceraikan satu dengan yang lainnya. Penampilan keseluruhannya menentukan perwujudan dan makna bentuk itu. Unsur-unsur rupa ialah garis (line), raut atau bangun (shape), warna (colour), gelap terang atau nada (light-dark, tone), tekstur atau barik (texture), dan ruang (space), Sunaryo (2002:6). Unsur- unsur itulah yang digunakan penulis dalam berkarya seni gambar untuk memvisualisasikan ide atau gagasan. Berikut adalah unsur-unsur rupa yang dikembangkan dalam berkarya seni gambar antara lain:

2.2.3.1 Garis

Garis dalam karya gambar merupakan unsur visual yang memiliki peranan paling penting. Jenis dan arah yang digunakan diatur dan disesuaikan dalam membentuk unsur visual. Selain memiliki sebagai goresan nyata, garis juga dapat berupa garis semu yang membantu membentuk keindahan karya seni.

Berkaitan dengan hal ini, Sunaryo (2002:7) menjelaskan beberapa pengertian tentang garis. Pertama,garis merupakan tanda yang memanjang dan membekas pada suatu permukaan. Kedua,garis merupakan suatu bidang atau permukaan, bentuk dan warna.

Berdasarkan sifatnya garis dapat dibedakan menjadi 5. Pertama, garis lurus yaitu garis yang mempunyai sifat tegas dan kokoh. Kedua, garis lengkung yaitu garis yang mempunyai sifat halus dan lembut. Ketiga gariszig – zag yaitu garis yag mempunyai sifat tajam dan

21

runcing. Keempat garis datar yaitu garis yang mempunyai sifat mantap. Kelima garis silang yaitu garis yang mempunyai sifat limbung dan goyah.

Bentuk garis yang penulis tampilkan dalam karya lebih didominasi dengan garis lengkung. Dalam karya bentuk subjek dibentuk dari garis-garis lengkung. Garis lengkung menciptakan kesan lembut, luwes, dan dinamis. Dengan demikian gambar yang dihasilkan bisa bersifat realistik.

2.2.3.2Raut atau Bangun

Raut merupakan bidang yang dapat menjadi sesuatu bentuk. Unsur rupa raut adalah pengenalan bentuk yang utama. Sebuah bentuk dapat dikenal dari rautnya, baik bangunan yang pipih datar, yang menggumpal padat atau berongga bervolume, lonjong, bulat, persegi, dan sebagainya. Raut dapat ditampilkan dengan kontur. Dari segi perwujudannya, raut dapat dibedakan menjadi raut geometris, raut organis, raut bersudut banyak, dan raut tak beraturan (Sunaryo, 2002:9). Dalam karya gambar ini, penulis menghadirkan raut pada setiap bagian subyek gambar, seperti pada subyek gambar mausia dan gambar barang-barang dagangan serta benda-benda pendukung lainnya yang terdapat pada karya. Adanya raut dalam karya memberikan kejelasan bentuk visual sesuai dengan tema yang diciptakan penulis.

2.2.3.3 Gelap Terang

Unsur rupa gelap terang juga disebut nada. Ada pula yang menyebut unsur rupa cahaya. Setiap bentuk baru dapat terlihat jika terdapat cahaya. Cahaya yang berasal dari matahari selalu berubah-ubah derajat intensitasnya, maupun sudut jatuhnya. Cahaya menghasilkan bayangan dengan keanekaragaman kepekatannya, serta menerpa pada bagian benda-benda sehingga tampak terang. Ungkapan gelap-terang sebagai hubungan pencahayaan dan bayangan dinyatakan dengan gradasi mulai dari yang paling putih untuk menyatakan yang sangat terang, sampai kepada yang paling hitam untuk bagian yang sangat gelap (Sunaryo, 2002:19).

Berkaitan dengan karya dua dimensional menurut Bahari (2008:103) citra cahaya karya-karya dua dimensional, ilusi terang yang diakibatkan oleh pembubuhan warna terang pada bagian tertentu dari subjek gambar atau lukisan yang membedakannya dari warna gelap pada bagian lain secara bergradasi.

Perwujudannya dapat dilihat pada karya gambar, penulis memanfaatkan unsur gelap terang dalam karya untuk memberikan kesan tiga dimensional. Menyatakan ruang pada subjek, sehingga jelas terlihat bagian yang berada di depan dan belakang.

Penulis memberikan efek gelap terang dengan cara menggelapkan arsiran pada bagian yang tertutup bayangan dan bagian-bagian yang dirasa perlu untuk digelapkan. Hal ini menjadikan gambar terlihat lebih realistik dan mempunyai dimensi ruang.

23

2.2.3.4 Tekstur

Tekstur adalah kualitas permukaan atau sifat permukaan suatu benda. Tekstur memiliki sifat raba dan liat. Tekstur raba ini bersifat nyata disebut tekstur nyata, artinya diraba nampak kasar dan dilihat pun nampak kasar. Sedangkan tekstur lihat bersifat semu disebut tekstur semu, artinya dilihat nampak kasar namun diraba halus.

Dalam karya proyek studi ini tekstur yang digunakan adalah tekstur nyata. Tekstur nyata ini sendiri pada dasarnya tercipta dari adanya tekstur kertas yang berpola kotak-kotak atau garis yang saling memotong tegak lurus. Selain itu arsiran yang diciptakan penulis juga tidak sepenuhnya arsiran yag halus, ada beberapa bagian yang sengaja digarap dengan teknik arsir yang kasar sehingga teksturnya terlihat lebih jelas. Tekstur tekstur tersebut dibuat agar memberikan kesan dinamis dan terlihat tidak menjemukan.

2.2.3.5 Ruang

Unsur rupa ruang lebih mudah dapat dirasakan dari pada dilihat. Dalam karya dwimarta atau bentuk dua dimensi, ruang bersifat maya, karena itu disebut ruang maya. Ruang maya dapat bersifat pipih, datar, dan rata, atau seolah jeluk, berkesan trimatra, terdapat kesan jauh dan dekat, yang lazim disebut kedalaman (depth). Kedalaman merupakan ruang ilusif, bukan ruang nyata, sebagaimana ruang yang kita rasakan dalam

cermin. Ruang nyata dapat ditempati benda dan bersifat trimatra (Sunaryo, 2002:21).

Dalam kaitannya dengan berkarya, penulis akan memunculkan ruang dengan cara memberi arsiran-arsiran yang pekat atau cerah. Arsiran-arsiran yang pekat diciptakan untuk memberikan bagian subjek yang gelap. Semakin pekat arsiran maka semakin gelap subyek gambar dan sebaliknya semakin cerah arsiran maka semakin terang subyak gambar, sehingga ruang antara bagian depan dan belakang nampak jelas.

Dokumen terkait