• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unsur Klausa Berdasarkan Peran Semantis

BAB II KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teoritik

3) Unsur Klausa Berdasarkan Peran Semantis

Klausa tersusun dari konstituen-konstituen. Konstituen yang memiliki peran sentral disebut konstituen pusat (predikat), sedangkan konstituen yang kehadirannya ditentukan oleh predikat dinamakan argumen (konstituen pendamping). Argumen, berupa nomina atau frasa nominal yang bersama-sama dengan predikat membentuk proposisi. Argumen, secara maknawi, merupakan pengisi fungsi dari segi makna. Setiap argumen memiliki peran semantis yang berbeda. Berdasarkan sifat kehadirannya, argumen dibedakan menjadi dua, yaitu argumen inti dan argumen bukan inti.

Wedhawati, dkk dalam buku Tata Bahasa Jawa Mutakhir menguraikan jenis peran argumen inti berdasarkan jenis kategori predikat sebagai berikut.

a) Peran Argumen pada Predikat Verbal

Berdasarkan sifat pertaliannya dengan makna yang dinyatakan oleh predikat verbal, argumen pada klausa (klausa berpotensi untuk menjadi kalimat tungggal) dapat menyatakan peran sebagai berikut:

a) Peran Pelaku

Peran pelaku atau agentif adalah peran yang disandang oleh maujud bernyawa yang melakukan tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal. Peran pelaku berupa nomina atau pronomina. Peran pelaku hadir pada klausa atau kalimat tunggal berpredikat verba aksi atau verba aksi proses. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pelaku.

Ibu nyapu S P

‘Ibu menyapu’

Kata Ibu ‘ibu’ merupakan pengisi fungtor S. Fungtor S tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pelaku, karena subjek tersebut merupakan maujud bernyawa yang melakukan tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal yaitu nyapu ‘menyapu’.

2. Peran pengalam

Peran pengalam adalah peran yang disandang oleh maujud bernyawa yang mengalami peristiwa atau keadaan yang berkaitan dengan kejiwaan yang dinyatakan oleh predikat verbal. Peran pengalam merupakan argumen pengisi fungsi subjek dalam klausa atau kalimat tunggal yang predikatnya verba keadaan.

Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pengalam.

adhiku nglindur S P

‘adik saya mengigau’

Kata adhiku ‘adik saya’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pengalam, karena subjek tersebut merupakan maujud bernyawa yang mengalami peristiwa atau keadaan

yang berkaitan dengan kejiwaan yang dinyatakan oleh predikat verba aksi yaitu nglindur ‘mengigau’.

3. Peran faktor

Peran faktor adalah peran yang disandang oleh maujud tak bernyawa yang memungkinkan terjadinya suatu proses atau peristiwa dengan tidak disengaja.

Peran faktor merupakan pengisi subjek pada klausa atau kalimat berpredikat verba aksi atau verba aksi-proses. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran faktor. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran faktor.

rupane medeni bocah S P Pl

‘wajahnya menakutkan anak kecil’

Subjek pada klausa rupane medeni bocah ‘wajahnya menakutkan anak kecil’ adalah kata rupane ‘wajahnya’. Fungtor subjek merupakan argumen yang menyandang peran faktor, karena berupa maujud tak bernyawa yang memungkinkan terjadinya suatu proses atau peristiwa dengan tidak disengaja.

4. Peran penderita

Peran penderita adalah peran yang disandang maujud bernyawa atau tak bernyawa yang dikenai oleh tindakan yang dinyatakan oleh verba aksi atau verba pasif, maujud yang berada pada keadaan yang dinyatakan oleh verba keadaan, atau maujud yang mengalami perubahan keadaan yang dinyatakan oleh verba proses. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran penderita. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran penderita.

gelase pecah S P ‘gelasnya pecah’

Subjek pada klausa gelase pecah ‘gelasnya pecah’ adalah satuan lingual gelase ‘gelasnya’. Fungtor subjek merupakan argumen yang menyandang peran penderita, karena merupakan maujud tak bernyawa yang berada pada keadaan yang dinyatakan oleh verba keadaan.

5. Peran penyerta

Peran penyerta adalah peran yang disandang oleh maujud selaku pemeran serta (partisipan) demi terlaksananya tindakan yang disebutkan oleh predikat verbal. Peran penyerta berupa maujud bernyawa atau pronominanya. Peran ini terdapat pada klausa atau kalimat berpredikat verbal resiprokal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor objek menyandang peran penyerta.

aku wis ketemu dheweke S P O ‘saya sudah bertemu dia’

Konstituen dheweke ‘dia’ merupakan argumen yang menyandang peran penyerta, karena merupakan maujud bernyawa selaku pemeran serta (partisipan) demi terlaksananya tindakan yang disebutkan oleh predikat verbal yaitu wis ketemu ‘sudah bertemu’.

6. Peran pelaku-penderita

Peran pelaku-penderita adalah peran yang disandang oleh maujud yang menjadi pelakau sekaligus penderita dari tindakan yang dnyatakan oleh predikat verbal. Peran pelaku-penderita terdapat pada klausa atau kalimat berpredikat

verba refleksif. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pelaku-penderita.

bapak nembe siram S P

‘bapak sedang mandi’

Kata bapak ‘bapak’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pelaku-penderita, karena subjek tersebut merupakan maujud yang menjadi pelakau sekaligus penderita dari tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal yaitu nembe siram ‘sedang mandi’.

7. Peran pelaku-penyerta

Peran pelaku-penyerta adalah peran yanag disandang oleh maujud yang menjadi pelaku sekaligus penyerta dari tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal. Peran pelaku-penyerta terdapat pada klausa atau kalimat berpredikat verba resiprokal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pelaku-penyerta.

wong loro mau kerep ketemu ing pasar S P Ket ‘dua orang itu sering bertemu di pasar’

Frase wong loro mau ‘dua orang tadi’ merupakan pengisi fungtor subjek.

Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pelaku-penyerta, karena subjek tersebut merupakan maujud yang menjadi pelaku

sekaligus penyerta dari tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal yaitu kerep ketemu ‘sering bertemu’.

 

8. Peran hasil

Peran hasil adalah peran yang disandang oleh maujud yang diperoleh sehubungan dengan dilakukannya tindakan yang mengacu pada proses yang menghasilkan sesuatu. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor pelengkapnya menyandang peran hasil.

para kadang tani panen jagung S P Pl

‘para petani panen jagung’

Konstituen jagung ‘jagung’ merupakan konstituen yang menyandang peran hasil, karena merupakan maujud tak bernyawa yang diperoleh sehubungan dengan dilakukannya tindakan yang mengacu pada proses yang menghasilkan sesuatu.

9. Peran peruntung

Peran peruntung adalah peran yang disandang oleh maujud bernyawa yang beruntung atau yang memperoleh manfaat dari tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran peruntung.

wong kuwi duwe omah ning Surabaya S P Ket

‘orang itu mempunyai rumah di Surabaya’

Frase wong kuwi ‘orang itu’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek pada klausa tersebut menyandang peran peruntung, karena berupa maujud bernyawa yang beruntung atau yang memperoleh manfaat dari tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal.

10. Peran tujuan

Peran tujuan adalah peran yang disandang oleh maujud sebagai hal yang dituju oleh tindakan yang disebut pada predikat verbal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor pelengkapnya menyandang peran tujuan.

dheweke nekani rapat S P Pl

‘dia mendatangi rapat’

Satuan lingual rapat ‘rapat’ merupakan satuan lingual yang menyandang peran tujuan, karena merupakan maujud sebagia hal yang dituju oleh tindakan yang disebut pada predikat verbal yaitu nekani ‘mendatangi’.

11. Peran tempat

Peran tempat adalah peran yang disandang oleh maujud yang menjadi tempat berlangsungnya peristiwa/tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal.

Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor keterangannya menyandang peran tempat.

Ani isih manggon neng omahe bulike S P Ket

‘Ani masih tinggal di rumah bibinya’

Fungtor keterangan diisi oleh satuan lingual neng omahe bulike ‘di rumah bibinya’. Fungtor keterangan merupakan argumen yang menyandang peran tempat, karena keterangan tersebut adalah maujud yang menjadi tempat berlangsungnya peristiwa/tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal yaitu ihis manggon ‘masih tinggal’.

12. Peran alat

Peran alat adalah peran yang disandang oleh maujud tak bernyawa yang berfungsi sebagai sarana demi terlaksananya peristiwa/tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran alat.

keris kuwi banjur kasudukake ing dhadhane Mpu Purwo S P Ket

‘keris itu lalu ditusukkan ke dada Mpu Purwo’

Fungtor S diisi oleh satuan lingual keris kuwi ‘keris itu’. Fungtor subjek merupakan argumen yang menyandang peran alat, karena subjek tersebut adalah maujud tak bernyawa yang berfungsi sebagai srana demi terlaksananya peristiwa atau tindakan yang dinyatakan oleh predikat verbal yaitu banjur kasudukake ‘lalu ditusukkan’.

13. Peran asal

Peran asal adalah peran yang disandang maujud yang menjadi asal atau sumber terjadinya tindakan/peristiwa atau menjadi bahan terjadinya sesuatu.

Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor keterangannya menyandang peran asal.

gelang kuwi digawe saka emas S P Ket

‘gelang itu dibuat dari emas’

Frase saka emas ‘dari emas’ merupakan pengisi fungtor keterangan.

Fungtor keterangan tersebut merupakan argumen yang menyandang peran asal, karena keterangan tersebut adalah maujud yang menjadi asal atau sumber bahan terjadinya gelang ‘gelang.

b) Peran Argumen pada Predikat Nonverbal

Yang tergolong predikat nonverbal ialah nomina atau frasa nominal, adjektiva atau frasa adjektival, numeralia atau frasa numeralia, dan frasa preposisional. Pada predikat nonverbal argumen dapat memiliki peran sebagai berikut.

1. Peran tokoh

Peran tokoh adalah peran yang disandang oleh maujud bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat nominal, adjektival, atau numeralia. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran tokoh.

Edi Dharma iku dhokter S P

‘Edi Dharma itu dokter’

Konstituen Edi Dharma ‘Edi Dharma’ merupakan pengisi fungtor subjek.

Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran tokoh, karena merupakan maujud bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat nominal dhokter ‘dokter’.

bocah kuwi pinter S P

‘anak itu pandai’

Frase bocah kuwi ‘anak itu’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran tokoh, karena merupakan maujud bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat adjektival pinter ‘pintar’.

Pak Wahyu anake loro S P

‘Pak Wahyu anaknya dua’

Satuan lingual Pak Wahyu ‘Pak Wahyu’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran tokoh, karena merupakan maujud bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat numeralia anake loro ‘anaknya dua’.

2. Peran pokok

Peran pokok adalah peran yang disandang oleh maujud tak bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat nominal, numeralia, adjektival, atau frasa preposisional. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pokok.

bakpia Pathok panganan khas Ngayogyakarta S P

‘bakpia Pathok makanan khas Yogyakarta’

Satuan lingual bakpia Pathok ‘bakpia pathok’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pokok, karena merupakan maujud tak bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat nominal panganan khas Nayogyakarta ‘makanan khas Yogyakarta’.

paket iki abote 5 kg S P

‘berat paket ini 5 kg’

Frase paket iki ‘paket ini’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pokok, karena

merupakan maujud tak bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat numeralia 5 kg ‘5 kg’.

pawakane gedhe dhuwur S P

‘perawakannya tinggi besar’

Satuan lingual pawakane ‘Perawakannya’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pokok, karena merupakan maujud tak bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat adjketival gedhe dhuwur ‘tinggi besar’.

kalung iki saka ibu S P

‘Kalung ini dari ibu’

Konstituen kalung iki ‘kalung ini’ merupakan pengisi fungtor subjek.

Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pokok, karena merupakan maujud tak bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat yang berupa frase preposisional saka ibu ‘dari ibu’.

3. Peran pelaku

Peran pelaku juga terdapat pada kalimat berpredikat frasa preposisional (Wedhawati, 2006:525). Predikat itu berfungsi menggantikan predikat inti yang berupa verba yang dilesapkan. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran pelaku.

dheweke saka kantor S P

‘dia dari kantor’

Satuan lingual dheweke ‘dia’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran pelaku, karena

merupakan maujud bernyawa yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat frase preposisional saka kantor ‘dari kantor’.

4. Peran tempat

Peran tempat adalah peran yang disandang oleh maujud yang menyatakan tempat yang dinyatakan oleh predikat nominal. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran tempat.

kulon omahe Saroh pekiwan S P

‘Sebelah barat rumah Saroh kamar mandi’

Frase kulon omahe Saroh ‘sebelah barat rumah Saroh’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran tempat, karena merupakan maujud yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat nominal pekiwan‘kamar mandi’.

5. Peran peruntung

Peran peruntung adalah peran yang disandang oleh maujud yang memperoleh manfaat yang dinyatakan oleh predikat preposisional. Berikut ini adalah contoh klausa yang fungtor subjeknya menyandang peran peruntung.

ilmune Mbah Gito saka Sunan Bonang S P

‘Ilmunya Mbah Gito dari Sunan Bonang’

Satuan lingual Ilmune Mbah Gito ‘ilmunya kakek Gito’ merupakan pengisi fungtor subjek. Fungtor subjek tersebut merupakan argumen yang menyandang peran peruntung, karena merupakan maujud yang memerankan apa yang dinyatakan oleh predikat preposisional saka Sunan Bonang ‘dari Sunan Bonang’.

Dokumen terkait