BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Analisis Data
2. Unsur Paragraf yang digunakan siswa Kelas
Penelitian berjudul “Pola pengembangan dan Struktur Paragraf pada Karangan Deskripsi Siswa Kelas IV SD Negeri Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo Tahun Ajaran 2011/2012, peneliti juga meneliti struktur paragraf yang digunakan siswa dalam mengarang deskripsi. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan tiga bentuk unsur paragraf. Ketiga bentuk unsur paragraf itu adalah (1) paragraf dengan dua unsur (kalimat utama dan kalimat penjelas), (2) paragraf dengan tiga unsur (kalimat utama, kalimat penjelas, dan transisi), (3) paragraf dengan tiga unsur paragraf (kalimat utama, kalimat penjelas, dan kalimat penegas).
C.Pembahasan
Pada bagian ini akan dipaparkan mengenai hasil pembahasan pola pengembangan dan struktur paragraf. Hasil pembahasan pola pengembangan dan struktur paragraf sebagai berikut.
1. Pola Pengembangan Paragraf.
Pada penelitian ini ditemukan sepuluh pola pengembangan paragraf. Kesepuluh pola itu adalah Pola Pengembangan Deduktif, Pola Pengembangan Induktif, Pola Pengembangan Deduktif-Induktif, Pola Pengembangan Ineratif, Pola Pengembangan Perbandingan, Pola Pengembangan Pertanyaan, Pola Pengembangan Sebab Akibat, Pola Pengembangan Contoh, Pola Pengembangan Pengulangan, dan Pola Pengembangan Definisi.
a) Pola Pengembangan Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan pernyataan kalimat topik berupa kesimpulan, kemudian disusul dengan sejumlah rincian yang menjelaskan/mendukung kesimpulan tersebut. Berdasarkan data yang di peroleh, peneliti menemukan paragraf yang menggunakan pola pengembangan deduktif pada karangan deskripsi. Berikut contoh paragraf yang menggunakan pola pengembangan deduktif.
(1) 1)Pak Prabowo adalah seorang dokter di rumah sakit Wates. 2)Pak Prabowo
berusia 50 (lima puluh tahun). 3) Ia memakai baju putih lengan pendek. 4) Pak Prabowo salah satu dokter senior di rumah sakit Wates. 5) Pak Prabowo adalah dokter yang baik hati, ia suka menolong orang yang sakit. 6) Dan Pak Prabowo bekerja setiap hari senin sampai jumat.(05,3,{PPD}).
Kalimat (1) Pak Prabowo adalah seorang dokter di rumah sakit Wates. Kalimat itu menginformasikan di rumah sakit Wates ada dokter yang bernama pak
prabowo. Kalimat (2) Pak Prabowo berusia 50 (Lima puluh tahun). Kalimat kedua
menginformasikan bahwa Pak Prabowo telah berumur 50 tahun. Kalimat (3) Ia
memakai baju putih lengan pendek. Kalimat ketiga menginformasikan Pak Prabowo
hari ini memakai baju putih lengan pendek. Kalimat (4) Pak Prabowo salah satu
dokter senior di rumah sakit wates. Kalimat empat menginformasikan bahwa Pak
Prabowo adalah dokter senior. Kalimat (5) Pak Prabowo adalah dokter yang baik
hati, ia suka menolong orang yang sakit. Kalimat kelima menginformasikan bahwa
Pak Prabowo baik hati dan suka menolong. Kalimat (6) Dan Pak Prabowo bekerja
setiap hari senin sampai jumat. Kalimat keenam menginformasikan Pak Prabowo
bekerja setiap hari senin sampai jumat.
Berdasarkan paparan di atas dapat di simpulkan bahwa kalimat utama terdapat pada kalimat (1) yang menginformasikan bahwa di Rumah Sakit Wates ada seorang dokter bernama Pak Prabowo. Kalimat (2—6) merupakan kalimat penjelas atau pengembangan dari kalimat (1). Selain contoh di atas, pola pengembangan deduktif yang lain dapat dilihat pada lampiran 3.
b) Pola Pengembangan Induktif
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan sejumlah kalimat penjelas yang kemudian disimpulkan pada akhir paragraf. Berdasarkan data yang
diperoleh, peneliti menemukan paragraf deskripsi menggunakan pola pengembangan induktif. Berikut contoh paragraf dengan pola pengembangan induktif.
(2) 1)Kereta api penumpangnya juga banyak. 2) Kereta api itu warnanya orange.
3) Kereta api itu jendelanya juga sangat banyak, relnya juga sangat panjang sampai relnya melingkar. 4)Kereta api itu mengantarkan penumpang antar kota. 5)Sungguh menyenangkan naik kereta api itu. (04,1{PPI}).
Kalimat (1) kereta api penumpangnya juga banyak. Kalimat pertama
menginformasikan penumpang di kereta api banyak. Kalimat (2) Kereta api itu
warnanya orange. Kalimat kedua menginformasikan warna kereta api orange.
Kalimat (3) Kereta api itu jendelanya juga sangat banyak, relnya juga sangat
panjang sampai relnya melingkar. Kalimat ketiga menginformasikan kereta api itu
mempunyai candela banyak dan rel yang panjang sampai melingkar. Kalimat
(4) Kereta api itu mengantarkan penumpang antar kota. Kalimat keempat
menginformasikan kereta api sering mengantarkan penumpang antar kota. Kalimat
(5) Sungguh menyenangkan naik kereta api. Kalimat kelima menginformasikan
bahwa naik kereta api sangat menyenangkan.
Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (1—4) merupakan kalimat penjelas. Kalimat (1—4) menjelaskan ciri-ciri dari kereta api dan kegunaannya. Kalimat (5) merupakan kalimat utama berupa kesimpulan dari kalimat sebelumnya. Kalimat kelima menginformasikan naik kereta api sangat menyenangkan. Selain contoh di atas, pola pengembangan induktif yang lain dapat dilihat pada lampiran 3.
C. Pola Pengembangan Deduktif-Induktif
Paragraf Deduktif-Induktif adalah paragraf yang meletakkan kalimat topiknya di awal paragraf dan diulangi pada akhir paragraf. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan deduktif-induktif. Contoh paragraf dengan pola pengembangan deduktif-induktif sebagai berikut.
(3) 1)Di kebun ada sebuah pohon yang besar. 2) Buahnya berduri dan tajam.
3) Bau buah ini sangat menyengat di hidung. 4) Buah itu namanya buah durian. 5) Buah durian itu rasanya enak dan lezat sekali. 6) Buah durian itu berwarna kuning.(11,2,{PPCam}).
Kalimat (1) Di kebun ada sebuah pohon besar. Kalimat pertama
menginformasikan bahwa sebuah pohon besar tumbuh di kebun. Kalimat
(2) Buahnya berduri dan tajam. Kalimat kedua menginformasikan bahwa ciri buah
itu berduri dan tajam. Kalimat (3) Bau buah ini sangat menyengat di hidung. Kalimat
ketiga menginformasikan bahwa bau buah itu sangat terasa di hidung. Kalimat
(4) buah itu namanya buah durian. Kalimat keempat menginformasikan buah itu
bernama durian. Kalimat (5) Buah durian itu rasanya enak dan lezat sekali. Kalimat
kelima menginformasikan buah durian rasanya enak dan lezat. Kalimat (6) Buah
durian itu berwarna kuning. Kalimat keenam menginformasikan bahwa durian
warnanya kuning.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa paragraf ini memiliki dua kalimat utama yaitu kalimat (1) dan (4). Seperti yang dipaparkan dalam bab II bahwa kalimat utama dapat berada di awal kalimat, di tengah kalimat, dan di akhir kalimat.
Kalimat (2, 5, 6) merupakan kalimat penjelas dari kalimat utama. Peneliti juga menemukan pola pengembangan deduktif-induktif lain yang dilihat pada lampiran 3.
c) Pola Pengembangan Ineratif
Paragraf ineratif adalah paragraf yang menempatkan gagasan utama paragraf itu di tengah-tengah paragraf. Dari pengertian di atas, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan ineratif dari data yang diperoleh. Contoh paragraf dengan pola pengembangan ineratif sebagai berikut.
(4) 1) Buah durian bisa di jual dimana-mana. 2) Di dalamnya berwarna putih,
buahnya aneh. 3) Walau harganya mahal, orang tetap suka durian. 4) Isinya bisa ditanam di kebun. 5) Durinya tajam-tajam dan panjang (14,2,{PPIn}).
Kalimat (1) Buah durian bisa di jual dimana-mana. Kalimat pertama
menginformasikan bahwa buah durian mudah ditemukan karena dijual dimana-mana.
Kalimat (2) di dalamnya berwarna putih, buahnya aneh. Kalimat kedua
menginformasikan daging durian berwarna putih. Kalimat (3) walau harganya
mahal, orang tetapa sukadurian. Kalimat tiga menginformasikan bahwa buah durian
ini diminati banyak orang walaupun mahal harganya. Kalimat (4) Isinya bisa ditanam
di kebun. Kalimat keempat menginformasikan bahwa isi durian dapat ditanam
kembali. Kalimat (5) durinya tajam-tajam dan panjang. Kalimat kelima
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa paragraf di atas termasuk jenis paragraf ineratif karena kalimat utamanya terletak di tengah paragraf. Kalimat utama terdapat pada kalimat (3). Kalimat pertama merupakan pengantar untuk menuju puncak atau kalimat utamanya, sedangkan kalimat yang terletak setelah kalimat utama merupakan kalimat penjelas.
d) Pola Pengembangan Perbandingan
Paragraf perbandingan adalah paragraf yang kalimat topik berisi perbandingan dua hal, misalnya yang bersifat abstrak dengan yang bersifat konkret. Dari pengertian di atas, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan perbandingan dari data yang diperoleh. Contoh paragraf dengan pola pengembangan perbandingan sebagai berikut.
(5) 1) Buah durian itu unik. 2) Durian itu kulitnya tebal tetapi buahnya sedikit.
3) Rasanya enak, warnanya kuning tetapi harganya mahal. 4) Isi durian itu ada dua sampai empat lapis. 5) Pohonnya besar tetapi daunnya kecil. 6) Pohon durian itu tumbuh di kebun. (13,2,{PPP}).
Kalimat (1) Buah durian itu unik. Kalimat pertama menginformasikan bahwa
durian adalah buah yang unik. Kalimat (2) Durian itu kulitnya tebal tetapi buahnya
sedikit. Kalimat kedua menginformasikan bahwa kulit durian itu tebal tetapi
dagingnya sedikit. Kalimat (3) rasanya enak, warnanya kuning tetapi harganya
mahal. Kalimat ketiga menginformasikan bahwa buah durian itu enak, warnanya
kuning tetapi harganya mahal. Kalimat (4) Isi durian itu ada dua lapis sampai empat
empat lapis. Kalimat (5) pohonnya besar tetapi daunnya kecil. Kalimat kelima menginformasikan bahwa pohon durian itu besar tetapi daunnya kecil. Kalimat
(6) pohon durian itu tumbuh di kebun. Kalimat keenam menginformasikan bahwa
durian tumbuhnya di kebun.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (1) merupakan kalimat utama yang menjelaskan bahwa buah durian itu unik. Kalimat (1—6) merupakan kalimat penjelas atau pengembang dari kalimat utama yang berupa kalimat-kalimat perbandingan.
e) Pola Pengembangan Pertanyaan
Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan pertanyaan. Paragraf pertanyaan adalah paragraf yang kalimat topik yang dikembangkan dengan kalimat tanya dan kalimat berita. Contoh paragraf dengan pola pengembangan pertanyaan sebagai berikut.
(6) 1) Taukah kamu buah durian? 2) Buah durian biasanya berwarna kuning dan
rasanya enak, baunya harum dan berduri kulitnya. 3) Durian dibelah menjadi lima lapis. 4) Isi durian besar-besar kalau yang berwarna hijau belum matang. 5) Ciri-cirinya berwarna kuning, rasanya enak, berduri, baunya harum dan harus berhati-hati membelahnya dan harganya mahal. 6) Pohonnya besar-besar, biasanya durian rasanya pahit dan manis.(14,2,{PPT}).
Kalimat (1) Taukah kamu buah durian?. Kalimat pertama menginformasikan
bahwa ada sebuah pertanyaan mengenai buah durian. Kalimat (2) Buah durian
biasanya berwarna kuning dan rasanya enak, baunya harum dan berduri. Kalimat
baunya harum. Kalimat (3) Durian dibelah menjadi lima lapis. Kalimat ketiga
menginformasikan bahwa buah durian dapat di belah menjadi 5 lapis. Kalimat (4) Isi
durian besar-besar kalau yang berwarna hijau belum matang. Kalimat keempat
menginformasikan bahwa buah durian yang berwarna hijau belum matang serta isi
dari durian matang besar-besar. Kalimat (5) ciri-cirinya berwarna kuning, rasanya
enak, berduri, baunya harum dan harus berhati-hati membelahnya dan harganya
mahal. Kalimat kelima menginformasikan bahwa ciri buah durian yaitu berduri,
rasanya enak, baunya harum dan mahal. Kalimat (6) Pohonnya besar-besar, biasanya
durian rasanya pahit dan manis.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (1) merupakan kalimat utama yang berupa pertanyaan. Selanjutnya, kalimat (2—6) merupakan kalimat penjelas atau jawaban dari kalimat (1).
f) Pola Pengembangan Sebab Akibat
Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan sebab akibat. Paragraf sebab akibat adalah paragraf yang kalimat topik yang dikembangkan dengan memberikan sebab atau akibat dari pernyataan pada kalimat topik. Contoh paragraf deskripsi dengan pola pengembangan sebab akibat sebagai berikut.
(7) 1) Gajah itu sangat besar. 2)Gajah makannya rumput. 3)Belalainya sangat
panjang. 4)Gajah berkembang biak dengan beranak. 5)Gajah adalah hewan yang langka jadi harus dilindungi. 6)Gajah tempat tinggalnya di kebun binatang, karena banyak di buru orang untuk diambil gadingnya. (07,2,{PPSa}).
Kalimat (1) Gajah itu sangat besar. Kalimat pertama menginformasikan bahwa
gajah yang besar. Kalimat (2) Gajah makannya rumput. Kalimat kedua
menginformasikan bahwa gajah makan rumput. Kalimat (3) Gajah berkembang biak
dengan beranak. Kalimat ketiga menginformasikan bahwa gajah dapat
memperbanyak keturunan dengan beranak. Kalimat (4) Gajah adalah hewan yang
langka jadi harus dilindungi. Kalimat keempat menginformasikan bahwa gajah
adalah hewan langka yang harus dilindungi. Kalimat (5) Gajah tempat tinggalnya di
kebun binatang, karena banyak di buru orang untuk diambil gadingnya. Kalimat
kelima meginformasikan bahwa gajah dilindungi di kebun binatang karena banyak di buru manusia.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (1—4) merupakan kalimat penjelas yang menyatakan sebab sedangkan kalimat (6) merupakan kalimat utama yang menyatakan akibat, yaitu gajah banyak di buru maka ditempatkan di kebun binatang.
g) Pola Pengembangan Contoh
Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan contoh. Paragraf contoh adalah paragraf yang dimulai dengan kalimat topik kemudian kalimat topik itu dikembangkan dengan memberikan contoh- contoh sehingga kalimat topik jelas pengertiannya. Contoh paragraf deskripsi dengan pola pengembangan contoh sebagai berikut.
(8) 1) Kereta api jendelanya juga sangat banyak. 2) Kereta api punya gerbong. 3) Kereta api itu mengangkut penumpang antar kota. 4) Contohnya ke Solo, Jakarta, Surabaya, dan lain-lain.5) Orang yang mau naik kereta api harus ke stasiun. (17,1,{PPCon}).
Kalimat (1) Kereta api jendelanya juga sangat banyak. Kalimat pertama
menginformasikan bahwa kereta api mempunyai jendela banyak. Kalimat (2) kereta
api punya gerbong. Kalimat kedua menginformasikan bahwa kereta api juga
mempunyai gerbong. Kalimat (3) Kereta api itu mengangkut penumpang antar kota.
Kalimat ketiga menginformasikan kereta api untuk mengantarkan penumpang antar
kota. Kalimat (4) contohnya ke Solo, Jakarta, Surabaya, dan lain-lain. Kalimat
keempat menginformasikan bahwa kota-kota yang dilalui kereta api seperti Solo,
Jakarta, Surabaya, dan lain-lain. Kalimat (5) Orang yang mau naik kereta api harus
ke stasiun. Kalimat kelima menginformasikan bahwa orang harus ke stasiun jika
ingin naik kereta api.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (1—2) merupakan kalimat penjelas yang menjelaskan bahwa kereta api mempunyai gerbong dan candela yang banyak. Kalimat ketiga merupakan kalimat utama yang menjelaskan bahwa kereta api sering mengantarkan penumpang antar kota. Begitu juga dengan kalimat (4-5) merupakan kalimat penjelas dari kalimat (1) yang berupa contoh. Peneliti juga menemukan pola pengembangan contoh lain yang dapat dilihat pada lampiran 3.
h)Pola pengembangan Pengulangan
Seperti yang dijelaskan pada bab II, paragraf pengulangan adalah paragraf yang kalimat topik yang dikembangkan dengan perulangan kata/kelompok kata atau bagian-bagian kalimat yang penting. Berikut contoh pola pengembangan pengulangan dalam karangan deskripsi.
(9) 1) Gajah itu sangat besar. 2) Gajah itu mempunyai belalai yang sangat panjang.
3) Belalai itu bisa digunakan untuk mencari makan dan minum. 4) Gajah itu mempunyai kaki empat dan bisa digunakan untuk berjalan. 5) Kaki gajah sangat besar. 6) Dia mempunyai ekor dibelakang. (05,2,{PPU}).
Kalimat (1) Gajah itu sangat besar. Kalimat (2) gajah itu mempunyai belalai
yang sangat panjang. Kalimat (3) Belalai itu bisa digunakan untuk mencari makan
dan minum. Ketiga kalimat di atas menginformasikan bahwa gajah besar itu
mempunyai belalai yang panjang untuk mencari makan dan minum. Kalimat
(4) Gajah itu mempunyai kaki empat dan bisa digunakan untuk berjalan. Kalimat
keempat menginformasikan bahwa gajah mempunyai kaki empat untuk berjalan.
Kalimat (5) kaki gajah sangat besar. Kalimat (6) Dia mempunyai ekor dibelakang.
Kedua kalimat tersebut menginformasikan bahwa gajah mempunyai ekor dan kaki besar. Peneliti juga menemukan pola pengembangan pengulangan lain yang dapat dilihat pada lampiran 3.
i) Pola Pengembangan Definisi
Paragraf definisi adalah paragraf yang memiliki suatu pengertian atau istilah yang terkandung dalam kalimat topik. Istilah atau pengertian itu memerlukan
penjelasan-penjelasan panjang agar maknanya dapat ditangkap oleh pembaca. Dari pengertian di atas, peneliti menemukan paragraf deskripsi dengan pola pengembangan definisi. Berikut contoh paragraf definisi dengan pola pengembangan definisi.
(10)1) Gajahnya ada bermacam-macam jenis. 2) Salah satunya gajah afrika yang
ekornya juga panjang, telinganya tebal, telinganya besar. 3) Ada dua gajah warnanya abu-abu matanya hitam dan putih. 4) Gajah juga makan rumput seperti kambing, sapi, kerbau. 5) Gajah juga punya kuku. (04,2{PPDe).
Kalimat (1) Gajah ada bermacam-macam jenis. Kalimat pertama
menginformasikan bahwa gajah banyak jenisnya. Kalimat (2) Salah satunya gajah
afrika yang ekornya juga panjang, telinganya tebal, telinganya besar. Kalimat kedua menginformasikan bahwa gajah afrika mempunyai ekor panjang, telinganya besar
dan tebal. Kalimat (3) Ada dua gajah warnanya abu-abu, matanya hitam dan putih.
Kalimat ketiga menginformasikan bahwa dua gajah berwarna abu-abu dan matanya
hitam dan putih. Kalimat (4) Gajah juga makan rumput seperti kambing, sapi,
kerbau. Kalimat keempat menginformasikan bahwa gajah makan rumput. Kalimat (5) gajah juga punya kuku. Kalimat kelima menginformasikan bahwa kaki gajah ada kukunya.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kalimat (2) merupakan kalimat utama yang menjelaskan tentang gajah afrika. Sedangkan kalimat (1,3,4,5) merupakan kalimat penjelas yang memperjelas tentang definisi gajah Afrika. Peneliti juga menemukan pola pengembangan definisi lain yang dapat dilihat pada lampiran 3.
Dari kesembilan pola pengembangan di atas, pola pengembangan deduktif dan induktif paling banyak digunakan siswa dalam membuat karangan deskripsi. Di bawah ini dipaparkan tabel penggunaan pola pengembangan dalam karangan siswa.
Tabel 2
Pola Pengembangan yang Digunakan Siswa dalam Mengarang
No Pola Pengembangan Jumlah
1 Pola pengembangan deduktif 32 paragraf
2 Pola pengembangan induktif 13 paragraf
3 Pola pengembangan Deduktif-Induktif 3 paragraf
4 Pola pengembangan Ineratif 1 paragraf
5 Pola pengembangan contoh 1 paragraf
6 Pola pengembangan pengulangan 12 paragraf
7 Pola pengembangan sebab akibat 1 paragraf
8 Pola pengembangan perbandingan 1 paragraf
9 Pola pegembangan pertanyaan 1 paragraf
10 Pola pengembangan definisi 4 paragraf
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas IV SD Negeri Ngargosari dalam mengarang paragraf deskripsi banyak menggunakan pola pengembangan deduktif. Hal tersebut terbukti siswa menggunakan pola pengembangan deduktif sebanyak 32 paragraf. Hal ini di sebabkan tingkat kemampuan siswa SD yang masih terbatas. Pada Bab II dijelaskan bahwa siswa kelas IV SD Ngargosari masuk dalam kategori usia 9-10 tahun. Anak mulai mengetahui
hubungan waktu dan tempat serta sebab akibat. Faktor usia inilah yang menyebabkan jalan pikiran anak yang masih terbatas. Anak belum bisa membayangkan benda yang terlalu kompleks dan bervariasi. Sehingga dalam penelitian ini gambar yang sederhana digunakan untuk memudahkan siswa dalam mengarang.
Selain itu, peneliti menemukan dalam satu paragraf terdapat dua pola pengembangan. Misalnya sebuah paragraf dapat masuk ke dalam pola pengembangan deduktif dikarenakan letak kalimat utama di awal paragraf. Namun, paragraf ini juga menggunakan pola pengembangan perulangan karena kalimat yang selalu diulang- ulang. Peneliti menafsirkan bahwa penyebab hal tersebut terjadi karena tingkat pemahaman anak yang terbatas sehingga siswa dalam membuat kalimat membutuhkan pemikiran yang cukup panjang dibandingkan anak SMP dan SMA.
2. Struktur Paragraf
Pada bagian ini akan dipaparkan struktur paragraf. Peneliti menemukan tiga struktur paragraf pada karangan deskripsi siswa kelas IV SD Negeri Ngargosari meliputi 1) paragraf dengan dua unsur (kalimat utama dan kalimat penjelas), 2) paragraf dengan tiga unsur (kalimat utama, kalimat penjelas, dan kalimat penegas),
3) paragraf dengan tiga unsur paragraf (kalimat utama, kalimat penjelas, dan transisi). a. Paragraf dengan Dua Unsur (kalimat utama dan kalimat penjelas)
Dari data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf yang terdiri dari dua unsur paragraf. Kalimat itu terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas. Di bawah ini contoh paragraf yang terdiri dari dua unsur pada karangan deskripsi.
(1) Kereta Api itu transportasi darat. Kereta api itu sangat panjang rodanya ada dua puluh empat. Kereta api itu ada roda, lampu, dan lain-lain. Kereta Api itu jalannya sangat cepat sekali. Kereta Api itu berhenti di stasiun. Kereta api itu berjalan di rel. (04,1,{PPU}).
Paragraf di atas memiliki dua unsur paragraf yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Di bawah ini paparan dari analisisnya.
1) Kereta Api itu transportasi darat.KU. 2) Kereta api itu sangat panjang
rodanya ada dua puluh empat. 3) Kereta api itu ada roda, lampu, dan lain- lain. 4) Kereta Api itu jalannya sangat cepat sekali. 5) Kereta Api itu berhenti di stasiun. 6) Kereta api itu berjalan di rel.KPj
Paragraf di atas memiliki dua unsur. Kalimat (1) merupakan kalimat utama yang menjelaskan bahwa kereta api merupakan transportasi darat. Kalimat (2—6) merupakan kalimat penjelas. Kalimat (2) menjelaskan kereta api itu rodanya ada dua puluh empat. Kalimat (3) menjelaskan kereta api memiliki roda, lampu, dan lain-lain. Kalimat (4) menjelaskan kereta api berjalan dengan cepat. Kalimat (5) menjelaskan kereta api berjalan di atas rel. Selain paragraf di atas, paragraf dengan dua unsur (kalimat utama dan kalimat penjelas) yang dapat dilihat pada lampiran 3.
b. Paragraf dengan tiga unsur (kalimat utama, kalimat penjelas, kalimat penegas).
Dari data yang diperoleh, peneliti menemukan paragraf yang terdiri dari tiga unsur yaitu, kalimat utama, kalimat penjelas, dan kalimat penegas. Berikut contoh paragraf yang terdiri dari tiga unsur paragraf.
(2) Aku punya gajah yang besar. Gajahku telinganya besar dan hidungnya panjang. Gajahku kakinya ada empat dan besar semua. Aku senang punya gajah yang besar. (17,2,{PPD}).
Paragraf di atas memiliki tiga unsur paragraf yaitu kalimat utama, kalimat penjelas, dan kalimat penegas. Berikut paparan dari analisisnya.
1) Aku punya gajah yang besar. KU. 2) Gajahku telinganya besar dan
hidungnya panjang. 3) Gajahku kakinya ada empat dan besar semua.KPj.
4) Aku senang punya gajah yang besar. KPg.
Kalimat (1) merupakan kalimat utama yang menjelaskan gajah itu besar. Kalimat (2—3) merupakan kalimat penjelas. Kalimat (2) menjelaskan gajahnya bertelinga besar dan hidungnya panjang. Kalimat (3) menjelaskan gajahnya mempunyai kaki empat yang besar. Kalimat (4) merupakan kalimat penegas. Kalimat keempat menjelaskan rasa senang memiliki gajah besar. Selain paragraf di atas, paragraf dengan tiga unsur (kalimat utama, kalimat penjelas, kalimat penegas) dapat dilihat pada lampiran 3.
c. Paragraf dengan tiga unsur paragraf (kalimat utama, kalimat penjelas, dan transisi)
Dari data yang diperoleh peneliti menemukan paragraf yang terdiri dari tiga unsur paragraf. Kalimat itu terdiri dari kalimat utama, kalimat penjelas, dan transisi. Di bawah ini contoh paragraf yang terdiri dari tiga unsur pada karangan deskripsi.
(3) Karena waktu perkenalan sudah habis, bu Sri menerangkan perkalian dan pembagian. Bu sri dulu mengajar di SD Trayu. Bu Sri senang menjadi guru