DAKWAH PERSUASIF DAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
A. Dakwah Persuasif 1. Pengertian Dakwah
3. Unsur-unsur dakwah
Dalam kegiatan dakwah perlu diperhatikan unsur-unsur yang terkandung dalam dakwah atau dalam bahasa lain adalah komponen-komponen yang harus ada dalam setiap kegiatan dakwah.33Unsur-unsur tersebut adalah mad’u (pelaku dakwah), da’i (mitra dakwah), maddah (materi dakwah), wasilah (media dakwah), thariqah (metode dakwah), dan atsar (efek dakwah).34unsur-unsur dakwah itu sendiri adalah komponen yang selalu ada dalam setiap kegiatan dakwah. Beberapa unsur-unsur dakwah diantaranya sebagai berikut:
a. Mad’u (pelaku dakwah)
Kata Mad’u secara umum sering disebut dengan mubaligh (orang yang menyempurnakan ajaran islam) akan tetapi sebenarnya sebutan ini konotasinya sangatlah sempi tkarena masyarakat umum cenderung mengartikan sebagai orang yang manyampaikan ajaran islam melalui lisan seperti halnya penceramah agama, khatib(orang yang berkhutbah). Dari ulasan tadi akan dijelaskan maaksud mad’u yang sebenarnya Maksud dari Mad’u adalah orang yang melaksanakan dakwah bisa dengan lisan,tulisan ataupun perbuatan, baik secara individu ataupun kelompok.
32Moh Ali Aziz,Op.Cit., 60-63
33 Wahyu Ilaihi, Komunikasi Dakwah, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2010), h. 19.
34
Mad’u harus tau kalau yang disajikan itu adalah tentang allah, alam sesmesta, dan kehidupan serta yang disajikan itu untuk memberi solusi terhadap problematika yang dihadapi masyarakat, serta metode-metode yang digunakan untuk menjadikan agar masyarakat tidak salah dalam penafsiran dan melenceng dari ajaran syari’at yang disampaikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam buku Ilmu Dakwah karya Moh. Ali Aziz terdapat pengertian para pakar dalam bidang dakwah, yaitu:
1. Nasaraddin Lathief mendefinisikan bahwa mad’u itu ialah muslim dan muslimat yang menjadikan dakwah sebagai suatu amaliah pokok bagi tugas ulama. Ahli dakwah adalah mad’u, mubaligh mustamain (juru penerang) yang menyeru mengajak dan memberi pengajaran dan pelajaran agama Islam.
2. M. Natsir, pembawa dakwah merupakan orang yang memperingatkan atau memanggil supaya memilih, yaitu memilih jalan yang membawa pada keuntungan.35
3. Wahyu Ilaihi, mad’u adalah orang yang melaksanakan dakwah baik secara lisan maupun tulisan ataupun perbuatan dan baik secara individu, kelompok, lembaga atau bentuk organisasi.36
35
Ibid, h. 79.
36
b. Da’i (mitra dakwah atau penerima dakwah)
Wahyu Ilaihi dalam bukunya Komunikasi Dakwah mengartikan da’i adalah manusia yang menjadi mitra dakwah atau menjadi sasaran dakwah atau manusia penerima dakwah, baik secara individu, kelompok, baik yang beragama Islam maupun tidak, dengan kata lain manusia secara keseluruhan.37 Maksud dari Da’i adalah manusia yang menjadi sasaran dakwah, baik sebagai individu ataupun kelompok, baik yang beragama islam dengan tujuan meningkatkan kualitas keimanannya ataupun sasarannya kepada nonmuslim dengan tujuan mengajak mereka mengikuti agama islam, dengan kata lain sasaran dakwah itu manusia keseluruhan. Sedangkan Muhammad Abduh, dalam buku Ilmu Dakwah karya Moh. Ali Aziz membagi da’i menjadi tiga golongan, yaitu:38
1. Golongan cerdik cendekiawan yang cinta kebenaran, yaitu yang dapat berpikir secara kritis, cepat menangkap persoalan.
2. Golongan awam, yaitu kebanyakan orang yang belum dapat berpikir secara kritis dan mendalam, belum dapat menangkap pengertian-pengertian yang tinggi.
3. Golongan yang berbeda dengan golongan di atas, mereka senang membahas sesuatu tetapi hanya dalam batas tertentu, tidak sanggup mendalam benar.
37
Ibid, h. 20.
38
c. Maddah (materi dakwah)
Materi dakwah adalah isi pesan yang disampaikan mad’u kepada da’i. Pada dasarnya pesan dakwah itu adalah ajaran Islam yang secara umum yaitu :
1. Akhidah, Masalah pokok yang menjadi materi dakwah adalah akidah Islamiah. Karena akidah mengikat kalbu manusia dan menguasai batinya. Dari akidah inilah yang akan membentuk moral (akhlaq) manusia. Oleh karena itu yang pertama kali dijadikan materi dalam dakwah Islam adalah akidah atau keimanan. Dengan iman yang kukuh akan lahir keteguhan dan pengorbanan yang selalu menyertai setiap langkah dakwah.39
Akidah yaitu segala aspek ajaran Islam yang berhubungan dengan keyakinan, meliputi rukun iman, atau segala sesuatu yang harus diimani atau diyakini menurut ajaran Al Quran dan As Sunnah.40
Aspek akidah ini yang akan membentuk moral (akhlak) manusia. Oleh karena itu, yang pertama kali dijadikan materi dalam dakwah Islam adalah masalah akidah atau keimanan.41
Syari’ah, Syariat Allah yang ditujukan untuk umat manusia itu pada dasarnya satu, dan risalah yang ditujukan untuk para nabi bersifat kekal dan abadi.Pangkalnya dimulai sejak Nabi Adam dan cabang-cabangnya berakhir sampai manusia terakhir yaitu hingga terjadi hari kiamat. Nabi
39Ibid., h. 109.
40Enjang. dan Aliyudin, Op.Cit, h. 81
Muhammad sebagai khatam al-Ambiya wa al-Mursalin (penutup para Nabi dan Rasul), sesungguhnya risalahnya tetap terkait hingga sekarang ini dan sampai hari kiamat.
Materi dakwah yang menyajikan unsur syariat harus dapat mengambarkan atau memberi informasi yang jelas dalam bidang hukum yang bisa wajib, mubah (dibolehkan), dianjurkan (mandub), makruh (dianjurkan supaya tidak dilakukan), dan haram (dilarang).42
Hukum atau syariah sering disebut sebagai cermin peradaban dalam pengertian bahwa ketika ia tumbuh matang dan sempurna, maka peradaban mencerminkan dirinya dalam hukum-hukumnya. Pelaksanaan syariah merupakan sumber yang melahirkan peradaban Islam, yang melestarikan dan melindunginya dalam sejarah. Syariah inilah yang akan selalu menjadi kekuatan peradaban di kalangan kaum muslim.
Di samping mengandung dan mencangkup kemaslahatan sosial dan moral, maka materi dakwah dalam bidang syariah ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang benar, pandangan yang jernih, dan kejadian secara cermat terhadap hujjah atau dalil-dalil dalam melihat setiap persoalan pembaruan, sehingga umat tidak terperosok ke dalam kejelekan.43
42
Moh. Ali Aziz, Op.Cit., h. 114
2. Akhlak, Ajaran tentang nilai etis dalam Islam disebut akhlak. Wilayah akhlak dalam Islam memiliki cangkupan luas, sama luasnya dengan perilaku dan sikap manusia. Nabi Muhammad SAW bahkan menempatkan akhlak sebagai pokok kerosulannya. Melalui akal dan kalbunya, manusia mampu memainkan perannya dalam menentukan baik dan buruknya tindakan dan sikap yang ditampilkannya. Ajaran Islam secara keseluruhan mengandung nilai akhlak yang luhur, mencangkup akhlak terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia dan alam sekitar.
Kata akhlak secara etimologi berasal dari bahasa arab jamak dari “khuluqun” yang berarti budi pekerti, perangai dan tingkah laku atau tabiat. Secara terminologi akhlak yaitu suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada yang lainnya menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia dalam perbuatan mereka yang menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.44
Akhlak merupakan segala aspek ajaran Islam yang berhubungan dengan tata perilaku manusia sebagai hamba Allah, anggota masyarakat dan bagian dari alam sekitarnya.45
d. Wasilah (Media dakwah)
44Moh Ali Aziz, Op.Cit., h. 118.
45
Menurut Asmuni Syukir dalam bukunya Dasardasar Strategi Dakwah Islam, mengatakan bahwa Media Dakwah adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan dakwah yang telah ditentukan.Media dakwah ini dapat berupa barang (material), orang, tempat, kondisi tertentu dan sebagainya.46
Maksud media dakwah disini adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan materi dakwah (ajaran) Islam kepada penerima dakwah (da’i).47Pada dasarnya dakwah dapat menggunakan beberapa wasilah yang dapat merangsang indra-indra manusia serta dapat menimbulkan perhatian untuk menerima dakwah. Akan tetapi menurut hamzah ya’kub wasilah itu dibagi menjadi lima diantaranya lisan, tulisan, lukisan, audio visual dan akhlak. Dari segi pesan penyampaiannya dakwah dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
1. Lisan adalah media dakwah yang paling sederhana yang mengunakan lidah dan suara, dakwah dengan media ini dapat berbentuk pidato, ceramah, kuliah, bimbingan, penyuluhan, dan sebagainya.
2. Tulisan adalah media dakwah melalui tulisan, buku, majalah, surat kabar, surat – menyurat (korespondensi), spanduk, dan sebagainya. 3. Lukisan adalah media dakwah melalui gambar, karikatur, dan
sebagainya.
46
Asmuni Syukir, Op.Cit, h. 163.
47
4. Audiovisual adalah media dakwah yang dapat merangsang indra pendengaran, penglihatan atau kedua – duanya, seperti televisi, film slide, OHP, internet, dan sebagainya.
5. Akhlak yaitu media dakwah melalui perbuatan – perbuatan nyata yang mencerminkan ajaran Islam yang secara langsung dapat dilihat dan didengarkan oleh mad`u.48
Suatu cara yang bisa ditempuh atau cara yang ditentukan secara jelas untuk mencapai dan menyelesaikan suatu tujuan, rencana sistem, tata pikir manusia. Cara yang sistematis dan teratur untuk pelaksanaan suatu atau cara kerja. Metode dakwah dalam al-qur’an (Qs An nahl:125) ada tiga yakni hikmah, mauidzatul hasanah, mujadalah.