• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

3. Unsur-Unsur Dakwah

Yang dimaksud dengan materi dakwah ialah semua ajaran yang datangnya dari Allah s.w.t yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w. untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia yang berada di bumi ini. Untuk berdakwah bagai para da’i Allah SWT. Menganjurkan untuk membuka Al-Qur’an Al-Karim, karena didalamnya mengandung pokok-pokok bahasan materi apa yang harus dipaparkan kepada para mustami’ (pendengar). Menurut Asmuni Syukir materi dakwah secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal pokok, yaitu masalah keimanan (aqidah), masalah keislaman (syariah), dan budi pekerti (akhlakulkarimah)12, materi dakwah dapat kita pahami sebagai pesan yang disampaikan oleh seseorang da’i kepada mad’unya. Pesan tersebut biasanya akan disesuaikan dengan:

1. Kondisi kadar intelektual dan kebutuhan masyarakat

2. Mencakup ajaran Islam secara kaffah dan universal, yakni aspek ajaran tentang hidup dan kehidupan serta program umum syariat Islam.

3. kebutuhan asasi (dharu), dan kebutuhan sekunder (tahsini).

12

b. Metode Dakwah

Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan yaitu “meta” (melalui) dan “bodos” (jalan, cara). Maka metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Dalam bahasa Jerman metode berasal dari methodian artinya ajaran tentang metode. Dalam bahasa Yunani metode berasal dari kata methodos artinya jalan, sedang dalam bahasa Arab artinya thari. Sehingga metode adalah cara yang telah diatur dan melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu maksud.

Metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’I (komunikator) kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang. Di antaranya adalah jenis metode yang bervariasi, yaitu dengan: 1. Metode ceramah13

Ceramah adalah suatu teknik atau metode dakwah yang banyak diwarnai oleh cirri karekteristik bicara oleh seorang da’i pada suatu aktivitas dakwah. 2. Metode Tanya-Jawab

Metode tanya jawab adalah penyampaian materi dakwah dengan cara mendorong sasarannya (objek dakwah) untuk menyatakan sesuatu masalah yang dirasa belum dimengerti dan da’i sebagai penjawabnya.

3. Debat

Debat sebagai metode dakwah pada dasarnya mencari kebenaran bukan kemenangan dalam arti menujukan kebenaran dan kehebatan Islam.

4. Percakapan

13

Percakapan antar pribadi atau individual conference adalah percakapan bebas antara seorang da’i dengan individu-individu sebagai sasaran dakwahnya. 5. Metode dakwah

Suatu metode dakwah dimana seorang da’i memperlihatkan suatu contoh yang baik terhadap muridnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan, misalnya memperagakan cara sholat.

6. Metode Personal (Approach)

Yaitu metode yang dilaksanakan dengan cara langsung melalui pendekatan kepada individu.14 Pada prakteknya metode ini bersifat “face to face” melalui tatap muka, atau pendekatan dengan bentuk personal atau individu, pokok persoalan bagi seorang pembawa dakwah harus bisa menentukan cara yang tepat dan efektif dalam menghadapi suatu golongan tertentu dalam suatu keadaan dan suasana tertentu.15

Diantara metode di atas ada juga dakwah yang dilakukan dengan menggunakan metode, seperti:

1. Bi al-Hikmah

Adalah penyeruan atau pengajakan dengan cara bijak, filosofis, argumentatif, dilakukan dengan adil, penuh kesabaran dan ketabahan, sesuai dengan risalah an-nubuwwah dan ajaran-ajaran Al-Qur’an atau wahyu ilahi yang berarti juga dakwah bijak, mempunyai makna selalu memperhatikan suasana, situasi, dan kondisi mad’u.16

2. Dakwah al-Mau’idzatil Hasanah

14

Depag RI, Metode Dakwah Terhadap Narapidana, (Jakarta: PPBDI,1987), h.36 15

Drs. Anwar Masy’ari, Study Tentang Ilmu Dakwah, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1981), h.79 16

Asep Muhidin, Dakwah Dalam Persektif Al-Qur’an, (Jakarta: CV Pustaka Setia, 2002), Cet. Ke-I, h.164

Adalah berdakwah dengan memberikan nasihat-nasihat atau menyampaikan ajaran-ajaran Islam dengan rasa kasih sayang sehingga nasihat dan ajaran Islam yang disampaikan itu dapat menyentuh hati mad’u.17

3. Dakwah bi al-Mujadalah

Adalah upaya dakwah melalui jalan bantahan, diskusi atau berdebat dengan cara yang baik, sopan santun, saling menghargai dan tidak arogan. Cara berdakwah seperti ini diperuntukan bagi orang-orang yang hatinya dikungkung secara kuat oleh tradisi jahiliyah yang dengan sombong dan angkuh melakukan kebatilan, serta mengambil posisi arogan dalam menghadapi dakwah.18

Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan apabila metode ini digunakan yaitu, a. Tidak menghina, mengejek merendahkan pihak lawan dan menghujat.

b. Tujuan diskusi adalah untuk mencari kebenaran sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

c. Tetap menghargai pihak lawan sebab jiwa manusia tetap memiliki harga diri. 4. Karya Wisata

Yaitu metode yang dilakukan dengan membawa mitra dakwah ke tempat-tempat yang memiliki nilai historis keislaman atau lembaga-lembaga penyelenggara dakwah dengan tujuan agar mereka dapat menghayati arti tujuan dakwah dan mendakwahkan ajaran-ajaran Islam kepada orang lain.19

5. Pemberian Bantuan Sosial

17

Moh. Ali Azis,Ilmu Dakwah, h.136 18

Asep Muhidin, Dakwah Dalam Persektif Al-Qur’an, h.167 19

Metode ini merupakan metode yang dilaksanakan dengan jalan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat dakwah yang sifatnya mengadakan perubahan perilaku masyarakatnya menjadi lebih baik.20

c. Media Dakwah

Menurut Abdul Munir Mulkhan, media dakwah adalah peralatan yang dipakai untuk menyampaikan materi dakwah. Pada zaman modern umpanya, dakwah tidak cukup disampaikan dengan lisan atau tulisan belaka. Tanpa bantuan alat-alat modern yang sekarang itu terkenal dengan sebutan alat-alat komunikasi massa, yaitu surat kabar, radio, televisi, film, video, internet, telepon, hp dan tape recorder, kata-kata yang terucapkan dari manusia hanya dan menjangkau jarak yang sangat terbatas, sedangkan alat-alat komunikasi massa itu jangkauan dakwah tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu.21

Media adalah alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah kepada khalayaknya. Asal kata media adalah jamak dari bahasa latin “median” yang berarti alat atau perantara. Secara istilah media berarti sesuatu yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai sesuatu tujuan dakwah yang telah ditentukan.

Macam-macam media menurut ahmad mubarok adalah:22

a. Media Visual, yaitu media atau alat yang ditangkap dengan menggunakan indera penglihatan, contohnya: media cetak (Koran dan majalah).

b. Media Auditif, yaitu media atau alat yang ditangkap dengan menggunakan indera pendengaran, contohnya: radio.

20

M. Bahri Ghazali, Dakwah Komunikatif Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997), Cet.ke-1,h.24

21

Abdul Munir Mulkhan, Idiologi Gerakan Dakwah, (Yogyakarta: SIPRESS, 1996), h.58 22

c. Media Audiovisual, yaitu media atau alat yang ditangkap dengan menggunakan penglihatan dan pendengaran, contohnya: televise, film.

Dari berbagai literature ilmu dakwah. Media dakwah dapat diklasifikasikan menjadi :

a. Forum tatap muka, seperti ceramah, diskusi, dialog, seminar, worksop dan lain-lain.

b. Media yang tercetak melalui buku, artikel keagamaan disurat kabar, konsultasi keagamaan di majalah-majalah dan sebagainya.

c. Media elektronik, misalnya mimbar agama Islam di radio, kuliah subuh di televise dan program keagamaan atau rohani lainya.

d. Media cetak dan elektronik yaitu internet.23

4. Organisasi Sebagai Media Dakwah

Dokumen terkait