• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Pengertian Novel

2.1.1 Unsur-Unsur Dalam Novel

Novel merupakan sebuah totalitas hasil dari karya sastra yang di dalam

nya memiliki unsur-unsur pendukung yang berkaitan satu dengan yang lainnya

secara erat dan saling melengkapi hingga menjadi satu keutuhan, sehingga dengan

adanya unsur-unsur tersebut keterpaduan sebuah novel akan dapat terwujud

sebuah karya sastra adalah unsur intrinsik atau unsur-unsur yang ada di dalam

karya sastra itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berda

di luar karya sastra itu sendiri.

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur dalam yang ikut mempengaruhi terciptanya

karya sastra atau unsur yang berada dalam karya sastra itu sendiri. Nurgiantoro

(2007:23) mengatakan unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir

sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai ketika

orang-orang membaca sebuah karya sastra.

Dan unsur intrinsik ini adalah unsur yang secara langsung turut serta

membangun sebuah cerita. Dengan perpaduan unsur yang terdapat di dalamnya

membuat sebuah novel berwujud. Unsur-unsur yang dimaksud adalah unsur-unsur

yang membangun karya sastra dari dalam seperti tema, alur (plot), tokoh,

penokohan, latar (setting), amanat, dan sudut pandang (point of view) (Noor,

2005:29).

a. Tema

Setiap karya sastra yang dihasilkan termasuk novel di dalamnya akan

mengandung atau terdapat tema yang di tawarkan kepada para pembaca. Menurut

Stanton dalam Nurgiantoro (2007:88) Tema(thema) merupakan makna yang

dikandung oleh sebuah cerita. Namun ada banyak makna yang dikandung dan

ditawarkan oleh cerita (novel) itu.

Menurut Scharbach dalam Aminuddin (2000:91) mengungkapkan bahwa

istilah tema berasal dari bahasa latin yang berarti “tempat meletakkan suatu

sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan

karya fiksi yang diciptakannya.

Tema merupakan cerminan dari cerita yang sejajar dengan makna dalam

pengalaman manusia, sesuatu yang menjadikan pengalaman begitu diingat. Jadi,

dengan kata lain tema merupakan ide pokok atau permasalahan utama yang

mendasari jalan cerita novel atau karya sastra. Oleh karena itu tema yang baik

pada hakekatnya adalah tema yang tidak diungkapkan secara langsung dan jelas,

sehingga membuat pembaca bertanya-tanya dan menyimpulkan sendiri tentang

tema yang diungkapkan oleh pengarang.

Sesuai dengan cerita yang ada dalam novel Tokyo Zodiac Murder yang

menggambarkan bagaimana kehidupan tokoh tokiko dalam menjalani hidup

dengan keluarga barunya, yang penuh dengan dendam yang membuatnya

membalaskan perlakuan tidak adil yang diterimanya dari keluarganya.

b.Plot

Plot adalah rangkaian suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu,yang

menghubungkan urutan setiap kejadian peristiwa dalam cerita. Alur atau plot

adalah peristiwa yang menjalin berdasarkan atas urutan atau hubungan tertentu.

Sebuah rangkaian peristiwa dapat terjalin berdasarkan atas urutan waktu, urutan

kejadaian, atau hubungan sebab akibat. Peristiwa yang berkaitan baik secara linear

atau lurus maupun secara kausalitas, sehingga membentuk satu kesatuan yang

utuh, padu, dalam suatu prosa fiksi. (Nurgiantoro, 2007:113).

Sedangkan Aminuddin (2000:83) mengutarakan bahwa plot atau alur

adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga

Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa dalam novel yang

dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu alur maju (progresif) yaitu apabila peristwa

bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita.

Sedangkan alur mundur (flash back progresif) yaitu terjadi ada kaitannya dengan

peristiwa yang sedang berlangsung (Paulus Tukan dalam

http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pengertian-novel.html).

Berdasarkan defenisi plot diatas, maka plot dalam novel Tokyo Zodiac

Murder adalah termasuk dalam bagian alur mundur(flash back progresif) dimana

awal cerita dimulai dengan peristiwa menyebutkan bahwa telah terjadi

pembunuhan berantai dalam sebuah keluarga pelukis terkenal. Setelah itu,

barulah diceritakan bagaimana awalnya kejadian itu sampai terjadi atau apa yang

menjadi penyebab peristiwa itu dan masalah-masalah yang ada dalam novel.

c.Tokoh

Tokoh-tokoh merupakan bagian unsur instrinsik novel yang ikut

membangun terwujudnya sebuah cerita fiksi. Menurut Nurgiantoro (2007:165)

tokoh adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif yang oleh

pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral ucapan dan yang dilakukun dalam

tindakan. Dilihat dari segi perasaan atau tingkat pentingnya tokoh dalam sebuah

cerita, ada tokoh yang tergolong penting dan ditampilkan terus-menerus sehingga

terasa mendominasikan sebagian besar cerita.

Tokoh utama merupakan tokoh yang tergolong penting dan ditampilkan

terus-menerus sehingga terasa mendominasi sebagian cerita, dan tokoh yang

paling banyak diceritakan baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai

cara yaitu : (a). Tokoh yang paling banyak terlibat dalam cerita, (b). Tokoh yang

paling banyak berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lain, (c). Tokoh yang

paling banyak memerlukan waktu penceritaan.

Menurut Sudjiman (1991:17-19) berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita

dibagi dua yaitu tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah

tokoh yang memegang peran pimpinan. Protagonis selalu menjadi sorotan dalam

cerita. Ciri-ciri dari tokoh protagonis adalah waktu yang digunakan untuk

pengisahannya lebih panjang, hubungan antar tokoh, judul cerita. Sedangkan

tokoh antagonis adalah tokoh penentang utama dari protagonis. Tokoh antagonis

mewakili pihakyang jahat atau yang salah, sehingga sifatnya selalu bertentangan

dengan tokoh protagonis. Jadi tokoh merupakan pelaku yang mempunyai peranan

penting dalam sebuah cerita.

Dalam novel Tokyo Zodiac Murder yang digunakan dalam analisis adalah

tokoh tokiko yang merupakan tokoh utama dalam novel. Tokiko adalah seorang

anak yang hidupnya menderita setelah ayahnya menikah lagi, oleh perlakuan yang

diberikan ibu dan saudara tirinya. Sehingga menimbulkan dendam yang akan

dibalaskannya.

d. Penokohan

Penokohan atau perwatakan adalah penggambaran bagaimana karakter

seorang tokoh yang terdapat dalam sebuah cerita, dan setiap tokoh memiliki

karakter yang berbeda-beda disetiap. Oleh karena itu pelukisan tokoh sangatlah

penting, karena pembaca akan lebih mudah memaham alur cerita dengan

Dengan kata lain melalui penokohan itu pulalah pembaca dapat dengan

jelas menangkap wujud manusia yang kehidupannya sedang diceritakan

pengarang. Menurut Sudjiman (1991:23) penokohan adalah penyajian watak

tokoh dan penciptaan citra tokoh. Penokohan dilakukan dengan menggambarkan

ciri-ciri lahir dan sifat-sifat tokoh serta sikap batinnya sehingga tokoh

tergambarkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penokohan yang ada

dalam novel ini yaitu watak dari tokoh tokiko adalah anak yang penurut terhadap

ibu tirinya dan sangat menyangi ibu kandungnya. Namun karena di perlakukan

tidak adil oleh keluarga barunya, dia mempuyai sifat pendendam. Ibu tirinya

adalah seorang yang suka memerintah dan memanfaatkan anak tirinya sebagai

pembantu gratisan.

e. Setting

Latar atau setting menyangkut tempat, waktu, dan situasi yang mendukung

jalannya suatu cerita. Menurut Abrams dalam Nurgiantoro (2007: 216) latar atau

setting adalah landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu,

dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Dengan adanya setting dalam cerita memberikan kesan tersendiri bagi para

pembacanya, dimana kita merasakan seolah-olah suasana yang ada dalam novel

sungguh ada atau terasa nyata. Bukan hanya itu pembaca juga lebih mudah

menggunakan daya imajinasinya dan bertambahnya pengetahuan akan setting

tersebut. Begitu juga dengan setting yang terdapat dalam novel Tokyo Zodiac

Muder yang lebih jelasnya akan diuraikan pada sub bab 2.3 yang menjelaskan

f. Amanat

Amanat merupakan pesan moral atau hikmah yang hendak disampaikan

oleh pengarang kepada para pembacanya yang ada di dalam setiap jenis karya

sastra apapun. Moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan

hidup pengarang yang bersangkutan, pandangan tentang nilai-nilai kebenaran

dalam hidup yang ingin disampaikan pada pembacanya.

Menurut kenny dalam Nurgiantoro (2007:89),moral dalam cerita

biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran

moral tertentu yang bersifat praktis, yang diambil melalui cerita oleh pembaca.

g. Sudut Pandang

Sudut pandang atau point of view merupakan strategi, teknik, siasat, yang

secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.

Menurut Wiyanto dalam Nurgiantoro (2007:83) mengemukakan sudut pandang

adalah posisi pencerita (pengarang) terhadap kisah yang diceritakannya.

Aminuddin (2000:90) mengatakan sudut pandang adalah cara pengarang

menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkannya.

2. Unsur Ekstrinsik

unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berda di luar karya sastra itu

sendiri, namum secara tidak langsung mempengaruhi sistem atau struktur karya

sastra tersebut. Wellek dan Warren (1995:290) mengatakan unsur ekstrinsik

sebuah novel haruslah tetap dipandang sebagai sesuatu yang penting. Unsur

ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu sendiri yang ikut

mempengaruhi penciptaan karya sastra. Wellek dan Warren mengklasifikasikan

1. Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan

dan pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi penciptaan

sebuah karya sastra

2. Keadaan psikologis, baik psikologis pengarang, psikologis pembaca

maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya. Keadaan psikologis

pengarang pasti akan memberi warna yang berbeda dari sebuah karya

sastra. Keadaan psikologis pengarang mempengaruhi pemilihan tema,

bahasa dan alur cerita karya sastra. Hasil karya sastrawan muda pastilah

berbeda dengan hasil karya sastrawan senior.

3. Keadaan lingkungan pengarang, baik sosial, ekonomi dan politik.

4. Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama dan lain- lain.

Latar belakang keagamaan pengarang juga sangat berpengaruh pada

penciptaan karyasastra.

Singkatnya unsur ekstrinsik meliputi latar belakang pengarang, adat

istiadat yang berlaku, sistuasi politik, kenyakinan dan pandangan hidup

pengarang, agama,ekonomi dan sebagainya.

Dokumen terkait