• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : RUANG LINGKUP KEJAHATAN PASAR MODAL

B. Unsur – Unsur Kejahatan Dalam Pasar Modal Yang

Istilah kejahatan juga dikenal di Pasar Modal. Namun yang dinamakan

kejahatan Pasar Modal berbeda dengan kejahatan pada umumnya. Kejahatan

Pasar Modal bukan seperti mencuri, membunuh, merampok sebagai mana

kejahatan pada umumnya yang telah dijelaskan sebelumnya. Kejahatan Pasar

Modal dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta

kemodrenan dunia maya seperti internet, dan lain sebagainya. Pasar Modal juga

membuat definisi tersendiri yang termasuk ke dalam kategori kejahatan Pasar

Modal.

30.

Munir Fuady, Bisnis Kotor: Anatomi Kejahatan Kera Putih, ( Bandung: Pt. Citra Aditya Bekasi, 2004), hlm. 11.

31.

jaringnews.com kredibel dan menebar optimisme Kejahatan Modren Ancam Ekonomi dan Struktur Negara ( Selasa, 11 Desember 2012 14:08 WIB ), diakses pada Maret 2013.

Tindak pidana di bidang Pasar Modal mempunyai karakteristik yang khas,

yaitu antara lain adalah “barang” yang menjadi obyek dari tindak pidana adalah

informasi, selain itu pelaku tindak pidana tersebut bukanlah mengandalkan

kemampuan fisik seperti halnya pencurian atau perampokan mobil, akan tetapi

lebih mengandalkan pada kemampuan untuk membaca situasi pasar serta

memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Tindak Pidana Pasar Modal

merupakan aktifitasnya (tindak pidananya) terkait LANGSUNG dalam ruang

lingkup definisi Pasar Modal Pasal 1 angka 13 UUPM.3216

Melalui Undang – Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang

selanjutnya di singkat dengan UUPM tersebut, maka dapat kita lihat bersama

kategori kejahatan Pasar Modal pada Bab XI tentang penipuan, manipulasi pasar

dan perdagangan orang dalam, mulai dari pasal 90 sampai dengan pasal 99. Yang

dapat di bagi menjadi 3 (tiga) kategori kejahatan Pasar Modal beserta unsur –

unsurnya, yaitu:

1. Penipuan (fraud)

Pada pasal 90 UUPM, mengatur secara implisit jenis kejahatan Pasar Modal

yaitu penipuan. Pengertian penipuan pasar modal adalah apabila terjadi

misrepresentation dan informasi itu masuk ke pasar secara cepat merubah

32

Fitrianti Lestari,

harga suatu saham atau dengan kata lain informasi tersebut salah.33 Unsur –

unsur tindakan kejahatan Pasar Modal yang dilarang yang berupa penipuan

yang terdapat di dalam pasal 90 adalah:

a. Setiap pihak;

Berdasarkan pasal 1 angka 23 UUPM, pihak yang dimaksud adalah orang

perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang

terorganisasi.34

b. Menipu atau menggelabui pihak lain atau turut serta menipu atau turut

serta mengelabui pihak lain;

Berdasarkan pasal 378 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP)

tentang Penipuan, maka unsur – unsur yang dikatakan penipuan adalah

orang yang hendak mengguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan

cara melawan hak, baik17dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu

baik dengan tipu muslihat maupun perkataan bohong, membujuk orang

supaya memberikan barang, membuat hutang atau menghapus piutang. 3518

c. Dengan menggunakan sarana ataupun cara apapun;

d. Membuat pernyataan tidak benar tentang fakta material atau tidak

mengungkapkan fakta material;

Informasi atau Fakta Material adalah informasi atau fakta penting dan

relevan mengenai peristiwa, kejadian, atau fakta yang dapat

33.

Bismar Nasution, Op.Cit., hlm. 17.

34.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.

35.

mempengaruhi harga efek pada Bursa Efek dan atau keputusan pemodal,

calon pemodal, atau Pihak lain yang berkepentingan atas informasi atau

fakta tersebut.36 Informasi atau fakta materil yang diperkirakan dapat

mempengharui efek atau keputusan investasi pemodal, antara lain hal – hal

sebagai berikut:

1) Penggabungan usaha, pembelian saham,peleburan usaha, atau pembentukan usaha patungan;

2) Pemecahan saham atau pembagian deviden saham; 3) Pendapatan dari deviden yang luar biasa sifatnya; 4) Perolehan atau kehilangan kontrak penting; 5) Produk atau penemuan baru yang berarti;

6) Perubahan dalam pengendalian atau perubahan penting dalam manajemen;

7) Pengumuman pembelian kembali atau pembayaran efek yang bersifat utang;

8) Penjualan tambahan efek kepada masyarakat atau secara terbatas yang material jumlahnya;

9) Pembelian, atau kerugian penjualan aktiva yang materil; 10) Perselisihan tenaga kerja yang relatif penting;

11) Tuntutan hukum yang penting terhadap perusahaan, dan atau direktur atau komisaris perusahaan;

12) Pengajuan tawaran untuk pembelian efek perusahaan lain; 13) Penggantian akuntan yang mengaudit perusahaan;

14) Penggantian wali amanat;

15) Perubahan tahun fiskal perusahaan.3719

Menurut pendapat pengadilan dalam List v.Fashion Park, Inc,340 F. 2d 457

(2d Cir. 1995), fakta materil adalah meliputi fakta – fakta yang secara

rasional dan objektif mempengharui nilai saham perusahaan.38

e. Dengan tujuan agar pernyataan yang di buat tidak menyesatkan mengenai

keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk

36.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 1 angka 7.

37

Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep- 86/ PM / 1996 dan Peraturan Nomor X.K1, mengenai Keterbukaan Informasi Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik.

38.

menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau

Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli

atau menjual efek.

UUPM memberikan batasan mengenai kegiatan perdagangan efek yang

dimaksud dalam pasal 90 ini melalui penjelasannya yaitu, kegiatan yang

meliputi kegiatan penawaran, pembelian, dan atau penjualan Efek yang terjadi

dalam rangka Penawaran Umum, atau terjadi di Bursa Efek, maupun kegiatan

penawaran, pembelian.3920

Peristiwa – peristiwa yang dapat mempengharui harga saham harus

dilaporkan paling lambat 2 (dua) hari kerja.40 Berdasarkan unsur – unsur

kejahatan Pasar Modal yang berupa Penipuan di atas, maka dapat diketahui

bahwa setiap perbuatan semua pihak ataupun turut serta, yang dilarang

berdasarkan pasal 90 UUPM atau memenuhi unsur – unsur dari pasal 90

tersebut maka di namakan telah melalukan kejahatan Pasar Modal yang berupa

Penipuan. Pihak yang melakukan penipuan dikenakan ketentuan selain sanksi

administratif, yaitu sanksi pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan

denda paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah). 41

39.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal,

penjelasan Pasal 90.

40.

Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep- 86/ PM / 1996 dan Peraturan Nomor X.K1, mengenai Keterbukaan Informasi Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik.

41.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 102 dan 104.

2. Manipulasi Pasar

Selain tindak pidana penipuan, terdapat tindak pidana yang berupa manipulasi

pasar berdasarkan pasal 91 dan pasal 92 UUPM ,maka dapat dilihat ketentuan

tentang unsur – unsur yang dikatakan manipulasi pasar yaitu sebagai berikut:

a. Setiap pihak baik sendiri maupun bersama – sama dengan pihak lain;

b. dilarang melakukan tindakan atau melakukan 2 (dua) transaksi Efek atau

lebih, baik langsung maupucn tidak langsung;

c. dengan tujuan untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan

mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar, atau harga Efek di Bursa

Efek. Atau dengan tujuan menyebabkan harga Efek di Bursa Efek tetap,

naik, atau turun dengan tujuaan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli,

menjual, atau menahan. 4221

Pada penjelasan pasal 91 UUPM yang berbunyi:

Masyarakat pemodal sangat memerlukan informasi mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar, atau harga Efek di Bursa Efek yang tercermin dari kekuatan penawaran jual dan penawaran beli Efek sebagai dasar untuk mengambil keputusan investasi dalam Efek. Sehubungan dengan itu, ketentuan ini melarang adanya tindakan yang dapat menciptakan gambaran semu mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar, atau harga Efek, antara lain: a. melakukan transaksi Efek yang tidak mengakibatkan perubahan pemilikan; atau

b. melakukan penawaran jual atau penawaran beli Efek pada harga tertentu, di mana Pihak tersebut juga telah bersekongkol dengan Pihak lain yang melakukan penawaran beli atau penawaran jual Efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama.”43

42.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 91, pasal 92.

43.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Penjelasan pasal 91.

Sementara pada penjelasan pasal 92 UUPM yang berbunyi:

“Ketentuan ini melarang dilakukannya serangkaian transaksi Efek oleh satu Pihak atau beberapa Pihak yang bersekongkol sehingga menciptakan harga Efek yang semu di Bursa Efek karena tidak didasarkan pada kekuatan permintaan jual atau beli Efek yang sebenarnya dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau Pihak lain.” 4422

Berdasarkan penjelasan pasal 91 dan 92 UUPM, maka dapat diketahui

bahwa rencana pertama dari praktek manipulasi pasar adalah melakukan

restriksi artifisial atau penciptaan penampilan palsu atas kegiatan perdagangan

yang sebenarnya dalam persedian (supply) dengan mengakuisisi saham secara

substansial dalam controlled account. Kegiatan merangsang permintaan

(demand) saham yang disengaja dengan upaya pengendalian pesediaan saham.

Selanjutnya melakukan penjualan atas persedian saham yang dibeli, sejalan

dengan harga saham yang telah membubung (harga manipulasi).45

Setiap pihak yang melakukan pratek menipulasi pasar yang dilarang oleh

UUPM, dapat dikenakan sanksi administrasi dan juga sanksi pidana yang sama

dengan melakukan tindak pidana Penipuan di Pasar Modal.46 Penipuan dengan

manipulasi perbedaannya pada dasarnya hanya terletak pada akibat dari

perbuatan tersebut. Pada manipulasi pasar,akibat dari perbuatan tersebut harga

saham menjadi semu sedangkan pada tindak pidana penipuan maka akibat dari

informasi atau keadaan tidak sebenarnya tersebut akan dapat merugikan pihak

lain tanpa mesti mempunyai akibat terhadap pasar yang termanipulasi.

44.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Penjelasan pasal 92.

45.

Bismar Nasution, Op.Cit., hlm. 169.

46.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 104.

Dalam perkembangan setiap Pasar Modal, banyak trik bisnis dilakukan.

Trik bisnis potensial yang paling banyak untuk menjadi penipuan dan

manipulasi pasar, diantaranya adalah:

1) Pigging,Fixing, dan Stabilizing

Tindakan seperti ini terjadi pada saat atau segera setelah proses IPO. Dalam hal ini, pihak emiten secara semua menstabilkan harga suatu sekuritas. Di mana pihak - pihak tertentu seperti emiten, dealer, underwriter, mesti diwanti – wanti kalau mereka terlibat dalam perdagangan saham yang terjadi segara setelah IPO karena hal tersebut potensial untuk terjadinya tindakan – tindakan pigging, fixing, stabilizing, di atas.

2) Investment syndicate

Dalam hal ini sindicat underwriter memborong smua atau sebagian besar saham di pasar perdana atau bahkan melakukan sesuatau “bid” di pasar sekunder, sehingga harga menjadi fixed.

3) Workout Market

Ini merupakan perbuatan yang di lakuakan sedemikan rupa sehingga seolah – olah telah terjadi oversubscribed terhadap sekuritas tertentu, yang sering di lakukan oleh emiten atau underwriter.

4) Special Alloments

Jika pihak underwriter sengaja mengalokasikan suatu sekuritas pada IPO kepada para partner, officer, pekerja, atau sahabat dekatnya sehingga kelihatan seolah – olah saham tersebut oversubscribed, sehingga kemudian harga saham menjadi mahal.

5) Menciptakan Tranding Firms

Oleh underwriter sekuritas dialokasikan ke perusahan tertentu yang bakan anggota selling group. Selanjutnya perusahan tersebut menciptakan pasar untuk sekuritas yang bersangkutan dengan menawarkan kembali sekuritas yang bersangkutan kepada publik dan setelah itu, akan diikuti oleh kegiatan perdangan dangan harga jau di atas harga wajar.

6) Free Riding

Pembeli IPO yang berharap dapat menjualnya kembali dengan harga tertentu yang mahal dan akan membatalkan pembeliahannya begitu suasan menjelang alokasi saham kelihatan kurang kelihatan kurang menguntungkan.

7) Chanelling

Bahwa suatu IPO, sekuritas tersebut dialokasikan kepada kelompok tertentu. Biasanya hal tersebut dianggap bermasalah jika kelompok tertentu merupakan kelompok inder.

8) Margin

Suatu transaksi yang dilakuakan sekuritas tertentu oleh pihak tertentu, di mana ada pihak yang memberi kredit kepadanya untuk membeli saham

tersebut. Sementara saham yang bersangkutan menjadi jaminan yang bersangkutan.

9) Put atau Call option 10)Shortsale

11)Sale against the ox

12)Exchang- based transaction 13)Was sale

14)Aboriet sale

15)Pre- arranged trade 16)Churning

17)Front trading 18)Cross trading

19)Pump- pump manipulation 20)Cornering

21)Pemberian kompensasi oleh pialang terhadap pialang investor yang menderita rugi.47

Namun di dalam penjelasan pasal 94 UUPM, memberikan batasan bahwa

suatu tindakan yang dilarang pada pasal 91 dan 92 UUPM tersebut menjadi

tindakan yang tidak terlarang yang berupa :

a. stabilisasi harga efek dalam rangka Penawaran Umum sepanjang hal

tersebut dicantumkan dalam Prospektus; dan b.

penjualan dan pembelian efek oleh Perusahaan Efek selaku pembentuk

pasar untuk rekeningnya.4823

3. Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading)

Jenis kejahatan Pasar Modal yang lainnya adalah insider trading. UUPM

melarang adanya praktek perdagangan orang dalam yang dapat dilihat dari

pasal 95 – 99 UUPM. Yang unsur – unsur suatu kejahatan Pasar Modal yang

berupa praktik perdagangan orang dalam dapat diuraikan sebagai berikut:

47.

Yulfasni, Hukum Pasar Modal, (Jakarta: Badan Penerbit Iblam, 205), hlm. 119-120.

48.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Penjelasan pasal 94.

a. Adanya orang dalam atau setiap pihak yang berusaha untuk memperoleh

informasi orang dalam dari orang dalam secara melawan hukum;

Berdasarkan penjelasan pasal 95 UUPM, maka dapat kita ketahui bahwa

yang dimaksud dengan orang dalam adalah:

i. komisaris, direktur, atau pegawai Emiten atau Perusahaan Publik;

ii. pemegang saham utama Emiten atau Perusahaan Publik;

iii. orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena

hubungan usahanya dengan Emiten atau Perusahaan Publik

memungkinkanorang tersebut memperoleh informasi orang dalam; atau

Berdasarkan kategori orang dalam ini,maka yang dimaksud dengan:

a) Yang dimaksud dengan “kedudukan” dalam penjelasan angka iii ini

adalah jabatan pada lembaga, institusi, atau badan pemerintah.

b) Yang dimaksud dengan “hubungan usaha” dalam penjelasan angka iii

ini adalah hubungan kerja atau kemitraan dalam kegiatan usaha, antara

lain hubungan nasabah, pemasok, kontraktor, pelanggan, dan kreditur.

iv. Pihak yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir tidak lagi menjadi Pihak

sebagaimana dimaksud dalam angka i, ii, iii di atas.

Sebagai contoh penjelasan angka iv adalah Tuan A berhenti sebagai direktur

pada tanggal 1 Januari. Namun demikian Tuan A masih dianggap sebagai

b. Mempunyai informasi orang dalam yang belum tersedia untuk umum;

Yang dimaksud dengan “informasi orang dalam” dalam penjelasan angka

iii adalah Informasi Material yang dimiliki oleh orang dalam yang belum

tersedia untuk umum.

c. Dilarang mempengaruhi Pihak lain untuk melakukan pembelian atau

penjualan atas Efek atau memberi informasi orang dalam kepada Pihak

mana pun yang patut diduganya dapat menggunakan informasi dimaksud

untuk melakukan pembelian atau penjualan atas Efek.

Alasan mengapa perdagangan orang dalam dilarang adalah sebagai berikut:

1) Larangan bagi orang dalam untuk melakukan pembelian atau penjualan

atas efek Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan didasarkan

atas pertimbangan bahwa kedudukan orang dalam seharusnya

mendahulukan kepentingan Emiten, Perusahaan Publik, atau pemegang

saham secara keseluruhan termasuk di dalamnya untuk tidak menggunakan

informasi orang dalam untuk kepentingan diri sendiri atau Pihak lain.

2) Orang dalam dari suatu Emiten atauPerusahaan Publik yang melakukan

transaksi dengan perusahaan lain juga dikenakan larangan untuk

melakukan transaksi atas Efek dari perusahaan lain tersebut, meskipun

yang bersangkutan bukan orang dalam dari perusahaan lain tersebut. Hal

ini karena informasi mengenai perusahaan lain tersebut lazimnya diperoleh

karena kedudukannya pada Emiten atau Perusahaan Publik yang

melakukan transaksi dengan perusahaan lain tersebut. Yang dimaksud

antara Emiten atau Perusahaan Publik dan perusahaan lain, termasuk

transaksi atas Efek perusahaan

Ada beberapa hal yang tidak tergolong ke dalam perdagangan orang

dalam berdasarkan pasal 97 dan 98 UUPM yaitu,

1) Apabila setiap pihak yang berusaha untuk memperoleh informasi orang

dalam dan kemudian memperolehnya tanpa melawan hukum, sepanjang

informasi tersebut disediakan oleh Emiten atau Perusahaan Publik tanpa

pembatasan.

2) Perusahaan Efek yang memiliki informasi orang dalam mengenai Emiten

atau Perusahaan Publik melakukan transaksi Efek Emiten atau Perusahaan

Publik bukan atas tanggungannya sendiri, tetapi atas perintah nasabahnya.

3) Perusahaan Efek tersebut tidak memberikan rekomendasi kepada

nasabahnya mengenai Efek yang bersangkutan.

Sanksi yang dapat dikenakan pada pihak yang melakukan pelanggaran di

Bursa Efek Indonesia sama dengan sanksi yang dikenakan pada kejahatan

manipulasi pasar dan penipuan yaitu berupa sanksi administrasi dan sanksi

pidana yang berupa hukuman sanksi pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)

tahun dan denda paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar

rupiah).4924

4. Informasi yang Menyesatkan (misleading information)

Landasan hukum Missleading information dalam UUPM dapat ditemui pada

pasal 80,81,93 UUPM. Berdasarkan ketentuan di dalam pasal 93 dan 94

49.

Republik Indonesia, Undang – Undang No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 102 dan 104.

UUPM, maka informasi yang menyesatkan merupakan jenis kejahatan pasar

modal yang lainnya selain yang telah disebutkan di atas. Pengertian informasi

yang menyesatkan adalah pernyataan menyesatkan yang disebabkan adanya

misrepresentation atau pernyataan dengan membuat penghilangan (omission)

fakta materil, baik dalam dokumen – dokumen penawaran umum maupun

dalam perdagangan saham. Pernyataan pernyataan tersebut menciptakan

gambaran yang salah dari kualitas emiten, manajemen, dan potensi ekonomi

emiten. Mengenai informasi yang menyesatkan dapat dilihat dari pasal 93

UUPM. Unsur – unsurnya dapat berupa:

a. Setiap pihak;

b. Dengan cara apapun;

c. Membuat pernyataan atau memberikan keterangan yang secara material

tidak benar atau menyesatkan;

d. Dengan ketentuan apabila pada saat pernyataan dibuat atau keterangan

diberikan pihak yang bersangkutan mengetahui atau sepatutnya mengetahui

bahwa pernyataan atau keterangan tersebut secara material tidak benar

atau menyesatkan atau pihak yang bersangkutan tidak cukup berhati-hati

dalam menentukan kebenaran material;

e. Bertujuan mempengaruhi harga efek di Bursa Efek;

Sementara terdapat enam elemen informasi yang menyesatkan yaitu: a) Adanya pernyataan fakta material yang salah (palsu) atau pernyataan fakta

material itu tidak lengkap

b) Adanya kewajiban untuk menyampaikan informasi kepada publik, apabila gugatan itu didasarkan pada fakta material yang salah atau kurang lengkap. c) Adanya pengetahuan oleh pihak yang melakukan misrepresentation atau

omission dan dilakukannya dengan maksud melakukan penipuan

d) Merupakan fakta material e) Adanya keyakinan (reliance) f) Adanya kerugian (injury)5025

Namun dalam pasal 94 UUPM beserta penjelasannya menerangkan

bahwa ada beberapa tindakan memenuhi unsur misleading information namun

tidak termasuk ke dalam kategori kejahatan Pasar Modal yang berupa:

1) Stabilisasi harga Efek dalam rangka Penawaran Umum sepanjang hal

tersebut dicantumkan dalam Prospektus.

2) Penjualan dan pembelian Efek oleh Perusahaan Efek selaku pembentuk

pasar untuk rekeningnya sendiri.

Mengenai tanggung jawab atas informasi yang menyesatkan, maka pada

pasal 80 dan 81 UUPM, dapat kita ketahui bahwa ada 2 (dua) hal yang wajib

bertanggung jawab, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, atas kerugian

yang timbul akibat informasi yang menyesatkan tersebut.

a. Apabila pernyataan dalam rangka penawaran umum ada informasi yang

tidak benar tentang fakta material atau tidak memuat informasi tentang fakta

material, maka setiap pihak yang menandatangani pernyataan pendaftaran

tersebut, direktur dan komisaris emiten, penjamin pelaksana emisi efek,

profesi penunjang Pasar Modal atau pihak lain yang memberikan pendapat

atau keterangan dan atas persetujuannya dimuat dalam pernyataan

pendaftaran.

b. Setiap Pihak yang menawarkan atau menjual Efek dengan menggunakan

Prospektus atau dengan cara lain, baik tertulis maupun lisan, yang memuat

50.

informasi yang tidak benar tentang Fakta Material atau tidak memuat

informasi tentang Fakta Material dan Pihak tersebut mengetahui atau

sepatutnya mengetahui mengenai hal tersebut.

Namun terdapat pengecualian apabila penjamin pelaksana emisi efek,

profesi penunjang Pasar Modal atau pihak lain yang memberikan pendapat atau

keterangan dan atas persetujuannya dimuat dalam pernyataan pendaftaran,

dapat membuktikan bahwa Pihak yang bersangkutan telah bertindak secara

profesional dan telah mengambil langkah-langkah yang cukup untuk

memastikan bahwa

1) Pernyataan atau keterangan yang dimuat dalam Pernyataan Pendaftaran

adalah benar; dan

2) Tidak ada fakta material yang diketahuinya yang tidak dimuat dalam

Pernyataan Pendaftaran yang diperlukan agar Pernyataan Pendaftaran

tersebut tidak menyesatkan.

Maka tuntutan ganti rugi hanya dapat diajukan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun

sejak pernyataan pendaftaran efektif.51 Bagi pihak yang melakukan pelanggaran

dengan memberikan informasi yang menyesatkan dapat dikenakan ketentuan

pidana dan sanksi administratif yang sama dengan kejahatan pasar modal yang

lainnya.5226

51.

Republik Indonesia, Undang – Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 80,81.

52.

Republik Indonesia, Undang – Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, Pasal 104.

BAB III

PENANGANAN TERHADAP KASUS KEJAHATAN PASAR MODAL

A.KEDUDUKAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM

MENANGANI KASUS KEJAHATAN PASAR MODAL

Dengan keluarnya Undang – Undang No.21 Tahun 2011 Tentang Otoritas

Jasa Keuangan atau selanjutnya disingkat dengan OJK, yang menghendaki adanya

pemusatan fungsi pengawasan institusi keuangan Indonesia dalam satu lembaga

yaitu OJK yang mencakup lembaga keuangan bank dan non bank. Dalam Undang

– Undang OJK dapat kita lihat defenisi dari OJK itu sendiri yang merupakan

lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang

mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan,

dan penyidikan yang diatur dalam UU OJK ini. Sehingga kedudukan Bapepam

telah berahli dan digantikan dengan OJK dimulai Januari 2013.5327

Peranan Bapepam menegakkan hukum Pasar Modal dalam buku

Yulfasnih, terdiri dari tiga fungsi yakni fungsi rule making, adjudicatory, dan

fungsi investigatory.54 Dengan digantikannya Bapepam menjadi Otoritas Jasa

Keuangan (OJK) sehingga penjelasan fungsi – fungsi tersebut berupa:

1. Fungsi rule making atau membuat aturan main bagi para pelaku pasar modal

yang disebut juga quasi legislative.

53.

IDX Newsletter Final.pdf ( tertanggal Oktober 2012), (diakses tanggal 27 Februari 2013).

54.

Di dalam pasal 3 beserta penjelasannya dalam UUPM jo UU No.21 Tahun

2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan pasal 5 dan pasal 8. Di dalam UU

tersebut dapat kita lihat bahwa OJK yang berhak untuk membuat peraturan -

Dokumen terkait