• Tidak ada hasil yang ditemukan

Banyak Hal untuk Kembangan

Dalam dokumen Bahu-Membahu Membangun bersama Masyarakat (Halaman 111-115)

25

P

ada awal pendaftaran KKN saya merasa tidak percaya kalau aku sudah semester Vll kok secepat itu. saya mulai percaya dengan pernyataan orang yang seperti itu. KKN memang menyenangkan, meski harus bergelut dengan banyak rintangan yang tak terduga. Dengan sedikit pembekalan dari kampus, menuntut setiap mahasiswa agar bisa mandiri dan menerapkan ilmunya dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena hidup dengan buku dan pena terkadang tak memberi jaminan bahwa kita telah benar-benar hidup.

Di mulai pada tanggal 20 Juli 2018 sampai tanggal 27 agustus 2018, semester Vll di IAIN Tulungagung melaksanakan KKN di wilayah desa kembangan kecamatan pule. Saya dan teman-teman berkumpul jadi satu di desa kembangan, Kabupaten Trenggalek. Di sana, saya menemukan teman dari berbagai jurusan di satu kampus yang telah kita tinggali selama 1 bulan lebih 10 hari. 21 orang, termasuk saya di dalamnya. Jumlah lelaki pun hanya lima orang dan jumlah perempuan enam belas orang. Aku hanya membayangkan bahwa kelompok ini akan mampu memberikan kerjasama yang baik dan mencapai hasil akhir yaitu lulus KKN dengan nilai terbaik.

Bagiku, masa perkenalan sangatlah singkat setelah beberapa jam menyinggahi tempat menginap di posko. Saya

Desa Kembangan .Ernis Sayulva A.N

Pelayanan Publik :Catatan Pengabdian KKN Revolusi Mental Wonotirto Blitar

104

telah mampu untuk mengenal teman satu sama lain. Sejak saat itu, sudah terukir canda tawa kita bersama. Saya yakin saat itu semua pasti nyaman akan hadirnya aku dan seluruh teman di situ. Saya dan teman-teman memang diharuskan untuk membaur dan menjadi seperti keluarga baru.

Desa-desa yang di masuki oleh mahasiswa IAIN Tulungagung, diantaranya. Dusun krajan dan turi di desa kembangan. Saya masuk menjadi anggota kesahatan yang ditugaskan pada posyandu, senam, sosialisasi gosok gigi dan cuci tangan yang berada di dusun krajan desa kembangan.

Desa kembangan adalah salah satu desa yang terkecil di kecamatan pule, dengan ikon tempat Pengembangan hutan pinus,cengkeh, empon-empon (kunyit,laos dll), desa ini menjadi desa yang dikenal. Di desa ini juga terdapat berbagai usaha kecil menengah milik warga, diantaranya usaha tempe, jamur, tempe dan arang-arang ginang.

Pengalaman saya mengikuti KKN sangat banyak sekali, yang pertama karena banyak prody yang di campur dan di bagi kedalam kelompok, jadi dalam satu kelompok tidak hanya satu prody saja. Dan itu membuat kami yang asalanya jika bertemu saling acuh tak acuh, menjadi lebih akrab. Kekeluargaan menjadi satu yang terpenting dalam satu kelompok, menghilangkan perbedaan memang sedikit sulit, namun selama KKN, kami bukan lah mahasiswa PGMI, PAI, PBA,TMT, ES, PS,dan Bahasa Indonesia, selama KKN kami adalah devisi kesehatan. Alhamdulillah dari awal sampai akhir devisi kesehatan tetap kompak.

Kegiatan di minggu pertama, seperti biasa, kami mengunjungi kantor desa Ngrog, bertemu dengan kepala desa dan staf yang membantu di sana, berkunjung ke rumah kepala RT/RW dan bersilaturahmi dengan penduduk desa.

Karena pada minggu pertama, anak-anak sepulang sekolah datang ke posko dan berkenalan dengan kakak KKN.

Anak-anak disana sangat menggemaskan dan itu membuat suasana menjadi lebih mencair. Dan lagi, anak-anak desa Kembangan sangat ramah. Jika kami pergi berbelanja dan

KKN Revolusi Mental Wonotirto

bertemu di jalan, mereka tak akan segan menyapa dan mengucapkan salam. Tak begitu spesial memang, tapi rasanya membahagiakan, kita merasa begitu diterima di desa ini. Pada malam hari semua kelompok merencanakan program kerja perdevisi sedangkan devisi kesehatan mengadakan program posyandu, senam, gosok gigi dan cuci tangn. Pada hari selasa aku dan teman-teman KKN mengikuti acara yasinan dan disana perwakilan mengimami tahlil dan sholat setelah itu salah satu teman membuka acara perkenalan bahwa kami mahasiswa KKN IAIN Tulungagung setelah perkenalan kami dikasih makanan kecil-kecilan. Pada hari minggu saya dan teman- teman devisi mengadakan senam ibu-ibu PKK dan ibu-ibu PKK pun antusias dan ingin mengadakan senam setiap hari selasa, jum’at dan minggu.

Minggu kedua, pada setiap hari jum’at pagi saya dan perwakilan teman-teman KKN mengikuti senam sehat di kecamatan pule yang diikuti oleh ibu-ibu pegawai kecamatan pule.pada hari sabtu pagi mahasiswa KKN mengadakan senam bersama. Setelah itu pemetaan wilayah dusun krajan desa kembangan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Tulungagung dan mengetahui wilayah yang akan diakses untuk melakukan program kerja. Pada hari rabu saya mengikuti posyandu bersama teman-teman KKN, ibu kasun dan ibu-ibu yang mengurus posyandu. Disana saya membantu ibu-ibu untuk merekap berapa berat, tinggi pada anak balita maupun anak kecil.

Minggu ketiga, diundang untuk mengikuti memeriyahkan HUT RI yang ke 73 pada acara jalan sehat di lapangan kecamatan pule yang diikuti semua masyarakat kecamatan pule dan mahasiswa KKN IAIN Tulungagung kecamatan pule. Selanjutnya ibu guru TK menyuruh saya dan perwakilan mahasiswa KKN saya untuk mendandani anak TK untuk karnaval di kecamatan pule. Ternyata anak TK itu sulit dibilangin misalnya tidak boleh bermain seperti disuruh bermain sampai ibunya marah-marah. Saya dan perwakilan mahasiswa KKN IAIN Tulungagung mengikuti kegiatan

Pelayanan Publik :Catatan Pengabdian KKN Revolusi Mental Wonotirto Blitar

106

POSBINDU (Pos Pembinaan Terpadu) yang bertepatan di polindes desa kembangan yang diikuti oleh ibu- ibu masyarakat desa kembangan guna untuk mengetahui tensi, berat badan tinggi dan cek kesehatan seperti asam urat kolestrol dan gula darah.

Minggu ke empat sudah mulai berhenti dari kegiatan karena kami menyiapkan acara untuk perpisahan. Perpisahan didesa yang diadakan pada malam sabtu yang dimulai setelah isya’ yang dihadiri oleh DPL KKN , bpk Ali somad selaku penrceramah, bpk kecamatan, kepala desa, staf kepala desa dan masyarakat sekitar desa kembangan ditutup pada malam hari yang gelap saya boncengan sama teman cewekku pulang kepisko sampai ketakutan. Pada perpisahan dikecamatan saya dan teman-teman KKN selaku panitia berangkat pagi untuk mengambil konsusmsi yang akan diserahkan pada mahasiswa KKN lainnya. Satu bulan lebih sepuluh hari sudah kami menjalankan kegiatan KKN, waktu yang ditetapkan sudah mulai habis, sedih rasanya meninggalkan desa Kembanga yang sudah seperti ruman sendiri bagi kami, desa Kembangan akan tetap menjadi kenangan indah bagi kami.

Suasa pagi, siang, dan malam disana akan menjadi sesuatu yang sangat kami rindukan.

Dan tibalah waktu pulang semua keluarga bpak kasun sudah berkumpul dan mahsiswa berjabat tangan kepada keluarga pak kasun disitulah air matapun menangis. Senyum manis anak-anak dan juga canda tawa devisi kesehatan akan tetap terkenang di dalam hati..

Terimakasih desa Kembangan, telah memberi kami pelajaran berharga dan memberi kami gambaran tentang bagaimana kehidupan yang sebenarnya.

Oleh :

KKN Tematik Trenggalek 2018,

26

Dalam dokumen Bahu-Membahu Membangun bersama Masyarakat (Halaman 111-115)