Dalam rangka meningkatkan solusi dan layanan terhadap masyarakat, BNI telah melakukan berbagai terobosan yang inovatif. Salah satu yang dikembangkan adalah inovasi pelayanan publik yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas transaksi, transparan, dan akuntabel.
1. E-Banking & E-Channel
a. MPN G2. Modul Penerimaan Negara Generasi
ke-2 yang terintegrasi secara langsung dengan Kementerian Keuangan, untuk dapat mengakomodir pembayaran Pajak, PNBP dan Cukai. Layanan disediakan melalui seluruh channel yang tersedia seperti Kantor Cabang yang dimiliki BNI, baik cabang konvensional dan ATM, maupun melaui channel elektronik seperti SMS banking, mobile banking serta internet banking.
BNI juga mengintegrasikan penerimaan pelayanan publik seperti Fidusia, penerimaan negara dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Kantor Imigrasi untuk permohonan paspor baru dan perpanjangan.
b. Kepesertaan dan Penerimaan Iuran BPJS
Kesehatan dan Ketenagakerjaan melalui
seluruh channel BNI. Pelayanan publik yang
diberikan adalah membantu masyarakat dalam kepesertaan serta penerimaan pembayaran iuran kepesertaan menggunakan channel BNI, baik
ini membuat Masyarakat semakin mudah dalam pembayaran iuran, karena channel BNI dapat diakses dari mana pun dan kapan pun.
c. ePajak Daerah. BNI menyediakan mekanisme
yang dapat menunjang kegiatan pembayaran Pajak di berbagai daerah dimana wajib pajak dapat melakukan self assessment untuk mengetahui kewajiban pajak yang harus dibayarkan. Sistem ini menyediakan kemudahan dalam pembayaran tagihan bagi para wajib pajak sehingga
penerimaan pajak menjadi optimal melalui seluruh channel BNI. Sementara itu, bagi Pemerintah Daerah manfaatnya adalah meningkatkan proses transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.
2. E-Billing & E-Statement
a. ePBB. BNI menyediakan solusi kemudahan
pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan bagi masyarakat umum menggunakan channel BNI, dimana proses pembayaran pajak yang dilakukan oleh masyarakat terjadi secara realtime dan langsung diterima oleh Pemerintah Daerah karena sistem BNI sudah terintegrasi dengan sistem PBB Pemda.
b. eCollection. Merupakan Any to Any General
Electronic Collection Solution, dirancang untuk membantu Perusahaan dalam mengelola aktivitas penerimaan dana (collection) secara optimal. Lingkup layanannya mencakup manajemen billing yang fleksibel, realtime update, transaksi melalui multi channel, layanan 24 jam, hingga penyediaan dashboard.
16,4 juta
232
Jumlah Transaksi MPN G2
47
Supply Chain Financing (SCF)
BNI aktif menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), reformasi birokrasi, serta mendorong pertumbuhan pada sektor infrastruktur, ketahanan pangan, industrialisasi, dan kemaritiman melalui program Supply Chain Financing yang berbasis web, yang disebut BNI FSCM (BNI Financial Supply Chain Management) dengan solusi Supplier Financing, Distributor financing, dan Receivable Financing. Salah satu inisiatif strategis BNI ini, mampu mendorong pertumbuhan bisnis transaksional perbankan yang sejalan dengan arah kebijakan single digit dari Bank Indonesia dan meningkatkan Good Corporate Governance dengan adanya transparansi dalam aliran dokumen dan aliran uang. Dengan BNI FSCM, seluruh potensi bisnis bawaan Nasabah Korporat dari hulu ke hilir bisnis proses termasuk pemasok dan distributor tergabung dalam komunitas supply chain BNI.
Model bisnis BNI FSCM BNI untuk mendukung program Nawacita Indonesia, antara lain:
Model Bisnis SCF Sektor Deskripsi
Supplier Financing Infrastruktur Sinergi dengan Perusahaan Kontraktor bidang konstruksi, telekomunikasi, semen
Supplier Financing Ketahanan Pangan Sinergi dengan Perusahaan Bidang Pangan, pupuk , dan ritel
Distributor Financing, dan Receivable Financing
Industrialisasi Sinergi dengan Perusahaan Bidang Consumer Goods, dan pabrikan.
Supplier Financing Kemaritiman Sinergi dengan perusahaan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan
Supplier Financing Kesehatan Sinergi dengan perusahaan penyedia fasilitas kesehatan publik
Skema solusi SCF yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah:
1) Supplier Financing (SF): berupa pengambilalihan invoice/tagihan kepada Korporat sebelum jatuh tempo untuk dibayarkan kepada Supplier dengan waktu lebih cepat.
2) Distributor Financing (DF): berupa pembayaran invoice/tagihan Korporat pada saat jatuh temponya oleh BNI, dan perpanjangan pembayaran invoice/tagihan dari distributor kepada BNI.
3) Receivable Financing (RF): fasilitas berupa pengambilalihan invoice/tagihan dari Korporat kepada Distributor/Buyer untuk dibayarkan sebelum tanggal jatuh tempo Invoice.
Target dan Pencapaian tahun 2016
Slip (item) Pendapatan (miliar rupiah) Nominal (miliar rupiah)
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
33.000 42.306 30 99,12 3.000 5.050,34
BNI FSCM - Login
48
Ekspansi kredit di sektor prioritas seperti pada sektor pertanian, manufaktur, infrastruktur, dan industri penunjang infrastruktur telah dilaksanakan secara optimal. Begitu juga ekspansi kredit di sektor potensial di masing-masing wilayah dan nasabah yang merupakan supply/value chain dari debitur korporasi. Untuk
pemberian kredit di sektor kecil, BNI telah berhasil melampaui regulasi minimum pemberian kredit kepada debitur usaha mikro, kecil dan menengah. Pertumbuhan portepel kredit di atas rata-rata industri tersebut dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sehingga Non- Performing Loan (NPL) tidak naik secara proporsional dan menghasilkan imbal hasil yang relatif tinggi. Peningkatan pendapatan non-bunga dan pengumpulan dana murah telah dilakukan sesuai rencana di tengah ketatnya persaingan bisnis di sektor keuangan dan penempatan dana masyarakat dari institusi non-bank atau pun dengan adanya fintech. Persaingan bisnis di bidang digitalisasi layanan keuangan telah diantisipasi dengan meningkatkan sistem teknologi informasi yang ada sehingga sistem tersebut siap untuk dikembangkan mengikuti kebutuhan nasabah sesuai yang telah dituangkan dalam dalam Information Technology Strategic Plan (ITSP). Hasil dari pelaksanaan rencana strategis di bidang tersebut adalah peningkatan jumlah transaksi dan peningkatan kualitas layanan.
Implementasi program-program pemerintahan dan regulator juga telah dilakukan dengan baik, antara lain dengan dukungan terhadap program literasi dan inklusi keuangan yaitu Laku Pandai dan Layanan Keuangan Digital serta program mobil SiMolek selain edukasi keuangan langsung ke Tenaga Kerja Indonesia baik di Hong Kong maupun di daerah asal, sosialisasi Tax Amnesty di berbagai lokasi, program bantuan sosial
(bansos), e-warung KUBE, kerja sama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guideline), penerbitan Kartu Lentera dan Kartu Masyarakat Sejahtera serta penyaluran program Kredit Usaha Rakyat.
Layanan terhadap Badan Usaha Milik Negara dan institusi pemerintah lainnya dilaksanakan secara komprehensif dari hulu ke hilir, berupa pengelolaan investasi, pembiayaan transaksi, kerja sama penerbitan kartu debit/kredit co-brand, penyaluran kredit konsumer, cash management, dan penerbitan kartu pegawai/ anggota.
Rencana penambahan dan penataan outlet juga telah dilakukan sesuai rencana. Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan peningkatan span of control serta perluasan wilayah layanan bank, BNI telah melaksanakan penambahan outlet, peningkatan status outlet, relokasi outlet, dan penambahan kantor fungsional (kantor wilayah) selain ekspansi anjungan tunai mandiri (ATM) dan electronic data capture (EDC). Dengan penataan outlet tersebut pula, upaya penyediaan solusi keuangan terintegrasi berupa cross selling produk termasuk produk perusahaan anak dan peningkatan produktivitas pegawai dapat lebih mudah dicapai.
Dukungan terhadap amanat pemerintah lainnya dalam rangka percepatan pembangunan juga telah dilaksanakan oleh BNI. Rencana pembentukan Holding Lembaga Keuangan juga telah melalui tahap-tahap pembentukan sesuai rencana. Pembentukan perusahaan pengelolaan ATM dan EDC bersama dengan Bank-bank anggota Himbara telah diimplementasikan dan telah berhasil dilakukan dengan adanya pembukaan outlet berupa ATM dan EDC Merah Putih.