Pabrik Distribusi
Jumlah
Busi Lampu mobil Tepung Lain-lain Jumlah pabrik + distribusi Eliminasi Konsolidasian
Pendapatan bersih 23.205.206 5.960 29.137 213.760 248.858 23.454.063 - 23.454.063
Harga pokok pendapatan (14.352.439) (4.167) (73.699) (133.675) (211.541) (14.563.980) - (14.563.980)
Hasil
Hasil segmen 8.852.767 1.793 (44.562) 80.085 37.317 8.890.083 - 8.890.083
Beban Perusahaan yang tidak dapat dialokasi (3.224.165) - (250.129) (461.055) (711.184) (3.935.349) - (3.935.349)
Pendapatan lainnya
Laba kurs – bersih - - - - - - - -
Penghasilan bunga 354.127 - 7.987 11.704 19.691 373.818 - 373.818
Laba penjualan aset tetap - - - - - - - -
Pendapatan jasa manajemen 102.000 - 37.938 - 37.938 139.938 - 139.938
Lain-lain bersih - - 2.135 - 2.135 2.135 - 2.135
456.127 - 48.060 11.704 59.764 515.891 - 515.891
Beban lainnya
Rugi kurs – bersih (41.000) - - (24.304) (24.304) (65.304) - (65.304)
Beban pajak - - - - - - - -
Lain-lain, bersih (3.354) - (3.476) - (3.476) (6.830) - (6.830)
Laba (rugi) usaha 6.040.376 1.793 (250.107) (393.570) (641.884) 5.398.491 - 5.398.491
Beban keuangan-beban bunga bank - - - - - - - -
Bagian atas laba rugi bersih
perusahaan asosasi 1.861.419 - - - - 1.861.419 - 1.861.419
Laba (rugi) sebelum pajak 7.901.794 1.793 (250.107) (393.570) (641.884) 7.259.910 - 7.259.910
Beban (penghasilan) pajak (1.455.279) - - - - (1.455.279) - (1.455.279)
Laba (rugi) setelah pajak 6.446.515 1.793 (250.107) (393.570) (641.884) 5.804.631 5.804.631
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - - - - -
Laba komprehensif, bersih 6.446.515 1.793 (250.107) (393.570) (641.884) 5.804.631 5.804.631
ASET
Aset segmen 190.088.583 - 40.399.854 9.332.377 49.732.231 239.820.814 (64.580.888) 175.239.926
Aset yang tidak dapat dialokasi - - - - - - - -
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Pabrik Distribusi
Jumlah
Busi Lampu mobil Tepung Lain-lain Jumlah pabrik + distribusi Eliminasi Konsolidasian
LIABILITAS
Liabilitas segmen 48.484.981 - 3.102.991 44.243.859 47.346.850 95.831.831 (61.252.150) 34.579.681
Liabilitas yang tidak dapat dialokasi - - - - - - - -
Jumlah liabilitas 48.484.981 - 3.102.991 44.243.859 47.346.850 95.831.831 (61.252.150) 34.579.681
Informasi segmen lainnya
Penyusutan 173.945 - 12.998 - 12.998 186.943 - 186.943
Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut:
Pabrik Distribusi
Jumlah
Busi Lampu mobil Tepung Lain-lain Jumlah pabrik + distribusi Eliminasi Konsolidasian
Pendapatan bersih 14.694.898 33.002 7.660 250.674 291.336 14.986.234 - 14.986.234
Harga pokok pendapatan (8.134.672) (24.020) (35.186) (170.694) (229.901) (8.364.572) - (8.364.572)
Hasil
Hasil segmen 6.560.226 8.982 (27.256) 79.980 61.436 6.621.662 - 6.621.662
Beban Perusahaan yang tidak dapat dialokasi (2.477.277) - (152.071) (462.637) (614.708) (3.091.985) - (3.091.985)
Pendapatan lainnya
Laba kurs – bersih - - 2.334 - 2.334 2.334 - 2.334
Penghasilan bunga 380.081 - 340 102.364 102.704 482.785 - 482.785
Laba penjualan aset tetap - - - - - - - -
Pendapatan jasa manajemen 102.000 - 26.752 - 26.752 128.752 - 128.752
Lain-lain bersih (903) - 9.462 - 9.462 8.559 - 8.559
481.178 - 38.888 102.364 141.252 622.430 - 622.430
Beban lainnya
Rugi kurs – bersih (30.491) - - (81.638) (81.638) (112.129) - (112.129)
Lain-lain, bersih - - - - - - - -
Laba (rugi) usaha 4.533.636 8.982 (140.710) (361.931) (493.659) 4.039.978 - 4.039.978
Beban keuangan-beban bunga bank - - - (32.067) (32.067) (32.067) (32.067)
Bagian atas laba rugi bersih
perusahaan asosasi 1.910.818 - - - - 1.910.818 - 1.910.818
Laba (rugi) sebelum pajak 6.444.455 8.982 (140.710) (393.997) (525.725) 5.918.729 - 5.918.729
Beban (penghasilan) pajak (1.062.895) - - - - (1.062.895) - (1.062.895)
Laba (rugi) setelah pajak 5.381.560 8.982 (140.710) (393.997) (525.725) 4.855.834 4.855.834
Pendapatan komprehensif lainnya - - - - - - - -
Laba komprehensif, bersih 5.381.560 8.982 (140.710) (393.997) (525.725) 4.855.834 4.855.834
ASET
Aset segmen 167.355.560 - 43.619.451 11.910.575 55.530.026 222.885.586 (65.592.421) 157.293.165
Aset yang tidak dapat dialokasi - - - - - - - -
Untuk periode tiga yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Pabrik Distribusi
Jumlah
Busi Lampu mobil Tepung Lain-lain Jumlah pabrik + distribusi Eliminasi Konsolidasian
LIABILITAS
Liabilitas segmen 43.629.270 - 2.028.668 82.536.432 84.565.100 128.194.370 (94.007.304) 34.187.066
Liabilitas yang tidak dapat dialokasi - - - - - - - -
Jumlah liabilitas 43.629.270 - 2.028.668 82.536.432 84.565.100 128.194.370 (94.007.304) 34.187.066
Informasi segmen lainnya
Penyusutan 112.886 - 13.932 - 13.932 126.818 - 126.818
Segmen sekunder
Bentuk sekunder pelaporan segmen Perusahaan dan Entitas Anak adalah segmen geografis yang ditentukan berdasarkan lokasi aset atau operasi Perusahaan, yakni lokal dan luar negeri. Segmen yang dilaporkan memenuhi baik tes 10% maupun tes 75% seperti yang dipersyaratkan dalam Standar Akuntansi Keuangan.
Informasi bentuk segmen sekunder berdasarkan geografis adalah sebagai berikut: Penjualan (berdasarkan lokasi pelanggan)
31 Mar 2013 31 Mar 2012
Lokal 23.290.857 14.819.261
Ekspor 163.206 166.973
Jumlah 23.290.857 14.986.234
Seluruh aset Perusahaan dan Entitas Anak berlokasi di Indonesia. 31. Manajemen risiko keuangan
Perusahaan dan Entitas Anak dalam menjalankan kegiatan usahanya menghadapi paparan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan (risiko keuangan) yang meliputi risiko suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko likuiditas dan risiko pengelolaan modal. Kebijakan keuangan dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak keuangan yang akan merugikan.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, manajemen tidak memperkenankan adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif. Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan:
a. Risiko suku bunga
Risiko ini meliputi risiko terhadap arus kas yang merupakan risiko di mana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan mengalami fluktuasi akibat dari perubahan suku bunga pasar serta risiko terhadap perubahan nilai wajar. Risiko ini sangat erat kaitannya dengan pinjaman Perusahaan yang telah default.
b. Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko ini merupakan risiko di mana arus kas kontraktual dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Paparan ini timbul dari transaksi-transaksi usaha (termasuk pinjaman dan pendanaan) yang dilakukan dalam mata uang selain Rupiah. Aset dan liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing disajikan pada catatan 30. Perusahaan tidak melakukan aktivitas lindung nilai secara khusus untuk mengelola risiko terkait mata uang asing dikarenakan Perusahaan merasa cukup mempunyai aset dalam mata uang asing yang tersedia untuk melunasi liabilitas dalam mata uang asing.
c. Risiko likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan menjaga profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan, menjaga saldo kecukupan kas dan surat berharga serta memastikan tersedianya pendanaan dari fasilitas kredit dan sumber lainnya dan kesiapan untuk menjaga posisi pasar. Disamping itu terkait dengan pinjaman yang telah jatuh tempo (baik untuk bunga ataupun pokok), Perusahaan telah melakukan beberapa negosiasi untuk melakukan pencicilan secara teratur yang disesuaikan dengan kemampuan likuiditas Perusahaan.
d. Pengelolaan modal
Pengelolaan terhadap aspek permodalan dimaksudkan untuk memastikan kemampuan kelangsungan usaha Perusahaan serta mengoptimalkan manfaat dan nilai Perusahaan bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
Perusahaan secara berkala menelaah dan mengelola struktur permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian kepada pemegang saham yang optimal. Dalam mengembangkan upaya-upaya tersebut, manajemen senantiasa mempertimbangkan besaran biaya modal, risiko-risiko yang terkait dan kepentingan para pemegang saham dengan cara peningkatan laba usaha secara berkesinambungan serta membuat inovasi baru dalam meningkatkan penjualan.
32. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
Estimasi dan pertimbangan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa yang diyakini wajar. Hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat dan liabilitas diungkapkan di bawah ini.
Aset tetap
Perusahaan menentukan estimasi masa manfaat dan beban penyusutan aset tetap milik Perusahaan. Perusahaan akan menyesuaikan beban penyusutan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau Perusahaan akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau aset non-strategis yang dihentikan penggunaannya atau dijual.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.