Jumlah 2.630 Persentase (%)Ketuntasan= 25/36 x 100= 69%
1. Untuk pertemuan
selanjutnya, guru harus memberikan penekanan tentang materi
membaca intensif.
3.Siklus III
Sebagaimana pelaksanaan pembelajaran siklus I, siklus II dan siklus III juga dilaksanakan mulai dari Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan Tes. Berikut paparan hasil pelaksanaan pembelajaran siklus III dalam menggunakan model Cooperative
Type:The Power of Two pada materi membaca intensif.
Dalam perencanaan siklus III, peneliti menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) siklus III berdasarkan hasil refleksi dan revisi dari kegiatan siklus I, dan siklus II.Pada tahap awal perencanaan pada siklus III yaitu dengan mempersiapkan segala keperluan dan langkah-langkah dalam melakukan penelitian sama seperti halnya yang dilakukan pada siklus I. Langkah awal yang dilakukan peneliti adalah:
1. Merevisi kembali RPP yang telah disusun 2. Mempersiapkan materi membaca intensif 3. Menyusun LKS (Lembar Kerja Siswa)
4. Mempersiapkan lembar observasi guru dan ovservasi siswa 5. Mempersiapkan soal post tes
b. Tahap Pelaksanaan (Tindakan) siklus III
Tahap pelaksanaan siklus III dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai guru.Adapun kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini memiliki tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan Pendahuluan, Tahap Kegiatan Inti, dan Tahap Penutup.
Pada tahap kegiatan pendahuluan diawali dengan menggali pemahaman siswa yaitu dengan cara menanyakan pengertian membaca intinsif, apa yang harus difahami dari membaca intensif dan bagaimana yang di maksud dengan kalimat utama (pokok), pada tahap ini guru juga memberikan motivasi.Motivasi yang diberikan yaitu menyajikan materi pembelajaran siswa dengan kehidupan sehari hari. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan model
pembelajaran Cooperative Type:The Power of Two yang akan di gunakan pada materi Membaca Intensif.
Pada kegiatan inti, guru menyajikan materi/memberi permasalahan yang berkaitan dengan membaca intensif dan membagi teks bacaan.Kemudian siswa dibagikan ke dalam beberapa kelompok secara berpasangan yang terdiri dari 16 pasangan, setiap pasangan beranggota 2 orang siswa.Pada kegiatan ini siswa membaca teks bacaan yang telah dibagikan oleh guru dengan teman/pasangannya.Kegiatan selanjutnya yaitu guru membagi LKS pada tiap pasangan untuk dipelajari dan dikerjakan.Siswa berdiskusi dan mengerjakan LKS. Pada kegiatan penutup, guru meminta setiap pasangan mempresentasikan hasil kerjanya.Selanjutnya guru membagi soal Post Tes kepada setiap siswa. Dan setelah itu guru membimbing siswa dan menjawab pertanyaan dari siswa yang bertanya serta membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah di laksanakan. Pada tahap ini guru membagikan soal tes untuk mengetahui hasil belajar siswa agar dapat dievaluasi dan dijadikan sebagai landasan dalam melakukan refleksi (umpan balik) agar siswa yang belum memahami dapat menanyakan kembali. c. Tahap Pengamatan (Observasi)
1. Observasi aktifitas guru pada siklus III
Observasi dilakukan selama proses kegiatan pembelajaran siklus III berlangsung. Observasi terhadap aktifitas guru dan siswa serta mencatat semua hal-hal yang terjadi selama pelaksanaan pembelajaran. Hasil observasi aktivitas guru siklus III dapat dilihat pada tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13 : Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Dengan Menggunakan Model Cooperative Type:The Power of Two pada Siklus III
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1. Kegiatan Awal
1. Guru memberi salam dan dilanjutkan dengan doa
√
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran √
3. Membangkitkan motivasi siswa dengan permasalahan konstektual
√
2. Kegiatan Inti
1. Menjelaskan materi pada siswa
√
2. Mengamati siswa mebaca teks bacaan √
3. Meminta siswa menjawab pertanyaan secara individu
√
4. Membagikan dalam bentuk pasangan √
5. Memberi arahan pengerjaan LKS √
6. Meminta setiap pasangan berdiskusi memecahkan setiap rumusan masalah
√ 7. Meminta setiap pasangan untuk
membandingkan jawabannya dengan pasangan yang lain
√
8. Memberi dorongan dan kesempatan siswa bertanya
√
9. Memotivasi siswa yang kurang aktif √
10. guru membimbing siswa menyampaikan hasil diskusi dan kerja pasangan
√
11. guru beserta siswa melakukan evauasi mengenai hasil pembelajaran membaca intensif.
√
Kegiatan Akhir
1. Mengarahkan siswa membuat
rangkuman/kesimpulan
√
2. guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman dan memberikan penguatan
√
3. Menginformasikan tes √
Jumlah 59
Kategori Baik sekali
Sumber: Hasil penelitian di MIN Miruek Aceh Besar Tanggal 26 Oktober 2016
Keterangan: 1 = kurang 2 = cukup 3 = baik 4 = baik sekali P × 100% Persentase= = 87%
Dari tabel 4.13 diatas dapat dilihat bahwa kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi membaca intensif melalui model Cooperative
Type:The Power Of Two memperoleh skor persentase 87% termasuk dalam
kategori nilai baik sekali.
2. Observasi aktifitas siswa pada siklus tiga (III)
Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada siklus III dapat dilihat pada tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.14 : Lembar Pengamatan Aktivitas siswa Dalam mengikuti Pembelajaran Dengan Menggunakan Model Cooperative Type:The Power of Two pada Siklus III
No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1. Kegiatan Awal
1. Siswa menjawab salam dan doa
√
2. Menjawab pertanyaan guru menyangkut pelajaran
√
3. Siswa termotivasi untuk mempelajari materi membaca intensif
√
1. Mendengarkan penjelasan materi 2. Menanyakan materi yag belum
dipahami
√
3. Membaca teks bacaan √
4. Menjawab pertanyaan yang dibagikan oleh guru
√
5. Mengerjakan soal secara individu √
6. Mengerjakan kembali LKS yang telah diberikan kepada siswa
√
7. Setiap pasangan memecahkan rumusan masalah berdasarkan teks bacaan yang diberikan
√
8. Setiap pasangan membandingkan jawabannya dengan jawaban pasangan yang lain
√
9. Melakukan Tanya jawab dalam diskusi
√
10. Semua pasangan ikut aktif √
3 Kegiatan Akhir
1. Siswa membuat kesimpulan dengan bimbingan guru
√
2. Mengerjakan soal evaluasi √
3. Mendengarkan arahan guru √
4. Mengerjakan soal tes dari guru √
Jumlah 55
Persentase 82%
Kategori Baik sekali
Sumber: Hasil penelitian di MIN Miruek Aceh Besar Tanggal 26 Oktober 2016
Keterangan: 1 = kurang 2 = cukup
3 = baik 4 = baik sekali P × 100%
Persentase= = 82%
Berdasasrkan tabel 4.14 di atas dapat diketahui bahwa aktivitas siswa ketika mengikuti pembelajaran pada materi membaca intensif dengan Model
Cooperative Type:The power of Two termasuk dalam kategori baik sekali
dengan skor persentase 82%. 3. Hasil tes siswa siklus tiga (III)
Sebagaimana kegiatan pada siklus I dan II, di akhir pembelajaran siklus III peneliti juga memberikan tes. Hasil jawaban siswa berupa nilai tes pada siklus III dapat dilihat tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.15 daftar nilai hasil tes siklus III
No Kode siswa Skor Keterangan ( KKM) ≥ 65
1. X1 70 Tuntas 2. X2 80 Tuntas 3. X3 70 Tuntas 4. X4 60 Tidak tuntas 5. X5 80 Tuntas 6. X6 80 Tuntas 7. X7 80 Tuntas 8. X8 60 Tidak tuntas 9. X9 70 Tuntas 10. X10 70 Tuntas 11. X11 80 Tuntas 12. X12 80 Tuntas
13. X13 100 Tuntas 14. X14 100 Tuntas 15. X15 100 Tuntas 16. X16 70 Tuntas 17. X17 100 Tuntas 18. X18 80 Tuntas 19. X19 60 Tidak tuntas 20. X20 80 Tuntas 21. X21 80 Tuntas 22. X22 70 Tuntas 23. X23 80 Tuntas 24. X24 100 Tuntas 25. X25 70 Tuntas 26. X26 65 Tuntas 27. X27 80 Tuntas 28. X28 70 Tuntas 29. X29 65 Tuntas 30. X30 80 Tuntas 31. X31 80 Tuntas 32. X32 70 Tuntas 33. X33 80 Tuntas 34. X34 80 Tuntas 35. X35 100 Tuntas 36. X36 80 Tuntas Jumlah 2.630 %Ketuntasan= 33/36 x 100= 92%
Sumber: Hasil penelitian di MIN Miruek Aceh Besar Tanggal 26 Oktober 2016
KKM
=
× 100%
=
92%Berdasarkan hasil tes siklus III, pada tabel 4.14 diatas dapat diketahui bahwa 33siswa tuntas dalam belajar secara klasikal (92%), sedangkan yang tidak tuntas 3 siswa (8%). Ukuran ketuntasan ini berdasarkan KKM yang telah ditetapkan di sekolah yaituseorang siswa dikatakan berhasil belajar secara individu apabila memiliki daya serap 65 (ketuntasan individu), sedangkan suatu kelas dikatakan berhasil belajar apabila jumlah siswa yang tuntas ≥70 (ketuntasan klasikal). Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru pada materi membaca intensifyang dijelaskan dengan menggunakan model Cooperative type:the power
of two
d. Refleksi
Adapun penjelasan tentang hasil temuan untuk aspek-aspek yang perlu diperbaiki selama proses pembelajaran pada siklus III dapat dilihat dalam tabel 4.16 berikut:
Tabel 4.16: Hasil Temuan Dan Revisi Selama Proses Pembelajaran Siklus III
No Aktivitas Hasil temuan Revisi
1 Aktifitas guru Aktivitas guru dalam materi membaca intensif memperoleh nilai 87% dengan kategori sangat baik
Untuk meningkatkan aktifitas siswa dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran
didukung dengan
meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
materi membaca intensif meningkat dan berpusat pada siswa.
2 Aktifitas siswa Aktifitas siswa dalam pembelajaran
Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus III terlihat bahwa aktifitas siswa dalam proses pembelajaran sudah semakin baik. Semua aspek semakin sesuai dengan waktu ideal yang telah ditentukan dalam siklus III, dengan persentase 82% kategori sangat baik.
3 Hasil tes siklus III
Hasil belajar siswa sudah mencapai ketuntasan belajar secara individu sebanyak 33 siswa atau
92%. Namun, ada
beberapa siswa yang nilainya menurun pada siklus III.
Ketuntasan hasil belajar siswa melalui model Cooperative
Type The Power of Two pada
materi membaca intensif untuk siklus III di kelas IV/b MIN Miruek Aceh Besar sudah mecapai ketuntasan secara klasikal.
Terlihat dari tabel 4.15 hasil belajar siswa telah tuntas secara keseluruhan. e. Hasil Post Tes (tes akhir)
Guna memperoleh hasil belajar siswa pada keseluruhan materi dan siklus pembelajaran dengan menggunakanmodel Cooperative Type:The Power of Two, dilakukan post test atau tes akhir. Post test dilakukan pada tanggal 30 September 2016. Hasil tes akhir ini dapat dilihat pada tabel 4.16 berikut:
Tabel 4.17 Hasil post tes (tes akhir) siklus III
No Kode siswa Skor Keterangan ( KKM) ≥ 65
1. X1 80 Tuntas
2. X2 80 Tuntas
4. X4 60 Tidak tuntas 5. X5 80 Tuntas 6. X6 100 Tuntas 7. X7 80 Tuntas 8. X8 100 Tuntas 9. X9 100 Tuntas 10. X10 70 Tuntas 11. X11 80 Tuntas 12. X12 100 Tuntas 13. X13 100 Tuntas 14. X14 100 Tuntas 15 X15 100 Tuntas 16. X16 70 Tuntas 17. X17 100 Tuntas 18. X18 80 Tuntas 19. X19 60 Tidak tuntas 20. X20 80 Tuntas 21. X21 80 Tuntas 22. X22 70 Tuntas 23. X23 80 Tuntas 24. X24 100 Tuntas 25. X25 70 Tuntas 26. X26 65 Tuntas 27. X27 80 Tuntas 28. X28 100 Tuntas 29. X29 80 Tuntas 30. X30 80 Tuntas 31. X31 80 Tuntas 32. X32 70 Tuntas 33. X33 80 Tuntas 34. X34 80 Tuntas
35. X35 100 Tuntas
36. X36 80 Tuntas
Jumlah 2.630 %Ketuntasan=
34/36 x 100= 94% Sumber: Hasil penelitian di MIN Miruek Aceh Besar Tanggal 26 Oktober 2016
Berdasarkan tabel 4.17 terlihat bahwa 34 siswa tuntas mencapai KKM (65), hanya 2 siswa yang masih belum tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru pada materi membaca intensif dan menunjukkan peningkatan selama pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Type:The Power of Two.
C. Pembahasan
1. Aktivatas guru dalam mengelola pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi pada suklus I, siklus II, dan siklus III, menunjukkan bahwa aktifitas guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Type:The Power of Twomengalami peningkatan. Pada siklus I aktivitas guru memperoleh nilai 2dengan kategori cukup, (62%). Selanjutnya,pada siklus II memperoleh nilai 3 dengan kategori baik, (69%). Kemudian pada siklus III memperoleh nilai 4 dengan kategori sangat baik, (87%). Pada siklus I guru belum dapat mengarahkan pembelajaran dengan model cooperative type:the power of two yang baik sesuai dengan RPP. Selanjutnya, pada siklus II guru masih belum bisa menggunakan waktu secara efektif dalam menerapkanmodel Cooperative Type:The
Power of Two. Akan tetapi, pada siklus III guru sudah dapat menciptakan dengan
baik suasana pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative
siswa dalam kelompok secara merata dengan beberapa revisi pada kegiatan intinya. Kriteria keberhasilan proses adalah bila 70% kegiatan pembelajaran terlaksanakan dengan baik. Oleh karena hasil observasi kegiatan guru pada siklus III telah mencapai 87%, maka penelitian tidak perlu dilanjutkan.
2. Aktifitas siswa selama pembelajaran
Berdasarkan hasil aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Type:The Power of Twopadasiklus I, siklus II dan siklus III, menunjukkan bahwa aktivitas siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I aktivitas siswa memperoleh nilai 2 dengan kategori cukup, (58%).Selanjutnya, pada siklus II perolehan nilai 3 dengan kategori baik (67%).Adapun nilai aktivitas siswa pada siklus III adalah 4 dengan kategori sangat baik (82%). Pada siklus I masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, ini dikarenakan siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar dalam bentuk berpasangan, kemudian pada siklus II meningkat menjadi baik, meskipun juga masih terdapat aktivitas siswa yang belum mencapai persentase waktu ideal. Sedangkan pada siklus III aktivitas siswa mengalami peningkatan sangat baik, dimana siswa sudah mulai aktif dalam diskusi pasangan dan memperhatikan setiap arahan guru. Kriteria keberhasilan proses adalah bila 70% kegiatan pembelajaran terlaksanakan dengan baik. Oleh karena tingkat keaktifan siswa pada siklus III telah mencapai 82% maka penelitian telah berhasil.
3. Hasil belajar siswa
Untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti memberikan tes pada awal, akhir pembelajaran setiap siklus. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan
bahwa hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model
Cooperative Type:The Power of Twopada materi membaca intensif mengalami
peningkatan. Ketuntasan siswa sebelum menggunakanCooperative Type:The Power
of Two adalah 56% atau 20 dari 36 siswa tidak tuntas (nilai dibawah KKM) pada tes
awal.Pada siklus I terdapat 17 siswa yang nilainya tidak mencapai KKM (47%), 19 siswa atau 53% telah tuntas. Berdasarkan data ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Type:The Power of Twoberpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi membaca intensif, dimana nilai siswa meningkat setelah pembelajaran dengan menggunakan modelCooperative Type:The
Power of Two. Namun pembelajaran harus di lanjutkan ke siklus II karena nilai yang
diperoleh siswa belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu 70 %.
Hasil tes pada siklus II terdapat 11 siswa(31%) yang nilainya tidak mencapai KKM, 25 siswa (69%) telah tuntas. Berdasarkan data ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Type:The Power of Twopada materi membaca intensif telah mengalami sedikit peningkatan.Namun, pembelajaran harus dilanjutkan ke siklus III karena nilai yang diperoleh siswa belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu 70%.
Berdasarkan hasil tes pada siklus III hanya 3 siswa (8% ) yang nilainya tidak mencapai KKM, dan 33 siswa atau (92%)telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus II ke siklus III. Oleh karena nilai yang diperoleh siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu 70% maka pembelajaran tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya dan penelitian di anggap telah berhasil. Untuk mengetahui hasil belajar siswa keseluruhan dapat di
lihat dari hasil tes akhir siswa, dimana hanya 2 siswa(6 %) tidak tuntas dan 34 atau 94% siswa lainnya telah mendapat nilai sesuai KKM.
Hasil belajar siswa dengan menggunakan Cooperative Type:The Power of
Twoditemukan beberapa kelemahan. Guru tidak memiliki cukup waktu untuk proses
pembelajaran, sehingga beberapa kegiatan harus dipersiapkan sebelumproses pembelajaran, misalnya pembagian pasangan, pengaturan tempat duduk berpasangan, dan penetapan alokasi waktu setiap langkah pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti berasumsi bahwa terdapat faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa dan perlu diperhatikan, seperti minat belajar, motivasi dan lain-lain.
Peneliti merekomendasikan pembelajaran remedial dengan pendekatan individu kepada siswa yang mendapat nilai tidak tuntas. Namun dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan remedial dikarenakan keterbatasan waktu dan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Penerapan model Cooperative Type:The
Power of Twountuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa
64 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis pada siswa kelas IV di MIN Miruek Aceh Besar dengan menggunakan model
cooperative type:the power of two dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
dapat dikemukakan kesimpulan dan saran-saran sebagai berikut:
1. Berdasarkan penerapan model cooperative type: the power of two bahwa pada materi membaca intensif pada siklus 1 sudah mencapai kategori
cukup (62%), dan Siklus II mengalami sedikit peningkatan menjadi (69%)
dengan kategori baik dan selanjutnya pada siklus III menjadi lebih meningkat dengan kategori baik sekali yaitu (87%).
2. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan model cooperative type:the power of two pada materi Membaca Intensif pada
Siklus I dengan nilai (58%) dengan kategori cukup. Sedangkan pada Siklus II meningkat menjadi (67%) dengan kategori baik, dan pada siklus ke III lebih meningkat menjadi (82%) dengan kategori baik sekali.
3. Hasil ketuntasan belajar siswa terhadap materi Membaca Intensif dengan menggunakan model cooperative type: the power of two menunjukkan secara klasikal tuntas dengan hasil persentase siklus I yaitu 53%, siklus II yaitu 69%, siklus III yaitu 92%, dan tes akhir yaitu 94%.
B. Saran-Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dianggap perlu dikemukakan saran sebagai berikut:
1. Dengan penelitian ini diharapkan kepada guru agar dapat memilih metode/model yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa seperti model cooperative
type: the power of two yang merupakan model belajar yang cocok diterapkan
pada pembelajaran Bahasa Indonesia karena siswa dituntut lebih berfikir sendiri tanpa harus menunggu pengetahuan semata-mata dari guru saja. 2. Untuk mencapai kualitas belajar yang baik dan maksimal, diharapkan kepada
pendidik (guru) agar lebih kreatif, efektif, terampil dan profesional dalam mengajar.
3. Diharapkan kepada kepala MIN Miruek Aceh Besar tetap memperhatikan kinerja pengajar dan kondisi siswa dengan memberikan pengarahan, bimbingan dan pengawasan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
4. Untuk menghasilkan nilai kelulusan yang baik dan berkarakter, di harapkan kepada lembaga kependidikan agar dapat memberikan perhatian, motivasi, dan bantuan yang berguna dalam proses pembelajaran.
67