1. Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota.
Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur Dan Wakil Gubernur,
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 86
Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, disebutkan :
1. Pasal 2
Gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota sebelum memangku jabatannya dilantik dengan mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pejabat yang melantik.
2. Pasal 3
(1) Gubernur dan wakil gubernur dilantik oleh Presiden.
(2) Dalam hal Presiden berhalangan, pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan oleh Wakil Presiden.
(3) Dalam hal Presiden dan Wakil Presiden berhalangan, pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan oleh Menteri.
3. Pasal 4
(1) Bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota dilantik oleh gubernur.
(2) Dalam hal gubernur berhalangan, pelantikan bupati dan wakil bupati serta walikota dan
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 87
wakil walikota dilaksanakan oleh wakil gubernur.
(3) Dalam hal gubernur dan wakil gubernur tidak dapat melaksanakan pelantikan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota, pelantikan dilaksanakan oleh Menteri.
4. Pasal 5
(1) Pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan di ibu kota negara.
(2) Pelantikan gubernur dan wakil gubernur dihadiri oleh pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah provinsi.
5. Pasal 6
(1) Pelantikan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota dilaksanakan di ibu kota provinsi yang bersangkutan.
(2) Pelantikan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota dihadiri oleh pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten/kota.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 88
6. Pasal 8
Susunan acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota sebagai berikut:
a. menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya;
b. pembacaan Keputusan Presiden untuk pelantikan gubernur dan wakil gubernur atau pembacaan Keputusan Menteri untuk pelantikan bupati dan wakil bupati atau walikota dan wakil walikota;
c. pengucapan sumpah/janji jabatan dipandu oleh pejabat yang melantik;
d. penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji jabatan;
e. pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan, dan penyerahan Keputusan Presiden untuk pelantikan gubernur dan wakil gubernur atau pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan, dan penyerahan Keputusan Menteri untuk pelantikan bupati dan wakil bupati atau walikota dan wakil walikota oleh pejabat yang melantik;
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 89
f. kata-kata pelantikan oleh pejabat yang melantik;
g. penandatanganan pakta integritas;
h. sambutan pejabat yang melantik;
i. pembacaan doa; dan j. penutupan.
7. Pasal 12
Acara penyelenggaraan pelantikan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota paling sedikit dihadiri oleh:
a. pejabat yang melantik;
b. pejabat yang dilantik;
c. rohaniwan;
d. pembaca naskah Keputusan Presiden dan/atau Keputusan Menteri.
8. Pasal 15
(1) Perlengkapan acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota paling sedikit terdiri dari:
a. lambang negara;
b. bendera merah putih; dan
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 90
c. gambar resmi Presiden dan Wakil Presiden.
(2) Tata pakaian dalam acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur oleh Presiden atau Wakil Presiden berdasarkan pada protokol kepresidenan.
(3) Tata pakaian dalam acara pelantikan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota:
a. pejabat yang melantik menggunakan pakaian sipil lengkap warna gelap dengan peci nasional; dan
b. pejabat yang dilantik menggunakan pakaian dinas upacara besar bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota.
(4) Perlengkapan acara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) berlaku juga pada acara pelantikan Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Walikota.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 91
2. Pelantikan Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota
Dalam hal ini yang menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi atau Kabupaten/Kota adalah istri dari Gubernur dan Bupati/Walikota.
Upacara Pelantikan dilaksanakan setelah pelaksanaan Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur atau Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota.
Upacara pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi dilaksanakan di Kementerian Dalam Negeri dan dilantik oleh Ketua Tim Penggerak PKK Pusat (dalam hal ini istri Menteri Dalam Negeri), sedangkan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota dilaksanakan di ibukota Provinsi bersangkutan dan dilantik oleh Ketua Tim Penggerak PKK tingkat provinsi.
Susunan acara pelantikan Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi atau Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten/Kota :
1. Pembacaan Keputusan Ketua Tim Penggerak Pkk
2. Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 92
3. Penandatanganan Naskah Pelantikan 4. Penyerahan Piagam Penghargaan 5. Sambutan
6. Doa
7. Pemberian Ucapan Selamat.
3. Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi.
Mengacu Pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, Dan Jabatan Pimpinan Tinggi disebutkan :
a. Umum
1. Setiap PNS yang diangkat menjadi Pejabat Tinggi, pejabat administrator dan pejabat pengawas wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji Jabatan menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. PNS yang akan dilantik dan diangkat sumpah/janji Jabatan sebagaimana
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 93
dimaksud pada angka 1 diundang secara tertulis paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan.
b. Pelaksanaan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator dan Pengawas
1. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan administrator dan Jabatan pengawas dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keputusan pengangkatannya ditetapkan.
2. Sebelum pengambilan sumpah/janji Jabatan, pejabat yang melantik dan mengambil sumpah/janji Jabatan membacakan naskah pelantikan.
3. Sumpah/janji Jabatan administrator dan Jabatan pengawas diambil oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di lingkungannya masing-masing.
4. PPK sebagaimana dimaksud pada angka 3 dapat menunjuk pejabat lain di lingkungannya untuk mengambil sumpah/janji Jabatan.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 94
5. Sebelum dilakukan pengambilan sumpah/janji Jabatan, PPK atau pejabat lain yang ditunjuk menanyakan kesediaan kepada PNS yang mengangkat sumpah/janji yang berbunyi sebagai berikut: "Sebelum saya mengambil sumpah, saya akan bertanya kepada saudara. Apakah saudara-saudara bersedia mengucapkan sumpah menurut agama masing-masing?"
6. Dalam hal PNS yang mengangkat sumpah/janji bersedia, PPK atau pejabat lain yang ditunjuk melanjutkan pengambilan sumpah dengan terlebih dahulu menyatakan:
"Ikutilah Kata-Kata Saya."
7. Dalam hal PNS yang dilantik dan diambil sumpah/janji Jabatan berjumlah 1 (satu) orang, bunyi pertanyaan kesediaan sebagaimana dimaksud pada angka 5 dapat disesuaikan.
8. Sumpah/janji Jabatan administrator dan Jabatan pengawas berbunyi sebagai berikut:
"Demi Allah, saya bersumpah: bahwa saya, akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 95
perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara; bahwa saya dalam menjalankan tugas Jabatan, akan menjunjung etika Jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab; bahwa saya, akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela;"
9. Dalam hal PNS berkeberatan untuk mengucapkan sumpah karena keyakinan tentang agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, PNS yang bersangkutan mengucapkan janji Jabatan.
10. Dalam hal seorang PNS mengucapkan janji Jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 9, maka kalimat "Demi Allah, saya bersumpah" diganti dengan kalimat: "Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya menyatakan dan berjanji dengan sungguh-sungguh".
11. Bagi PNS yang beragama Kristen, pada akhir sumpah/janji Jabatan ditambahkan kalimat yang berbunyi: "Kiranya Tuhan menolong saya".
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 96
12. Bagi PNS yang beragama Hindu, maka frasa
"Demi Allah" diganti dengan "Om Atah Paramawisesa".
13. Bagi PNS yang beragama Budha, maka frasa
"Demi Allah" diganti dengan "Demi Sang Hyang Adi Budha".
14. Bagi PNS yang beragama Khonghucu maka frasa 'Demi Allah" diganti dengan "Kehadirat Tian di tempat yang Maha Tinggi dengan bimbingan rohani Nabi Kong zi, Dipermuliakanlah".
15. Bagi PNS yang berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa selain beragama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Khonghucu maka frasa "Demi Allah" diganti dengan kalimat lain yang sesuai dengan kepercayaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
16. PPK atau Pejabat lain yang ditunjuk untuk mengambil sumpah/janji Jabatan mengucapkan setiap kata dalam kalimat sumpahljanji Jabatan yang diikuti oleh PNS yang mengangkat sumpah/janji Jabatan.
17. Pengambilan sumpah/janji Jabatan dilakukan dalam suaru upacara khidmat dan
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 97
setiap orang yang hadir dalam upacara tersebut harus berdiri.
18. PNS yang mengangkat sumpah/janji Jabatan didampingi oleh seorang rohaniwan dan 2 (dua) orang saksi.
19. Saksi sebagaimana dimaksud pada angka 18 merupakan PNS yang Jabatannya paling rendah sama dengan Jabatan PNS yang mengangkat sumpah /janji Jabatan.
20. Setiap pengambilan sumpah/janji Jabatan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh pejabat yang mengambil sumpah/janji Jabatan, PNS yang mengangkat sumpah/janji Jabatan, dan saksi.
21. Berita acara sebagaimana dimaksud pada angka 20 dibuat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan Kepala Badan ini.
22. Berita acara sebagaimana dimaksud pada angka 20 dibuat rangkap 3 (tiga), dengan ketentuan:
a. 1 (satu) satu rangkap untuk PNS yang mengangkat sumpah/janji Jabatan;
b. 1 (satu) rangkap untuk instansi; dan c. 1 (satu) rangkap untuk Badan
Kepegawaian Negara.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 98
23. Susunan acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan, paling kurang memuat:
a. menyanyikan dan/atau mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya;
b. pembacaan Surat Keputusan Pengangkatan dalam Jabatan;
c. pembacaan naskah pelantikan;
d. pengambilan sumpah/janji jabatan; dan e. penandatanganan berita acara
pelantikan dan pengambilan sumpah /janji jabatan.
C. Acara Peringatan atau peresmian 1. Contoh susunan acara peringatan :
“ Acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi “
Pembukaan MC
Tarian Selamat Datang
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Mars PKK & Hymne PKK
Doa
Laporan Panitia
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 99
Pembacaan Sejarah Singkat Gerakan PKK
Sambutan Selamat Datang Bupati
Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi
Penyerahan Hadiah
Sambutan Gubernur Bali
Hiburan
Penutup MC.
2. Contoh Susunan Acara Peresmian Gedung
Pembukaan MC
Tarian Penyambutan
Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Doa
Laporan Ketua Panitia Penyelenggara
Sambutan Pejabat I
Sambutan Pejabat Tertinggi
Peresmian
Peninjauan Gedung
Ramah Tamah
Penutup MC
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 100
D. Pembawa Acara / MC
Pembawa acara atau pranata acara dalam Bahasa Inggris disebut Master of Ceremony disingkat MC adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin dalam suatu acara.
Dalam hal ini seorang pembawa acara atau MC berperan penting dalam pelaksanaan sebuah acara, event atau kegiatan.
Pembawa acara bertugas :
1. Mengumumkan, memberitahu, dan mengatur pelaksanaan setiap tahapan atau mata acara, mulai pembukaan, pergantian mata acara, dan penutupan
2. Menarik perhatian audience untuk mengikuti jalannya acara
3. Mengatasi hambatan-hambatan jalannya acara dan bertanggung jawab agar acara tetap berjalan dengan tertib dan lancar.
Mengingat seorang MC atau pembawa acara itu menjadi pusat perhatian dan pengatur dalam suatu acara, tentunya harus tampil semaksimal mungkin.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dan disiapkan sebagai pembawa acara antara lain :
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 101
• Harus tanggap dan dapat bekerja pada situasi apapun
• Mampu mengolah naskah, mengedit, dan membawakan bahasa tulisan kedalam bahasa lisan
• Memiliki suara yang jelas tanpa logat suatu daerah yang kental
• Memiliki kemampuan berimprovisasi
• Memiliki keterampilan berbahasa, penampilan menarik, semangat/antusias.
Modal Dasar sebagai Pembawa / Pemandu Acara : 1. Percaya Diri
2. Memiliki jiwa pemimpin 3. Berkepribadian baik 4. Tidak sombong
5. Berbicara dengan baik
6. Memiliki Intelegensi yang tinggi 7. Berpengetahuan yang luas
8. Performance menarik (santun, atraktif simpati) 9. Cekatan, terampil dan teliti
10. Mempunyai spontanitas tinggi 11. Naluri antisipasi yg baik 12. Sabar dan emosi terkontrol 13. Sense of humor.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 102
Beberapa etika penting yang perlu diperhatikan :
Bila dibuka dengan berdiri sebaiknya tetap berdiri hingga akhir acara;
Jangan menyilahkan pembicara selanjutnya sebelum pembicara terdahulu tiba ditempat duduk;
Jangan mengulas/mengomentari isi ceramah/
pidato seseorang; yang akan tampil pada acara tersebut);
ikuti /hadiri acara gladi ( g.r );
persiapkan busana yang sesuai dengan nuansa acara;
datang lebih awal dari jadwal yang ditetapkan;
lakukan kembali pengecekan microphone.
Berikut beberapa tips sebagai seorang MC atau pembawa acara :
Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang acara yang akan kita bawakan. Kalau
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 103
acara tersebut ada sejarahnya, kita juga harus tahu secara jelas;
Perhatikan penampilan, mulai dari pakaian, celana, aksesoris (jam tangan etc), alas kaki, juga rambut. Penampilan yang perfect adalah awal baik bagi seorang MC. Penampilan ini tentunya harus disesuaikan dengan jenis acara yang kita bawakan (acara formal atau acara semi-formal/hiburan);
Datang ke lokasi acara lebih awal sebelum acara dimulai. Semakin cepat kita standby tentunya semakin baik. Hal ini penting sebab kita harus betul-betul bisa beradaptasi dan "menguasai" tempat acara;
Ambil posisi berdiri yang nyaman, rileks tapi tegap, dan kedua kaki sedikit terbuka. Awali dengan memberikan salam dan ucapan selamat pagi/siang/sore/malam. Selama membawakan acara kita harus ekspresif dan menjaga eye contact;
Usahakan selalu bertatap mata dengan audience. Jika ada tamu yang baru saja tiba, sambutlah dengan mengucapkan kata-kata "Selamat datang kami ucapkan kepada ..." tentunya dengan tidak lupa
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 104
memandang pada tamu tersebut dengan ramah;
Untuk teknik berbicara yang baik harus benar-benar diperhatikan beberapa hal seperti intonasi yang tidak datar, santai dan tidak terlalu cepat, volume suara yang bulat, artikulasi (pengucapan kata) yang jelas, phrasing (jeda), serta power suara;
Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah Jangan memukul, meniup atau selalu menggerak-gerakkan mikrofon. Usahakan posisi mikrofon tidak terlalu dekat dengan mulut untuk mencegah kualitas suara yang buruk;
Untuk catatan-catatan, kita bisa menggunakan kertas yang terpotong rapi dengan tulisan yang teratur dan hindari mengangkat kertas terlalu tinggi sehingga bisa menutup wajah kita.
Penting diingat jangan terlalu sering melihat catatan.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 105
PENUTUP
Demikian Pedoman Pelaksanaan Keprotokolan ini disusun sebagai acuan khususnya para pejabat/petugas Protokol dalam melaksanakan tugas-tugas keprotokolan di Pemerintah Provinsi Bali, sehingga tugas-tugas keprotokolan dapat berjalan dengan tertib, khidmat dan lancar.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 106
Daftar Pustaka
Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan;
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah;
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan;
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota;
Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah /Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi;
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 107
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 108
1. Contoh RENUP
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 109
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 110
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 111
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 112
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 113
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 114
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 115
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 116
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 117
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 118
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 119
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 120
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 121
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 122
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 123
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 124
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 125
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 126
2. Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 127
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 128
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 129
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 130
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 131
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 132
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 133
3. Surat Edaran Gubernur tentang penggunaan pakaian adat
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 134
4. Kelengkapan Pelantikan
A. PENGANTAR SUMPAH JABATAN
SEBELUM SAYA MENGAMBIL SUMPAH SAUDARA-SAUDARA, SAYA BERTANYA:
APAKAH SAUDARA-SAUDARA BERSEDIA MENGUCAPKAN SUMPAH?
(JAWAB : BERSEDIA) MENURUT AGAMA APA?
(JAWAB : HINDU)
SELANJUTNYA, IKUTILAH KATA-KATA SAYA.
‘OM ATTAH PARAMAWISESA’, SAYA BERSUMPAH BAHWA SAYA, AKAN SETIA DAN TAAT KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 SERTA AKAN MENJALANKAN SEGALA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DENGAN SELURUS-LURUSNYA, DEMI DHARMA BAKTI SAYA KEPADA BANGSA DAN NEGARA;
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 135
BAHWA SAYA DALAM MENJALANKAN TUGAS JABATAN, AKAN MENJUNJUNG ETIKA JABATAN, BEKERJA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, DAN DENGAN PENUH RASA TANGGUNG JAWAB;
BAHWA SAYA, AKAN MENJAGA INTEGRITAS, TIDAK MENYALAHGUNAKAN KEWENANGAN, SERTA MENGHINDARKAN DIRI DARI PERBUATAN TERCELA;
B. KATA PELANTIKAN
DENGAN MENGHATURKAN SESANTI ANGAYU BAGIA KEHADAPAN IDA HYANG WIDHI WASA / TUHAN YANG MAHA ESA, ATAS ASUNG KERTA WARA NUGRAHA-NYA.
PADA HARI INI, RABU, TANGGAL SEPULUH, BULAN APRIL, TAHUN DUA RIBU SEMBILAN BELAS,
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 136
SAYA, GUBERNUR BALI, DENGAN INI SECARA RESMI MELANTIK :
SAUDARA - SAUDARA PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA DAN DIREKTUR UPTD RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA DINAS KESEHATAN PROVINSI BALI
SAYA BERHARAP, SAUDARA-SAUDARA DAPAT MELAKSANAKAN TUGAS DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, SESUAI DENGAN TANGGUNG JAWAB YANG DIBERIKAN.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 137
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 138
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 139
5. Contoh-contoh redaksi MC
MC acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Kabupaten Buleleng.
Bapak, Ibu, hadirin yang kami hormati.
Acara pada hari ini akan dimulai.
Om Suastiastu.
Selamat pagi dan selamat datang di Gedung Imaco Kabupaten Buleleng, dalam acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Bali.
Sebagai ungkapan selamat datang, akan kami persembahkan sebuah tarian penyambutan.
Hadirin kita saksikan bersama Tari Sekar Jagat.
Demikian tadi tari Sekar Jagat telah menyambut kehadiran bapak, ibu sekalian.
Yang terhormat Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali;
Yang kami hormati : Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali;
- Pimpinan DPRD Provinsi Bali;
- Sekretaris Daerah Provinsi Bali;
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 140
- Undangan, hadirin yang kami hormati pula.
Puja pangastuti, sesanti angayubagia kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa, atas Asung Kertha Wara Nugraha –Nya kita bisa hadir berkumpul bersama untuk mengikuti acara “Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Bali”, pada hari ini Senin, 3 Juni 2019.
Bapak, ibu hadirin, seluruh rangkaian acara kita awali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Hadirin dimohon berdiri.
Dilanjutkan dengan Mars PKK dan Hymne PKK.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 141
Dilanjutkan dengan Doa.
Hadirin disilahkan duduk kembali.
Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya Laporan panitia penyelenggara yang akan disampaikan oleh ………..
Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya Pembacaan Sejarah Singkat Gerakan PKK, oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng.
Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya Sambutan Selamat Datang Bupati Buleleng, dengan hormat disilahkan.
Bapak, ibu hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya Sambutan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, dengan hormat disilahkan.
Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya persiapan penyerahan hadiah,
Kepada pemenang dan penerima penghargaan disilahkan menuju ke tempat di atas panggung.
Mohon berkenan Gubernur Bali untuk menyerahkan hadiah, didampingi Wakil Gubenrur Bali, Ketua Tim
Biro Humas dan Protokol Setda Prov Bali 142
Penggerak PKK Provinsi Bali, Bupati Buleleng dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng.
Dilanjutkan dengan foto bersama.
Terima kasih, kepada pendamping dan penerima kami persilahkan kembali ke tempat,
Selanjutnya kita simak bersama Sambutan Gubernur Bali.
Hadirin yang kami hormati,
Selanjutnya untuk menyemarakkan acara pada hari ini, akan dipersembahkan hiburan Bondres, selamat menyaksikan.
Hadirin yang kami hormati,
Demikianlah seluruh rangkaian acara pada hari ini, terima kasih atas kehadiran dan perhatiannya,
Selamat siang dan acara kami tutup dengan parama
Selamat siang dan acara kami tutup dengan parama