POTRET KEHIDUPAN ORANG JAWA DALAM SERAT TATA CARA
3.1 Upacara siklus hidup sejak dalam kandungan sampai usia remaja
Serangkaian upacara tradisi yang dilaksanakan sejak kehamilan sampai kematian dalam siklus hidup manusia menunjukkan betapa akrabnya kehidupan orang Jawa dengan lingkungan dan sesamanya. Selain itu, juga sebagai pernyataan rasa syukur dan doa kepada Tuhan Yang Mahaesa. Sejak janin diciptakan pada bulan pertama sampai kematiannya, manusia(Jawa) ditandai dengan upacara daur hidup.
3.1.1Kehamilan
3.1.1.1Tanda-tanda kehamilan
Wanita yang sudah mulai hamil akan tampak perubahan serta tanda-tanda kehamilannya. Secara sederhana dapat dilihat beberapa perubahan pada tubuhnya, antara lain pada perubahan payudara yang menjadi lebih besar, gerakan nafas atau urat nadi di lehernya, serta cahaya wajahnya agak kehijau-hijauan. Hal ini dapat dilihat pada dialog antara Nyai Ajeng dengan Raden Nganten berikut ini.
Nyai Ajeng: ³*ƟQGKXN NRZH NXZL D\DNH ZLV QJDQGKƟJ NƟWDUD ZƟZ¶݃LQJ GKDGKDPX REDKLQJ NƟNƟWƟJPX NDWRQ DQD LJWƟQJJRNVDUWDFDK\DPXLMRVXPXQXPDQFXU
Raden Nganten: ³PERN PƟQDZL LQJJLK ,EX DPDUJL UDRVLSXQ EDGDQ NXOD OXQJNUDK VDUWD QJDDQJ NƟSHQJLQ QƟQƟGKD SƟGKƟV NƟFXW UXMDNL VDPSXQ GLSXQ SLWXUXWL PƟNVDERWƟQVDJƟGPDUƟPNHPDZRQVDKDQJDQJDK-angah
QƟQƟGKDLQJNDQJGLSXQNƟSLQJLQLZXVDQDERWƟQGR\DQERWƟQ sampun-sampun”.
Terjemahan:
Gendhuk, kamu itu kiranya sudah hamil. Terlihat padat dadamu. Gerakan nadimu tampak di leher serta parasmu hijau (bercahaya terang).(Mungkin iya Ibu karena tubuhku rasanya lesu serta ingin ngaang (ingin makan pedas kecut, sudah dituruti tetap tidak puas) saja, serta ngangah-angah (ingin makan sesuatu tetapiakhirnya tidak dimakan) tidak henti-henti.
Dari dialog tersebut tampak bahwa adanya perubahan bentuk tubuh atau pun perasaan kondisi bagi ibu hamil adalah merupakan tanda-tanda yang biasanya menyertai kehamilan. Pada masa awal kehamilan sering timbul perasaan tertentu seperti menginginkan untuk makan sesuatu makanan (Biasanya yang masam-masan seperti rujak), atau makanan-makanan yang segar. Kondisi inilah yang disebut mengidam.
3.1.1.2. Larangan pada masa kehamilan
Pada masa kehamilan terdapat beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh ibu hamil. Hal-hal yang dilarang tersebut merupakan hal-hal yang dapat menghambat atau mengganggu perkembangan)janin maupun(kondisi) ibunya. Hal-hal itu misalnya duduk di tengah pintu, duduk di lumpang, atau lesung, makan piringnya disangga.
“Sirikane (larangannya):
$MDVRNOLQJJLKWƟQJDKODZDQJOLQJJLKOXPSDQJXWDZDDOX PDQJDQGLVDQJJDLNXGDGLSDQJDQH%ƟWKDUD.DOD
Terjemahan:
Jangan duduk di tengah pintu. Duduk di lesung atau antan. Makan disangga itu menjadi makanan Betara Kala.
Makanan tertentu juga dilarang seperti makan daging sungsang atau binatang yang pada proses lahirnya kaki keluar terlebih dahulu. Harapannya agar kelak pada saat melahirkan tidak sungsang seperti binatang tersebut. Tidak boleh makan ikan air tawar yang makan jenisnya sendiri, agar tidak mengalami hilang kandungannya. Tidak boleh makan daging yang sifatnya panas, seperti menjangan, karena akibatnya dapat mengeluarkan darah meskipun usia kandungannya sudah tua. Demikian pula tidak boleh makan makanan atau buah-buahan yang bersifat panas atau beralkohol seperti durian dan maja karena dapat menyebabkan keguguran.
2UD NƟQD PDQJDQ LZDN VXQJVDQJ L\D LNX NHZDQ NDQJ ODLU VLNLOH PƟWX GKLVLN VXSD\D RUD NƟWXODUDQ ZƟWXQLQJ ED\L nungsang.
2UDNƟQDPDQJDQLZDNORKNDQJPRQJVDEDQJVDQHND\DWD NXWXNVRNVƟPELODQJƟQ ZƟZƟWƟQJDQLSXQVD\DNƟWLQJDODOLW wusana ical tanpa karana).
2UD NƟQD PDQJDQ LZDN NDQJ DQJVDUH SDQDV ND\DWD PƟQMDQJDQ LNX VRN ELVD QJZƟWRNDNH JƟWLK VDQDMDQ ZLV PƟWƟQJWXZD 0DQJDQGXUHQODQPDMDL\DRUDNƟQDVRNELVDQJJRJURNDNH ZƟWƟQJDQ Terjemahan:
Tidak boleh makan daging sungsang,Yaitu hewan yang lahir kakinya keluar terlebih dahulu, supaya tidak tertular, lahirnya
Tidak boleh makan ikan air tawar yang memakan sejenisnya, seperti: gabus/kutuk biasanya sembilangen(perutnya semakin kecil akhirnya hilang tanpa sebab)
Tidak boleh makan ikan yang berkarakter panas, seperti: rusa, itu biasanya mengeluarkan darah walau sudah hamil tua.
Makan durian dan maja, dapat menggugurkan kandungan. Demikian beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan atau makanan yang tidak boleh dimakan oleh seorang ibu yang sedang hamil. Semua itu demi kesehatan dan keselamatan bagi ibu dan calon bayinya.
3.1.1.3. Anjuran pada masa kehamilan
Selain adanya larangan, ada pula hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan oleh wanita yang sedang hamil. Yaitu dianjurkan mandi keramas setiap hari Rabu dan Sabtu, memotong kuku serta sisig(menghitamkan gigi). Perbuatan ini sebagai lambang berserah diri kepada Tuhan Yang Mahaesa. Hal lain yang dianjurkan bagi seorang ibu hamil adalah mencuci kaki dan tangan dengan air garam sebelum tidur, agar ular tidak mendekatinya.
6DLNLVDEƟQGLQD5ƟER6ƟWXNRZHDGXVDNUDPDVNƟNƟWKRND NXNX VDUWD VLVLJ WƟJƟVH SDVUDK GLSXQGKXWD HVXN VRUH ZLV UƟVLN´
³/DQ MƟMDPX FDEH OƟPSX\DQJ VDEƟQ ZROXQJ GLQD VDSLVDQ XWDPDQHVDEƟQ5ƟER(h.2)6ƟWXLNXJDZHNXZDWLQJDZDN<HQ PƟWƟQJ VƟVDVL FDEHQH VLML OƟPSX\DQJH VDLULV PƟWƟQJ URQJ VDVL FDEH OƟPSX\DQJH QJORUR PDQJNRQR VDEDQMXUH QJDQWL lek sanga: cabene iya sanga miliha kang cilik-cilik, OƟPSX\DQJHL\DVDQJDQJLULV´
³<HQNRZHDUƟSPDSDQWXUXZLVXKDEDQ\XX\DKQJDGRKDNH NDODXODZƟGLQ\ƟGKDN´
Terjemahan:
Sekarang setiap hari Rabu dan Sabtu kamu mandi keramas. Dan minum jamu cabe puyangsetiap 8 hari sekali. Utamanya setiap Rabu dan Sabtu. Itu membuat tubuh kuat. Kalau hamil 1 bulan cabenya 1 lempuyangnya 1 potong. Hamil 2 bulan cabe dan lempuyangnya 2. Demikian seterusnya sampai 9 bulan, cabenya juga 9 pilih yang kecil-kecil. Lempuyangnya juga 9 potong.
Jika akan tidur, cucilah tangan dengan air garam, menjauhkan bahaya dan ular takut mendekat.
Selain itu, dianjurkan pula ada yang mendendangkan kidungan sebelum tidur agar terhindar dari segala bahaya yang datang dari berbagai arah mata angin. Adapun kidungannya sebagai berikut.
- Singgah-singgah kala singgah, pan suminggah Kala Durga sumingkir, sing a-ama (sing)awulu, sing suku sing asirah, VLQJDWƟQJJDNOawan kala sing abuntut, padha suminggaha, muliha asalireki.
- Anak DQXQJ VDND ZHWDQ QXQJJDQJ JDMDK WƟODOH ƟODU VLQJJLK NXODKX EDUDQJ EDOLNXO VHWDQ ODQ EUƟNDVDNDQ amuliha mring tawang-tuwang prajamu, eblise ywa kari karang, kulhu balik bolak-balik.
(h.4)- Nak DQXQJ NLGXO VDQJNDQ\D QXQJJDQJ JDMDK ƟODU VLQJJLK NXODKX EDUDQJ EDOLNXO VHWDQ ODQ EUƟNDVDNDQ amuliha mring tawang-tuwang prajamu, eblise ywa kari
- Nak DQXQJ NXORQ VDQJNDQ\D QXQJJDQJ JDMDK WƟODOH ƟODU singgih, NXODKX EDUDQJ VHWDQ ODQ EƟUNDVDNDQ EDOLNXO amuliha mring tawang-tuwang prajamu, eblise ywa kari karang, kulhu balik bolak-balik.
- Anak DQXQJ ORU VDQJNDQ\D QXQJJDQJ JDMDK ƟODU VLQJJLK NXODKXEDUDQJEDOLNXOVHWDQODQEƟUNDVDNDQDPXOLKDPULQJ tawang-tuwang prajamu, eblise ywa kari karang, kulhu balik bolak-balik.
- *HJHU VHWDQ NLGXO VDP\D DQUXV MDJDG ƟORU SOD\XQLQJ GKƟPLW LQJ WƟQJDK %DWKDUD *XUX WLQXWXS K\DQJ VXOHPDQ HEOLVVHWDQEƟUNDVDNDQDMXUOXOXKNLMDEDQJED\LZXVPXO\D liwat siratal mustakim
- *HJHU VHWDQ NXORQ VDP\D DQUXV MDJDG ƟORU SOD\XQLQJ GKƟPLW LQJ WƟQJDK %DWKDUD *XUX WLQXWXS K\DQJ VXOHPDQ HEOLVVHWDQEƟUNDVDNDQDMXUOXOXKNLMDEDQJED\LZXVPXO\D liwat siratal mustakim.
- $MLNX JDMDKSDPXG\D NƟER GKXQJNXO EUDPD UƟS VLUƟS sami VLUƟSD OƟODUD LNX DPXOD VDNLQJ PDWD PDWD OLUH DSDQ saking manikipun, panahku sapu buwana, dadekna kusuma adi
- 7LEDNQDPULQJMDQPDOXSDHOLQJPƟQJNRHOLQJƟPEHQLUHNL VDODPƟW VDXPXULQJVXQ DSDQ LQJVXQ ZXV ZLNDQ LQJVXQ QJDGƟJ VDWƟQJDKLQJ VƟJDUD JXQJ pan linggihku lintang MRKDUDSDNDQJVXQVƟG\DGDGL
- 7DQ SƟJDW SDPXG\D PDQWUD -DVZDGL SXWUD LQJ NRGUDW QƟQJJLKODLOODKDLOODODKX0XKDPPDGUDVXOORODKVDODODKX alaihi wasalamu, wa’alaekum wasalam, wus tamat punang SƟSXML
Terjemahan:
Singgah-singgah kala singgah, semuanya menyingkir Kala Durga menyingkir, yang menjadi hama dan berbulu, yang berkaki berkepala, yang berleher serta hama yang berekor, menyingkirlah semua, kembalilah ke asalmu.
Ada anak hebat dari timur, naik gajah belalainya bersayap, kulahu segala berbalik, setan dan makhluk halus, kembalilah ke angkasa kerajaanmu, iblisnya jangan sampai tertinggal, kulhu balik berkali-kali.
Ada anak hebat dari selatan asalnya, naik gajah belalainya bersayap, kulahu segala berbalik, setan dan makhluk halus, kembalilah ke angkasa kerajaanmu, iblisnya jangan sampai tertinggal, kulhu balik berkali-kali.
Ada anak hebat dari selatan asalnya, naik gajah belalainya bersayap, kulahu segala berbalik, setan dan makhluk halus, kembalilah ke angkasa kerajaanmu, iblisnya jangan sampai tertinggal, kulhu balik berkali-kali.
Ada anak hebat dari selatan asalnya, naik gajah belalainya bersayap, kulahu segala berbalik, setan dan makhluk halus, kembalilah ke angkasa kerajaanmu, iblisnya jangan sampai tertinggal, kulhu balik berkali-kali.
Geger setan di selatan, meneruskan di jagad utara tempat larinya setan, di tengah Batara Guru, ditutup oleh Hyang Suleman, iblis setan berkasakan hancur luluh, si jabang bayi sudah selamat, lewat siratal mustakim.
Geger setan di barat, meneruskan di jagad utara tempat larinya setan, di tengah Batara Guru, ditutup oleh Hyang Suleman, iblis setan berkasakan hancur luluh, si jabang bayi sudah selamat, lewat siratal mustakim.
Ajianku Gajahpamdya, kerbau dungkul api padam semua, hilanglah segala penyakit, sembuh dari mata, mata itu sejatinya dari maniknya, panahku sapujagat, jadikanlah bungaraja.
Jatuhkan pada manusia yang lupa, sekarang sadar besok pun sadar, selmat sepanjang hidupku,karena saya sudah mengetahui, saya berdiri di tengah samudera luas, dan dudukku bintang johar, apa yang kuinginkan terjadi.
Tidak berhenti doa dan bermantera, jaswadi anak sebagai kodrat, Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah, semoga selamat, sudah selesai kidungannya.
Selain apa yang menjadi larangan dan anjuran bagi seorang ibu hamil, ada hal-hal yang harus diperhatikan juga berkenaan dengan kehamilan. Dalam teks disebutkan mƟtƟng mƟndƟking, yaitu kehamilan dengan hitungan ganjil, seperti hamil ketiga, lima, dan seterusnya. Kehamilan berikutnya dengan hitungan ganjil rasa sakitnya sama seperti hamil pertama kali. Dalam Serat Tata Cara disebutkan tentang hal ini dalam dialog sebagai berikut.
³.DURGHQH PDQHK *ƟQGKXN NRZH GDNWXWXUL ZRQJ PƟWƟQJ WƟPEH\DQ VƟSLVDQ LNX UƟNDVDVƟSLVDQ VDND GXUXQJ WDX nglDNRQLODJLEƟEDGUDNUDRVVOƟPƟW-VOƟPƟWEDHZLVVDPEDW ngaru-DUDNDSLQJSLQGKRNOƟEXLQJSHWXQJDQJDQMLOUƟNDVDQH SDGKDNDURZRQJPƟWƟQJPƟQGƟNLQJ.
E ³:DZUDW PƟQGƟNLQJ SXQLND NDGRVSXQGL WD ,EX, kula GHUHQJ PDQJƟUWRV.”(D ³%RFDK DSD NRZH LNX PƟWƟQJ PƟQGƟNLQJ ZDH GXUXQJ GKHQJƟU PDQJHUWL 0ƟWƟQJ PƟQGƟNLQJ PRQR PƟWƟQJ WLED JDQMLO ND\D WD PƟWƟQJ NDQJ NDSLQJNDQJNDSLQJVDSLWXUXWHLNXDUDQPƟQGƟNLQJ 0XODQH VDEƟQ VODPƟWDQH GLVDUDWL QJDQJJR VODPƟWDQ VƟJD
VODPƟW ZƟWƟQJDQH VDUWD VXGDD UƟNDVDQH 'LDUDQL 0ƟQGƟNLQJ
Terjemahan:
(Dan lagi, genduk, engkau kuberitahu, orang hamil pertama itu sulit, pertama karena belum pernah merasakan, baru terasa sedikit sudah berkeluh kesah, kedua, termasuk hitungan ganjil,sulitnya sama seperti hamil mendeking
Hamil mendeking itu seperti apa Ibu? Saya belum pernah tahu.
Anak apa engkau itu, hamil mendeking saja belum tahu, hamil mendeking itu artinya hamil hitungan ganjil, seperti hami yang ketiga, kelima, seterusnya, itu disebut mendeking. Oleh karena itu, selamatannya diberi syarat dengan selamatan nasi loyang (Nasi kering yang dimasak) dengan bahan bakar bambu yang ditata sebagai alas tempat tidur (galar), supaya selamat kehamilannya serta berkurang kesulitannya, dinamakan mendeking.
3.1.1.4. Upacara Masa kehamilan
Masyarakat Jawa selalu menandai setiap tahapan kehamilan dengan selamatan. Mulai pada kehamilan satu bulan sampai menjelang melahirkan dilakukan selamatan sebagai upaya untuk mendapatkan keselamatan, kelancaran, serta kesehatan dalam proses kelahirannya.
a. Upacara kehamilan usia 1-5 bulan
Upacara yang dilakukan setelah satu bulan kehamilan sampai lima bulan kehamilan dilaksanakan setiap bulan dengan uba rampe(perlengkapan)tertentu. Upacara ini disebut Ngebor-ebori (upacara hamil 1 bulan – 5 bulan). Ubarampe upacara selamatan
³:LOXMƟQJDQ VƟZXODQ (h.8) QDPD QJƟERU-ƟERUL ZƟUQL MƟQDQJ VXQJVXP JOƟSXQJ XZRV NDMƟQDQJ NDOL\DQ VDUƟP SDQƟGKDQLSXQPDZLDEƟQDQMXUXKVDQWƟQ´
Terjemahan:
Selamatan 1 bulan namanya ngebor-ebori, macamnya jenang sungsum (=tepung beras dibuat jenang dengan garam, cara memakannya dengan air gula dan santan.
Selamatan 2 dan 3 bulan sama uba rampenya, intinya:
I.6ƟNXO MDQJDQDQ WXPSƟQJ LQJ SLQJJLU GLSXQXEƟQJL MDQJDQDQNDFDQJWKRNRODQNDQJNXQJOƟPED\XQJUDMDQJDQ tela gantung tuwin sanes-sanesipun. Ananging warnining MDQJDQDQ NƟGDK JDQMLO XWDZL GLSXQ FDUXEL SDUXGDQ klapa bumbon, mDZL SHODV NƟGƟOH ERQJNR JXGKH DPSDV MDQJDQ ODGKD NOXZLK VDPEƟO SX\DQJ OƟPSX\DQJ VDPEƟO ODRV VDPEƟO GKHOH NƟGKƟOH VDPEƟO ZLMHQ VDPEƟO JƟSHQJ NDFDQJSƟWKDNVDPEƟONOXZDNFDEXNDPSDVZLMHQVDUWD JƟUHKSHWKHNEDNDUDQWLJDQZDMDUVDWXQJJDONasigar dados gangsal, sadaya wau dipun ub¶QJDNƟQ LQJ WXPSƟQJ DZRU kaliyan janganan.
II. -ƟQDQJ DEULW ZXMXGLSXQ DEULW NDOL\DQ SƟWKDN VDUWD MƟQDQJEDUR-EDURMƟQDQJDEULWSƟWKDNXZRVNDMƟQDQJPDZL VDQWƟQLQJNDQJDEULWPDZLJƟQGKLV-DZLMƟQDQJEDUR-baro, NDWXONDMƟQDQJMƟQDQJNDWXOGLSXQVLVLULJƟQGKLV-DZLPDZL SDUXGDQNODSD-ƟQDQJaEULWWƟJƟVLSXQPLOXMƟQJLUDKVDQLQJ EL\XQJ MƟQDQJ SƟWKDN UDKVDQLQJ EDSD PLOD PƟQDZL PDGKDKL ZRQWƟQ LQJ WDNLU ERWƟQ NHQJLQJ NOLQWX NƟGDK MƟQDQJ DEULW UXPL\LQ ODMƟQJ NDWXPSDQJDQ MƟQDQJ SHWKDN 'HQHMƟQDQJEDUR-EDURPLOXMƟQJLVDGKHUHNLSXQLQJNDQJODLU VDUƟQJVƟGLQWƟQ
III. -DMDQ SDVDU NƟPEDQJ ERUHK RSDN DQJLQ SLVDQJ