• Tidak ada hasil yang ditemukan

PIHAK-PIHAK TERKAIT DALAM PENERAPAN STANDART PENGUPAHAN

A. Deskripsi Singkat PT. Arwana Mas Indonesia :

2. Upah Pekerja/Buruh Harian Lepas di PT. Arwana MI

Upah pekerja/buruh Harian Lepas di PT. Arwana:

- Pekerja/buruh harian lepas menerima upah sebesar Rp.32.500,- per hari.

31

Frien Jones Tambun, SH., Kepala personalia PT Arwana Mas Indonesia, Wawancara Tanggal 26 Agustus 2008.

Rondi Pramuda Padang : Sistem Pengupahan Pada Pekerja/Buruh Tetap Dan Pekerja/Buruh Harian Lepas Ditinjau Dari Permenakertrans No. 17 Tahun 2005 Tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Pengupahan Pada PT. Arwana Mas Indonesia), 2007.

USU Repository © 2009

(Marketing) yaitu pemberian bonus dari penjualan barang produksi, yaitu tiap satu buah barang diberikan bonus Rp.3.000,-. Jadi jumlah barang yang berhasil terjual akan dikalikan Rp. 3000,- diakumulasikan serta diberikan pada setiap bulannya.

- Mengenai kebijakan upah lembur, PT Arwana MI memberikan upah per ½ jam kerja yaitu Rp. 6.000,- atau 12.000,-/jam kerja lembur. Kebijakan ini sudah memenuhi kriteria syarat pemberian Upah Kerja Lembur yang dikatakan oleh UU No. 8 Tahun 1981 yaitu upah kerja lembur pertama harus dibayar sebesar 150% kali upah sejam serta untuk jam berikutnya dibayar upah 200% kali upah sejam. Sebagai rincian adalah sebagai berikut: upah sejam di PT. Arwana adalah Rp. 4.400,-, upah kerja lembur sejam di PT. Arwana adalah Rp. 12.000,- jadi upah lembur adalah 320% kali upah sejam. Walaupun tidak perhitungan pemberian Upah Kerja Lembur di PT Arwana tidak berlipat dari 150% dari upah sejam pada jam pertama dan 200% dari upah sejam untuk jam berikutnya pemberian Upah Kerja Lembur tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang ada namun pada syaratnya pekerja harian lepas tersebut harus memenuhi batas minimal produksi barang, misalnya: dalam menyepuh emas/melapisi logam mulia bukan emas dengan emas harus bisa sampai 5 buah per jam kerja lembur tersebut, bila tidak mencapai 5 item barang pakai hasil sepuhan tersebut maka akan diberi Rp. 2.000 per buah (bila hanya 1 maka akan diberi Rp. 2.000,-, dst.).

- Jaminan Sosial Tenaga Kerja pada pekerja/buruh Harian Lepas di PT Arwana:

PT. Arwana tidak mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Jamsostek karena pada perjanjian dan kebiasaan perusahaan tidak pernah dilampirkan mengenai diikutsertakannya pekerja/buruh harian lepas pada program Jamsostek. Hal ini dilakukan perusahaan agar menghemat pengeluaran perusahaan

Rondi Pramuda Padang : Sistem Pengupahan Pada Pekerja/Buruh Tetap Dan Pekerja/Buruh Harian Lepas Ditinjau Dari Permenakertrans No. 17 Tahun 2005 Tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Pengupahan Pada PT. Arwana Mas Indonesia), 2007.

USU Repository © 2009

Pekerja/buruh harian lepas tidak diproyeksikan untuk menerima dana pensiun karena tidak diikusertakan dalam Jaminan Hari Tua dimana dalam ketentuannya harus menyetorkan iuran jaminan hari tua kepada badan penyelenggara (Jamsostek).

- Tunjangan Hari Raya (THR)

Sama seperti pekerja/buruh tetap,pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang dilakukan PT. Arwana Mas Indonesia kepada pekerja/buruh harian lepas juga bersifat rahasia mengenai nominalnya juga ditentukan oleh Direktur juga melalui data-data yang diberikan tapi hanya mengenai prestasi kerja yaitu berbentuk kualitas dan kuantitas barang produksi yang dihasilkan. Namun dari narasumber yang didapat penulis melalui wawancara singkat yaitu sdri. Salmah Nasution, tamatan SMK yang beralamat di Jl. Seroja I No. 3 Tanjung Selamat, Medan 20136 mengatakan bahwa tunjangan hari raya yang diterimanya pada awal september tahun lalu adalah Rp. 225.000,-

C. Perbandingan Sistem Pengupahan Pekerja/Buruh Tetap dan Pekerja/Buruh Harian Lepas di PT. Arwana Mas Indonesia

Dari temuan di lapangan dapatlah disimpulkan bahwa pekerja/buruh tetap lebih dutamakan daripada pekerja/buruh harian lepas, yaitu dari segi pemberian upah, jaminan-jaminan sosial, dana pensiun serta tunjangan hari raya (THR) atas dasar itu dirumuskanlah perbandingan sistem pengupahan yang akan lebih jelas dan lengkap dalam bentuk visualisasi tabel seperti dibawah ini.

Tabel 1. Perbandingan Sistem Pengupahan Pekerja/buruh Tetap dan Pekerja Harian Lepas Pada PT. Arwana mas Indonesia

No .

Pengupahan di PT. Arwana Mas Indonesia

Pekerja/Buruh Tetap Pekerja/Buruh Harian Lepas

Rondi Pramuda Padang : Sistem Pengupahan Pada Pekerja/Buruh Tetap Dan Pekerja/Buruh Harian Lepas Ditinjau Dari Permenakertrans No. 17 Tahun 2005 Tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Pengupahan Pada PT. Arwana Mas Indonesia), 2007.

USU Repository © 2009

1. Upah Pokok yang

diberikan perusahaan - Rp. 918.000,- untuk pekerja/buruh lajang - Rp. 918.000,- + Rp. 120.000 untuk pekerja yang memiliki 1 tanggungan Rp. 32.5000,-/hari

2. Upah Kerja Lembur Rp. 12.000,- untuk sejam kerja (320% upah sejam waktu kerja)

Rp. 12.000,- untuk sejam kerja (320% upah sejam waktu kerja).

3. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)

Ada, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) dengan Jumlah Iuran: Rp. 84.843,- Tidak ada.

4. Pesangon Tidak ada, karena dalam

perjanjian kerja, perusahaan berhak mempekerjakan dan memberhentikan

pekerja/buruh sesuka hati tanpa mengindahkan UU Ketenagakerjaan.

Tidak ada, karena dalam kontrak kerja tidak ada ikatan secara permanen.

5. Dana Pensiun Ada, diberikan kelak bila

pekerja/buruh pensiun sesuai dengan dana yang berasal dari keseluruhan iuran Jaminan Hari Tua yang telah disetorkan oleh pengusaha kepada badan penyelenggara (Jamsostek) serta hasil pengembangannya (hasil

pengelolahan dan investasi dana iuran jaminan hari tua

Tidak ada.

6. Tunjangan Hari Raya

(THR)

Ada, namun bersifat rahasia. Dari hasil wawancara penulis, ada 2 orang yang berhasil di wawancarai

masing-masing mengaku menerima Rp.

520.000,-dan Rp. 480.000,-

Ada, namun bersifat rahasia. Dari hasil wawancara penulis, ada 1 orang yang berhasil di wawancarai mengaku menerima Rp. 225.000,-

Rondi Pramuda Padang : Sistem Pengupahan Pada Pekerja/Buruh Tetap Dan Pekerja/Buruh Harian Lepas Ditinjau Dari Permenakertrans No. 17 Tahun 2005 Tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (Studi Pengupahan Pada PT. Arwana Mas Indonesia), 2007.

USU Repository © 2009

Dari tabel diatas menunujukkan perbedaan yang signifikan mengenai hak-hak pekerja/buruh, dimana pekerja/buruh harian lepas selalu tidak dapat dipenuhi haknya sebagai orang/manusia yang juga harus memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak dan serta layak juga diperhatikan dari segi sosial kemanusiaannya. Sedangkan pekerja/buruh tetap dapat terpenuhi menurut standarisasi upah minimum provinsi sumatera utara yang juga dalam penetapannya didasarkan kepada PERMENAKERTRANS No. 17 tahun 2005 tentang Komponen Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak.

D. Hambatan dan Kendala Dalam Penerapan PERMENAKERTRANS No. 17