• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOTAL (MIX) PENC. % THD

4. Upaya dan Kegiatan Strategis Program KKB

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, upaya program dan kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2012 secara umum adalah melakukan konsolidasi dan penyegaran kembali komitmen terhadap program KKB nasional kepada seluruh penyelenggara negara, stakeholder terkait, dan mitra kerja program. Secara khusus, upaya program yang dilakukan adalah dengan merancang, menyusun, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan strategis sebagaimana yang telah diamanatkan dalam RPJMN 2010-2014 dan Rencana Strategis Program KKB Nasional 2010-2014.

Upaya pelaksanaan program dan kegiatan tersebut bertujuan untuk pemantapan kelangsungan program dan kelembagaan, peningkatan kinerja program di setiap tingkatan wilayah, serta pemenuhan permintaan masyarakat akan pelayanan keluarga berencana yang menyeluruh dan bermutu dalam rangka membantu terwujudnya keluarga kecil berkualitas. Gambaran pelaksanaan kinerja program KKB nasional yang

39 merupakan pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang tercantum dalam Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2011 meliputi empat program pokok, yaitu (1) Program Kependudukan dan KB; (2) Program Pelatihan dan Pengembangan; (3) Program Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya; serta (4) Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur.

Sebagai langkah awal dari pelaksanaan program KKB nasional, maka pada setiap awal tahun selalu dilakukan penyegaran kembali komitmen terhadap program KKB nasional dari para penyelenggara negara, stakeholder, dan mitra kerja program melalui forum-forum yang berskala nasional maupun regional, yaitu Rapat Kerja Nasional, Rapat Kerja Daerah, dan Rapat Koordinasi Teknis.

Internal BKKBN juga mempunyai mekanisme dalam melakukan perencanaan, penggarapan dan pengendalian program KKB melalui berbagai forum: Rakernas dan Rakerda, Konsultasi Bidang, Konsultasi Seksi, Konsolidasi Perencanaan Program dan Anggaran I dan II, Rapat Pengendalian Program dan Anggaran, Rapat Telaah/Review Program KKB. Disamping itu untuk menguatkan dalam penggarapan program juga dilakukan rapat-rapat yang bersifat koordinasi antar komponen seperti rapat kedeputian dan rapat komponen yang dilakukan secara rutin setiap bulannya.

Melalui forum-forum pertemuan tersebut dilakukan sosialisasi dan desiminasi visi, misi, kebijakan, strategi, dan pokok-pokok program serta kegiatan dalam Rencana Strategis Program KKB Nasional tahun 2010-2014 dan disinkronkan dengan rencana aksi dan operasionalisasi kegiatan prioritas manajemen masing-masing unit eselon II.

Selain itu, secara internal, upaya yang rutin dilakukan adalah penataan dan pengisian struktur kelembagaan di pusat dan provinsi melalui penetapan, perubahan, dan pengisian jabatan yang ada, disamping juga penyusunan tata laksana, standar operasi prosedur, serta norma, standar, pelayanan, dan kriteria yang harus dirumuskan atau diperbarui secara lebih tepat.

Secara eksternal, dilakukan pula upaya-upaya penguatan kembali komitmen dengan para stakeholder dan mitra kerja BKKBN serta melakukan evaluasi dan

40 memperbaharui MOU kerjasama dan kemitraan untuk mempercepat dan memperkuat pelaksanaan revitalisasi program KKB. Penguatan komitmen ini antara lain dilakukan:

1) Dalam penguatan “supply side” dilakukan kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dalam memberikan dukungan sarana prasarana, alat obet kontrasepsi dan peningkatan provider pelayanan KB melalui 23.500 KKB pemerintah dan swasta serta mendorong seluruh peserta program jaminan persalinan (Jampersal) menjadi peserta KB MKJP (metode jangka panjang) bagi para ibu setelah melahirkan;

2) Dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama untuk program pendidikan kependudukan dan KB;

3) Dengan Kementerian Tenaga kerja dan Transmigrasi untuk meningkatkan penyuluhan dan pelayanan KB di daerah transmigrasi dan sebagainya;

4) Dalam upaya penguatan supply dan demand side kerjasama dengan TNI, POLRI, PKK, dan SIKKIB melakukan upaya memperkuat program revitalisasi program KB bersama dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam penggerakan lini lapangan serta pelayanan dan pembinaan KB Kesehatan melalui kegiatan Bhakti Sosial di daerah;

5) Dalam memperkuat peserta KB mandiri pelembagaan keluarga kecil berkualitas, kerjasama dengan Swasta, seperti Apindo, membuat kerjasama untuk memperluas partisisipasi jajaran pengusaha/perusahaan dalam memberikan dukungan bagi pelaksanaan program KKB di lingkungannya;

6) Dalam mensosialisasikan pendewasaan usia perkawinan dan mencegah kehamilan tidak diinginkan pada remaja dilakukan kerjasama dengan Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa seperti KNPI, Pramuka dan lain-lain melakukan program-program untuk meningkatkan partisipasi dan penyiapan generasi muda dalam berkeluarga melalui Generasi Berencana atau Genre;

41 7) Dengan LSOM (Kowani, Aisyiah, Muslimat NU, LKK-NU, BKMT), Lembaga Profesi (JNPK, IDI, IBI, HOGSI, POGI, PKMI, IDUI dsb), Perguruan Tinggi, dan Organisasi/Instansi lainnya meningkatkan upaya peningkatan kompetensi para provider pelayanan KB serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan untuk menjangkau daerah tertinggal, terpencil, dan daerah perbatasan yang selama ini kurang terjangkau program;

Selain melalui kemitraan dengan berbagai pihak, pencapaian sasaran kinerja program KKB telah dilakukan berbagai kegiatan strategis di BKKBN antara lain sebagai berikut:

a. Program Kependudukan dan KB

Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan melakukan (1) Sosialisasi kebijakan pengendalian penduduk guna mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan dengan menyerasikan kebijakan pengendalian penduduk, menjamin ketersediaan dan pemanfaatan parameter kependudukan, serta mensosialisasikan kebijakan dan program kependudukan; (2) Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (KR) yang berkualitas, termasuk di dalamnya upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil berkualitas; (3) Meningkatkan ketahanan keluarga maupun pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pembentukan dan penggerakan kelompok kegiatan tribina seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan pengikutsertaan Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I dalam kelompok Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), serta peningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja melalui kelompok PIK Remaja dalam rangka menyiapkan kehidupan berkeluarga yang lebih baik, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan kualitas kesehatan reproduksi, serta pencegahan generasi muda dari seks bebas, penggunaan Napza dan HIV-AIDS;(4) Meningkatkan advokasi kepada pemangku kepentingan dan mitrakerja; KIE pengendalian penduduk dan pembangunan KB; pendayagunaan media komunikasi pengendalian penduduk dan pembangunan KB; kemitraan dengan LSM

42 dan Swasta; peran IMP dan lini lapangan; kemitraan lintas sektor; SIM Kependudukan dan KB; kualitas data dan informasi manajemen program; sosialisasi dan desiminasi SIM program kependudukan dan KB berbasis TI serta teknologi informasi komunikasi.

Kegiatan yang telah dilakukan meliputi:

1) Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai sektor terkait seperti Bappenas, BPS, Kemenkes, Kemendagri, Kemenakertrans, Kemensos, serta Lembaga Studi Perguruan Tinggi di daerah untuk mengidentifikasi dan mensinkronkan berbagai peraturan perundangan yang berkaitan dengan pembangunan kependudukan, penyediaan data parameter kependudukan, melalui exercise proyeksi penduduk provinsi tahun 2010–2035, Seminar eksekutif asumsi TFR dan Mortalitas untuk proyeksi penduduk 2010–2035;

2) Menyusun Road Map Grand Design Pengendalian Penduduk 2012-2015 dan berbagai policy brief tentang masalah kependudukan dan kebijakan MDG’s, yang dilanjutkan dengan sosialisasi hal tersebut melalui berbagai seminar dan orientasi kepada para pengelola dan pelaksana program kependudukan di pusat dan seluruh daerah serta lintas sektor;

3) Bekerjasama dengan Lembaga Studi Kependudukan Perguruan Tinggi, menyelenggarakan pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan memberikan pengetahuan bagi para petugas pengelola dan pelaksana program kependudukan baik di pusat maupun provinsi;

4) Mengembangkan Kerjasama Pendidikan Kependudukan dengan lintas sektor, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mensosialisasikan kependudukan melalui jalur pendidikan formal, informal dan non formal;

5) Melakukan berbagai kajian dan optimalisasi pemanfaatan hasil analisis dampak kependudukan yang berkaitan dengan aspek sosial budaya, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan serta daya dukung dan daya tampung lingkungan, sebagai bahan untuk mendukung penyerasian kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan;

43 6) Pengembangan kebijakan, strategi dan materi informasi sebagai acuan dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB di 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta serta 70.000 dokter dan bidan praktek swasta;

7) Memperkuat pelayanan KB di fasilitas pelayanan kesehatan statis melalui penyediaan data basis potensi klinik KB, penyediaan sarana dan prasarana klinik KB, meningkatkan KIE dan promosi tempat pelayanan KB;

8) Peningkatan kualitas pelayanan KB melalui pembentukan tim jaga mutu, pelatihan teknis medis bagi dokter dan bidan, penggunaan informed choice dan informed consent bagi peserta KB terutama peserta MKJP.

9) Memberdayakan dan membina mitra kerja dalam penggerakan dan pelayanan KB, dengan cara memperkuat kapasitas mitra kerja baik dalam hal pemberian pelayanan KB dan melalui peningkatan intensitas kegiatan monitoring dan evaluasi;

10) Memperkuat jaminan ketersediaan kontrasepsi melalui peningkatan komitmen baik pemerintah maupun pemerintah kabupaten dan kota serta swasta;

11) Penguatan dukungan pembiayaan pelayanan KB bagi keluarga pra sejahtera dan sejahtera I melalui penyediaan alokon cuma-cuma yang terintegrasi dengan program jamkesmas, jamkesda dan jampersal;

12) Penyediaan biaya pra pelayanan khusus untuk pelayanan KB MKJP;

13) Peningkatan akses pelayanan KB bagi penduduk di wilayah galciltas melalui tim KB keliling dengan mitra kerja;

14) Promosi dan KIP Konseling KHIBA dan PMKR;

15) Menyusun dan merumuskan kebijakan dan strategi Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga yang holistik dan integratif. Program ini dimaksudkan untuk membuat suatu acuan yang dapat menjadi pedoman operasional Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga yang dilakukan oleh para stakeholder, mitra kerja, sektor terkait, pengelola program dan pelaksana untuk menyerasikan kebijakan dan strategi Program Pembangunan

44 Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga dengan situasi dan kondisi di lini lapangan sebagai konsekuensi otonomi daerah untuk tahun-tahun berikutnya;

16) Mengembangkan materi dan media Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga guna meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kegiatan-kegiatan yang ada dalam Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga;

17) Meningkatkan advokasi dan KIE Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga kepada stakeholder, mitra kerja, keluarga dan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan kepedulian serta membangun perhatian, pengertian, peran, kemauan, semangat dan komitmen para stakeholder, mitra kerja dan masyarakat dalam Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga;

18) Meningkatkan jejaring kerja dengan stakeholder dan mitra kerja dalam Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga.Program ini dilakukan untuk memperoleh hubungan-hubungan fungsional dengan stakeholder dan mitra kerja dalam pengembangan Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga;

19) Mengembangkan data dan informasi Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga. Data basis Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga tersebut memuat informasi mengenai kondisi dan potensi kelompok yang ada pada Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga di masing-masing wilayah;

20) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana berupa buku-buku pedoman, petunjuk teknis dan materi lainnya yang dibutuhkan oleh kelompok dan juga alat permainan edukatif, BKB Kit, ruang sekretariat PIK R/M beserta sarananya, alat bantu peraga bagi kelompok lansia, dan alat teknologi sederhana dalam usaha ekonomi produktif guna mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga;

45 21) Menumbuhkembangkan Bina Ketahanan Keluarga. Menumbuhkan

kelompok-kelompok yang baru dan mengembangkan kelompok-kelompok-kelompok-kelompok yang ada agar menjadi kelompok yang paripurna dan mandiri dengan meningkatkan kualitas dan potensi jasmani, mental serta rohani yang dilaksanakan melalui kegiatan Tri Bina;

22) Menumbuhkembangkan program GenRe dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dengan tujuan memfasilitasi remaja belajar memahami dan mempraktikkan perilaku hidup sehat, terhindar dari Triad KRR (bebas dari sex pra nikah, HIV dan AIDS, serta NAPZA) untuk mencapai ketahanan remaja dan pendewasaan usia perkawinan sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana (GenRe);

23) Menumbuhkembangkan kelompok usaha ekonomi produktif bagi keluarga yang diwadahi dalam kelompok UPPKS dalam rangka meningkatkan pendapatan bagi keluarga dan kemandirian ber KB bagi anggota UPPKS terutama keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I.

24) Mengembangkan pendampingan sebagai model dalam meningkatkan usaha ekonomi produktif keluarga. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memfasilitasi usaha ekonomi produiktif dalam memperoleh akses informasi dan pelayanan yang dibutuhkan, seperti peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam aspek pengelolaan usaha dan teknis produksi, pengembangan usaha baik produksi maupun pemasaran, serta pemanfaatan teknologi tepat guna;

25) Meningkatkan kompetensi SDM pengelola dan pelatih Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan ini diharapkan para pengelola Program Pembagunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan BKB, BKR, PIK R/M, BKL dan UPPKS di segala tingkatan;

26) Mengembangkan Sistem Informasi Majamen (SIM) melalui berbagai media, agar stakeholder, mitra kerja dan masyarakat dapat mengakses dan memperoleh informasi tentang program-program yang ada dalam Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, sehingga dapat berperan aktif dalam Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga tersebut;

46 27) Melaksanakan monitoring, evaluasi dan fasilitasi melalui berbagai instrumen untuk memantau perkembangan kegiatan pada Program Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga secara optimal, diperlukan suatu sistem monitoring, evaluasi dan fasilitasi yang dilakukan secara terus-menurus, terpadu dan menyeluruh melalui instrumen dan metode yang tepat. Instrumen tersebut hendaknya dapat mengukur perkembangan kegiatan yang sedang berlangsung dan dapat mencapai sasaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan;

28) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan Advokasi dan KIE ke berbagai segmentasi sasaran dengan menggunakan berbagai media;

29) Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan stakeholders dan mitra kerja di berbagai tingkatan wilayah (pusat, provinsi, kabupaten dan kota) dalam pengelolaan dan pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di lini lapangan (kabupaten dan kota, kecamatan, desa dan kelurahan);

30) Memantapkan sistem informasi kependudukan dan keluarga yang berbasis teknologi informasi, serta meningkatkan kualitas analisis dan evaluasi program kependudukan dan keluarga berencana;

31) Mengembangkan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi serta meningkatkan kecepatan dan kualitas penyebarluasan data, informasi, dan dokumentasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

b. Program Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan

Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain:

1) Penyusunan kurikulum dan media pembelajaran;

2) Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia aparatur BKKBN melalui pendidikan jangka panjang dan jangka pendek baik dalam negeri maupun luar negeri;

3) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pengelola program baik pusat provinsi, maupun kabupaten dan kota melalui pelatihan berjenjang, pelatihan

47 teknis medis, pelatihan sertifikasi, training of trainer, pelatihan fungsional, E-learning;

4) Workshop dan Pentaloka bagi pengelola program dari tingkat pusat sampai kabupaten dan kota;

5) Kerjasama dengan luar negeri dalam bidang KKB melalui pelaksanaan Observation Study Tour dan pengembangan materi informasi tentang KKB untuk di share dengan negara lain;

6) Penyusunan pedoman dan juklak bagi penelitian dan pengembangan kependudukan, KB dan KS;

7) Pelaksanaan penelitian dan pengembangan kependudukan, KB dan KS yang prioritas dalam rangka menunjang operasional program;

8) Mensosialisasikan hasil penelitian melalui berbagai forum seperti seminar, referat, fact sheet, policy brief;

9) Meningkatkan kemitraan dengan berbagai institusi seperti perguruan tinggi, LSM, organisasi profesi dan lain-lain dalam rangka pelaksanaan penelitian pengembangan kependudukan, KB dan KS;

c. Program Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis Lainnya

Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain:

1) Menetapkan sasaran program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana nasional untuk penyusunan dokumen Perencanaan Program dan Anggaran yang berkualitas;

2) Meningkatkan pengelolaan kepegawaian untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan mewujudkan administrasi kepegawaian yang tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku;

3) Meningkatkan pengelolaan keuangan dan BMN yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel didukung oleh SDM yang professional serta terlaksananya

48 pengelolaan sarana program secara tepat waktu, jumlah, tempat, harga, mutu dan jenis;

4) Mengharmonisasikan peraturan perundang-undangan yang mendukung program kependudukan dan keluarga berencana, membangun kelembagaan yang efektif, dan mengembangkan jumlah dan peran jejaring kehumasan;

5) Meningkatkan kualitas pelayanan ketatausahaan serta sarana dan prasarana perkantoran modern dalam mendukung pelaksanaan Program KKB nasional;

6) Melaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan BKKBN meliputi program manajemen perubahan, penataan peraturan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tatalaksana, sistem manajemen SDM aparatur, penguatan pengawasan, akuntabilitas kinerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, monitoring dan evaluasi;

7) Meningkatkan pelaksanaan pengadaan DAK Bidang KB untuk memperkuat dan membantu penyediaan sarana fisik pemerintah kabupaten dan kota dalam pelaksanaan Program KKB di wilayahnya.

d. Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

1) Peningkatan pelaksanaan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) melalui Konsolidasi dalam rangka realisasi rencana aksi penyelenggaraan SPIP, Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan SPIP, Pembinaan SPIP;

2) Pelaksaanaan audit kinerja atas pengelolaan keuangan negara, pelaksanaan tugas dan fungsi, dan audit tujuan tertentu meliputi aspek Progam, keuangan dan Perbekalan, serta ketenagaan dan Administrasi Umum;

3) Melaksanakan review Laporan Keuangan;

4) Penelusuran pengaduan masyarakat;

5) Penyusunan kebijakan dan strategi pengawasan;

49 6) Membangun integritas dan peningkatan kualitas kinerja aparat pengawasan

melalui Pelatihan teknis, substantif, workshop dan seminar;

7) Koordinasi dan konsultasi pengawasan dengan komponen terkait dan pengawasan ekstern;

8) Pelakasanaan upaya lanjut dan pemantuan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern.

Dokumen terkait