BAB IV : PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN
D. UPAYA KESEHATAN
D. UPAYA KESEHATAN
1. Penduduk Memanfaatkan Puskesmas
Jumlah penduduk yang menggunakan sarana pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam memelihara kesehatannya.
Tabel 6. Jumlah Penduduk Yang Memanfaatkan Sarana Puskesmas Di Kabupaten Kudus Tahun 2014
NO PUSKESMAS
KUNJUNGAN PUSKESMAS
RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH
1 2 3 4 5 1 Kaliwungu 48,183 173 48,356 2 Sidorekso 49,110 289 49,399 3 Wergu Wetan 43,936 0 43,936 4 Purwosari 35,237 0 35,237 5 Rendeng 33,928 0 33,928 6 Jati 18,646 0 18,646 7 Ngembal Kulon 37,325 0 37,325 8 Undaan 52,631 542 53,173 9 Ngemplak 33,353 0 33,353 10 Mejobo 53,582 641 54,223 11 Jepang 23,660 143 23,803 12 Jekulo 42,608 852 43,460 13 Tanjungrejo 53,012 158 53,170 14 Bae 32,005 0 32,005 15 Dersalam 29,276 0 29,276 16 Gribig 64,931 703 65,634 17 Gondosari 33,695 0 33,695 18 Dawe 78,291 0 78,291 19 Rejosari 34,350 1072 35,422 JUMLAH KAB 797,759 4,573 802,332
Sumber : Laporan SP 3 dan seksi Kesehatan Dasar Keterangan : Nilai 0 (nol) = Tidak ada Rawat Inap
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat keadaan kunjungan Puskesmas tahun 2014 sebanyak 802,332 pasien dengan perincian sebagai berikut 797,759 rawat jalan dan 4,573 rawat inap.
Selanjutnya untuk Rumah Sakit Pemerintah dan swasta yang ada di Kabupaten Kudus, jumlah kunjungannya sebanyak 521,591 pasien dengan perincian 460,433 rawat jalan dan 61,158 rawat inap. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran Tabel profil 54.
2. Sarana Kesehatan
Sarana Kesehatan di Kabupaten Kudus tahun 2013 terdiri dari 7 Rumah Sakit Umum, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah, RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, RS Kartika Husada, RS Nurussyifa , RS ’Aisiyah dan RS Kumala Siwi. Dari seluruh jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Kudus yang memiliki laboratorium kesehatan ada 7 RS dan juga memiliki 4 spesialis dasar. Untuk Rumah Sakit Khusus ada 3 (tiga) buah yaitu RSB Permata Hati, RSB Harapan
Bunda, RSIA Buah Hati serta Puskesmas ada 19 (sembilan belas) buah, sedangkan Posyandu berjumlah 793 Posyandu.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Lampiran Tabel Profil 68 dan 69. 3. Persalinan
Cakupan persalinan dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan jumlah persalinan yang ada. Manfaatnya adalah untuk mengetahui proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan termasuk yang didampingi serta sebagai gambaran kemampuan Program Kesehatan Ibu dan Anak dalam pertolongan persalinan secara profesional.
Berdasarkan laporan SP3 dan Seksi Kesga cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebesar 15.865 (95,9%) dari 16.536 jumlah persalinan keseluruhan, berarti proporsi persalinan yang ditolong tenaga kesehatan termasuk yang didampingi dan kemampuan Program KIA dalam pertolongan persalinan sudah profesional (Tabel profil 29).
Berikut gambaran secara jelas pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dirinci menurut Kecamatan Kabupaten Kudus tahun 2014 seperti terlihat pada grafik dibawah ini :
Grafik 18. Jumlah Persalinan Yang Ditolong Nakes Menurut Kecamatan Di Kabupaten Kudus Tahun 2014
Dari grafik di atas diketahui bahwa cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang tertinggi adalah Kecamatan Jati 2054 (98,09 %) dan yang terendah di Kecamatan Undaan 1359 (92,64 %).
4. Desa UCI (Universal Child Immunization)
Suatu Desa dikatakan UCI apabila 90 % telah melaksanakan imunisasi DP 3, BCG, Campak 1 kali dan Polio 4 kali. Dengan kata lain suatu desa dikatakan UCI apabila telah dilaksanakan imunisasi lengkap dari wajib imunisasi sebanyak 90 %.
Berdasarkan tabel profil no 41, dapat diketahui bahwa dari 132 Desa di Kabupaten Kudus , semua Desa (100 %) sudah menjadi desa/kel UCI.
5. Kejadian Luar Biasa (KLB)
Suatu desa dikatakan KLB apabila setelah dilakukan Surveilans Epidemologi Determinant pola penyakit hasilnya benar-benar terdapat wabah penyakit. Penanganan KLB tersebut kurang dari 24 jam.
Grafik 19.Grafik Peta Kejadian Luar Biasa (KLB) ditangani kurang dari 24 Jam Menurut Puskesmas di Kabupaten Kudus.
UNDAAN NGEMPLAK JEKULO JEPANG JATI KALIWUNGU SIDOREKS0 GONDOSARI GRIBIG REJOSARI DAWE TANJUNGREJO DERSALAM BAE MEJOBO NGEMBAL KLN PURWOSARI RENDENG WERGU WTN
Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa/Kelurahan
1 Desa KLB : P.Rendeng, P.Jekulo, P Tj Rejo 2 Desa KLB : P Kl Wungu, P.Ngembal kulon,
P. Mejobo, P. Gondosari
Hijau : Tidak ada
Kuning : Ada 1 Desa/Kelurahan Orange : Ada 2 Desa/Kelurahan
Dari Grafik 17 dapat dilihat bahwa dari 19 Puskesmas, 7 diantaranya mengalami KLB, baik KLB yang terjadi pada 1 Desa/ Kelurahan ( warna Kuning) maupun KLB yang terjadi pada 2 Desa /Kelurahan ( warna orange).
Sedangkan jumlah penderita dan kematian, CFR, KLB menurut jenis KLB, jumlah Kecamatan dan jumlah desa yang terserang Kabupaten Kudus tahun 2014 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 7. Jumlah Penderita Dan CFR Menurut Jenis KLB Di Kabupaten Kudus Tahun 2014
NO JENIS KEJADIAN
LUAR BIASA
YANG DISERANG JUMLAH
PENDUDUK TERANCAM JUMLAH PENDERITA JUMLAH KEMATIAN ATTACK RATE CFR JUMLAH KEC JUMLAH DESA 1 DBD 5 10 892634 168 11 0,19 6,55 Sumber : W-2
Keterangan : Nilai 0 (nol) = Tidak ada Kasus
Dari tabel profil no 27, bahwa dari 132 desa/kelurahan di Kabupaten Kudus yang terkena KLB sebanyak 10 desa/kelurahan yang terkena KLB dengan jumlah penderita 168 dan jumlah kematian akibat KLB 11 orang.
6. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Wanita Usia Subur (WUS)
a. Kunjungan Ibu hamil
Kunjungan K1 adalah kunjungan pertama kali ibu hamil memeriksakan kehamilannya. Dibanding dengan jumlah ibu hamil (17,325) kunjungan K1 sejumlah 17.289 sudah mencapai 99,8 %.
Sedangkan Kunjungan K4 adalah kunjungan ibu hamil minimal 4 kali memeriksakan kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan ante natal care. Kunjungan K4 mencapai 16.466 dari jumlah keseluruhan ibu hamil 17.325, jadi cakupan K4 95 %. Target Kunjungan K1 untuk Kabupaten Kudus/ Jateng yaitu 100 %, sedang Target K4 yaitu 95 %.
Berikut ini adalah Grafik kunjungan ibu hamil K1 dan K4 pada masing-masing Puskesmas.
Grafik 20. Kunjungan ibu hamil K1 dan K4 Menurut Wilayah Kerja Puskesmas Tahun 2014
b. Pemberian Fe dan Imunisasi TT pada Ibu Hamil
Pemberian Tablet Fe sangat dibutuhkan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia. Jumlah ibu hamil yang mendapat Tablet Fe 1 (30 Tablet) berjumlah 17,289 orang dari 17,325 Ibu hamil (99,79%), sedang Jumlah Tablet Fe 3 (90 Tablet) adalah 16,466 (95,04%).
Grafik 21. Prosentase ibu hamil yang mendapat Tablet Fe 1 dan Fe 2 Menurut Puskesmas Kabupaten Kudus
Pelayanan Imunisasi TT-1 sebanyak 16,719 (96,5%),TT-2 sebanyak 15,933 (92 %), TT-3 sebanyak 4.005, TT-4 sebanyak 3.816, TT-5 sebanyak 4.495. Untuk lebih jelasnya pelayanan kesehatan pada ibu hamil dapat dilihat pada Lampiran Tabel Profil 30 s.d 32.
7. Pemberian ASI Eksklusif
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dan anak di bawah umur 2 tahun. ASI mengandung zat gizi yang lengkap dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan bayi sampai dengan umur 6 bulan sehingga ASI adalah makanan tunggal yang seharusnya diberikan kepada bayi umur 0-6 bulan. Selain itu ASI mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, ASI juga merupakan makanan yang bersih, praktis dengan suhu yang sesuai dengan bayi (anak) serta dapat meningkatkan hubungan psikologis serta kasih sayang antara ibu dan anak, sehingga ASI merupakan makanan tunggal yang seharusnya diberikan kepada bayi umur 0-6 bulan. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia 6 bulan, tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.
Grafik 22. Jumlah bayi usia 0-6 Bulan yang diberi ASI Eksklusif Menurut Kecamatan di Kabupaten Kudus Tahun 2014
Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Kudus tahun 2014 berdasarkan laporan survei ASI Eksklusif diketahui bahwa dari 7.401 bayi (0-6 bulan), yang diberi ASI eksklusif sebesar 3,202 (43,3 %). Tabel Profil 39. Padahal Target Pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Kudus adalah 50 %, dan bahkan target Nasional 80 %, berarti cakupan pemberian ASI Eklusif masih dibawah target yang diharapkan.
8. Kesehatan Gigi dan Mulut Murid SD
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid SD diarahkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut murid SD karena anak usia Sekolah Dasar awal pertumbuhan gigi tetap.
Kondisi pelayanan dasar gigi yang dilakukan di Kabupaten Kudus tahun 2014 yaitu Tumpatan Gigi Tetap sebanyak 4,381 murid dan Pencabutan Gigi Tetap 2,468 murid,Rasio Tumpatan/ Pencabutan 1,8 .Jumlah Murid SD dan yang mendapat pelayanan kesehatan (penjaringan) sejumlah 15,409.
Untuk lebih jelasnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Kudus tahun 2014 dapat dilihat pada Lampiran Tabel Profil 49 dan 50
9. Pelayanan Kesehatan Keluarga Miskin
Berdasarkan data ASKESKIN (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin) tahun 2013 jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Kudus sebanyak 190,207 jiwa. Untuk masyarakat miskin yang dicakup ASKESKIN sebanyak 232.453 (29.2 %) dan yang mendapat pelayanan kesehatan dasar sebanyak 137,990 jiwa atau 59,36 %, sedangkan pelayanan kesehatan rujukan sebanyak 9,428 (4.06%) . Pelayanan untuk JAMKESDA sebanyak 31.203 atau 13.42%