• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

H. Upaya Mengatasi Hambatan

Menyadari akan besarnya kontribusi pajak kendaran bermotor terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara, maka UP3AD / Samsat Kota Medan melakukan upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang muncul dalam pelaksanaan pemungutan pajak kendaraan bermotor.

Langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Mengatasi hambatan penyertaan Identitas pemilik kendaraan

Logika berfikir yang dipergunakan oleh UP3AD/Samsat sebagai perangkat daerah Provinsi Sumatera Utara yang bertugas dalam pemungutan pajak kendaraan bermotor, adalah bagaimana memberikan pelayanan sebaik-baiknya pada wajib pajak dengan mudah, cepat dan akurat sehingga penerimaan pajak tetap diperoleh secara maksimal. Oleh karena itu bagi kendaraan bermotor yang masih dalam masa kredit atau BPKB masih menjadi agunan bank, cukup menyertakan Surat Keterangan dari Bank Kreditur. Demikian juga dengan kendaran yang masih dalam masa kredit tapi sudah diperjual belikan sehingga tidak dapat menunjukkan identitas pemilik sesuai dengan Nota Pajak/STNK, diberi kesempatan menunda proses balik nama selama 1 (satu) tahun atau bisa proses balik nama tetapi proses penyelesaian BPKB menyusul setelah kreditnya lunas, dengan disertai surat pernyataan bersedia balik nama sesuai kepemilikan dan tentunya surat keterangan dari pihak bank kreditur.

2. Mengatasi kesenjangan teknis pelayanan di UP3AD/Samsat.

Idealnya dalam pelayanan kepada masyarakat wajib pajak kendaraan bermotor di UP3AD/Samsat, segala sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan kepada wajib pajak kendaraan dilakukan secara terpadu dalam satu paket sistim baik dari Pemerintah Provinsi, Kepolisian maupun Jasa Raharja. Akan tetapi karena adanya tugas dan batasan kewenangan yang berbeda, terkadang muncul ego sektoral yang tidak dapat dihindarkan.

Untuk mengatasi hal tersebut sehingga pelayanan terbaik tetap diberikan kepada wajib pajak, maka untuk proses administrasi secara manual hanya

diperuntukkan untuk kendaraan-kendaraan selain proses penelitian ulang / pengesahan STNK Misalnya kendaraan balik nama, proses mutasi masuk, pendaftaran KBM baru, dan sebagainya. Dengan demikian wajib pajak yang hanya melaksanakan pembayaran PKB dan Pengesahan stnk dapat terlayani dengan mudah, cepat dan akurat.

3. Pembayaran PKB / BBNKB via Bank

Pembayaran lewat bank memang merupakan langkah maju yang dilakukan oleh UP3AD/Samsat dalam upaya memberikan pelayanan terbaik pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Berkaitan dengan hal tersebut koordinasi yang baik dan jaringan sistem pelayanan antara UP3AD/Samsat dengan pihak bank dalam hal ini Bank Jateng dan Bank BRI, akan sangat membantu percepatan penyelesaian administrasi dalam pembayaran PKB, BBNKB dan penyelesaian STNK.

4. Mengatasi tempat pelayanan yang kurang memadai.

Perkembangan jumlah kendaraan bermotor yang cukup pesat memang kurang diimbangi dengan penyediaan tempat pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor khususnya di UP3AD / Samsat Pemalang. Yang dilakukan selama ini hanya pergeseran dan penataan ruang dan pemasangan penyejuk udara (AC). Meski demikian berdasar informasi yang kami dapatkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah sudah merencanakan merenovasi gedung kantor UP3AD / Samsat Kota Medan secara total, dengan cara menghancurkan gedung lama untuk kemudian

dibangun gedung baru yang lebih besar dan modern dengan segala fasilitas yang dibutuhkan.

5. Mengatasi kelemahan sistim on line

Adanya pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor sistim on line memang dirasa sangat memudahkan wajib pajak, dimana wajib pajak pada saat berada diluar kota akan dapat membayar PKB dan pengesahan stnk di UP3AD/Samsat manapun di Jawa Tengah. Kelemahan dalam sistim on line dimana wajib pajak yang dilayani dengan sistim On Line hanya yang berkaitan dengan Pembayaran PKB dan Pengesahan STNK, disikapi dengan memberikan sosialisasi kepda masyarakat tentang pelayanan sistim On Line yang memang belum memungkinan melayani semua jenis permohonan berkaitan dengan pembayaran PKB.

6. Mengatasi banyaknya tunggakan pajak kendaraan bermotor

Untuk mengatasi banyaknya obyek tunggakkan pajak kendaraan bermotor, yang dilakukan oleh UP3AD/Samsat Kota Medan adalah dengan mengirimkan blanko/surat surat teguran dan penagihan atas tunggakan pajak kendaraan bermotor. Disamping dengan cara pengiriman surat/blanko teguran atau penagihan kepada wajib pajak, UP3AD juga bekerjasama dengan Polri melakukan operasi/razia dijalan raya, guna menjaring kendaraan-kendaraan yang menunggak pajak. Selain dari pada itu, pada saat ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara.

7. Mengatasi data Super KPKB yang kurang akurat

Untuk mengatasi terjadinya perbedaan data jumlah nominal pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak antara data Super KPKB dengan data hasil penetapan pajak oleh petugas di Samsat. Upaya yang dilakukan oleh UP3AD Kota Medan adalah dengan melakukan kontrol ulang pada saat pendaftaran pembayaran pajak kendaraan bermotor dan juga melakukan edit data pada back up data di komputer Samsat sehingga mengurangi tingkat kesalahan yang terjadi.

Langkah lain yang diambil olegh UP3AD Kota Medan adalah berkoordinasi dengan Dinas PPAD Provinsi Sumatera Utara melalui Pusat Data Elektronik DPPAD di Medan.

Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat wajib pajakdan juga guna peningkatan penerimaan pajak kendaraan bermotor, UP3AD/Samsat Kota Medan juga melakukan langkah-langkah berdasarkan garis kebijakan Dinas sebagai berikut :53

a. Meningkatkan pencapaian target yang dibebankan kepada UP3AD/Samsat Kota Medan

b. Meningkatkan dan mengembangkan upaya-upaya pola kerjasama dan koordinasi dengan Instansi terkait seperti Kepolisian dan Pemerintah Daerah Kota Medan, Bank Sumut dan Bank BRI.

c. Meningkatkan sosialisasi Peraturan-peraturan Daerah dan kebijakan berkaitan dengan pungutan pendapatan daerah, dengan melibatkan peran serta masyarakat, Dinas/Instansi terkait.

       53

d. Melakukan pemantauan dan evaluasi secara terus menerus terhadap pelaksanaan Perda dan peraturan lainya guna mengeliminir terjadinya kesalahan dan penyimpangan.

e. Melakukan pembinaan dan pengendalian mutu pelayanan petugas operasional di UP3AD / Samsat.

f. Meningkatkan dan mengembangkan sistem pelayanan dengan memanfatkan kemajuan tehnologi yang ada.

Semua upaya perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara melalui Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah ( UP3AD ) / Samsat, sangatlah wajar dilakukan. Hal tersebut berkaitan dengan besarnya potensi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dalam mendukung penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara.

Untuk memberikan gambaran terhadap besarnya kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor yang dipungut oleh Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) se Sumatera dan dikelola oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Sumatera Utara, terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

C. Kesimpulan

1. Kebijakan publik dibidang perpajakan adalah Pelayanan Kantor Bersama Samsat melibatkan 3 (tiga) instansi yaitu, Dina Pendapatan Daerah (Dispenda), Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) dan PT Jasa Raharja (Persero). Ketiga instansi ini bekerja sama melayani masyarakat dan bernaung dibawah satu atap atau satu kantor yang disebut dengan sistim Administrasi Manunggal Dibawah Satu Atap (Samsat). Sebelum ada nya samsat, masyarakat harus mendatangi ketiga instansi tersebut di tempat yang berbeda, sehingga membutuhkan waktu biaya dan tenaga dan hal ini sangat dirasakan tidak efesien serta memberatkan masyarakat. Pengurusan PKB, BBN-KB dan SWDKLLJ oleh masyarakat pada awalnya dilakukan di ibu kota provinsi, karena belum dibentuknya cabang-cabang samsat di daerah kabupaten atau kota.

2. Peraturan tentang Pajak Kenderaan Motor dan Biaya Balik Nama Kenderaan Motor yaitu Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No. 1 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah Provinsi Sumatera Utara, Pajak Kendaraan Bermotor dinyatakan bahwa Dengan nama PKB dipungut pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan Kendaraan Bermotor yang terdaftar di Daerah

3. Pelayanan pajak dan Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan adalah Pelayanan Kantor bersama samsat

selama ini sering mendapat sorotan tajam dari masyarakat, terutama yang berurusan dengan kantor tersebut. Sorotan dilakukan karena lambatnya proses pelayanan pengurusan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta masih adanya pungutan-pungutan yang tidak resmi atau pungutan liar, sarana, prasarana dan fasilitas yang tidak memadai, banyaknya calo, sikap petugas yang kurang simpatik dalam melayani masyarakat sampai kepada tidak terampilnya petugas dalam melaksanakan pekerjaannya.

D. Saran

1. Regulasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai acuan bagi aparatur Dinas Pendapatan Daerah dalam memberikan Pelayanan PKB dan BBN-KB bagui Wajib Pajak dan untuk menerbitkan surat dinas yang dibutuhkan oleh penerima pelayanan, agar dapat dievaluasi oleh Gubernur Sumatera Barat selaku unsur Pembina SAMSAT dan atau bahkan ditinjau kembali, sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai penerima pelayanan sesuai dengan yang diharapkannya.

2. Dalam rangka rneningkatkan pendapatan Daerah, UPTD Pelayanan Pendapatan Propinsi Sumatera Barat di Padang dapat lebih berperan aktif lagi dalam rnengelola sumber pendapatan Daerah yang ada dalam wilayah kerjanya. Aparat UPTD dapat lebih jeli dalam memantau, mendata dan sekaligus menagih terhadap objek pajak yang masih menunggak dan

belum terpantau dan terdata, karena masih banyak tunggakan kendaraan bermotor yang tidak membayar pajak dan BBN–KB.

3. Perlunya adanya penetapan atau produk hukum yang disepakati oleh ketiga instansi di Kantor SAMSAT tentang tata cara penunjukan personil masing-masing yang akan bertugas di SAMSAT sehingga diharapkan jumlah personil yang bertugas di SAMSAT sebanding dengan beban kerja yang ada, dan hubungan kerja antara satu dengan lainnya berjalan harmonis.