BAB II: KERANGKA TEOR
B. Paparan Dan Hasil Penelitian
3. Upaya Pembinaan Melalui Supervisi Akademik Untuk
Pelaksanaan supervisi akademik bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru, dan tidak akan ada hasilnya jika tidak dilakukan pembinaan yang diberikan kepala sekolah. Upaya pembinaan supervisi akademik berupa tindak lanjut yang dilakukan kepala sekolah (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep adalah sebagai berikut:
a. Rapat guru, dilakukan untuk memberikan bantuan kepada guru yang belum paham mengenai perkembangan pembelajaran yang baru, serta masalah-masalah yang timbul pada saat pembelajaran berlangsung.
b. Selanjutnya KKG diberikan kepada guru (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, masing-masing guru kelas melakukan diskusi bersama dengan guru luar sekolah (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep.
c. Mengakan pelatihan-pelatihan, baik diseminar-seminar atau di workshop yang diadakan oleh kampus-kampus di kabupaten Sumenep.
Ketiga upaya tersebut dipilih oleh kepala sekolah sebagai bentuk pembinaan yang diberikan kepala sekolah terhadap guru (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, untuk tidak lanjut kegiatan supervisi akademik sudah dilaksanakan oleh kepala sekolah, hal ini sama dengan pemaparan dari Arikunto untuk meningkatkan kualitas pengelolaan
sekolah, khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal.
Selain rapat dan KKG, ada pula diskusi kecil antar guru (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, sehingga upaya pembinaan melalui rapat guru dan kelompok kerja guru menjadi salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan kinerja guru. Hal yang sama juga dijelaskan dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah bahwa upaya yang digunakan kepala mengirimkan perwakilan guru untuk mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan kinerja guru, melakukan kerjasama dengan kepala sekolah lain untuk mengadakan pelatihan terhadap guru.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, sudah dijelaskan di bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan dengan menggunakan tiga tahap yaitu pertama tahap awal, kedua tahap observasi dan yang ketiga tahap balikan, tahap awal menyesesuaikan waktu dengan jadwal yang telah disepekati bersama antara guru dengan kepala sekolah. Selanjutnya tahap observasi, kepala sekolah mengamati pembelajaran dikelas secara langsung, dan yang terakhir tahap balikan, kepala sekolah memberikan evaluasi terkait pembelajaran dikelas, mulai penyampaian materi, penguasaan kelas, dan media pembelajaran.
Adapun teknik yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru di (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, kepala sekolah menggunakan teknik kunjungan kelas, teknik pembicaraan individual, dan teknik teman sejawat 2. Faktor pendukung, salah satunya yang diberikan kepala sekolah adalah
masukan, motivasi atau penguatan dan bimbingan atau evaluasi yang diberikan kepala sekolah terhadap guru, agar dapat meningkatkan kinerja lebih baik.
Pada saat pelaksanaan supervisi akademik ada pula kendalanya yaitu pertama ada sebagian guru yang bersikap apatis terhadap pengawasan
yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, kedua kurangnya media
pembelajaran atau alat peraga dan yang ketiga berkaitan dengan sikap keterbukaan dan saling menghargai, sebagian guru ketika akan dilakukan pengawasan ada yang keberatan, hal ini terjadi biasanya pada guru-guru senior .
3. Upaya yang dilakukan untuk melakukan pembinaan terhadap para guru oleh kepala sekolah sebagai berikut, pertama, memberikan tindak lanjut berupa pendekatan terhadap guru yang kurang respek terhadap program ini, dengan melakukan pendekatan musyawarah dan kelompok kerja guru (KKG), yang bertujuan sebagai pedoman dasar untuk meningkatkan kinerja guru, kedua, mengadakan pelatihan-pelatihan, baik dengan cara mengadakan pelatihan yang sifatnya interen atau woskshop dan seminar- seminar yang diadakan oleh kampus-kampus terdekat maupun oleh lembaga lainnya.
B. Saran
Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, ternyata banyak hal yang terjadi dalam supervisi akademik kepala sekolah di (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Apa yang kita ketahui dan kita pahami dalam teori, tidak mesti sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Maka dengan segala rendah hati dari sifat yang bijak penulis memberikan masukan sebagai berikut:
1. Bagi kepala madrasah sebagai supervisor diharapkan maupun memberikan pemahaman tentang pentingnya supervisi/pengawan dalam meningkatkan kinerja guru di (MI) Fathul Ulum Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep.
2. Bagi para guru diharapkan mampu bersikap bijak didalam menyikapi keputusan dan kebijakan dari kepala madrasah.
3. Bagi guru senior diharapkan lebih arif menyikapi perbedaan pendapat atau perbedaan pemahaman.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Supervisi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), Cet. I. Azhari, Ahmad, Supervisi Rencana Program Pembelajaran, (Jakarta: Rian Putra,
2004).
Anwar. 1986. Motivasi Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Alfabeta Simamora. 1997. Profesionalisme Guru Mengajar. Jakarta: Bumi. A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung:
PT. Rosda Karya, 2000).
A. Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2004).
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002).
Arikunto, Suharsimi. 1996, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi III,Rineka Cipta, Jakarta.
Atmodiwiryo. 2011. Manajemen Pengawasan dan Supervisi Sekolah. Jakarta: Rosdakarya.
Asmani, Jamal Ma’mur. 2012. Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah: Jogjakarta: Diva Press.
Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Bafadal, Ibrahim. 2004. Supervisi Pengajaran, Teori dan Aplikasinya dalam Membina Profesional Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
Barnawi dan Arifin, Mohammad. 2012. Kinerja Guru Profesional Instrumen Pembinaan, Peningkatan dan Penilaian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1991).
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, Cet.II, 2002).
Direktorat Tenaga Kependidikan, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Depdiknas. Metode dan Tekhnik Supervisi. Jakarta. 2008.
Departemen agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung: CV. Penerbit J-ART, 2005).
Dharma, Surya “Pendidikan dan Pelatihan Supervisi Akademik dalam PeningkatanProfessionalismeGuru”
http://infopendidikankita.blogspot.com/2012/02/supervisiakademik.
Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Pedoman Pengembangan: Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Jakarta, 2003. Daryanto S.S, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo).
Devies, Ivor K. Pengelolaan Belajar, (Jakarta: PT. Rajawali Press, 1987).
Darajat, Zakiyah. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001), Cet ke-2.
Denim, Sudarwan. 2002, Menjadi Peneliti Kualitatif, Pustaka Setia, Bandung. E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Professional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), Cet. Ke-3.
E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. Ke-8.
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep Karakteristik dan Implementasi(Bandung: Remaja Rusda Karya, 2003).
Fred C Lunenburg & J. Irby Beverly. 2006. The Principal ship: Vision to Action. USA: Cengage Learning.
Hasibuan, Melayu. 2001. Organisasi dan Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Harmain, Hendra. Kaitan antara Motivasi dan Kinerja Guru, (Analytica Islamica, vol. 7, No. 1, Tahun 2005).
Hamid, Darmati. Metode Penelitian Pendidikan,(Bandung: Alfabeta, 2011). Imron, Ali. 2012. Supervisi Pembelajartan Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Imron, Ali. Pembinaan Guru Di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1993).
Joseph Tiffin dan Ernest McCormick. J. 1979. Industrial Psychology (6th edition). New Delhi: Prentice-Hall of India.
Lexy Moeloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2006).
Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualtatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002).
M. Rifa'I, Administrasi dan Supervisi Pendidikan Jilid 2, (Bandung: Jemmars, 1982).
Mukhtar dan Iskandar, Orientasi Baru Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009).
Mulyasa, e Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007).
Made, Pidarta. 1996. Pemikiran Tentang Supervisi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Mantja, W. 2002. Manajemen Pendidikan dan Supervisi Pengajaran. Malang: Wineka Media.
Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Al- ma‟arif, 1980).
Muhammad, Ali. Penulisan Pendidikan Prosedur dan Stategi, (Bandung: Angkasa,1987).
Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005).
Nazir, Moh. 1988, Metode Penelitian, Ghali Indonesia, Jakarta.
Purwanto, Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosadakarya, 2005).
Pidarta, Made Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), Cet ke-1.
Panji, Anoraga, 1998. Psikologi Kerja. Jakarta: Renika Cipta. Pasal 1 ayat 1 UU RI No. 14 Tahun 2005 tenatng Guru dan Dosen.
Penjelasan Pasal 10 Ayat 1 Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Sahertian, Piet, Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Program Inservice Education, (Rineka Cipta, 1982).
Sahertian, Piet, Konsep Dasar dan Tekhnik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2000), Cet. Ke-1.
Soetopo, Hendiyat, Wasty Soemanto, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan, (Jakarta:Bina Aksara, 1988) cet ke-2.
http://www.sriudin.com/2011/10/konsep-supervisi-akademik.html
Sahertian, Piet A. dan Frans Mataheru, Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1981).
Sagala, Syaiful, Supervisi Pembelajaran: dalam Profesi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010).
Sudiarto, Aksara. 1989. Supervisi Kepala Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. Sahartian, Piet A. 2008. Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Shaleh, Abdul Rahman. Pendidikan Agama dan Pengembangan Watak Bangsa, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), cet ke-1.
Surya Subroto, Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan Di Sekolah, (Jakarta Bina Aksara, 1984).
Silalahi, Gabriel Amin. Metode Penelitian dan Study Kasus, (Sidoarjo: CV. Citra Media, 2003).
Sukmadinata, Nana Saodih. Metode Peneitian Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005).
Sudarsono, FX. Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional).
Sahertian. 2008. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Tholkhah, Imam, dan Ahmad Barizi, Membuka Jendela Pendidikan, Mengurai Akar Tradisi dan Integrasi Keilmuan Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004).
Tim Fokus Media, Undang-Undang Guru dan Dosen, (Bandung: Fokus Media, 2006).
Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Perofisi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan(Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010).
Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Usman, Husaini dan Akbar, Purnomo Setiady. Metodologi Penelitian Social,
Bumi Aksara,1996.
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah : Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya (Jakarata : PT Raja Grafindo Persada, 2003).