BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
1. Upaya Pengembangan Pendidikan Karakter di SMK Putra Bangsa
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan, observasi kegiatan dan studi dokumentasi menunjukkan tentang upaya yang dilakukan SMK Putra Bangsa dalam rangka pengembangan pendidikan karakter untuk meningkatkan kedisiplinan siswa diantaranya:
a. Dibutuhkannya sebuah kegiatan pembinaan siswa yang khusus untuk membina kedisiplinan siswa
Sesuai yang tertera dalam UU. Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Hal serupa juga diungkapkan oleh waka.kesiswaan SMK Putra Bangsa, dimana SMK memiliki tanggung jawab dimana saat siswa lulus pilihan pertama adalah bekerja. Jika siswa memiliki kedisiplinan yang kurang baik dunia kerja tidak akan menerimanya, oleh sebab itu SMK Putra Bangsa ingin
78 membantu siswa untuk lebih sadar pentingnya kedisiplinan. Selain itu SMK Putra Bangsa ingin mengarahkan siswa untuk membentuk moral yang lebih baik.
Maraknya kasus tawuran antar pelajar, kekerasan, pergaulan bebas, narkoba yang cenderung menjadi tradisi di kalangan pelajar, kurangnya kepedulian orang tua terhadap anaknya dikarenakan fokus terhadap pekerjaan, terutama di daerah Kalimantan dimana orang tua yang bekerja di pertambangan menyerahkan anak sepenuhnya pada lembaga pendidikan. Hal ini yang membuat SMK Putra Bangsa merasa perlu untuk membuat sebuah wadah yang bertujuan untuk memperbaiki moral dan akhlak siswa terutama pada kedisiplinan siswa. b. Implementasi pendidikan karakter pada kegiatan belajar mengajar dan
ektrakulikuler pada umumnya belum cukup
Pemerintah telah mencanangkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar mengajar maupun ektrakulikuler pada umumnya, namun hal ini dirasa belum cukup bagi SMK Putra Bangsa dikarenakan adanya keterbatasan waktu dalam kegiatan belajar mengajar. Jam efektif siswa berada di sekolah ± 8 jam yang sebagian besar dihabiskan untuk menyapaikan materi pembelajaran, sedangkan kesadaran siswa akan pembentukan moral terutama pada kedisiplinan yang lebih baik masih sangat kurang. Pemahaman siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya untuk mencapai standar nilai kelulusan.
Sedangkan dalam kegiatan ekstrakulikuler yang ada pada umumnya hanya melibatkan siswa yang berminat dalam kegiatan yang mereka ikuti sehingga penerapan pendidikan karakter tidak menjangkau siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.
79 c. Base camp merupakan sebuah kegiatan pengembangan pendidikan
karakter untuk meningkatkan kedisiplinan siswa.
Menyadari dibutuhkan sebuah wadah yang mampu meningkatkan kedisiplinan siswa, maka SMK Putra Bangsa membentuk suatu kegiatan yang bernama base camp. Terinspirasi dari salah satu acara di televisi, SMK Putra Bangsa ingin menerapkan kegiatan tersebut namun dengan format yang berbeda. Jika di televisi format kegiatannya berbau militer, SMK Putra Bangsa membuat format kegiatan sesuai dengan kebutuhan siswa yang dilihat dari tingkat pelanggaran tata tertib sekolah.
Kegiatan ini diterapkan bukan hanya kepada siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah, namun diberlakukan kepada semua siswa. Walaupun ada seorang siswa yang memiliki tingkat pelanggaran rendah ataupun tidak melakukan pelanggaran sama sekali, tidak ada jaminan siswa tersebut kedepannya akan seperti itu. Semua siswa memiliki potensi melakukan pelanggaran yang bisa saja lebih berat dari siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah. Maka dari itu kegiatan ini diterapkan ke semua siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan setiap 2x dalam sebulan dan berlangsung selama 2 x 24 jam di alam terbuka. Kegiatan diikuti oleh siswa 1 kelas sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Bentuk kegiatan base camp yaitu semi outbound dan scouting. Sedangkan untuk materi kegiatan disesuaikan dengan tingkat pelanggaran siswa, mulai dari games fisik, non fisik, dan psikologis. Dari beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, yang memberikan pengaruh terhadap kedisiplinan siswa adalah problem solving dan “jujur-jujuran”. Dalam
80 pelanggaran tata tertib kedisiplinan. Dari games ini, siswa dapat menyadari pentingnya kedisiplinan terhadap diri pribadi terutama menjaga kehormatan diri dengan tidak melakukan hal-hal yang berbau pelanggaran sosial termasuk kesusilaan. Sedangkan dalam games “jujur-jujuran” akan diketahui permasalahan maupun pelanggaran yang terjadi di kelas. Setelah masalah dan pelanggaran yang terjadi di kelas dikumpulkan, semua peserta mencari solusi atau kesepakatan bersama agar masalah dan pelanggaran di kelas tidak terulang lagi.
Kegiatan base camp sudah berlangsung selama 2 tahun, pengaruhnya terhadap siswa cukup baik diantaranya tingkat pelanggaran tata tertib siswa yang berkurang. Hal ini ditunjukkan dari data statistik mengenai tingkat pelanggaran tata tertib siswa kelas X tahun 2012/2013 periode Desember-Maret bahwa sebelum kegiatan base camp dilaksanakan tingkat pelanggaran tata tertib kedisiplinan berpakaian dan tingkah laku siswa cukup tinggi, terutama bagi siswa yang makan/minum di kelas mencapai 75% dari rata-rata per kelas. Setelah kegiatan base camp dilaksanakan dan dipantau selama 3 bulan, tingkat pelanggaran tata tertib siswa mengalami penurunan. Untuk jenis pelanggaran makan/minum di kelas setelah siswa mengikuti kegiatan base camp menjadi 3% dari rata-rata per kelas. Untuk melihat tingkat pelanggaran tata tertib selain makan/minum di kelas terdapat pada tabel 6 halaman 67.
Kegiatan base camp akan tetap dilanjutkan walaupun tingkat pelanggaran sudah sangat minim dan tujuan awal dari kegiatan telah tercapai. Hanya saja untuk intensitas pelaksanaannya akan dikurangi dan format kegiatan di modifikasi sesuai dengan kebutuhan, karena SMK Putra Bangsa merasa masih banyak sisi
81 yang harus dibenahi seperti motivasi belajar siswa. Kegiatan yang berangkat dari banyaknya pelanggaran siswa, diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa untuk kedepannya.
2. Pengaruh Kegiatan base camp Terhadap Kedisiplinan Siswa SMK Putra