• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Kenaikan harga BBM pada tahun 2008 berdampak luas pada kehidupan masyarakat disemua lapisan masyarakat, terutama masyarakat yang tergolong tingkat ekonomi lemah seperti para buruh kontrak di perusahaan-perusahaaan. Hal yang paling nyata dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, contohnya dalam sebuah rumah tangga dimana para ibu-ibu sangat merasakan dampak dari kenaikan harga BBM dimana semua harga kebutuhan pokok menjadi melambung di atas harga yang biasanya ada dipasaran. Hal ini tentu sangat memberatkan kehidupan perekonomian dalam rumah tangga mereka, selain harga-harga kebutuhan pokok ini menjadi naik, harga kebutuhan pokok menjadi melambung di atas harga yang biasanya ada dipasaran.

Hal ini tentu sangat memberatkan kehidupan perekonomian dalam rumah tangga mereka. Kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga bahan-bahan pokok sangat dirasakan pada kalangan masyarakat yang mempunyai penghasilan menengah kebawah, seperti para buruh kontrak dimana mereka tidak mempunyai kepastian kerja.

Hal ini juga dialami oleh Peternak Babi yang berada di Perumnas Mandala Medan. Peternak ini dan keluarganya berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokok atau dasar mereka dengan segala cara.

Di dalam pergaulan sehari-hari para peternak babi dengan para tetangga di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka terjalin dengan erat dan berjalan dengan

normal tanpa ada masalah dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Para peternak selalu berusaha mengikuti kegiatan-kegiatan social seperti kegiatan pesekutua doa, arisan, pesta pernikahan, kemalangan, gotong royong dan lain-lain agar dapat rukun dan saling menghargai antar sesama tetangga. Akan tetapi intensitas pertemuan atau interaksi yang dilakukan para peternak ini dengan tetangga rumah setiap harinya sangat terbatas dikarenakan mereka harus mengurus ternak mereka.

Meskipun para peternak telah memiliki penghasilan, akan tetapi hampir dari semua peternak mengatakan bahwa penghasilan mereka yang mereka dapat dari usaha ternak mereka sekarang ini tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Sehingga mereka harus mencari pekerjaan lain, yakni sebagai permulung. Penghasilan mereka dari bekerja sebagai peternak dan sebagai pemulung adalah anya sekitar Rp. 300.00 sehari. Bagi peternak yang sudah menikah para peternak tersebut dapat sedikit terbantu dikarenakan istri ataupun anak mereka juga ikut membantu mengurus ternak mereka tersebut.

Para peternak melakukan berbagai cara atau strategi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya. Para peternak dalam mengatasi goncangan dan tekanan ekonomi melakukan berbagai cara dalam coping strategies. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu :

a. Strategi Aktif

Yaitu strategi yang mengoptimalkan segala potensi keluarga untuk melakukan aktivitas sendiri, memanfaatkan sumber atau tanaman liar di lingkungan sekitar dan sebagainya). Sebagian besar dari peternak di Perumnas Mandala mengoptimalkan potensi keluarganya dengan cara istri maupun anak mereka ikut bekerja agar dapat

membantu kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu beberapa peternak juga berusaha menyisihkan sedikit penghasilan mereka untuk ditabung demi masa depan.

b. Strategi Pasif atau Penekanan/pengetatan pengeluaran

Yaitu mengurangi pengeluaran keluarga (misalnya pengeluaran biaya untuk sandang, pangan, biaya sosial, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Beberapa peternak mengakui bahwa akibat dari penghasilannya yang tidak mencukupi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka sedikit memperketat kebutuhan makanan untuk dikonsumsi sehari-hari. Para peternak juga mengontrol penghasilan dengan menghemat atau mengurangi pengeluaran dengan tidak membeli kebutuhan yang tidak terlalu penting.

c. Strategi Jaring Pengaman

“Jaring pengaman sosial (JPS) adalah istilah internasional yang dijadikan sebagai gerakan nasional untuk dapat keluar dari krisis ekonorni”. (Gunawan Sumodiningrat, Haryono Soyono dan Sarjono Jatiman, 1999).

Jaringan yang dimaksud adalah relasi sosial mereka, baik secara informal maupun formal dengan lingkungan sosialnya dan lingkungan kelembagaan. Pemanfaatan jaringan ini terlihat jelas dalam mengatasi masalah ekonomi dengan pinjam uang kepada tetangga, mengutang ke warung terdekat, memanfaatkan program anti kemiskinan, bahkan ada yang pinjam uang ke rentenir atau bank dan sebagainya). Para peternak tersebut berusaha menciptakan hubungan yang harmonis dahulu antar sesama tetangga di sekitar tempat tinggal mereka agar kalau seandainya

para peternak ini merasa membutuhkan bantuan maka para tetangga maupun sesama pekerja akan membantu.

Pemahaman tentang pentingnya berkelompok dan manfaat yang diperoleh apabila petani berusahatani berkelompok cukup baik sehingga ke depan apabila petani tergabung dalam kelompok tani akan menjadi unit agribisnis budidaya ternak babi dalam skala besar, Hal ini diukur bahwa peserta dapat merencanakan usaha agribisnis budidaya babi yang terencana yang tertuang. Pengetahuan dan ketrampilan petani dalam budidaya ternak babi khususnya pembibitan telah meningkat sehingga dapat mendorong petani untuk memperbaiki praktek berusahatani budidaya ternak babi.

5.2 Saran

Saran

Usaha ternak harus berani melakukan terobosan-terobosan yang bersifat agresif dalam rangka melakukan pengembangan baik itu berupa perluasan pasar, pengembangan produk maupun pengamanan sektor hulu berupa input usaha. Usahaternak harus lebih berfokus kepada pencarian pelanggan yang sebanyak-banyaknya agar keberlangsungan usaha dapat terus dipertahankan

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad, 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Lengkap , Jakarta : Pustaka Ilmu.

Aminuddin, 2000. Sosiologi : Suatu Pengantar Awal, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Arikunto, Suharsini, 2002. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Berry, David, 1982. Pokok-Pokok Pikiran dalam Sosiologi, Jakarta : CV Rajawali. Faisal, Sanapiah.1995. Format-Format Penelitian Sosial , Jakarta :PT.Raja Grafindo

Persada.

Guiltinan dan Paul, 1997. Manajemen Pemasaran, Jakarta, Rineke Cipta Cetakan I. Moleong, Lexy, 2005. Metode Penelitian Kualitatif , Bandung : Remaja Rosda Karya. Mulyadi, 2002. Sistem Akuntansi Edisi ke-3, Yogyakarta, Bagian Penerbit Sekolah

Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

Ritzer, Goerge-Douglas J Goudman, 2005. Teori Sosiologi Modern.Jakarta : Prenada Media.

Singarimbun, Masri, 1989. Metode Penelitian Survey, Jakrta, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Sisdmudjito, 2004. Kemiskinan di Sumatera Utara, Jurnal Pemberdayaan, Komunitas USU Volume 3, Nomor 3..

Soekanto, Soerjono, 1982. Teori Sosiologi Tentang Pribadi dan Masyarakat, Jakarta, Ghalia Indonesia.

Soelaeman, Munandar, 2006. Ilmu Sosial Dasar, Bandung : PT. Refika Aditama. Soepomo, imam, 1994. Hukum Perburuhan : Bidang Hubungan Kerja. Jakarta

Djambatan

Sunarto, Kamanto, 2000. Pengantar Sosiologi Edisi ke II , Jakarta : Lembaga Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sumardi.M dan Evers Dieter, 1985. Kemiskinan Dan Kebutuhan Pokok, Jakarta Rajawali.

Suparlan, Parsudi, 1983. Kemiskinan di Perkotaan , Jakarta, yayasan Obor Indonesia. Syarif, Muhidin, 1981. Pengantar Kesejahteraan Sosial, Bandung : STKS Bandung. Taneko, Soleman b, 1984. Struktur dan Proses Sosial, Jakarta : CV. Rajawali. Vembriarto, 1993. Psikologi Sosial, PT. Eresco Bandung.

DRAFT WAWANCARA I. PROFIL INFORMAN Nama : Jenis Kelamin : Usia : Pendidikan Terakhir : Alamat Rumah : Agama : Suku :

Jumlah Anggota Keluarga :

A. Data Dasar

1. Berapakah kira-kira pendapatan yang anda peroleh sebagai seorang peternak babi?

2. Apakah pendapatan yang anda peroleh cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga sehari-hari?

3. Apakah anda memiliki tabungan dan menyisihkan penghasilan anda untuk ditabung?

4. Apakah saudara merupakan tulang punggung dalam keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga anda?

B. Upaya Yang Dilakukan Keluarga Dalam Memenuhi Kebutuhan

Keluarga

1. Apakah anda mempunyai pekerjaan sampingan untuk memperoleh tambahan penghasilan?

2. Apakah anda mempunyai potensi lain yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga? Kalau ada, apa saja yang dapat anda manfaatkan untuk menambah penghasilan anda?

3. Apakah anda berusaha untuk meminimalisir pengeluaran anda setiap bulannya? Kalu iya, pengeluaran apa saja yang dikurangi?

4. Bagaimana anda membagi pendapatan anda misalnya untuk konsumsi, pendidikan, kesehatan dan lain-lain?

5. Upaya-upaya penghematan dalam keluarga seperti apa?

C. Kondisi Sosial

1. Bagaimanakah hubungan anda dengan tetangga anda?

2. Apakah anda cukup aktif dalam menjalin hubungan dan bergaul dengan warga seperti mengikuti kegiatan bersama tetangga misalnya arisan, gotong royong, ataupun perkumpulan doa, dan lainnya?

3. Apakah anda pernah meminjam uang atau berhutang dari tetangga yang telah memiliki jalinan hubungan?

4. Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah? Jika pernah bantuan apa saja yang pernah anda dapatkan? dan apakah bantuan tersebut cukup membantu keluarga anda?

Dokumen terkait