• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.3 Uraian hasil wawancara responden

Wawancara di lakukan terhadap ayam kampus di Universitas Sumatera Utara yang berjumlah 5 (lima) orang dengan data diri sebagai berikut :

1. Nama informan : Zierra

Agama : Islam

Fakultas : Hukum

2. Nama informan : Rini

Tempat/tanggal lahir : Medan, 6 Agustus 1987 Agama : Kristen

Fakultas : Ekonomi

3. Nama informan : Icha

Tempat/tanggal lahir : Jakarta, 23 Desember 1987

Agama :Islam

Fakultas : Ekonomi

4. Nama informan : Sheila

Tempat/tanggal lahir : Siantar, 7 April 1988

Agama : Islam

Fakultas : Hukum

5. Nama : Jessica

Tempat/tanggal lahir : Medan, 4 April 1987

Agama : Kristen

Uraian Hasil Wawancara

1. Apakah anda menggunakan gerak tubuh/kinesik dalam memikat calon pelanggan anda?

Zierra : “Tentunya lah, itu kan menjadi penarik kita”

Rini :“Ya, saya menggunakan gerakan tertentu dalam memikat

mereka”

Icha : “ Ada, dan hampir selalu digunakan”

Sheila :“Menggunakan gerakan simpel tapi langung mengena ke

sasaran.”

Jessica : Ya, ada dan memang hal itu untuk memikat calon tamu saya.” Gerakan tubuh/kinesik sangat diperlukan sewaktu menjalin komunikasi baik itu verbal maupun verbal. Hal tersebut mampu menunjang kita dalam menjalin proses komunikasi verbal. Dalam hal ini, para ayam kampus menggunakan gerakan tertentu dalam usaha untuk menarik perhatian para calon pengguna layanan jasa mereka. Gerakan menjadi satu kunci utama dalam mengenali mereka nantinya yang berprofesi sebagai pelacur dan juga mahasiswa atau biasa disebut dengan istilah ayam kampus.

2. Bagaimana bentuk gerakan tubuh tersebut!

Zierra : “Melingkarkan kaki seperti gerakan menyilang, dengan tangan

Rini : “Berdiri menunggu, sibuk memegang handphone dan

menggigit bibir”

Icha : “Cukup dengan lirikan mata aja, mereka pasti ngerti deh” Sheila : “Sibuk dengan jam dan handphone terus memilin rambut” Jessica : “Melirik si pelanggan dan pura-pura BBM-an”

Gerakan yang ditunjukkan oleh masing-masing ayam kampus berbeda satu sama lain. Perbedaan gerakan ini disebabkan tidak adanya aturan ataupun pakem dalam penggunaan gerak nonverbal yang dihasilkan oleh mereka. Jenis gerakan yang para ayam kampus gunakan cukup beragam, selain dikarenakan pemahaman yang berbeda mengenai suatu gerakan, hal ini juga dikarenakan mereka merasa bahwa simbol yang mereka kirimkan kepada calon pelanggannya sudah dapat mewakili pesan yang ingin mereka sampaikan, yaitu pesan berupa pemberitahuan identitas mereka sebagai ayam kampus.

3. Menurut anda apakah penggunaan gerakan tubuh tersebut bisa dimengerti oleh calon pelanggan anda?

Zierra : “Terkadang, mereka bisa mengerti dengan sinyal kita, tapi

kadang ga ngerti, jadinya ga laku deh”

Rini : “Makanya aku buat gerakan yang simpel, jadi mereka bisa

ngerti dengan maksud gerakan aku tadi”

Icha : “Tentu saja, mata sangat berperan penting dalam kegiatan

sinyal-sinyalan ini”

Sheila : “Ga juga, terkadang mau ga mau harus pake acara ngomong

Jessica : “Jelas sekali mereka ngerti, wong dengan modus pura-pura

sms mereka juga bakal pura-pura nanya, klop banget kan”

Komunikasi yang ideal tentunya terjalin jika komunikator mampu menyampaikan pesan kepada komunikan, dan komunikan mengerti dengan pesan yang dikirimkan oleh komunikator. Demikian halnya dengan komunikasi nonverbal yang dijalin oleh para ayam kampus dengan calon pelanggannya. Mereka akan saling mengerti satu sama lain, karena komunikasi dari gerak tubuh yang mereka ciptakan berkembang dengan sendirinya, dan memang hanya segelintir saja yang mengerti akan gerakan ini.

4. Apakah anda menggunakan sentuhan dalam memikat calon pelanggan anda?

Zierra : “Kadang, namun itupun kalau kira-kira udah pasti booking aku” Rini : “Sure, touch is number one thing must to do to attract them” Icha : “Ga harus, karena dengan simbol tanpa sentuhan, mereka

juga bakal ngerti juga kok”

Sheila : “Yup, saya memang harus lebih berani untuk bisa nunjukin

diri ke pelanggan, salah satu nya dengan cara kasih sentuhan”

Jessica : “Alami aja ya, sentuhan itu sebagai pelengkap, jadi itu semua

keharusan waktu kita mau transaksi”

Sentuhan merupakan bagian penting dari komunikasi non verbal. Walaupun hanya sebatas sentuhan, namun terkadang sentuhan memiliki makna yang mendalam mencakup kata-kata apapun. Lihat saja, bagaimana makna sentuhan dari usapan kasih saying seorang ibu kepada bayinya,

mampu mengungkapkan seribu kata cinta seorang ibu kepada anaknya. Begitu pula dengan penelitian ini, melalui sentuhan kecil saja, para ayam kampus sudah dapat mengungkapkan keinginan mereka dan juga menangkap sinyal keinginan dari calon pelanggan mereka.

5. Bagaimana bentuk sentuhan anda tersebut!

Zierra : “Sentuh aja punggung tangannya lebih lama”

Rini : “Jelajahi punggungnya dengan pijatan lembut jari kita” Icha : “Jabat tangan rasanya uda cukup”

Sheila : “Jabat tangannya mesra, sentuh pundak mereka perlahan” Jessica : “Colek-colek gitu, dari bokong sampe dada mereka”

Berbagai jenis sentuhan terdapat di dunia ini sebagai pelengkap dari komunikasi non verbal. Sentuhan memiliki makna yang berbeda bagi setiap individu satu sama lainnya. Pemaknaan tersebut berbeda satu sama lain bisa disebabkan beberapa faktor. Begitu pula bentuk sentuhan, beda latar belakang, tentu beda makna nya. Untuk sentuhan mencium pipi kiri dan kanan itu sopan bagi orang di negara barat, baik laki-laki atau perempuan. Namun di negara timur misalnya saja Indonesia, sentuhan antar beda jenis kelamin masih dianggap sedikit tabu.

6. Menurut anda apakah dengan sentuhan tersebut bisa dimengerti oleh calon pelanggan anda?

Zierra : “Tentu saja mereka ngerti” Rini : “Pastinya”

Sheila : “Mengerti lah” Jessica : “Iya, ngertiin kok”

Berbagai jenis sentuhan terdapat di dunia ini sebagai pelengkap dari komunikasi non verbal. Sentuhan memiliki makna yang berbeda bagi setiap individu satu sama lainnya. Pemaknaan tersebut berbeda satu sama lain bisa disebabkan beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut berupa pengalaman dari tiap orang yang memaknai berbeda satu sama lain, sehingga kita tidak dapat mengeneralisasi sebuah sentuhan antara orang yang berbeda satu sama lain.

7. Apakah anda menggunakan penekanan nada ketika berbicara dalam memikat calon pelanggan anda?

Zierra : “Ga, bicara kaya biasa aja” Rini : “Ga perlu banget ya”

Icha : “Kadang-kadang, untuk mastiin aja”

Sheila : “Saya tidak menekan suara, sentuhan uda OK” Jessica : “Ada, biar lebih keliatan serius”

Penekanan nada ketika berbicara sangat diperlukan. Penekanan nada ini ditujukan untuk memikat para calon pelanggan. Namun dari 5 informan yang diteliti, hanya satu orang informan yang menyatakan bahwa mereka menggunakan penekanan berbicara kepada calon pelanggannya dalam upaya untuk memikat para pria yang tertarik dengan diri mereka sebagai ayam kampus. Mayoritas informan merasa penekanan nada tidak terlalu diperlukan karena mereka memiliki trik berbeda satu sama lain dalam memikat calon pelanggannya.

8. Bagaimana bentuk penekanan nada berbicara anda tersebut!

Zierra : “Layaknya bicara normal aja”

Rini : “Biasa aja, ga ada bentuk-bentuk khusus”

Icha : “Meninggikan nada bicara dan agak kencang kalau uda pasti

mau”

Sheila : “ biasa aja deh”

Jessica : “Sok serius gitu, dan juga centil waktu menjawab”

Bentuk penekanan nada yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana seorang ayam kampus memberikan penekanan nada kepada calon pelanggannya. Pada umumnya mereka hanya memberikan penekanan nada pada saat berbicara untuk memastikan saja, apakah si calon pelanggan tertarik atau tidak kepada mereka. Selain itu, penekanan nada digunakan untuk menggoda dan memikat calon pelanggan. Bentuknya sangat simpel hanya memberikan tambahan kata di ujung kalimat seperti, akh, yeah, dan ikh.

9. Menurut anda apakah dengan berbicara dengan penekanan nada tersebut bisa dimengerti oleh calon pelanggan anda?

Zierra : “Bisa lah” Rini : “Ya, tentu saja”

Icha : “Saya rasa mereka ngerti kok” Sheila : “Tentu mereka mengerti”

Jessica : “Kan ga gitu susah, so pasti mereka ngertiin maksud kita”

Setiap penekanan nada yang diberikan ataupun tidak menggunakan penekanan sama sekali, sudah barang tentu setidaknya harus memiliki

pengertian bagi penerima komunikasi dua arah tersebut. Penekanan nada memang sangat diperlukan ketika berbicara, dengan penekanan nada, kita tahu situasi komunikasi yang kita hadapi. Apakah lawan bicara kita sedang marah, senang ataupun sedih, semuanya bisa dilihat dengan jelas dari penekanan suara ketika berbicara. Secara logika saja, orang yang sedang marah besar tentu saja, suaranya terdengar lebih garang dibandingkan dengan orang yang sedang sedih ditinggal mati oleh keluarganya.

10.Apakah anda menggunakan dandanan (make up) khusus ketika berbicara dalam memikat calon pelanggan anda?

Zierra : “Ga, make up seperti biasa aja” Rini : “dandanan sore-sore lah”

Icha : “Ada, biar tampilan saya lebih fresh”

Sheila : “Yup karena kerja, tapi tiap harinya kalau kuliah aku ga make

up”

Jessica : “ Biasa aja, bedak, lipstik, blush on dan parfum, cukup!”

Penggunaan dandanan (make up) oleh seseorang memang sangat diperlukan untuk tujuan tertentu. Salah satu tujuannya adalah untuk memikat lawan berbicara ketika sedang berkomunikasi tatap muka. Peranan make up sangat diperlukan karena dengan make up yang sesuai, seseorang bisa tampil lebih menarik dibandingkan dengan tanpa make up. Tapi belum tentu dengan menggunakan make up seseorang dapat kelihatan lebih menarik, karena pada dasarnya ada beberapa pengguna make up yang terlalu berlebihan sehingga make up menjadi hal yang menghancurkan penampilan orang tersebut.

11.Bagaimana tampilan make up anda tersebut!

Zierra : ”Bedak, lipstik, blush on, eye liner dan parfum” Rini : “Bedak, lipstik, eye shadow, blush on”

Icha : “Komplit deh, dari bedak, parfum, lipstik, dan blush on” Sheila : “Bedak, lipstik, parfum “

Jessica : “Bedak, lipstik, blush on dan parfum, cukup!”

Pemaknaan sebuah make up berbeda antara tiap orang. Beda makna antara para pe-make up artis dan juga para orang awam. Begitu juga dengan para ayam kampus yang menggunakan make up untuk memoles tampilan wajah mereka sehingga kelihatan lebih menarik di hadapan para calon pelanggan mereka. Make up yang mereka gunakan juga masih dalam kategori simpel, dan tidak berlebihan atau sering disebut dengan istilah menor. Penggunaan make up yang sederhana dirasa lebih menarik dan untuk menghindari diketahuinya jati diri mereka jika mereka menggunakan make up yang berlebihan.

12.Menurut anda apakah dengan menggunakan make up seperti itu, calon pelanggan anda mengerti dengan maksud anda?

Zierra : ”Belum tentu” Rini : “Tidak mengerti” Icha : “Kurang sih”

Sheila : “Kalau uda niat, pasti ngerti kok “ Jessica : “Kadang iya, kadang ga”

Penggunaan make up tentunya berbeda satu sama lain jika tujuannya juga berbeda. Contohnya untuk seorang sinden, harus mengkonsumsi make up

tebal dan dirasa biasa saja. Para pekerja kantor juga menggunakan make up, tapi hanya terbatas sebagai penyegar penampilan saja. Begitu pula dengan

make up yang digunakan oleh para ayam kampus, mereka tidak menggunakan

make up secara berlebihan, mereka menggunakan make up untuk menambah

daya tarik saja. Umumnya para pelanggan mereka juga sudah mengerti dengan trik ini, dan memang lebih menyukai dandanan yang simpel dan tidak menor layaknya pelacur jalanan.

13.Apakah anda menggunakan perhiasan/aksesoris tertentu di tubuh anda dalam memikat calon pelanggan anda?

Zierra : “Ga juga paling cuma jam tangan” Rini : “Ga sama sekali”

Icha : “Ga deh, gelang juga uda ok”

Sheila : “Biasa aja, ga pake perhiasan segala” Jessica : “Ga kok, ribet banget”

Penggunaan perhiasan ataupun artefak pada tubuh seseorang memang menjadi sebuah simbol tertentu bagi diri mereka. Untuk menunjukkan kemakmuran, penggunaan perhiasan berlebihan kerap digunakan oleh para wanita kaya. Begitu juga dengan para kaum suku tertentu yang gemar memakai berbagai aksesori di tubuh mereka. Dalam penelitian ini para ayam kampus tidak memakai berbagai macam perhiasan berlebihan, mereka hanya sekadar saja, seperti penggunaan gelang dan juga jam tangan yang memiliki fungsi sebagai penunjuk jam.

14.Bagaimana bentuk penggunaan perhiasan/aksesoris tersebut!

Rini : “Gelang plus kalung senada” Icha : “Gelang simpel”

Sheila : “Kalung biar lebih match aja ma baju”

Jessica : “Anting dan kayanya biasa deh semua cewek pake anting”

Perhiasan terdiri dari berbagai jenis. Ada bentuk aksesoris yang lengkap satu set mulai dari anting, gelang, kalung dan sebagainya. Namun ada juga aksesoris yang simpel dan dianggap cukup penting seperti jam tangan. Pengkategorian sesuatu hal itu berguna atau tidaknya digunakan bukanlah menjadi alasan satu-satunya untuk menggunakan perhiasan. Bisa saja, perhiasan digunakan sebagai penambah estetika penampilan seseorang. Untuk seorang ayam kampus, penggunaan aksesori pada diri mereka, sama sekali tidak menggunakan aksesori berlebihan.

15.Menurut anda apakah penggunaan perhiasan/aksesoris tersebut bisa dimengerti oleh calon pelanggan anda?

Zierra : “Bisa, dengan aksesoris kita main kirim-kiriman sinyal ma

mereka”

Rini : “Mereka ga lihat dari perhiasan sepertinya” Icha : “Ga perlu perhiasan, mereka juga bakal ngerti” Sheila : “Aksesoris ga jadi sebuah acuan”

Jessica : “Kita uda bisa saling ngerti satu sama lain walau ga pake

aksesoris”

Penggunaan aksesoris yang berbeda untuk masing-masing individu memang memiliki fungsi dan tujuan masing-masing. Tak heran, dengan fungsinya tersebut kita mampu memberikan label pekerjaan untuk mereka.

Seperti seorang rentenir yang kerap memakai perhiasan emas mulai dari kalung, cincin, dan gelang. Begitu juga dengan para ayam kampus, penggunaan aksesoris tersebut hanya berupa penambahan tampilan bagi mereka yang berguna sebagai daya tarik. Tidak memakai perhiasan saja, namun dengan bahasa tubuh merayu, mereka mampu memberikan sinyal yang lebih mendalam kepada calon pelanggan tentang pekerjaan mereka. Jadi, penggunaan aksesoris tidak menjadi tolak ukur bagaimana seorang pelanggan dapat mengenali sosok ayam kampus.

16.Apakah penggunaan komunikasi nonverbal dirasa paling efektif dalam berkomunikasi dengan pelanggan?

Zierra : “Untuk tahap awal, iya”

Rini : “Tentu, kita wajib kirim-kiriman sinyal dulu”

Icha : “Ga lah, tetap aja komunikasi berbicara langsung lebih efektif” Sheila : “Sebagai awal sih cukup, tapi tidak diakhir”

Jessica : “Kurang efektif deh, apalagi kalau gelap”

Komunikasi terdiri dari komunikasi verbal dan juga komunikasi non verbal. Pada penelitian ini lebih difokuskan kepada penggunaan komunikasi non verbal berupa gerak tubuh a.taupun penggunaan penekanan suara dan aksesoris. Para responden merasa bahwa nonverbal digunakan secara efektif pada awal-awal saja, namun untuk transaksi akhir mereka menggunakan komunikasi verbal. Keefektifan komunikasi nonverbal hanyalah sebatas pengiriman pesan ataupun sinyal pemberi tanda kepada calon pelanggan, tetapi kepastian tersebut didapatkan dengan komunikasi verbal

17.Apakah anda merasa aman dan nyaman dengan bentuk-bentuk komunikasi nonverbal ini?

Zierra : “Sure, feel safe and comfort” Rini : “Sejauh ini nyaman aja sih” Icha : “Aman sekali”

Sheila : “nyaman karena tidak merepotkan tentunya” Jessica : “Aman dan nyaman kok”

Dalam upaya menjalin komunikasi, tentunya kita harus merasa aman dan juga nyaman. Dalam pola komunikasi nonverbal, kenyamanan dan keamanan sangat dibutuhkan. Kategori kenyamanan bisa kita lihat dari bagaimana sebuah gerakan mampu menciptakan rasa santai bagi para penggunanya, tidak perlu terlalu mengeluarkan tenaga ekstra untuk itu semua. Sementara dari segi keamanan, komunikasi non verbal tentu merupakan sebuah isyarat, ataupun berisikan kode-kode rahasia yang tidak semua orang bisa tahu. Oleh sebab itu, komunikasi nonverbal ini hanya terbatas pada orang perorangan saja, tidak menjadi sebuah isyarat umum layaknya isyarat yang sudah menjadi pakem ataupun dibakukan penggunaannya di masyarakat luas.

18.Apakah anda merasa bahwa dengan menggunakan komunikasi nonverbal anda merasa lebih leluasa dalam bertransaksi?

Zierra : “Ya, karena kita menggunakan kode khusus”

Rini :“Benar, jadi identitas kita ga bakal terbongkar di depan orang

banyak”

Sheila : “Tentu saja demikian”

Jessica : “Tidak juga leluasa, karena kita juga kerjanya diam-diam”

Tingkat kenyamana dan keamanan dianggap menjadi prioritas utama dalam hal penggunaan komunikasi nonverbal. Dengan penggunaan komunikasi nonverbal tercipta sebuah keleluasaan dalam melakukan sebuah aktifitas biasa ataupun aktifitas yang sifatnya tersembunyi. Kita lihat saja dalam penelitian ini, para ayam kampusnya merasa dengan cara berkomunikasi nonverbal maka mereka dapat lebih leluasa dalam bertindak dan juga melakukan transaksi dengan para calon pelanggan mereka. Semua hal itu menjadi tolak ukur awal keberhasilan dalam proses penciptaan komunikasi nonverbal di kalangan para ayam kampus.

19.Apakah faktor ekonomi, teman dekat, pengaruh pacar, tuntutan biologis dan tuntutan kampus menjadi alasan anda menjadi ayam kampus dan mengapa?

Zierra : “Benar, hidup di perantauan itu sulit”

Rini : “Pengaruh seorang teman sangat besar dampaknya bagi saya” Icha : “Mungkin karena uda pernah ML, jadi pengen terus”

Sheila : “Cowok ku tuh yang mulai, ujung-ujungnya jadi nagih”

Jessica : “Aku juga pengen punya semua hal yang anak kampus umumnya

pada punya, dan menurut ku itu pilihan”

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang gadis/wanita pada usia belasan hingga duapuluhan memilih pekerjaan sampingan sebagai ayam kampusl. Alasan pemilihan ini beragam dan juga tidak sama satu sama lain. Faktor ekonomi yang sulit, faktor pengaruh dari teman dekat, faktor

pernah berhubungan intim dengan pacar, tuntutan biologis karena sudah menjadi ketagihan untuk melakukan hubungan intim dan juga faktor tuntutan kampus yakni berupa pengakuan status dilihat dari segi materi menjadi faktor-faktor yang menyebabkan mereka memilih profesi ini. Tidak menutup kemungkinan, alasan ini dijadikan oleh para ayam kampus sebagai sebuah pembenaran atas pekerjaan sampingan yang mereka lakukan ketika jam pulang kampus.

20.Faktor apakah yang menjadi faktor yang paling dominan?

Zierra : “Pengaruh teman kost” Rini : “Pengaruh teman pergaulan” Icha : “Tuntutan biologis”

Sheila : “Pengaruh pacar”

Jessica : “Faktor ekonomi ku yang kurang berada”

Dari semua faktor yang dijabarkan diatas yaitu faktor ekonomi, pengaruh teman, pengaruh pacar, tuntutan biologis dan juga tuntutan kampus, memiliki andil masing-masing dalam menciptkan sosok seseorang berprofesi sebagai ayam kampus. Lihat saja beragamnya jawaban yang berbeda satu sama lain pada diri ayam kampus. Mereka merasa bahwa faktor tersebut menjadi pemicu utama mereka memilih jalan sebagai ayam kampus. Padahal kenyataannya, mereka hanya menggunakan hal tersebut sebagai sebuah upaya dalam pembenaran tindakan salah yang mereka lakukan. Mereka takut akan dicemooh oleh masyarakat karena dianggap telah melanggar norma kesusilaan, tapi disisi yang lain mereka juga hanyalah gadis belia yang masih

gamang dalam berpikir dan tidak memiliki pola pikir yang panjang, hanya ingin segala sesuatunya berjalan cepat dan sesuai kemauan mereka.

Dokumen terkait