ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
6.2 Uraian Jawaban Tiap Variabel
Sub bab ini menguraikan jawaban responden atas setiap peryataan yang mewakili setiap variabel. Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini yaitu
1. Komitmen manajemen puncak (Leadership)
2. Pelatihan dan pendidikan
3. Manajemen kualitas oleh pemasok 4. Pernyataan visi dan misi perusahaan 5. Pemberdayaan karyawan
6. Fokus kepada pelanggan 7. Continuous Improvement (CI)
6.2.1. Variabel komitmen manajemen puncak (Leadership)
Tabel 6.2 Hasil penelitian pada variabel komitmen manajemen puncak
Indikator
Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V1 Manajemen yakin bahwa peningkatan mutu produk akan
membawa organisasi pada tujuannya (memperoleh keuntungan).
V3 Manajemen puncak telah melakukan evaluasi pencapaian mutu secara berkala.
V4 Manajemen puncak berkomitmen untuk mendorong perbaikan mutu melalui proses jangka panjang
V5 Manajemen puncak telah berkontribusi aktif dalam proses perbaikan mutu
3.81 Setuju
Sangat Setuju 21 9.91
Setuju 137 64.62
Netral 47 22.17
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala
Tidak Setuju 7 3.30
Sangat Tidak Setuju 0 -
V6 Manajemen telah memiliki sasaran peningkatan mutu
3.93 Setuju
V7 Perusahaan telah memiliki tujuan pencapaian mutu secara rinci
V8 Tujuan pencapaian mutu perusahaan disusun selaras dengan penentuan target produksi
V9 Seluruh karyawan telah mengetahui dan memahami sasaran dan kebijakan mutu Perusahaan.
Indikator Jumlah Rata-rata
V13 Perencanaan mutu disusun selaras dengan rencana produksi
Secara rata-rata, pada variabel komitmen manajemen puncak diperoleh indikasi bahwa variabel tersebut telah benar terwujud di PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Angka skala rata-rata yang diperoleh adalah 3.81 yaitu setuju. Namun dari data yang diperoleh, ada satu variabel yang perlu menjadi catatan variabel ini yaitu pada indikator V2. Responden sebanyak 33 orang atau 15.57% menyatakan tidak setuju bahwa manajemen puncak memiliki tanggung jawab akan perbaikan mutu.
6.2.2 Variabel Pelatihan dan Pendidikan
Variabel pelatihan dan pendidikan menunjukkan bahwa program tersebut telah berjalan baik di PT Toba Pulp Lestari Tbk. Nilai rata-rata responden berada pada skala 3.93 yaitu setuju (table 6.3). Sebagai catatan yaitu pada indikator V17 yang menunjukkan bahwa ada 10 responden atau 4.72% yang tidak setuju indikator ini terjadi pada perusahaan.
Tabel 6.3 Hasil penelitian pada variabel pelatian dan pendidikan
Indikator
Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V14 Manajer, superintenden/AsKep dan supervisor
berkomitment untuk mendorong pelatihan bagi karyawan. Dengan pelatihan, karyawan akan mampu berkontribusi maksimal bagi perusahaan
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V15 Seluruh karyawan memahami bahwa setiap orang wajib
memberikan pelayanan terbaik.
V16 Manajer, superintenden/AsKep dan supervisor menciptakan lingkungan yang mendorong karyawan untuk dapat belajar maksimal melalui “on the job
V17 Manajer, superintenden/AsKep dan supervisor berpartisipasi dalam memberikan pelatihan khusus teknikal bagi karyawan
6.2.3 Variabel manajemen kualitas oleh pemasok
Dari data yang diperoleh bahwa variabel ini benar terjadi di PT Toba Pulp Lestari Tbk. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang diperoleh berada pada skala 3.7 yang menunjukkan arti setuju (table 6.4). Catatan dalam variabel ini adalah pada V18 yaitu Pemilihan pemasok hanya berdasarkan kualitas barang. Bukan pada harga termurah dan jadwal pengiriman tercepat. Sebanyak 26 responden atau 12.26% tidak setuju bahwa pemilikan pemasok didasarkan pada kualitas barang.
Tabel 6.4 Hasil penelitian pada variabel manajemen kualitas oleh pemasok
Indikator Jumlah Rata-rata
Frekuensi (%) Skor Skala V18 Pemilihan pemasok hanya berdasarkan kualitas barang.
Bukan pada harga termurah dan jadwal pengiriman
tercepat 3.46 Setuju
Sangat Setuju 22 10.38
Setuju 83 39.15
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala
Netral 81 38.21
Tidak Setuju 22 10.38
Sangat Tidak Setuju 4 1.89
V19 Perusahaan telah memiliki urutan pemasok (supplier list) berdasarkan peringkat dalam evaluasi
V20 Beberapa pemasok penting telah memiliki kontrak jangka panjang
V22 Pemasok juga memberikan pendampingan teknis bagi organisasi
V23 Pemasok telah dilibatkan dalam proses peningkatan mutu
V24 Kerja sama dengan pemasok berorientasi jangka panjang
3.73 Setuju
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V25 Kriteria pemilihan pemasok telah dibuat rinci
3.67 Setuju
V26 Bagian pembelian bertanggung jawab terhadap mutu barang atau jasa yang dipasok
V27 Pemasok memiliki program atau standarisasi untuk memastikan mutu produk yang dipasok
Hasil penelitian terhadap variabel visi dan misi menunjukkan bahwa visi dan misi perusahaan telah dijabarkan dengan rinci dan telah diketahui oleh seluruh karyawan. Hal ini disimpulkan berdasarkan rata-rata skala responden yaitu 3.99 (table 6.5). Catatan dalam variabel ini yaitu pada indikator V29 yaitu seluruh karyawan mengetahui dan memahami visi dan misi perusahaan. Sebanyak 9 orang atau 5.1%
responden menyatakan tidak setuju indikator tersebut telah terwujud di PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Tabel 6.5 Hasil penelitian untuk variabel visi dan misi
Indikator
Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V28 Visi dan misi perusahaan telah diuraikan secara rinci
dan mudah dipahami
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V29 Seluruh karyawan mengetahui dan memahami visi
dan misi perusahaan
Tabel 6.6 Hasil penelitian pada variabel pemberdayaan karyawan
Indikator Jumlah Rata-rata
Frekuensi (%) Skor Skala V31 Karyawan dilibatkan dalam program peningkatan
mutu
V32 Karyawan telah berperan secara efektif dalam program peningkatan mutu
V33 Karyawan bertanggung jawab dalam cacat produk yang dihasilkan
V34 Karyawan memperoleh umpan balik atas pencapaian
mutu yang dihasilkan 3.77 Setuju
Sangat Setuju 34 16.04
Indikator Jumlah Rata-rata
V35 Karyawan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan mutu
V36 Pondasi mutu dibagun atas kepedulian karyawan akan mutu
V37 Karyawan diberikan penghargaan atas pencapaian mutu yang dihasilkan
V38 Supervisor secara efektif memberikan pemecahan atas masalah mutu yang dihadapi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pemberdayaan karyawan telah dengan baik diterapkan di PT Toba Pulp Lestari Tbk. Skala rata-rata yang diperoleh adalah 3.83 (setuju). Namun catatan pada variabel ini adalah V33 yaitu Karyawan bertanggung jawab dalam cacat produk yang dihasilkan. 16 responden atau 7.5%
menyatakan tidak setuju bahwa karyawan bertanggung jawab atas produk cacat yang dihasilkan.
6.2.6 Variabel fokus pada pelanggan
Tabel 6.7 Hasil penelitian variabel fokus pada pelanggan
Indikator Jumlah Rata-rata
Frekuensi (%) Skor Skala V39 Organisasi telah menjalin hubungan secara personal
dengan pelanggan
V40 Kebutuhan pelanggan menjadi dasar penentuan sasaran mutu
V41 Perusahaan secara total berkomitmen untuk memberi kepuasan bagi pelanggan
V42 Sasaran akhir perusahaan adalah mampu melampaui harapan pelanggan
V44 Seluruh karyawan memahami bahwa pelayanan bagi pelanggan adalah faktor penting untuk memberi kepuasan bagi pelanggan
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala
Sangat Tidak Setuju 0 -
V45 Seluruh keluhan pelanggan segera direspon dan diatasi perusahaan
V46 Seluruh karyawan berupaya untuk memenuhi kepuasan pelanggan
Dari penelitian diperoleh bahwa variabel focus pada pelanggan telah benar diterapkan di PT Toba Pulp Lestari Tbk. Hal ini ditarik kesimpulan dari nilai rata-rata sla responden yaitu 3.89 (setuju). Catatan adalah pada indikator V39 yaitu Organisasi telah menjalin hubungan secara personal dengan pelanggan. Sebanyak 9 orang atau 4.2% menyatakan tidak setuju bahwa perusahaan telah menjalin hubungan secara personal dengan pelanggan.
6.2.7 Variabel perbaikan berkelanjutan (continues improvement).
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden setuju variabel perbaikan berkelanjutan telah terjadi di PT Toba Pulp Lestari Tbk. Hal ini disimpulkan dari nilai rata-rata skala sebesar 3.75 (table 6.8). Catatan pada variabel ini adalah pada V47 yaitu 13 responden atau 6.13% menyatakan tidak setuju bahwa pelaksanaan CI project telah menemukan rugi-rugi pada proses produksi.
Tabel 6.8 Hasil penelitian variabel perbaikan berkelanjutan
Indikator
Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V47 Pelaksanaan CI Project telah menemukan rugi-rugi pada
proses produksi
Indikator Jumlah Rata-rata Frekuensi (%) Skor Skala V48 Perusahaan telah mendorong penerapan CI project
secara optimal
V49 Persudahaan membentuk seksi atau komite khusus menangani dan memfasilitasi penerapan continues improvement
V50 Seluruh department telah mengidentifikasi peluang perbaikan
V51 Perusahaan mengalokasikan dana khusus untuk penerapan continues improvement
Uji validitas instrumen pengukuran dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu alat ukur dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud yang dilakukannya pengukuran. Uji validitas dalam penelitian menggunakan analisis butir (item) yakni dengan mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total per konstrak (construct) dan skor total seluruh item. Kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Dalam penelitian ini uji validitas dilaksanakan pada jumlah sampel sebanyak 30 responden.