a) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak.
1) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 363.000.000,-. Bentuk kegiatan yaitu Lomba Pelaksanaan P2WKSS se 26 Kabupaten/kota untuk memilih desa binaan P2WKSS terbaik Tingkat Provinsi Jabar yang akan mewakili Jabar ke Tingkat Pusat (untuk mendapat penghargaan Presiden RI). Melalui lomba P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010 dengan hasil terpilihnya kategori juara kelompok kota, kelompok kabupaten kategori desa pegunungan, kelompok kabupaten kategori desa pantai, kelompok kabupaten kategori peran perempuan, kelompok kabupaten kategori peran masyarakat dan kelompok kabupaten kategori peran lembaga desa/kelurahan.
(2) Kegiatan Pelatihan Calon Kader dan Kader Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 250.000.000.-. Hasil kegiatan adalah terlatihnya 150 kader POSYANDU diharapkan dapat meningkatkan kinerja Posyandu di Jawa Barat melalui peningkatan kualitas SDM Posyandu.
(3) Kegiatan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 929.000.000,- diselenggarakan di 20 (dua puluh) kabupaten/kota terdiri dari 7 (tujuh) lokasi pengembangan PEKKA dan 13 (tiga belas)
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 112 lokasi lama PEKKA di Jawa Barat. Pelatihan keterampilan anggota PEKKA kepada 245 (dua ratus empat puluh lima) orang yang berasal dari 13 (tiga belas) Kabupaten. Pelatihan dilaksanakan di 7 (tujuh) lokasi yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Subang. pelaksanaan kegiatan diharapkan meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan serta mencegah terjadinya pengalihan profesi perempuan kepala keluarga ke arah usaha yang negatif.
(4) Kegiatan Penyelenggaraan Hari Ibu Tingkat Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 440.000.000,- telah diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 2010, hasilnya terselenggaranya Upacara Peringatan Hari Ibu, Gelar Produk Perempuan sebanyak 1 (satu) kali dengan melibatkan produk dari 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota, Dialog tentang Ibu, Lomba Kreatifitas melibatkan 110 (seratus sepuluh) orang peserta dari kabupaten/kota di Jawa Barat, Bhakti Sosial, Media Gathering. Adapun maksud dari kegiatan ini adalah mengenang jasa kaum ibu dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk mencontoh dan meneladani perjuangan dan pengorbanan ibu dalam mensejahterakan keluarga.
(5) Kegiatan Pencegahan, Penanganan, Perlindungan Korban Trafficking yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3.141.460.000,-. Hasil kegiatan adalah :
-
Kerjasama dengan Provinsi Daerah Tujuan melalui penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) dengan beberapa pemerintah Provinsi, yaitu: Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau;-
Pelatihan Identifikasi Korban yang dilakukan dengan melibatkan 150 (seratus lima puluh) orang peserta dari BPPKB Kabupaten/kota se-Jawa Barat, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) se-Jawa Barat, LSM, Pusat Studi Wanita (PSW), OPD Provinsi Jawa Barat dan seluruh anggota Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat;-
Terlatihnya 26 (dua puluh enam) orang petugas gugus tugas se Jawa Barat;-
Sosialisasi Trafficking yang dilakukan sebanyak 12 (dua belas) kali dan melibatkan 1.200 (seribu dua ratus) orang peserta dari Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota dan Kab. Tasikmalaya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kota Bogor, Kabupaten/kota Bandung;LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 113
-
Pemberian modal usaha bagi 30 (tiga puluh) orang korbantrafficking sebesar masing-masing Rp. 5,000,000.00;
-
Pemulangan 42 (empat puluh dua) orang korban trafficking;-
Penanganan hukum bagi 2 (dua) orang korban trafficking di Tarakan dan Pontianak (Kalimantan Barat).(6) Kegiatan Pemberdayaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 635.050.000,-.
Hasil kegiatan adalah Rapat Koordinasi P2TP2A melibatkan 52 (lima puluh dua) orang peserta, Workshop 30 (tiga puluh) orang peserta, Evaluasi dan monitoring oleh BPPKB Provinsi Jawa Barat ke 6 (enam) kabupaten/kota sebanyak 25 (dua puluh lima) orang, Pelatihan Pengolahan Data dan Informasi P2TP2A sebanyak 3 (tiga) angkatan dengan 20 (dua puluh) orang pada setiap angkatan, di 3 (tiga) wilayah (Cirebon, Purwakarta, Priangan), Pelatihan Relawan P2TP2A sebanyak 3 (tiga) angkatan dengan 20 (dua puluh) orang pada setiap angkatan, di 3 (tiga) wilayah (Bogor, Priangan Barat, Priangan Timur), Pelatihan Mitra Kerja yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang dari LSM, Lembaga Perlindungan Anak, Dinas Instansi terkait dan P2TP2A di Jawa Barat, Workshop Penguatan Jaringan Kerjasama dan Kemitraan sebanyak 2 (dua) kali dengan melibatkan 50 (lima puluh) orang peserta dari LSM, Lembaga Perlindungan Anak, Instansi Terkait. Lembaga yang peduli dengan Perlindungan Perempuan dan Anak, P2TP2A kabupaten/kota dan 20 (dua puluh) orang, Penguatan Jaringan Data dan Informasi melalui penyebaran 100 (seratus) eksemplar leaflet P2TP2A dan 100 (seratus) buletin telah dilakukan di 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota se Jawa Barat dan pendampingan kepada 72 (tujuh puluh dua) korban tindak kekerasan dan diskriminasi yang menimpa perempuan dan anak serta terwujudnya peningkatan P2TP2A di Kabupaten/kota sehingga mampu berperan sebagai lembaga masyarakat yang bermitra dengan BPPKB Provinsi Jawa Barat dalam upaya rehabilitatif korban kekerasan dan perdagangan orang.
(7) Kegiatan Penyelenggaraan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
358.000.000,-. Hasil kegiatan adalah sosialisasi hak anak yang disiarkan melalui radio baik radio swasta maupun radio pemerintah sebanyak 6 (enam) kali penyiaran, Kongres Anak Daerah Jawa Barat yang dilaksanakan di Bandung dengan peserta dari 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota sebanyak 52 (lima puluh dua) orang, Rapat Koordinasi Forum Anak Jawa Barat yang dilaksanakan di Bandung dengan peserta dari 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota sebanyak 52 (lima puluh dua) orang, Bimbingan dan Kreatifitas Pemimpin Muda
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 114 Indonesia diikuti oleh 10 (sepuluh) orang muda yang mewakili dari 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota yang berkarakter tinggi, kreatif, dan inovatif serta mempunyai kematangan intelektual, mental, dan sosialnya dari anak yang lain, Bakti Sosial pelayanan Pendidikan dari anak untuk anak dalam rangka Hari Anak Nasional dengan kegiatan mengunjungi anak-anak yang bermasalah dengan hukum, Peringatan Hari Anak Nasional dengan Pentas Seni Anak perwakilan dari 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota sebanyak 200 (dua ratus) orang, Pameran tentang Anak yang dilaksanakan di tingkat Provinsi dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2010. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat terkoordinasinya pelayanan dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam mencapai kesejahteraan anak secara tepat dan berkesinambungan dan meningkatnya kemampuan, kreatifitas, inovatif anak dan berbudi pekerti luhur unggul dan tangguh yang didukung kepedulian keluarga, masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan negara.
(8) Kegiatan Model Kota/Desa/Kelurahan Layak Anak yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana
Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 260.500.000,-. Hasil kegiatan adalah instrumen Kota Layak Anak
(KLA) di Jawa Barat, ekspos instrumen KLA hasil survey dan tayangan iklan di media elektronik dan media cetak.
(9) Kegiatan Bimbingan Usaha Ekonomis Produktif bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi ( WRSE ) yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 83.000.000,-. Hasil kegiatan adalah meningkatnya keterampilan usaha dan kesejahteraan sosial 90 orang Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE).
(10) Kegiatan Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender yang dilaksanakan Biro Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi dana sebesar Rp. 126.220.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksananya rapat koordinasi pemberdayaan perempuan dalam partisipasi pembangunan, terlaksananya peringatan Hari Keluarga Nasional ke XVII dan Peringatan hari Ibu ke 82 Tingkat Jawa Barat.
2) Permasalahan dan Solusi
Permasalahan khas Bidang Perempuan yang sering terjadi di Jawa Barat yang berkaitan dengan fenomena atau belum dapat terselesaikan pada periode sebelumnya, serta memiliki dampak jangka panjang bagi keberlanjutan pelaksanaan pembangunan sehingga perlu diatasi secara bertahap, sedangkan permasalahannya yaitu :
- Bidang Pendidikan
Tingkat pendidikan perempuan masih rendah; peluang/kesempatan untuk mencicipi pendidikan perempuan masih rendah, padahal perempuan merupakan pendidik utama dan pertama;
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 115 - Bidang Kesehatan
Derajat kesehatan Ibu dan Anak masih rendah, perlu ditingkatkan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan keluarga; menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak; meningkatkan angka harapan hidup;
- Bidang Ekonomi
Kemiskinan banyak dialami kaum perempuan; perlu upaya terus untuk mendorong peningkatan produktivitas ekonomi perempuan, meningkatkan kesempatan berusaha;
- Bidang Hukum
Banyak terjadi kekerasan; kasus perdagangan orang/ketidakadilan terhadap perempuan dan anak; belum maksimalnya pelaksanaan perlindungan terhadap perempuan dan anak;
Upaya pemecahan masalah :
a. Penanganan masalah kekerasan perempuan dan perlindungan anak, bersifat komprehensif integral. Oleh karena itu, perlu adanya dana bantuan Pemerintah Pusat yang digulirkan baik melalui Kementerian Negara RI Pemberdayaan Perempuan dan Anak maupun Dana Alokasi Umum berifat role sharing sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Peruntukan dana bantuan diarahkan pada kegiatan-kegiatan bidang program pemberdayaan perempuan yang tidak /belum teranggarkan oleh APBD Provinsi dan Kabupaten/kota, seperti:
- Fasilitasi sarana dan prasarana Pusat Pelayanan Terpadu atau P2TP2A di Kabupaten/kota, sebagaimana amanat UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pasal 34 dan 51.
- Memfasilitasi forum / lembaga/ organisasi yang berperspektif perlindungan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang;
- Melakukan pendidikan komunitas pencegahan dan penanganan korban perdagangan untuk usia dewasa di Kabupaten/kota dan atau kantong-kantong trafficking di daerah;
c. Perlu adanya kesepakatan prioritas program yang dituangkan dalam kerjasama kegiatan antara Kementerian Negara PP dan PA RI dengan BPPKB di seluruh Indonesia. Serta adanya kejelasan kontribusi Pemerintah Pusat pada Tahun anggaran 2011 baik melalui Kementrian PPPA RI ataupun Menkokesra dalam kapasitas Gugus Tugas Nasional.
Seperti halnya kesepakatan yang telah dilakukan BPPKB Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Kepulauan Riau dalam Pencegahan dan Penanganan Korban Perdagangan Orang secara G to G.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 116 b) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam
Pembangunan
1) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Responsif Gender bagi Kabupaten/kota dan OPD Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.
200.000.000,-. Kegiatan tersebut telah dilakukan di tingkat Provinsi dan di 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota dengan melibatkan beberapa OPD terkait yaitu: BPPKB, Bappeda, dan OPD terkait lainnya.
Tindak lanjut dari kegiatan tersebut di antaranya adalah terbentuknya POKJA PUG melalui Keputusan Gubernur tentang POKJA PUG yang melibatkan semua OPD Provinsi.
(2) Kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan Melalui Media Elektronik yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 1.099.500.000,- . Kegiatan ini telah dilakukan sebanyak 19 (sembilan belas) episode dalam film dokumenter tentang Perempuan Inspiratif dengan judul Perempuan Membangun, yang ditayangkan melalui TVRI dan 35 (tiga puluh lima) episode melalui media radio lokal Jawa Barat dalam acara Dialog Interaktif, serta 9 (sembilan) episode penayangan melalui media Televisi TVRI Bandung dalam acara Debat tentang Perspektif Gender. Acara tersebut tersiar di 26 (dua puluh enam) kabupaten/kota.
2) Permasalahan dan solusi
Program Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana terkait dengan Pengarusutamaan Gender. Merujuk kepada Millenium Development Goals (MDGs) merupakan kulminasi kesepakatan global yang menekankan kepada hak-hak pembangunan, pengetasan kemiskinan, peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Kondisi kesejangan gender (Gender Gap) di masyarakat berdampak kepada kepada ketidak adilan gender. Di Jawa Barat masih terasa kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan, hal ini terlihat masih rendahnya tingkat pendidikan perempuan, Partisipasi politik perempuan, Perlindungan hukum terhadap perempuan dan anak, Kesehatan perempuan dan anak, ketenagakerjaan, Hak-hak perempuan dalam kesehatan reproduksi dan KB serta masih rendahnya partisipasi pria dalam ber-KB. Oleh karena itu pengarusutamaan gender di Jawa Barat perlu ditingkatkan.
Sejalan dengan hal tersebut, program dan kegiatan di tiap OPD Provinsi dan Kabupaten Kota harus terintegrasi melalui Program Pengarusutamaan Gender (PUG) di setiap sektor.
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 117 15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA
Program Keluarga Berencana 1) Pelaksanaan Program
(1) Kegiatan Penunjang Perencanaan Program Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dengan alokasi biaya sebesar Rp. 300.000.000,-. Hasil kegiatan adalah terselenggaranya kegiatan rapat forum komunikasi penulis pemberdayaan perempuan dan KB, rapat kerja program BPPKB Tk Provinsi, rapat kerja program BPPKB Tk kabupaten/kota, yang diselenggarakan di 4 (empat) wilayah yaitu: Priangan, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Penyusunan Profil BPPKB dan Penyusunan Profil Perempuan Inspiratif Jawa Barat Tahun 2010.
(2) Kegiatan Peningkatan Kesertaan Ber - KB yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi
Jawa Barat Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi biaya sebesar Rp. 1.138.870.000,-. Hasil kegiatan adalah terlaksanannya Rapat
Koordinasi Paguyuban KB Pria sebanyak 110 orang dari 26 Kabupaten/kota, Bakti Sosial Pelayanan KB bagi 1200 keluarga miskin di Kabupaten Bandung, Karawang, Bekasi, Garut dan Kuningan masing-masing 240 dengan, kegiatan pemasangan alat kontra sepsi berupa Inplan dan IUD, Rapat Koordinasi KB Mandiri sebanyak 85 orang dari 26 Kabupaten/kota, Pelayanan Papsmear bagi 1560 orang di 26 Kabupaten Kota masing-masing 60 orang dari keluarga miskin, dari hasil pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat meningkatnya jumlah cakupan peserta KB baru dan terbinanya peserta KB mandiri serta penguatan paguyuban kelompok KB pria.
(3) Kegiatan Pencapaian Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga
Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi biaya sebesar Rp. 342.400.000,-. Hasil kegiatan adalah orientasi program PUP bagi
85 orang kelompok Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) dari Kabupaten/kota, Kompanye PUP melalui Lomba Cipta Lagu dan Nyanyi dengan peserta sebanyak 52 orang dari 26 Kabupaten/kota dan pembinaan program PUP pada kelompok PIK-KRR di 26 Kabupaten/kota. Hasil kegiatan adalah tersosialisakannya Program Pendewasaan Usia Perkawinan, Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) kepada masyarakat dan keluarga serta remaja dalam kelompok PIK-KRR.
(4) Kegiatan Fasilitasi Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dengan alokasi biaya sebesar Rp. 400.000.000.- dengan kegiatan meliputi Peringatan Harganas tingkat Nasional pada tanggal 29 Juni 2010 di Palu Sulawesi Tengah dan HARGANAS Tingkat Provinsi Jawa Barat di Bekasi pada
LPPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2010 118 tanggal 2 Juli 2010, Gelar Seni Tradisional Wayang Golek dan Seminar tentang Keluarga serta Pengkajian Program Ketahan Keluarga ke Provinsi Bali dan NTB. Hasil kegiatan adalah tumbuhnya kesadaran untuk mewujudkan keluarga kecil yang berkualitas.
2) Permasalahan dan Solusi
Program Keluarga Berencana terkait dengan strategi dari Pengarusutamaan Gender. Masih terdapat kesenjangan gender antara laki-laki dan perempuan terutama dalam pemenuhan hak-hak perempuan dalam kesehatan reproduksi dan Keluarga Berencana. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya parti sipasi pria dalam ber-KB., baik sebagai peserta KB aktif maupun sebagai suami yang mendukung isterinya dalam ber-KB dalam rangka perencanaan keluarga. Sampai saat ini masih Terdapat kesenjangan gender dalam ber-KB, yaitu peserta KB perempuan di Jawa Barat hampir 98% jauh melebihi dibandingkan dengan kesertaan KB pria yang hanya sekitar 2%. Disamping itu pula, peserta KB di Jawa Barat masih di dominasi oleh peserta KB Suntikan dan PIL dan akibatnya kecenderungan tingkat drop out peserta KB suntikan dan Pil sangat tinggi. Kecenderungan tingginya tingkat drop out diantaranya karena persoalan kesulitan peserta KB tersebut mendapatkan pelayanan Suntik ulang dan Pil ulang karena alasan jangkauan wilayah. Oleh karena itu diasamping harus dilakukan upaya peningkatan partisipasi pria dalam perencanaan keluarga melalui kesertaan ber-KB, juga harus dilakukan strategi alih cara (konversi) secara bertahap dari penggunaan kontrasepsi Suntikan dan Pil ke metoda kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD, Implan, MOP/MOW.
Sejalan dengan hal tersebut, fokus penggarapan dalam program KB dimasa mendatang yaitu penggarapan program yang dikaitkan dengan strategi pengarusutamaan dan kesetaraan gender melalui intensifikasi program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada kaum pria serta penyediaan pelayanan KB bagi pria secara optimal, penggarapan peserta KB Baru dan peserta KB konversi melalui intensifikasi program konseling dan pelayanan KB IUD, Implant, dam MOW di daerah yang sulit dijangkau.