• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Perhubungan

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 52-56)

F. Kondisi Urusan Pemerintahan Daerah 1. Urusan Wajib Pendidikan

7. Urusan Wajib Perhubungan

Capain kinerja pembangunan urusan perhubungan selama tahun 2005 -2010 adalah:

1) Jumlah Potensi Titik Parkir se-wilayah Kabupaten Semarang sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.50

Jumlah Potensi Titik Parkir

Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 Tempat Parkir Di Tepi Jalan Umum Titik 166 160 160 106 102 31

2 Tempat Parkir Khusus Titik 16 16 16 16 11 71

3 Tempat Pengusahaan Perparkiran Titik 19 26 7 14 8 16 JUMLAH 201 202 183 136 121 118

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Pada tahun 2005, jumlah titik parkir di tepi jalan umum yang dikelola oleh UPTD Perparkiran sebanyak 166 titik. Jumlah ini berkurang drastis menjadi 31 titik pada tahun 2010. Penurunan jumlah titik parkir di tepi jalan disebabkan antara lain perubahan status retribusi menjadi pajak parkir, dan perubahan status dari semula parkir di tepi jalan umum menjadi parkir khusus. Disamping perubahan status tersebut, secara alamiah mengalami perubahan fungsi lahan sehingga tidak memiliki potensi untuk dipungut retribusi perparkiran.

Jumlah titik parkir khusus yang dikelola oleh UPTD Perparkiran mengalami fluktuasi. Tahun 2009 turun 5 titik menjadi 11 titik dibanding tahun 2005 sejumlah 16 titik. Penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan status dari semula retribusi parkir menjadi pajak parkir. Sedang pada tahun 2010, meningkat menjadi 71 titik, disebabkan perubahan status dari semula parkir di tepi jalan umum menjadi parkir khusus.

2) Jumlah terminal dan sub terminal angkutan umum Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 ditunjukkan tabel sebagai berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 53

Tabel 2.51

Jumlah Terminal, Sub Terminal dan Emplasemen Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN Tipe 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 TERMINAL BAWEN B 1 1 1 1 1 1

2 SUB TERMINAL AMBARAWA C 1 1 1 1 1 1

3 SUB TERMINAL UNGARAN C 1 1 1 1 1 1

4 SUB TERMINAL SUMOWONO C 1 1 1 1 1 1

5 SUB TERMINAL SRUWEN C 1 1 1 1 1 1

6 EMPLASEMEN MARGOSARI SUSUKAN - - - 1 1 1 1 7 EMPLASEMEN RPH PASAR PROJO AMBARAWA - - 1 1 1 1 1 JUMLAH 5 6 7 7 7 7

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Idealnya pada setiap kecamatan tersedia fasilitas angkutan umum berupa terminal dan/atau emplasemen, namun sampai dengan tahun 2010, baru tersedia 7 lokasi terminal dan emplasemen. Disamping keterbatasan dana, penyebab dari belum terbangunnya fasilitas terminal pada tiap-tiap kecamatan adalah sebagai berikut :

• Keterbatasan lahan pada kawasan Ibukota Kecamatan Central Business Distric (CBD). Kasus pada berbagai daerah menunjukkan bahwa pembangunan terminal yang tidak terencana dengan baik dan tidak terintegrasi dengan fasilitas umum lainnya seperti pasar, akan menyebabkan fungsi dari terminal tidak menjadi optimal;

• Belum tersusunnya Detail Enginering Desain (DED) terminal pada tiap kecamatan;

• Belum seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang terlayani oleh angkutan umum;

• Tidak seluruh kecamatan memerlukan fasilitas terminal karena kecamatan tersebut tidak berada pada titik akhir atau awal perjalanan trayek angkutan umum.

3) Jumlah kendaraan angkutan umum di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 ditunjukkan pada tabel berikut :

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 54

Tabel 2.52

Jumlah Kendaraan Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 Mobil Penumpang kend 517 616 660 645 600 535

2 Mobil Bus kend 799 858 858 842 851 872

3 Pick-Up Kend 29 29 29 27 27 85

4 Bestel kend - - - - - -

5 Truck kend 10 10 13 31 86 681

6 Tangki Sumbu III kend - - - - - -

7 Truck Sumbu III kend 5 5 5 5 6 14

8 Sumbu Tangki kend - - - - - -

9 Kendaraan Khusus kend - - - - - -

10 Kereta Gandeng kend 2 2 2 2 2 2

11 Kereta Tempel kend - - - - 2 4

JUMLAH 1.362 1.520 1.567 1.552 1.574 2.229

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2005 jumlah kendaraan umum sebanyak 1.362 unit dan pada tahun 2010 menjadi 2.229 unit atau mengalami peningkatan 64%. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, kebijakan mengenai penurunan pajak kendaraan angkutan umum serta berbagai kemudahan dalam pengurusan administrasi kendaraan umum.

4) Jumlah trayek angkutan umum di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini :

Tabel 2.53

Jumlah Jalur Trayek Angkutan Umum Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SATUAN 2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 Angkutan Pedesaan Dalam Kota Jurusan 27 33 33 33 33 33

2 Angkutan Pedesaan Antar Kota Jurusan 26 24 24 24 24 30

JUMLAH 53 57 57 57 57 66

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Dari tabel di atas diketahui bahwa pada tahun 2005 jumlah trayek sebanyak 53 jurusan dan pada tahun 2010 menjadi 66 jurusan atau mengalami peningkatan 25%. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya kawasan perkotaan dan meningkatnya bangkitan perjalanan sehingga perlu untuk dilakukan pemenuhan kebutuhan jalur angkutan sesuai

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 55

Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 551.2/0396 Tahun 2007 tentang Penetapan Kebutuhan Pelayanan Angkutan Penumpang Umum.

5) Jumlah kendaraan bermotor dan jenisnya yang diuji di Kabupaten Semarang tahun 2005-2010 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.54

Jumlah Kendaraan Bermotor dan Jenisnya Yang Diuji Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum Umum Tidak Umum 1 MOBIL BUS kend 2245 119 2270 130 2043 128 1677 177 1765 156 1689 194 2 MOBIL PENUMPANG kend 533 69 576 19 785 19 1106 8 1106 13 1094 6 3 TRUCK kend 104 8890 33 2876 35 2839 227 2816 274 3.017 413 3336 4 PICK UP kend - - 62 5817 62 6020 18 6402 18 6.457 54 7074 5 KERETA TEMPEL kend - 14 - 15 - 15 2 23 10 19 33 8 6 KERETA

GANDENG kend - 39 - 32 - 34 2 26 4 32 17 9 7 TANKI kend 4 - 7 78 6 88 - 66 - 72 41 54 JUMLAH kend 2886 9131 2948 8967 2931 9143 3032 9518 3177 9766 3341 10681 JUMLAH TOTAL 12.017 11.915 12.074 12.550 12.943 14.022

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Tabel diatas merupakan data jumlah kendaraan bermotor yang diuji di Kabupaten Semarang. Tahun 2005 diuji 12.017 kendaraan dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 14.022 kendaraan diuji atau mengalami peningkatan 17%. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, mengungkit daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan sehingga pertumbuhan rata–rata kendaraan yang diuji per tahun sebesar 3,5%. Hal lain yang mempengaruhi adalah kemudahan dalam pelayanan perijinan numpang uji, baik masuk maupun keluar.

6) Jumlah fasilitas lalu lintas di Kabupaten Semarang untuk tahun 2005-2010 ditunjukkan dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 2.55

Jumlah Fasilitas Lalu Lintas

Di Kabupaten Semarang Tahun 2005-2010

NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 Rambu Lalu Lintas Buah 1.150 1.433 1.416 1.458 1.630 1.765 2 Rppj Buah 22 30 34 42 32 36 3 Apill (Traffict Light) Buah 9 9 9 9 9 9

4 Flashing Amber Buah 27 31 33 35 35 37

5 Guardrill Meter 300 300 300 600 1.108 1.181

6 Halte Buah - 12 12 12 12 12

7 Marka Jalan m2 - - 325 1.392 3.252 4.424

RPJMD Kabupaten Semarang 2010-2015 II - 56

NO URAIAN SAT 2005 2006 2007 2008 2009 2010

9 Zebra Cross m2 - - - - 81 81

10 Meterisasi Listrik Titik - - 34 41 41 41

11 Rambu Tiang F Buah - - - 4 4 4

12 Led Lamp Buah - 34 110 113 113

13 Rambu Fortabel Buah - - - 27 27 27

14 Rambu Papan

Himbauan

Buah - - - 2 7 7

15 Traffic Cone Buah - 45 20 45 77 77

16 Cound Down Buah - - - 8 8 8

17 Pita Penggaduh Meter - - - - 300 550

18 Paku Jalan Buah - - - - 340 340

Sumber: Dishubkominfo Kabupaten Semarang

Pada tahun 2005 fasilitas lalu lintas berjumlah 1.508 meningkat menjadi 8.808 tahun 2010, atau mengalami kenaikan sebesar 484%. Hal ini dikarenakan tingginya atensi pemerintah daerah dalam mengalokasikan dana pembangunan fasilitas lalu lintas, dengan harapan dapat meningkatkan faktor keselamatan pengguna lalu lintas di jalan.

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 52-56)

Dokumen terkait