RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH DALAM PERUBAHAN RKPD
3.2.2. Urusan Pilihan
Penyelenggaraan urusan pilihan pada tahun 2016 terdapat perubahan anggaran yaitu dari semula dianggarkan sebesar Rp 39.936.820.230,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp
1) Bidang Urusan Pertanian b. Kecamatan Nusa Penida
Program yang mengalami perubahan adalah Program Peningkatan produksi hasil peternakan pada Kegiatan Pengembangan agribisnis peternakan yaitu dari Rp 2.880.000,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 14.520.000,00 atau dirancang bertambah sebesar 11.640.000,00 (404,17 persen) untuk alokasi makan minum rapat.
c. Kantor Ketahanan Pangan
Program Peningkatan Ketahanan Pangan
(Pertanian/Perkebunan) mengalami perubahan yaitu dari Rp 549.880.000,00 dalam APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 549.390.000,00 atau berkurang sebesar Rp 490.000,00 (0,09 persen). Rincian kegiatan yang mengalami perubahan adalah sebagai berikut :
(1) Laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah mengalami pperubahan menjadi Rp61.662.000,00 atau bertambah Rp 2.300.000,00 (3,87 persen) untuk tambahan perjalanan dinas.
(2) Pemantauan Analisis Akses Pangan masyarakat mengalami perubahan menjadi Rp 45.042.000,00 atau berkurang sebesar Rp 290.000,00 (0,64 persen) dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2016 yaitu untuk penambahan honor tim (Rp 1.950.000) dan pengurangan makan-minum rapat (Rp 2.240.000).
(3) Pengembangan Desa Mandiri Pangan mengalami perubahan dari Rp 162.324.000,00 menjadi Rp 159.824.000,00 atau berkurang sebesar Rp 2.500.000,00 atau 1,54 persen yaitu untuk pengurangan perjalanan dinas.
d. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan
(1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 787.607.817,00 bertambah menjadi Rp 1.010.895.623,00 atau meningkat sebesar Rp 223.287.806,00. Adapun rincian perubahannya adalah sebagai berikut :
(a) Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik bertambah sebesar Rp 4.500.000,00 untuk Pembayaran Penambahan Tagihan Listrik.
(b) Kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan bertambah Sebesar Rp. 3.920.000,00 untuk Pembayaran Penambahan Honor Pengguna dan Kuasa pengguna Barang dan Pembelian Hardisk Exsternal.
(c) Kegiatan penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor bertambah sebesar Rp. 184.000.000,00 untuk pengadaan laptop, komputer, kamera, dan handycam.
(d) Kegiatan rapat rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah bertambah Rp. 26.624.000,00 yaitu untuk penambahan biaya perjalanan dinas keluar Bali eselon II.
(e) Kegiatan penyediaan jasa tenaga pendukung administrasi/Teknis Perkantoran Bertambah Sebesar Rp. 4.243.806,00 untuk penambahan anggaran Biaya Asuransi BPJS Tenaga Kontrak.
(2) Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur mengalami perubahan dari Rp 481.233.000,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 455.913.000,00 atau berkurang sebesar Rp 25.320.000,00 (5,26 persen). Adapun rincian perubahan pada kegiatan :
(a) Pengadaan Peralatan Gedung Kantor bertambah menjadi Rp 8.000.000,00 atau 30,77 persen yaitu untuk pengadaan alat absensi.
(b) Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional berkurang sebesar Rp 33.320.000,00 (12,06 persen) dari anggaran yang ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2016 karena penggurangan biaya BBM pertamaks.
(3) Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan yaitu pada kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 29.368.500,00 bertambah menjadi Rp 30.528.500,00 atau meningkat sebesar Rp 1.160.000,00 untuk pembelian Kertas HVS dan tinta printer.
(4) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 555.940.000,00 bertambah menjadi Rp 584.457.500,00 atau meningkat sebesar Rp 28.517.500,00.
Adapun rincian perubahannya adalah sebagai berikut : (a) Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan
Pelaku Agribisnis bertambah sebesar Rp. 5.760.000,00 untuk Penambahan Biaya Pertemuan Perifikasi Bantuan Alat Mesin.
(b) Kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani bertambah Sebesar Rp. 22.757.500,00 untuk Penambahan Anggaran Kegiatan Penerimaan Penghargaan Kelompok Simantri Berprestasi.
(c) Peningkatan Sistem Insentif dan Disinsentif bagi petani/kelompok tani bertambah sebesar Rp 1.160.000,00 untuk kegiatan sosialisasi asuransi pertanian.
(5) Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/
Perkebunan) mengalami perubahan dari Rp 5.656.199.443,00 menjadi Rp 5.585.233.343,00 atau berkurang Rp 70.966.100,00 (1,25 persen). Kegiatan yang mengalami perubahan adalah sebagai berikut :
(a) Penyusunan Data Base Potensi Produksi Pangan
(b) Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi Palawija bertambah sebesar Rp 62.563.000,00 untuk tambahan operasional tim pangan produksi strategis.
(c) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan bertambah rp 14.860.000,00 dibandingkan dengan anggaran pada APBD Tahun Anggaran 2016 yaitu untuk tambahan biaya makanan dan minuman pertemuan dan perjalanan dinas.
(6) Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/
Perkebunan mengalami perubahan dari Rp 186.000.000,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 230.290.000,00 atau bertambah sebesar Rp 44.290.000,00 (23,81 persen) yaitu pada kegiatan Penelitian dan pengembangan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan untuk tambahan honor tim distribusi beras lokal dan sosialisasi beras lokal.
(7) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Perkebunan mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 332.414.000,00 bertambah menjadi Rp 488.838.343,00 atau meningkat sebesar Rp 156.424.343,00. Adapun rincian perubahannya adalah sebagai berikut :
(a) Kegiatan Penyuluhan Penerapan Teknologi Pertanian/
Perkebunan Tepat Guna bertambah sebesar Rp.
4.800.000,00 yaitu untuk Biaya Pertemuan Pembinaan BLM 10 Subak.
(b) Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna Bertambah Sebesar Rp. 151.624.343,00 untuk Penambahan pada Biaya Lensa makro.
(8) Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan mengalami perubahan yaitu dari Rp 301.920.000,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 153.545.893,00 atau berkurang sebesar Rp 148.374.107,00 (49,14 persen).
Adapun kegiatan yang mengalami perubahan adalah :
(a) Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan berkurang sebesar Rp 82.103.007,00 (56,23 persen) yaitu pengurangan anggaran pengadaan bibit kelapa.
(b) Penyusunan Kebijakan Pencegahan Alih Fungsi Lahan Pertanian juga mengalami pengurangan sebesar Rp 66.271.100,00 (42,50 persen) karena pengurangan anggaran biaya penyusunan naskah akademis PLP2B.
e. Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan
(1) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak mengalami perubahan dari Rp 2.244.929.700,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 3.057.244.360,00 atau bertambah sebesar Rp 812.314.660,00 (36,18 persen) yaitu pada kegiatan Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular ternak/Rabies untuk pembangunan RPH dengan menggunakan alokasi silpa DAK pertanian.
(2) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan mengalami
498.314.100,00 atau bertambah sebesar Rp 11.200.000,00 (2,30 persen) pada kegiatan pembibitan dan perawatan ternak untuk penambahan belanja makan minum rapat.
2) Bidang Urusan Kehutanan
Bidang urusan kehutanan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Klungkung. Perubahan penyelenggaraan bidang urusan kehutanan terdapat pada Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 1.291.290.200,00 bertambah menjadi Rp 2.135.926.424,00 atau meningkat sebesar Rp. 844.636.224,00. Adapun rincian perubahannya adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan Pengembangan Hutan Tanaman bertambah sebesar Rp.
429.711.224 yaitu diakibatkan adanya penambahan anggaran akibat masih adanya Silpa DAK bidang kehutanan yang belum terlaksana pada APBD Tahun Anggaran 2016..
b. Kegiatan Pengembangan Hasil Hutan Non Kayu bertambah sebesar Rp. 414.925.000,00 yaitu untuk Pembelian Bibit Bambu.
3) Bidang Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral
Pemerintah Kabupaten Klungkung tetap tidak melaksanakan bidang urusan energi dan sumber daya mineral sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Klungkung Nomor 3 Tahun 2008.
4) Bidang Urusan Pariwisata
Bidang urusan pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengalami perubahan dibandingkan dengan yang ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2016 dengan rincian sebagai berikut :
a. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata mengalami perubahan dari Rp 2.365.470.100,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 2.415.470.100,00 atau bertambah sebesar Rp 50.000.000,00 (2,11 persen) yaitu pada kegiatan Pelaksanaan promosi pariwisata Nusantara di dalam dan di luar negeri untuk penambahan kegiatan memperomosikan desa wisata.
b. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata mengalami perubahan Rp 6.726.340.950,00 pada APBD Tahun Anggaran 2016 menjadi Rp 6.148.455.950,00atau berkurang sebesar Rp 577.885.000,00 (8,59 persen) yaitu pada kegiatan peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasaranan Pariwisata untuk tambahan makan minum, FS Blue Paradise, DED Penyengker Kerthagosa dan pengurangan sisa tender pemedal agung dan kertagosa.
5) Bidang Urusan Kelautan dan Perikanan
a. Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan.
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 954.473.600,00 bertambah menjadi Rp
a. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air Dan Listrik bertambah sebesar Rp 15.000.000,00 untuk Pembayaran Kekuarangan Air dan Penambahan Daya Listrik.
b. Kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan bertambah Sebesar Rp. 22.125.000,00 untuk Pembayaran Kekurangan Pembayaran KPA, PPTK, dan Pejabat Pembantu PPK, Pengguna Barang dan Kuasa Pengguna Barang.
c. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor bertambah sebesar Rp. 497.400.000,00 untuk Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Gedung Kantor Baru Dinas PPK.
d. Kegiatan bahan Logistik Kantor bertambah sebesar Rp.
10.000.000,00 untuk Melaspas Bangunan Pelinggih dan Tembok Penyengker PPI.
e. Kegiatan rapat rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar daerah bertambah sebesar Rp. 41.401.300,00 untuk Penambahan Perjalanan Dinas Eselon II dan III.
f. Kegiatan Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi/Teknis Perkantoran bertambah sebesar Rp.
9.963.000,00 untuk Penambahan tunjangan BPJS Tenaga Kontrak dan Kekurangan Gaji Honor daerah.
2. Program Pengembangan Budidaya Perikanan perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 469.089.500,00 bertambah menjadi Rp 1.545.029.039,00 atau meningkat sebesar Rp 1.075.939.539,00. Adapun rincian perubahannya adalah : Pembinaan dan Pengembangan Perikanan bertambah sebesar Rp. 1.075.939.539,00 untuk Pembangunan Balai Benih Ikan
3. Program pengembangan Perikanan Tangkap perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 345.117.400,00 bertambah menjadi Rp 436.518.700,00 atau meningkat sebesar Rp 91.401.300,00. Adapun rincian perubahannya adalah : Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan sebesar Rp. 91.401.300 untuk Jasa Perencanaan Review Design Breakwater PPI dan Penambahan Perjalanan Dinas 4. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi
Perikanan perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 2.403.397.700,00 bertambah menjadi Rp 3.479.337.060,00 atau meningkat sebesar Rp 1.075.939.360,00. Adapun rincian perubahannya adalah : kajian Optimalisasi pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan sebesar Rp. 1.075.939.360,00 untuk Rehabilitasi Bangsal.
6) Bidang Urusan Perdagangan
a. Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan
(1) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 96.260.000,00 bertambah
28.143.500,00 (28,64 %) pada Kegiatan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa untuk menambah volume kegiatan pengawasan barang dan jasa.
(2) Program Peningkatan dan Pengembangan Export mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 296.945.000,00 bertambah menjadi Rp 420.265.545,00 atau meningkat sebesar Rp 123.320.545,00 (41,53%) pada Kegiatan Koordinasi Program Pengembangan Ekspor dengan Instansi terkait/Asosiasi/Pengusaha untuk pameran TTI dan Eat of Expo di Riau.
(3) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 3.643.146.420,00 bertambah menjadi Rp 4.348.105.295,00 atau meningkat sebesar Rp 935.758.875,00 (25,69%). Adapun rincian perubahannya adalah sebagai berikut:
(a) Kegiatan Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk bertambah sebesar Rp 755.758.875,00 untuk BPJS Kontrak, Dumptruck 1 unit, pengurangan dana tol gate, penambahan jaringan listrik, laptop, PC, faximile dan printer.
(b) Kegiatan Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan bertambah sebesar Rp 180.000.000,00 untuk pengadaan LED TV Informasi Harga Komoditi.
7) Bidang Urusan Perindustrian
(1) Program Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 44.630.000,00 bertambah menjadi Rp 59.630.000,00 atau meningkat sebesar Rp 15.000.000,00 (33,61 persen) pada kegiatan Pengembangan Sistem Inovasi Teknologi Industri untuk Pelatihan Garam Yodium.
8) Bidang Urusan Ketransmigrasian
(1) Program Transmigrasi Regional mengalami perubahan dari semula dalam APBD Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 55.708.000,00 bertambah menjadi Rp 109.642.000,00 atau meningkat sebesar Rp 53.394.000,00 (96,82 persen) pada kegiatan Penyuluhan Transmigrasi Regional untuk Perjalanan Dinas Monev Transmigrasi ke Sulawesi/Kalteng.
BAB IV PENUTUP
Dokumen Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016 disusun dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2016. Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016 disusun untuk menjaga konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, yaitu bahwa Proses Perubahan APBD T.A. 2016 diawali dengan adanya penetapan Peraturan Bupati Klungkung tentang Perubahan RKPD Tahun 2016 serta perubahan KUA dan PPAS T.A. 2016 melalui kesepakatan bersama DPRD. Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung 2016 ini dimaksudkan sebagai acuan resmi bagi Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka melakukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD-P) Tahun 2016, dan juga sebagai acuan dan pedoman bagi Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) dalam menyusun Perubahan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Perubahan Renja-SKPD).
Dokumen Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016 lebih lanjut akan dijabarkan kedalam Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) Tahun Anggaran 2016 serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD (PPAS APBD) Tahun Anggaran 2016, yang akan menjadi pedoman untuk menyusun Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016.
Kaidah pelaksanaan Dokumen Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016 adalah sebagai berikut:
1. Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016, tidak hanya memuat kegiatan-kegiatan dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan publik, tetapi juga memuat pertimbangan-pertimbangan perubahan RKPD, arah kebijakan keuangan daerah, program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah dalam perubahan RKPD beserta pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
2. Satuan Kerja Perangkat Daerah dan seluruh stakeholders pembangunan termasuk masyarakat luas dan dunia usaha berkewajiban berperan serta untuk melaksanakan program dan kegiatan dalam perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016 dengan sebaik-baiknya.
3. Dalam upaya sinkronisasi dan sinergisitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung, APBD Propinsi Bali, APBN/BLN dan Coorporate Social Responsibility (CSR), maka setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah perlu membuat Perubahan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Tahun 2016 sebagai penjabaran dari Rencana
Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra-SKPD) Tahun 2013-2018 dan Perubahan RKPD Kabupaten Klungkung Tahun 2016.
4. Masyarakat dan dunia usaha dapat berperan serta dalam pembangunan daerah. Masyarakat diharapkan dapat bertindak sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan pembangunan di Kabupaten Klungkung.
5. Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2016, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Klungkung berkewajiban untuk melakukan pemantauan dan menganalisa terhadap penjabaran, sinergitas, dan konsistensi perubahan RKPD Tahun 2016 ke dalam Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2016 yang memuat prioritas dan pagu indikatif SKPD Tahun 2016.
BUPATI KLUNGKUNG,