• Tidak ada hasil yang ditemukan

URUSAN WAJIB TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR 7 KETENAGAKERJAAN

148

RPJMD Perubahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun 2016-2021

1. Belum adanya balai latihan kerja 2. Masih rendahnya TPAK

3. Belum tersedianya tenaga kerja sesuai kualifikasi ketersediaan infomasi pasar kerja belum optimal

4. Isu gender dalam ketenagakerjaan masih perlu diperhatikan

8 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

1. Rendahnya Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan 2. Minimnya peran lembaga/organisasi perempuan

3. Masih rendahnya kualitas dan peran perempuan untuk mewujudkan serta mengembangkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia dalam pembangunan

9. KETAHANAN PANGAN

1. Masih tingginya tingkat ketergantungan pada bahan pangan beras 2. Pola konsumsi masyarakat belum berimbang

3. Harga bahan pangan yang masih fluktuatif

4. Keamanan pangan yang masih memerlukan pananganan serius 5. Cadangan pangan daerah belum memenuhi SPM.

6. Sistem dan jaringan retribusi pangan masih panjang.

10 LINGKUNGAN HIDUP

1. Masih rendahnya capaian pelayanan dan terbatasnya sarana dan prasana persampahan

2. Penyusunan data dan informasi tentang data-data lingkungan hidup khususnya terkait status lingkungan hidup daerah yang uptodate dan informatif

3. kerusakan mangrove dan lahan kritis lainnya, koordinasi Perangkat Daerah terkait sangat diperlukan antara Dinas lingkungan hidup, Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan Dinas ESDM.

11 ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

1. Masih rendahnya kualitas pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil terutama di tingkat perdesaaan

2. Belum tersedianya database kependudukan kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang akurat untuk memenuhi semua

149

RPJMD Perubahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun 2016-2021

kepentingan dalam pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, serta penegakan hukum dan pencegahan kriminal

3. Belum dimanfaatkannya Nomor Induk Kependudukan (NIK), database kependudukan dan KTP-el oleh perangkat daerah secara terintegrasi terutama dalam menangani persoalan penanggulangan kemiskinan

4. Masih rendahnya upaya pengendalian dan keamanan pemanfaatan data dan dokumen kependudukan.

12 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

1. Belum optimalnya peran kader pemberdayaan masyarakat yang telah dilatih dan belum terakreditasinya pelatihan pemberdayaan masyarakat

2. Belum terintegrasinya program pemberdayaan masyarakat dengan program pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan

3. Belum optimalnya penggunaan basis data terpadu dalam upaya penanggulagan kemiskinan yang terintegrasi

4. Belum tersusunnya roadmap Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal di desa;

5. Masih perlunya penguatan kelembagaan pemerintahan desa dalam penyusunan dokumen-dokumen perencanaan desa, termasuk peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dalam pengelolaan keuangan dan aset desa;

6. Masih diperlukan upaya dan kerja keras dalam mewujudkan keseimbangan pembangunan antara berbagai sektor di pedesaan, dengan tetap terpeliharanya kelestarian adat istiadat;

7. Penataan dan pendataan lembaga kemasyarakatan desa;

13 PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA

1. Unmet needs yang masih tinggi

2. Belum tersusunnya profile kependudukan kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang komprehensif, holistic dan tematik 3. Masih rendahnya pemahaman komprehensif mengenai Keluarga

Berencana, sehingga partisipasi kaum pria belum maksimal

4. Pembangunan ketahanan keluarga dan remaja masih perlu dioptimalkan

150

RPJMD Perubahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun 2016-2021

dalam perencanaan pembangunan

14 PERHUBUNGAN

1. Belum adanya balai pengujian kendaraan bermotor dan belum adanya tenaga penguji. Saat ini aktivitas pengujian dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kabupaten Bolaang Mongondow. Disamping itu masih terbatasnya SDM/pegawai perhubungan yang sesuai dengan bidangnya.

2. Minimnya sarana dan prasarana perhubungan

3. Rendahnya jumlah moda transportasi umum dari dan menuju Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan serta pelayanan antar kota

4. Belumnya maksimalnya angkutan barang dari dan antar pelabuhan

5. Pembangunan bandara udara

15. KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

1. Belum optimalnya penyediaan informasi publik pemerintah daerah.

2. Belum Maksimalnya Penyelenggaran komunikasi publik pemerintah daerah DAN Penjaminan kedaulatan informasi pemerintah daerah

3. Masih diperlukan upaya dan kerja keras dalam rangka peningkatan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan daerah melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

4. Masih rendahnya kualitas layanan publik pemerintah daerah melalui ketersediaan infrastruktur dan suprastruktur teknologi informasi, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)-e government

5. Masih terjadinya kesenjangan di Bidang Komunikasi Sosial dan Teknologi Informasi di masyarakat khususnya antara desa dan kota

6. Belum optimalnya penyebarluasan informasi kepada masyarakat 7. Belum optimalnya pemanfaatan TIK dalam penyelenggaran

pemerintahan dan pelayanan publik

151

RPJMD Perubahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun 2016-2021

16 KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH

1. Rendahnya kemampuan akses permodalan bagi koperasi dan UKM kepada sumber-sumber pembiayaan

2. Rendahnya daya saing koperasi dan UMKM dalam hal kecepatan penguasaan teknologi dengan produk permintaan pasar (kepemilikan sertifikat standarisasi, jaminan mutu produk UMKM dan inovasi masih terbatas)

3. Kemitraan lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan dalam pembiayaan koperasi dan UMKM belum sepenuhnya terwujud

4. Terbatasnya akses pemasaran produk UMKM ke komsumen 5. Terbatasnya kelembagaan peningkatan kapasitas UMKM dalam

menumbuhkan wirausaha baru

6. rendahnya kualitas SDM pengelola koperasi dan UMKM

17 PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

1. Masih tingginya kesenjangan investasi antara ijin prinsip dan realisasi investasi

2. Kurang memadainya kapasitas SDM dan Infrastruktur penunjang investasi

3. Masih rendahnya minat investor untuk berinvestasi di daerah bolaang mongondow Selatan dibandingkan daerah kab/kota lainnya di Sulawesi Utara

4. Belum optimalnya kualitas pelayanan perijinan terpadu satu pintu yang ditandai dengan belum tersusunnya Standard Operating Prosedure (SOP) pelayanan persetujuan penanaman modal yang komprehensif dan integrative serta belum konsistennya pelayanan sesuai Standard Operating Prosedure (SOP) pelayanan perizinan penanaman modal

5. Belum terbangunnya infrastruktur dasar yang menjamin daya saing investasi

6. Masih rendahnya promosi investasi baik di tingkat regional maupun nasional

18 KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA

1. Masih rendahnya kualitas, kapasitas dan daya saing pemuda Bolaang Mongondow Selatan

152

RPJMD Perubahan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Tahun 2016-2021

2. Minimnya sarana dan kesempatan bagi pemuda untuk menampilkan hasil karya dan kreatifitasnya

3. Terbatasnya sarana prasarana olah raga di daerah

4. Masih rendahnya perilaku hidup sehat dengan berolahraga dalam praktek keseharian masyarakat.

5. Minimnya prestasi di bidang kepemudaan dan olahraga

19 STATISTIK

1. Belum optimalnya pengembangan data/informasi statistik sektoral dengan penyelenggaraan statistik sektoral.

2. Publikasi data statistic oleh BPS cenderung tidak paralel waktunya dengan periode dan tahapan penyusunan rencana

3. Belum optimalnya pemanfaatan statistic oleh pemerintah dan masyarakat

20 PERSANDIAN

1. Belum optimalnya penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi pemerintah daerah

2. Belum ditetapkannya pola hubungan komunikasi sandi antar perangkat daerah

21. KEBUDAYAAN

1. Semakin turunnya minat generasi muda untuk mengembangkan budaya daerah

2. Belum optimalnya pelestarian nilai-nilai budaya dalam penyelamatan asset budaya

3. Masih kurangnya perhatian dalam hal pelestarian cagar budaya dan revitalisasi cagar budaya

22 PERPUSTAKAAN

1. Masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya perpustakaan bagi pengembangan kualitas manusia

2. Terbatasnya kuantitas dan kualitas SDM pengelola perpustakaan

23 KEARSIPAN

1. Belum optimalnya penataan tertib arsip

2. Terbatasnya kuantitas dan kualitas SDM pengelola kearsipan

Dokumen terkait