HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Usaha kerjasama operasional 4. Usaha pelayanan simpan-pinjam
Sedangkan tujuan dari Koperasi Pegawai Biotek LIPI adalah sebagai berikut :
1. Menghimpun permodalan secara bersama
2. Menyediakan pinjaman mudah, cepat dan terarah 3. Menumbuhkan sikap percaya diri terhadap lembaga
4. Meningkatka kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan ekonomi 5. Memberikan rasa aman, nyaman, dan damai dalam wadah yang
terorganisir
6. Mempererat tali persaudaraan sesama anggotanya
7. Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga seperti / instansi /lembaga
Dari hasil skor pada Tabel 20 menujukan visi Koperasi Pegawai Biotek LIPI pada indikator ini Koperasi Pegawai Biotek LIPI yang diterapkan baik dengan skor 33. Nilai skor dihasilkan dari tujuh variabel. Indikator visi yang dinilai berdasarkan pemahaman terhadap visi, misi, dan tujuan yang merupakan tahap awal yang harus dilalui oleh koperasi terutama Koperasi Pegawai Biotek LIPI sebagaimana perusahaan umum lainnya yang tentunya memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas demi tercapainya kesejahteraan lembaga koperasi itu sendiri dan para anggota koperasi. Sesuai dengan analisis PTP bahwa visi Koperasi Pegawai Biotek LIPI dilihat dari tujuh variabel yang menggambarkan bahwa nilai visi Koperasi Pegawai Biotek LIPI termasuk dalam katagori baik.
Tabel 20. Skor Penilaian Tangga Perkembangan (Visi)
No Indikator Visi Skor Zonasi
1. Pemerataan pemanfaatan anggota 4 2. Keefektifan komunikasi dengan anggota 5 3. Komitmen terhadap perkembangan bisnis 5 4. Keefektifan kepemimpinan dan manajemen pengurus 4 5. Komitmen terhadap perkembangan sosial 5 6. Keefektifan rencana secara strategis 5 7. Mekanisme penyelesaian sengketa 5
Subtotal 33 Hijau
Pemerataan pemanfaatan anggota didalam organisasi Koperasi Pegawai Biotek LIPI dilihat dari integritas anggota yang berpartisipasi, dimana setiap anggota berhak untuk berpartisipasi namun untuk kepengurusan ada persyaratan khusus sesuai dengan kesepakatan anggota. Pelaksanaan visi di Koperasi Pegawai Biotek LIPI berdasarkan PTP menunjukkan adanya hak bagi setiap anggota dalam mengeluarkan pendapatnya pada saat RAT maupun diluar RAT. Pihak Koperasi Pegawai Biotek LIPI memberikan kesempatan terhadap anggota untuk mengeluarkan pendapat dan saran dalam RAT demi terwujudnya kemajuan koperasi, serta dalam perekrutan anggota koperasi melibatkan semua golongan
tidak ada diskriminasi perbedaan suku maupun golongan agama, semua orang berhak menjadi anggota Koperasi Pegawai Biotek LIPI dengan mengikuti persyaratan yang ada. Akan tetapi tidak semua anggota bisa hadir dalam kegiatan RAT sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Tingkat kehadiran dalam RAT sekurang-kurangnya anggota yang mengikuti RAT 1/10 dari jumlah anggota hasil dari RAT akan di informasikan melalui pengumum secara tertulis dalam bentuk laporan. Adanya kebebasan bagi setiap anggota untuk masuk dalam kedudukannya di kepengurusan dengan persyaratan tertentu yang disepakati anggota. Pemilihan kepengurusan tersebut dilakukan pada saat RAT. Nilai perkembangan kinerja dari setiap tahunnya untuk pemerataan anggota mendapatkan nilai empat artinya pemerataan anggota termasuk adil yaitu pengurus Koperasi Pegawai Biotek LIPI melibatkan anggota dalam menjalankan kepengurusan Koperasi Pegawai Biotek LIPI serta anggota berpartisipasi dalam kegiatan koperasi.
Keefektifan komunikasi dengan anggota pada tahap pertama untuk atribut ini responden memilih angka lima komunikasi sangat efektif yaitu anggota merasakan memperoleh informasi mengenai perkembangan koperasi. Pada tahap pertama informasi perkembangan koperasi sebagian besar anggota mengetahui perkembangan Koperasi Pegawai Biotek LIPI. Semua informasi mengenai koperasi diberikan secara langsung pada setiap RAT maupun diluar RAT. Pada saat rapat maupun kegiatan sosial informasi-informasi terkait dengan koperasi selalu disampaikan oleh pengurus, serta jumlah anggota yang begitu banyak menjadi tidak menjadi kendala untuk menyapaikan informasi mengenai perkembangan koperasi. Informasi terus diusahakan berjalan baik dari anggota maupun dari pengurus. Dari anggota informasi yang datang berupa keinginan anggota, saran kritikan, dan usulan yang disampaikan pada saat RAT maupun rapat-rapat pengurus dan anggota.
Komitmen terhadap perkembangan bisnis, Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki komitmen untuk mensejahterakan para anggota Koperasi Pegawai Biotek LIPI sesuai dengan visi misi dan tujuan Koperasi Pegawai Biotek LIPI. Komitmen terhadap perkembangan bisnis Koperasi Pegawai Biotek LIPI terus dilakukan dan dievaluasi pada setiap RAT yang dilaksanakan dan dituangkan dalam bentuk penyusunan rencana anggaran pendapatan dengan penjualan serta memperkirakan biaya-biaya yang akan dikeluarkan dan memperkirakan berapa SHU yang akan diperoleh oleh anggota, sehingga anggota mendapatkan manfaat dari koperasi. Rencana tersebut dilakukan setiap tahunnya. Pada tahap ini, responden memilih diangka lima yaitu memiliki secara tertulis tujuan ekonomi dan beroreintasi bisnis sasaran berdasarkan kinerja yang telah diimplementasikan dan dievaluasi. Untuk perkembangan bisnis koperasi, para anggota koperasi adanya peran koperasi yang memberikan kemudahan untuk mendukung kegiatan ekonomi anggota dibidang keuangan melalui unit usaha simpan pinjam. Perkembangan koperasi yang telah dicapai yaitu membangun gedung yang berfungsi sebagai kantor dan toko di komplek Puslit Bioteknologi LIPI untuk melayani para anggota koperasi.
Keefektifan kepemimpinan dan manajemen memiliki tiga gaya kepemimpinan yaitu otoriter, demokratis dan kebebasan. Gaya kepemimpinan yang dipakai yaitu demokrasi karena sesuai dengan unsur koperasi yaitu kekeluargaan dan kebersamaan. Gaya kepemimpinan ini dapat dilihat dari RAT
yang dilakukan oleh Koperasi Pegawai Biotek LIPI dimana para anggota diajak untuk membicarakan dan memutuskan tujuan dan merencanakan anggaran belanja Koperasi Pegawai Biotek LIPI pada tahun berikutnya dan memberikan penilaian tentang kinerja dari pengurus dalam satu tahun dengan satu anggota satu suara. Pengambilan keputusan pengurus tertinggi tidak berhak untuk mengambil keputusan secara sepihak karena harus ada keterkaitan dengan mengajak manajer ikut mengambil keputusan. Untuk manajemen pengurus, meskipun pengurus memiliki wewenang dan kekuasan mereka memiliki tanggung jawab dan harus bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian organisasi apabila hal tersebut disebabkan oleh kelalaiannya. Pengurus secara hukum harus bertanggung jawab secara pribadi seperti jika terjadi penyalahgunaan dana Koperasi Pegawai Biotek LIPI, melalaikan tugas dan melakukan tugasnya dengan tidak hati-hati. Dalam hal ini responden kebanyakan memilih diangka empat yaitu kepemimpinan dan kepengurusan Koperasi Pegawai Biotek LIPI berjalan secara efektif dengan peran para pengurus yang jelas dan uraian jabatan yang jelas.
Selain komitmen terhadap pengembangan bisnis Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki komitmen terhadap lingkungan sosial, walaupun tidak tertulis secara laporan di dalam RAT tapi hal tersebut sering dilakukan oleh Koperasi Pegawai Biotek LIPI. Selain itu, Koperasi Pegawai Biotek LIPI mencadangkan dana sebesar delapan persen dari SHU untuk tujuan sosial dan pendidikan, seperti santunan untuk anggota yang sakit atau mengalami musibah, dan memberikan bantuan terhadap anggota yang memiliki anak berprestasi atau ingin bekerja di koperasi dengan memberikan pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu manfaat yang dirasakan begitu luas, selain anggota masyarakat diluar anggota dapat merasakan keberadaan Koperasi Pegawai Biotek LIPI. Oleh karenanya penilaian perkembangan kinerjanya mendapatkan angka lima yaitu memiliki sasaran sosial secara tertulis yang berorientasi komunitas dan sosial.
Perkembangan nilai kinerja untuk keefektifan rencana secara strategic di angka lima. Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki rencana strategis ke depannya yaitu Koperasi Pegawai Biotek LIPI sebagai Koperasi Pegawai yang memiliki rencana agar ke depannya dapat berkembang terus dari segi ekonomi dan bisnis untuk memenuhi kebutuhan ekonomi para anggota. Untuk kedepannya koperasi diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan kegiatan unit di bidang agribisnis dan unit niaga untuk melayani kebutuhan anggota dan meningkatkan pendapatan koperasi dengan mengadakan kerjasama dengan pihak luar.
Mekanisme penyelesaian sengketa penyelesaian sengketa pada dasarnya tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KP4 untuk penyelesaian masalah yang terjadi di dalam Koperasi Pegawai Biotek LIPI lebih kearah kekeluargaan dan musyawarah untuk penyelesaiannya. Namun, tindakan sanksi yang dilakukan berupa peringatan dan pemberhentian. Dari hasil penelitian pada Tabel 20 menunjukkan nilai perkembangan kinerja Koperasi Pegawai Biotek LIPI secara keseluruhan termasuk dalam katagori baik dan masuk pada zona hijau dengan skor keseluruhan sebesar 33 dengan nilai skala 28 – 40 yang mengindikasikan bahwa pada tahap visi kinerja koperasi berkategori sangat baik.
Kapasitas
Skor kapasitas menunjukkan bahwa angka tersebut masuk dalam zona hijau yang artinya kinerja kapasitas Koperasi Pegawai Biotek LIPI termasuk dalam katagori baik dengan skor 36 dan meningkat dengan angka dasarnya 26 – 40 untuk variabel kapasitas dilihat dari struktur organisasi, tenaga staf, pelayanan, teknologi, serta adanya audit tiga tahun sekali. Hasil skor untuk indikator kapasistas dapat dilihat pada pada Tabel 21.
Tabel 21. Skor Penilaian Tangga Perkembangan (Kapasitas)
No Indikator Kapasitas Skor Zonasi
1. Struktur organisasi pada keberhasilan koperasi 5 2. Retensi (dipertahankanya anggota staff 5 3. Syarat-syarat pelayanan bagi tenaga staff 4 4. Pelatihan tenaga staff 3 5. Langkah, teknologi untuk mengurangi biaya-biaya 4 6. Sistem-sistem operasi dan pengaturan keuangan 5 7. Tiga tahun laporan audit 5 8. Pemberian pelayanan kepada anggota 5
Subtotal 36 Hijau
Manajemen merupakan suatu kegiatan yang tidak dapat dilepaskan dalam suatu organisasi begitu pula pada koperasi. Manajemen adalah kegiatan untuk mengkordinasikan suatu aktivitas atau pekerjaan tertentu secara efektif dan efisien. Manajemen koperasi harus disesuaikan dengan tujuan, prinsip koperasi dan azas manajemen usaha. Manajemen koperasi berbeda dengan manajemen perusahaan pada umumnya. Dimana pada manajemen koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan, namun lebih menfokuskan diri pada pelayanan yang maksimal bagi anggota anggotanya. Selain itu pengendalian koperasi berada ditangan anggota. Hal ini merupakan salah satu perwujudan prinsip koperasi yaitu pengendalian secara demokratis oleh anggota.
Kegiatan manajemen Koperasi Pegawai Biotek LIPI meliputi perencanaan, pengorganisasian, pemimpin dan pengendalian. Perencanaan meliputi suatu proses untuk merumuskan sasaran dari koperasi yaitu mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitar Koperasi Pegawai Biotek LIPI melalui program-program yang dibuat oleh koperasi. Sedangkan pengorganisasian mencakup suatu proses untuk menentukan tugas apa saja yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan dan bagaimana untuk mengelompokan tugas-tugas yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pengorganisasian lebih menekankan dalam membuat suatu rancangan pekerjaan agar sasaran dapat tercapai.
Struktur organisasi pada keberhasilan Koperasi Pegawai Biotek LIPI meletakan RAT sebagai pemegang kekuasan tertinggi yang memiliki wewenang mengendalikan koperasi bukan pengurus maupun manager dalam struktur organisasi Koperasi Pegawai Biotek LIPI, menetapkan kebijakan-kebijakan didalam Koperasi Pegawai Biotek LIPI dan unit-unit usaha Koperasi Pegawai Biotek LIPI. RAT tersebut merupakan tempat dimana anggota menyampaikan pendapat, saran dan memberikan keputusan terhadap kemajuan Koperasi Pegawai Biotek LIPI kemudian adanya pengurus Koperasi Pegawai Biotek LIPI yang menjalankan tugasnya berupa pemegang mandat dan kebijakan yang sudah
ditentukan pada saat RAT, serta mengendalikan dan mengimplementasikan hasil dari RAT agar semua rencana baik, rencana anggaran belanja, maupun rencan pengembangan Koperasi Pegawai Biotek LIPI berjalan sesuai dengan rencana. Jika ada undangan dari pemerintah atau instansi maka penguruslah yang menjadi perwakilannya. Selain pengurus didalam Koperasi Pegawai Biotek LIPI ada yang namanya Dewan Pembina yang berfungsi sebagai pembantu dalam pengambilan keputusan terutama dalam penerapan kebijakan yang sudah ditentukan, serta adanya badan pengawas yang bertugas mengaudit keuangan Koperasi Pegawai Biotek LIPI dan juga memeriksa laporan keuangan setiap harinya. Selain itu, didalam struktur organisasi Koperasi Pegawai Biotek LIPI terdapat manager yang berperan dalam mengelola kegiatan usaha unit-unit Koperasi Pegawai Biotek LIPI.
Retensi (dipertahankannya) tenaga staf anggota yang masuk ke dalam struktur organisasi sebagai tenaga staf memiliki persyaratan khusus diantaranya minimum telah menjadi anggota selama dua tahun, tidak cacat fisik, dan berdasarkan keputusan anggota bersama. Setiap jabatan memiliki tugas masing-masing hasilnya diserahkan kepada ketua pengurus dan manajer. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pengurus, manajer, dan karyawan agar dapat meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang nantinya akan berdampak pada kemajuan koperasi. Pelatihan yang diberikan mengenai seluk beluk perkoperasian. Pelatihan bagi pengurus maupun karyawan biasanya diadakan pelatihan mengenai manajemen dan kewirausahaan. Komitmen organisasi terhadap pelatihan tergolong cukup, adanya kesadaran kebutuhan pelatihan, namun tidak ada upaya sistematik dari organisasi. Selain struktur dalam organisasi, tenaga staf juga dinilai dari struktur luar organisasi yaitu dengan anggota. Pelayanan tenaga staf Koperasi Pegawai Biotek LIPI terhadap anggota tergolong memuaskan namun perlu adanya peningkatan pelayanan agar pelayanan terhadap anggota maksimal. Anggota merasa perlu mendapatkan pelayanan yang baik agar bisa terus berpartisipasi. Sistem operasional dan pengaturan keuangan di Koperasi Pegawai Biotek LIPI dipelihara dengan baik. Pengendalian keuangan dilakukan oleh auditor atau badan pengawas dan setiap transaksi usaha anggota dengan Koperasi Pegawai Biotek LIPI dilakukan pencatatan oleh pihak pengurus maupun staf manajemen. Jika dilihat dari segi kapasitas manajemen Koperasi Pegawai Biotek LIPI, tenaga staf yang ada dilakukan pelatihan terlebih dahulu mengenai koperasi sehingga staf dapat menjalani fungsi dan peran yang dijalankan.
Penilaian kinerja dari segi Kapasitas Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki skala 29 berada pada zona hijau yang artinya kinerja kapasitas umumnya baik namun perlu melakukan pebaikan-perbaikan lagi agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi anggota. Perbaikan yang perlu dilakukan adalah pelatihan tenaga staf perlunya koperasi mengalokasikan dana tambahan yang diperuntukkan untuk menurunkan biaya sesuai dengan kondisi yang ada, penggunaan teknologi yang sesuai untuk bersaing secara efektif dan efisien.
Sumber Daya
Indikator sumber daya yang dimiliki termasuk dalam kategori kinerja yang baik dengan nilai 40 sedangkan untuk nilai skala yaitu (28 – 40), perhitungan nilai
perkembangan kinerja sumber daya dihitung dengan membandingkan laporan-laporan keuangan pada laporan-laporan kegiatan RAT bertujuan untuk memberikan nilai maksimal yang sesuai dengan nilai standar nilai dari perhitungan sumber daya dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Skor Penilaian Tangga Perkembangan (Sumberdaya)
No Indikator Sumberdaya Skor Zonasi
1. Kecukupan modal 5 2. Pertumbuhan asset 5 3. Manajemen asset 5 4. Efektivitas kebijakan perkreditan 5
Subtotal 40 Hijau
Untuk sumber daya yang dinilai mencangkup kecukupan modal. Kecukupan modal Koperasi Pegawai Biotek LIPI ini berasal dari modal sendiri, modal luar dan modal penyetaraan. Modal sendiri yaitu modal yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, hibah dan donasi. Sedangkan untuk modal luar berasal dari bank dan lembaga keuangan lainnya. Tingkat kecukupan modal Koperasi Pegawai Biotek LIPI adalah 104 persen berada diatas 20 persen (Modal > 20 persen). Tingginya tingkat kecukupan modal karena Koperasi Pegawai Biotek LIPI tidak mempunyai kewajiban jangka panjang atau utang jangka panjang kepada pihak luar sehingga tingkat kecukupan modalnya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa permodalan kuat dimana aset melebihi kewajiban hal ini dapat dilihat dari Tabel 23.
Tabel 23. Tingkat Kecukupan Modal Koperasi Pegawai Biotek LIPI
Tahun Aset Kewajiban Kecukupan modal (%)
2011 711 050 378 348 798 453 104 2012 933 506 750 431 166 301 117 2013 1 099 499 988 514 971 692 114 2014 1 227 847 324 522 487 957 135 2015 1 320 895 448 549 937 897 140 Rata-rata 122
Sumber : Laporan RAT Koperasi Pegawai Biotek LIPI 2011 – 2015 (Data diolah)
Permodalan Koperasi Pegawai Biotek dikatakan kuat dengan aset jauh melebihi kewajibannya. Aset terbesar yang dimiliki Koperasi Pegawai Biotek terletak pada piutang anggota yang mencapai 482.2 juta rupiah pada tahun 2013, 769.5 juta rupiah di tahun 2014 dan 646.6 juta rupiah di tahun 2015. Piutang anggota terus meningkat yang berasal dari unit simpan pinjam baik piutang belum tertagih maupun piutang lancar. Tingkat pertumbuhan aset dilihat dari jumlah simpanan dan ekuiti tahun sekarang dengan jumlah simpanan dan ekuiti tahun sebelumnya.
Tabel 24. Tingkat Pertumbuhan Aset Koperasi Pegawai Biotek LIPI Tahun Jumlah simpanan Ekuiti Tingkat pertumbuhan asset (%)
2011 560 926 377 282 186 477 24 2012 709 658 527 375 304 077 31 2013 860 262 801 468 058 077 19 2014 944 257 777 558 301 577 14 2015 1 062 269 173 639 086 024 11 Rata-rata 20
Tingkat pertumbuhan aset selama lima tahun terakhir dari tahun 2011 sampai 2015 berdasarkan Tabel 24, dimana tingkat pertumbuhan aset Koperasi Pegawai Biotek LIPI sekitar 20 persen yang artinya pertumbuhan positif tinggi. Jumlah simpanan dan ekuiti di tahun 2015 lebih besar dari jumlah simpanan dan ekuiti di tahun 2015. Peningkatan pertumbuhan aset yang tinggi disebabkan adanya peningkatan pada modal sendiri yang berasal dari simpanan wajib, simpanan pokok, cadangan, dan donasi. Koperasi Pegawai Biotek LIPI dapat melindungi ekuitinya dan mengelola aset-aset yang menguntungkan karena dikelola dengan sangat baik.
Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) pada Koperasi Pegawai Biotek LIPI didasarkan atas banyaknya jasa anggota pada koperasi. Semakin banyak anggota memanfaatkan layanan koperasi maka SHU yang diterima akan semakin besar pula. Pendapatan SHU pada Koperasi Pegawai Biotek LIPI selama lima tahun terakhir mengalami fluktuatif namun cenderung mengalami peningkatan jumlah SHU. Ini bisa disebabkan karena anggota sudah mulai menyadari bahwa semakin banyak mereka melakukan transaksi di koperasi, maka mereka juga akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk SHU yang dibagikan setiap tahunnya. Untuk lebih jelasnya mengenai perkembangan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Pegawai Biotek LIPI dapa dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Grafik Perkembangan SHU Koperasi Pegawai Biotek LIPI Periode 2011 – 2015 (Data diolah)
Pada tahun 2015 Koperasi Pegawai Biotek LIPI membukukan pendapatan SHU sebesar Rp 131 871 527 yang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 147 057 790 atau turun sebesar 10.32 persen dari tahun 2014. SHU yang dibagikan pada anggota koperasi berasal dari pendapatan bersih koperasi dimana 45 persen dibagikan pada anggota atas jasa yang sudah dilakukan anggota pada koperasi yang terdiri dari jasa toko dan unit simpan pinjam, serta jasa simpanan pokok dan wajib anggota. Selanjutnya 25 persen digunakan untuk dana cadangan koperasi sedangkan sisanya sebesar 22 persen digunakan untuk pengurus, pegawai dan pengawas. Selain itu, alokasi dana pendidikan untuk kesejahteraan anggota koperasi sebesar lima persen. Sedangkan dana untuk kesejahteraan sosial dan lainnya sebesar tiga persen. Pengelolaan ekuiti dan aset dapat dilihat dari tingkat pengembalian (Rate of Return). Tingkat pengembalian
0 20 40 60 80 100 120 140 160 2011 2012 2013 2014 2015 SHU (Rp Juta)
Koperasi Pegawai Biotek LIPI dalam jangka lima tahun yaitu tahun 2011 sampai tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 25.
Tabel 25. Tingkat Pengembalian Koperasi Pegawai Biotek LIPI
Tahun Pendapatan operasional Biaya operasional Tingkat pengembalian (%)
2011 156 027 848 75 962 400 22 2012 204 711 675 77 675 303 25 2013 230 584 536 134 180 317 16 2014 288 456 248 156 398 458 19 2015 276 722 272 144 850 745 17 Rata-rata 20
Sumber : Laporan RAT Koperasi Pegawai Biotek LIPI 2011 – 2015 (Data diolah)
Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki tingkat pengembalian rata-rata selama lima tahun terakhir sebesar 20 persen. Hal ini menunjukkan ekuiti dan asetnya dikelola dengan sangat baik dimana ekuitinya mengalami peningkatan, Sehingga dapat dikatakan bahwa koperasi mampu melindungi ekuitinya, pembagian SHU menunjukkan hasil yang positif. Koperasi Pegawai Biotek LIPI memiliki kemampuan dalam melindungi ekuiti dan aset yang menguntungkan. Oleh karenanya untuk penilaian perkembangan kinerja sumber daya Koperasi Pegawai Biotek LIPI mendapatkan nilai maksimal dilihat dari hasil kecukupan modal yaitu aset jauh melebihi kewajiban (Modal lebih dari 20 persen), petumbuhan aset positif tinggi secara terus menerus sebesar 20 persen setiap tahun selama lima tahun terakhir dan tingkat pengembalian modal berada diatas nilai standar selama lima tahun terakhir.
Koperasi Pegawai Biotek LIPI mempunyai prosedur dalam pengajuan pinjaman bagi anggota. Dimana anggota dapat meminjam dana kepada para anggota maksimal sebesar Rp 30 000 000, namun anggota tetap harus memenuhi persyaratan yakni dilihat dari jumlah simpanannya dan gaji atau pendapatan perbulan. Pembayaran pinjaman bisa dilakukan dengan cara langsung pribadi dengan menyetorkan angsuran perbulan yang telah ditentukan sebelumnya atau potong gaji. Dengan diadakannya sistem seperti itu maka anggota dapat melakukan kewajibannya kepada koperasi sehingga koperasi tidak mengalami tunggakan. Namun ada sebagian anggota yang mengalami tunggakan namun masih dibawah kurang dari lima persen. Untuk menyiasati anggota yang telat melakukan pembayaran koperasi mengirimkan surat peringatan pada anggota yang belum membayar pinjaman. Dengan diadakannya kebijakan surat peringatan tersebut, diharapkan tidak ada anggota yang mengalami tunggakan pinjaman kepada koperasi.
Jaringan Kerja
Jaringan kerja Koperasi Pegawai Biotek LIPI dengan instansi pemerintah, kebijakan fiskal, dan hubungan dengan kemitraan lain. Jaringan kerja pada Koperasi Pegawai Biotek LIPI lebih melihat pada kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan hubungan antara Koperasi Pegawai Biotek LIPI dengan organisasi atau instansi terkait. Pada penetapan kebijakan-kebijakan anggaran seperti tingkat bunga biasanya didiskusikan dengan anggota koperasi pada RAT ataupun rapat bulanan. Pengurus tidak mempunyai wewenang untuk menetapkan tingkat bunga sesuai dengan keinginan pengurus. Karena pada koperasi keputusan tertinggi tetap berada di tangan anggota. Namun sejauh ini, setiap keputusan yang diambil selalu
disetujui oleh anggota sebab keputusan yang diambil memang selalu menguntungkan anggota.
Hubungan antara Koperasi Pegawai Biotek LIPI dan pemerintah dalam hal ini adalah Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Deskoperindag) Kabupaten Bogor dan PKPRI berjalan baik. Kedua instansi tersebut tidak pernah turut campur dalam kegiatan operasional koperasi. Peran Deskoperindag disini hanya memberikan dukungan tetapi tidak mencampuri manajemen koperasi. Secara umum hubungan dengan pemerintah hanya sekedar memonitor dan memantau kegiatan Koperasi Pegawai Biotek LIPI, pelatihan tenaga staf Koperasi Pegawai Biotek LIPI, dan menerima pendapat serta mempertimbangkannya.
Koperasi Pegawai Biotek LIPI juga menjalin kerjasama dengan organisasi puncak (Pusat Penelitian dan Bioteknologi LIPI) dalam penerapan program Ilmu Pengetahuan Daerah (Iptekda) LIPI, peran dari koperasi adalah sebagai fasilitator atau penunjang dalam penerapan program Iptekda untuk masyarakat daerah. Selain itu peran lembaga Puslit Bioteknologi LIPI terhadap Koperasi Pegawai Biotek LIPI menjalin kerjasama yang diwujudkan dengan dua MOU yaitu MOU No 206a/IPH.2/HK.02.02/2005 pada tentang pengelolaan alat pasteurisasi susu sapi perah dan pemeliharaan ternak sapi perah IPTEKDA dan MOU No