• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTANG BANK

Dalam dokumen Agung Podomoro Land (Halaman 51-61)

30 Juni 31 Desember

2013 2012

Jangka Pendek

Bank Pan Indonesia 11.382.384 11.487.057

Jumlah 11.382.384 11.487.057

Jangka Panjang

Bank Pan Indonesia 569.357.868 684.505.272

Bank CIMB Niaga 394.180.759 157.278.527

Bank Permata 366.137.900 271.045.043

Bank BII 178.737.922 -

Bank Tabungan Negara 145.587.900 164.087.900

Bank Mandiri 62.558.573 30.471.420

Bank Negara Indonesia 53.000.000 139.000.000

Utang sindikasi - 620.000.000

Jumlah 1.769.560.922 2.066.388.162

Dikurangi bagian yang jatuh tempo

dalam satu tahun 338.942.515 843.442.928

Bagian jangka panjang 1.430.618.407 1.222.945.234

Tingkat bunga per tahun 10% - 11,75% 8,82% - 11,5%

Utang Bank Jangka Pendek Bank Pan Indonesia (Bank Panin) BSP

Pinjaman Rekening Koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15.000.000 ribu yang digunakan untuk modal kerja. Jangka waktu pinjaman 12 bulan sampai dengan 31 Desember 2013.

Fasilitas pinjaman ini dijamin bersamaan dengan utang Bank Panin jangka panjang.

Utang Bank Jangka Panjang Bank Pan Indonesia (Bank Panin)

Utang kepada Bank Panin merupakan fasilitas kredit jangka panjang pinjaman yang diperoleh entitas anak dengan perincian sebagai berikut:

49

30 Juni 31 Desember

2013 2012

Entitas anak - Kredit jangka panjang

ASA 233.703.667 350.370.333

BSP 335.654.201 334.134.939

Jumlah 569.357.868 684.505.272

ASA

Pada bulan Oktober 2009, ASA memperoleh fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dari Bank Panin dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 380.000.000 ribu. Jangka waktu pinjaman

72 bulan sampai dengan bulan September 2015 termasuk 24 bulan masa tenggang (grace period)

dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Pada tanggal 30 Juni

2013, tingkat suku bunga untuk fasilitas kredit tersebut adalah 10,5% per tahun (floating).

Pada tanggal 19 April 2010, ASA memperoleh tambahan atas fasilitas kredit modal kerja berupa pinjaman jangka panjang sebesar maksimum Rp 200.000.000 ribu dengan tingkat suku bunga pada

tanggal 30 Juni 2013 adalah 10,5% per tahun (floating).

Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:

− Tanah HGB seluas 27.493 m2 terletak di Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kelurahan Karet

Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Propinsi DKI Jakarta berdasarkan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 363/Karet Kuningan terdaftar atas nama ASA.

− Fidusia piutang atas sewa pusat perbelanjaan.

− Jaminan pribadi (personal guarantee) Trihatma Kusuma Haliman.

BSP

Pada bulan April 2010, BSP memperoleh fasilitas kredit pinjaman jangka panjang dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300.000.000 ribu yang digunakan untuk pelunasan utang kepada pemegang saham dan pembiayaan proyek Mal Festival CityLink. Jangka waktu pinjaman

84 bulan sampai dengan bulan Pebruari 2017 termasuk 24 bulan masa tenggang (grace period)

dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat suku bunga

pada tanggal 30 Juni 2013 sebesar 10,5% per tahun (floating).

Berdasarkan Perubahan terhadap perjanjian kredit dan jaminan No. 33 tanggal 16 Desember 2011, BSP telah memperoleh persetujuan perubahan dari Bank Panin sehubungan perolehan fasilitas kredit jangka panjang diatas, antara lain:

1. Pinjaman jangka panjang ”A” dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar

Rp 300.000.000 ribu yang digunakan untuk restrukturisasi fasilitas pinjaman. Jangka waktu

pinjaman sampai dengan bulan Desember 2020 termasuk 12 bulan masa tenggang (grace

period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat

suku bunga 11% per tahun (floating).

2. Pinjaman jangka panjang ”B” dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar

Rp 40.000.000 ribu yang digunakan untuk biaya penyelesaian proyek termasuk penggantian dana talangan pemegang saham Rp 15.000.000 ribu. Jangka waktu pinjaman sampai dengan

bulan Desember 2020 termasuk 12 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa

tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat suku bunga 11% per tahun (floating).

50

3. Pinjaman Rekening Koran dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar Rp 15.000.000

ribu yang digunakan untuk modal kerja. Jangka waktu pinjaman 12 bulan sampai dengan Desember 2012, sehingga disajikan sebagai utang bank jangka pendek.

Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :

− APHT atas tanah dan seluruh bangunan (termasuk mal, hotel, dan ballroom / convention) di atas

SHGB No. 851 / Sukaasih, Proyek Festival CityLink seluas 30.173 m2 di Jl. Peta No. 241,

Bandung, dengan nilai hak tanggungan sebesar Rp 426.000.000 ribu.

− Fiduciare Eigendoms Overdracht (FEO) mesin dan peralatan proyek Festival CityLink di Jl. Peta

No. 241, Bandung dengan nilai Rp 50.000.000 ribu

− FEO atas piutang sewa Debitur termasuk Mal, Hotel Harris dan Hotel Pop dengan nilai

Rp 10.000.000 ribu.

− Jaminan Perusahaan (corporate guarantee) dari para pemegang saham BSP. Pada bulan

Desember 2011, seluruh jaminan Perusahaan ini telah diberhentikan/dibatalkan.

ASA dan BSP telah memperoleh persetujuan dari Bank Panin untuk melakukan beberapa hal tersebut diatas yang dibatasi oleh bank.

Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, ASA dan BSP membuka rekening escrow di Bank

Panin yang hanya digunakan untuk menerima dan membayar pinjaman. Pada tanggal pelaporan,

rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 16).

Utang Sindikasi Perusahaan

Pada bulan Juli 2009, Perusahaan memperoleh utang sindikasi berupa pinjaman berjangka dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Internasional Indonesia (BII) dan Bank CIMB Niaga (CIMB), dimana utang kepada BII dan CIMB merupakan pengalihan perpanjangan perjanjian yang diperoleh Perusahaan pada periode sebelumnya. Maksimum pinjaman adalah sebesar Rp 1.100.000.000 ribu, dengan bagian BNI sebesar Rp 500.000.000 ribu dan BII dan CIMB masing-masing sebesar Rp 300.000.000 ribu.

Tingkat bunga mengambang dan akan direview setiap saat untuk disesuaikan dengan tingkat bunga masing-masing bank kreditur. Tingkat suku bunga pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar 10,5% per tahun.

Pinjaman ini berjangka waktu 75 bulan sampai dengan bulan Juli 2014 termasuk 21 bulan masa

tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan

bulanan.

Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasian, menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan Perusahaan kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; mengadakan penyertaan investasi pada perusahaan lain; serta mengharuskan Perusahaan mempertahankan rasio keuangan tertentu yaitu: Current Ratio minimal 1, Debt Equity Ratio maksimal 2,7, Debt Service Coverage minimal 100%, Leverage Ratio maksimal 3 dan Gearing Ratio maksimal 2,5.

51

Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan paripasu sebagai berikut:

− Tanah dan bangunan untuk proyek Central Park, dengan beberapa sertifikat HGB atas nama

Perusahaan yang seluruhnya seluas 101.577 m2;

− Gadai atas sebagian saham milik PT Indofica, PT Jaya Lestari Persada dan Trihatma Kusuma

Haliman dengan nilai sebesar Rp 289.473.684 ribu atau setara dengan 2.894.736.843 lembar saham Perusahaan;

− Fidusia atas tagihan seluruh piutang usaha dari pendapatan proyek Central Park;

− Pengalihan hak atau kewajiban atas jaminan pelaksanaan dari kontraktor utama proyek Central

Park;

− Pengalihan hak tagih atas tagihan klaim asuransi;

− Fidusia atas tagihan dari seluruh hak sewa yang berkaitan dengan proyek Central Park; dan

Pada bulan Mei dan Juni 2012, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari para kreditur sindikasi untuk melakukan beberapa hal diatas yang dibatasi oleh para kreditur.

Saldo terutang untuk fasilitas ini adalah sebesar:

30 Juni 31 Desember 2013 2012 BNI - 269.090.000 BII - 175.455.000 CIMB - 175.455.000 Jumlah - 620.000.000

Pada tanggal 27 Juni 2013, Perusahaan telah melunasi seluruh utang sindikasi kepada Bank BII, Bank CIMB Niaga dan Bank BNI.

Bank Permata

Utang kepada Bank Permata merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh PCN, KUS dan PP dengan saldo terutang sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember 2013 2012 PP 216.300.000 90.000.000 KUS 149.837.900 166.587.900 PCN - 14.457.143 Jumlah 366.137.900 271.045.043 KUS

Pada bulan April 2010, KUS memperoleh fasilitas kredit pinjaman tetap angsuran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000 ribu jangka waktu adalah selama 60 bulan sampai

dengan bulan Maret 2015 termasuk 18 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa

tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan.

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian No. 80 tanggal 28 September 2011, KUS telah memperoleh persetujuan perubahan dari Bank Permata sehubungan perolehan fasilitas kredit jangka panjang diatas, antara lain:

52

1. Memberikan fasilitas Term Loan TL-2 dengan jumlah maksimum sebesar Rp 200.000.000

ribu yang digunakan untuk membiayai sebagian proyek konstruksi Green Bay (Mal dan Kondominium). Jangka waktu pinjaman 84 bulan sejak tanggal perubahan kedua ini

ditandatangani termasuk 24 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa

tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat suku bunga 12% per tahun (floating)

2. Fasilitas pinjaman diatas dijamin dengan jaminan paripasu dengan utang KUS kepada Bank

Tabungan Negara, antara lain:

- Tanah atas nama KUS dengan dua SHGB masing-masing seluas 13.332 m2 dan 21.520

m2

- Fidusia piutang KUS senilai Rp 500.000.000 ribu.

3. Membatalkan jaminan pribadi atas nama Trihatma Kusuma Haliman yang tercatat di perjanjian

pinjaman sebelumnya.

Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, KUS disyaratkan membuka rekening escrow di

Bank Permata yang hanya digunakan untuk membayar utang bank. Pada tanggal pelaporan,

rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 16).

Tingkat suku bunga per 30 Juni 2013 sebesar 10,5% per tahun.

PP

Pada tanggal 19 Maret 2008, PP memperoleh fasilitas pinjaman dari Bank Permata berupa:

a. Pinjaman jangka panjang (term loan) dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000

ribu dan digunakan untuk membiayai pembangunan Emporium Pluit Mal dan Hotel. Pinjaman ini

berjangka waktu 7 tahun (termasuk grace period 2 tahun) dan akan jatuh tempo pada tanggal 19

Maret 2015. Suku bunga pinjaman sebesar 3,5% diatas suku bunga SBI per tahun.

b. Bank Guarantee dan Letter of Credit dengan maksimum fasilitas sejumlah Rp 40.000.000 ribu.

Pinjaman ini berjangka waktu 1 tahun dan telah jatuh tempo pada tanggal 19 Maret 2009. Jaminan atas fasilitas tersebut adalah:

• Dua bidang tanah atas nama PP seluas 28.354 m2;

• Piutang yang diterima dari penyewa Emporium Pluit Mal;

• Jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari PT Griya Emas Sejati (GES), pemegang saham

mayoritas pada saat itu. Pada tanggal 17 Januari 2012, PP mengajukan permohonan persetujuan Bank untuk mencabut pemberian jaminan Perusahaan;

• Pengalihan hak atas hasil klaim atas biaya-biaya konstruksi yang akan timbul dari performance

bond sebesar 100% dari nilai kontrak;

• Gadai saham yang dimiliki GES atas 132.449.376 lembar saham PP. Pada tanggal 17 Januari

2012, PP mengajukan permohonan persetujuan Bank untuk mencabut gadai saham dari pemegang saham PP.

• Penyertaan hak milik secara fidusia atas seluruh tagihan atas penjualan hotel yang tercatat atas

nama PP.

Jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank Permata, kecuali penyerahan hak milik secara fiducia atas tagihan penjualan hotel paripasu dengan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari Bank CIMB Niaga.

Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain bertindak sebagai penjamin terhadap utang pihak lain, kecuali utang dagang yang dibuat dalam rangka menjalankan usaha sehari-hari, mengubah sifat dan kegiatan usaha yang sedang dijalankan/melakukan kegiatan usaha diluar kegiatan usahanya sehari-hari, menjaminkan, mengalihkan, menyewakan, menyerahkan kepada pihak lain atas barang jaminan, memberikan pinjaman maupun fasilitas keuangan kepada / dari

53

pihak lain kecuali dalam jangka pendek dan dalam rangka menunjang kegiatan, melakukan investasi yang berpengaruh terhadap kemampuan membayar PP kepada Bank, melakukan tindakan lainnya yang dapat menyebabkan/terganggunya kewajiban pembayaran seluruh kewajiban terutang kepada Bank.

PP telah mengajukan permohonan persetujuan dari Bank Permata untuk melakukan beberapa hal diatas yang dibatasi oleh Bank.

Pada tanggal 9 April 2013, melalui SKU/13/0548/AMD/MM yang disahkan oleh akta No.22 tanggal 9 April 2013 oleh notaris Maria Andriani Kidarsa, S.H., Bank Permata menyetujui perubahan syarat dan ketentuan umum dan perjanjian perubahan ketiga perjanjian pemberian fasilitas perbankan. Bank Permata memberikan fasilitas Term Loan 2 (TL-2) baru kepada PP sebesar Rp 174.000.000 ribu untuk jangka waktu 60 bulan sejak perubahan ketiga ini ditandatangani dan 24 bulan masa tenggang dengan bunga fixed 5 tahun sebesar 11,5% dan denda sebesar 36% per tahun dari setiap kewajiban pembayaran yang tertunggak.

Berdasarkan perjanjian ini, PP melakukan penarikan atas jaminan-jaminan sebagai berikut: - Jaminan perusahaan atas nama PT Griya Emas Sejati

- Gadai saham atas nama PT Griya Emas Sejati

- Perjanjian pengalihan hak atas hasil klaim atas biaya-biaya konstruksi yang akan timbul dan

performance bond yang tercatat atas nama PP.

- Jaminan fidusia atas tagihan piutang atas nama PP senilai Rp 70.000.000 ribu - Pemberian jaminan dan kesanggupan dari PT Adrindo Intiperkasa.

PCN

PCN memperoleh fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan maksimal sebesar Rp 18.400.000 ribu dengan tingkat bunga 10% per tahun. Tujuan penggunaan fasilitas pembiayaan adalah untuk investasi. Fasilitas kredit pembiayaan diberikan untuk jangka waktu 84 bulan sampai dengan bulan Juni 2018. Jaminan pinjaman adalah dua unit rumah susun yang terletak di Kelurahan Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama pihak ketiga, Rini Mariani Soemarno.

Pada Juni 2013, pinjaman ini sudah dilunasi oleh PCN.

Bank Tabungan Negara (BTN)

Pada bulan April 2010, KUS memperoleh fasilitas kredit pinjaman tetap angsuran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000 ribu, jangka waktu pinjaman selama 60 bulan

sampai dengan bulan Maret 2015 termasuk 18 bulan masa tenggang (grace period) dimana

setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan.

Berdasarkan perjanjian kredit pada tanggal 28 September 2011, KUS telah memperoleh persetujuan perubahan dari Bank Tabungan Negara untuk memberikan pinjaman baru dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000 ribu yang akan digunakan untuk pembangunan 4 tower atas sejumlah 2.048 unit kondominium proyek Green Bay. Jangka waktu pinjaman 84 bulan

terhitung sejak penandatanganan perjanjian kredit termasuk 24 bulan masa tenggang (grace

period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat

suku bunga 12% per tahun (floating).

Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan akan dibayar secara bulanan. Tingkat suku bunga per tahun pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar 10,5%.

54

Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan paripasu dengan utang KUS pada Bank Permata.

Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, KUS disyaratkan membuka rekening escrow di

BTN yang hanya digunakan untuk membayar utang bank. Pada tanggal pelaporan, rekening

escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 16).

Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak KUS untuk mengubah anggaran dasar dan pengurus; melakukan merger atau akuisisi; mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain kecuali pinjaman dari pemegang saham dan transaksi dagang normal; melunasi utang kepada pemegang saham; membubarkan perusahaan dan meminta dinyatakan pailit; serta menyewakan perusahaan, memindahtangankan dalam bentuk, nama, atau maksud apapun kepada pihak ketiga.

Pada bulan Juli 2010 dan Oktober 2012, KUS telah memperoleh persetujuan dari BTN untuk melakukan beberapa hal tersebut di atas yang dibatasi oleh Bank.

Pada tanggal 30 Juni 2013, saldo utang ke Bank BTN adalah Rp 145.587.900 ribu.

Bank Negara Indonesia (BNI)

Pada bulan Januari 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 350.000.000 ribu, jangka waktu pinjaman 42 bulan

sampai dengan bulan Juni 2013 termasuk 7 triwulan masa tenggang (grace period) dimana

setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan triwulanan dan tingkat suku bunga mengambang. Tingkat suku bunga per tahun pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar 10,5%.

Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan untuk proyek Royal Mediterania Garden

dengan beberapa sertifikat atas nama Perusahaan yang seluruhnya seluas 14.291 m2 dan piutang

penjualan Royal Mediterania Garden.

Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain; mengubah kegiatan usaha, bentuk atau status hukum perusahaan dan atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada; membubarkan perusahaan atau mengajukan pailit;melakukan pembagian dividen tunai, dividen saham dan atau dividen bonus; melakukan penyertaan investasi pada perusahaan lain; melakukan merger, akuisisi, konsolidasian, menjual, mengalihkan, menghibahkan, menyewakan atau melepaskan hak atas harta kekayaan kecuali untuk transaksi kegiatan usaha.

Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mengajukan permohonan kepada BNI untuk memperoleh persetujuan dalam rangka melakukan beberapa hal tersebut di atas yang dibatasi oleh Bank. Pada bulan Agustus 2010, Perusahaan telah menerima surat persetujuan dari BNI sehubungan dengan rencana melakukan Penawaran Umum Saham (IPO), peningkatan modal dasar, penerimaan pinjaman dan akuisisi entitas anak. BNI juga melakukan pencabutan atas ketentuan dalam perjanjian kredit untuk dapat melakukan pembagian dividen dan melakukan pengalihan saham Perusahaan baik antara pemegang saham maupun kepada pihak lain.

Pada bulan Mei 2011 dan April 2012, Perusahaan telah menerima surat persetujuan dari BNI sehubungan dengan penerbitan obligasi dan ijin investasi baru.

55

Bank CIMB Niaga (CIMB)

Utang kepada CIMB merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh PP dan Perusahaan dengan saldo terutang sebagai berikut:

PP

Pada tanggal 19 Maret 2008, PP memperoleh fasilitas pinjaman investasi dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 160.000.000 ribu yang digunakan untuk pembangunan Emporium Pluit Mal

dan Hotel. Pinjaman ini berjangka waktu 7 tahun (termasuk grace period 2 tahun) dan akan jatuh

tempo pada tanggal 19 Maret 2015. Suku bunga pinjaman sebesar 3,5% diatas suku bunga SBI per tahun. Jaminan atas pinjaman ini paripasu dengan jaminan atas pinjaman yang diperoleh PP dari Bank Permata. Tingkat suku bunga per tahun pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebesar 11,5% dan 9,8%.

Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain menjual / mengalihkan hak / menyewakan seluruh / sebagian aset PP, kecuali dalam rangka menjalankan usaha PP sehari-hari, menjaminkan kekayaan PP kepada pihak lain, kecuali menjaminkan kepada Bank sebagaimana tercantum dalam perjanjian, mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga yang dapat berpotensi membahayakan aktifitas/kelangsungan usaha peminjam, menjamin langsung maupun tidak langsung pihak ketiga kecuali melakukan endorsemen atas surat-surat yang dapat diperdagangkan untuk keperluan pembayaran/ penagihan transaksi lain yang lazim dilakukan dalam menjalankan usaha, membuat utang baru kepada Bank lain, mengadakan perubahan dari sifat dan kegiatan usaha PP, mengubah susunan para pemegang saham dan nilai saham PP, melakukan merger, konsolidasi, reorganisasi, akuisisi dan pembubaran perusahaan, lakukan investasi baru/ membuat pengeluaran barang modal, mengajukan morartorium, penundaan pembayaran kewajiban, dan penundaan kewajiban pembayaran utang/kepailitan.

PP telah memperoleh persetujuan dari CIMB Niaga untuk melakukan beberapa hal diatas yang dibatasi oleh Bank.

Berdasarkan Surat Bank CIMB Niaga No. 211/ID/CB6-1/V/2012 tanggal 29 Mei 2012, Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Bank CIMB Niaga atas permohonan penghapusan sebagian jaminan berupa:

− gadai saham dari pemegang saham; dan

− pemberian jaminan Perusahaan (corporate guarantee).

Melalui perjanjian kredit No.7 tanggal 9 April 2013, CIMB Niaga dan Bank Permata memberikan fasilitas kredit kepada PP dengan plafon sebesar Rp 290.000.000 ribu dengan pembagian 40% dan 60% antara Bank CIMB Niaga dan Bank Permata dan melakukan pengikatan atas seluruh aguanan yang diserahkan PP secara cross-collateral untuk menjaminkan fasilitas-fasilitas kredit yang diberikan antara CIMB Niaga dan Bank Permata dengan jangka waktu 60 bulan dengan tingkat suku bunga 11,5% dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 April 2018. Untuk itu, PP memberikan jaminan sebagai berikut:

- Sebidang tanah dan HGB No.6127/Penjaringan di Jalan Jembatan Tiga Barat/Raya Pluit

dengan hak tanggungan peringkat I sebesar Rp 580.000.000 ribu.

- Assignment atas hasil klaim dan hak tagih proceed asuransi debitur secara proporsional

dengan pembagian porsi pinjaman dengan Bank Permata.

- Fidusia atas tagihan/piutang milik PP baik yang ada dan akan ada minimal sebesar Rp

500.000.000 ribu

PCN

Pada tahun 2010 dan 2011, PCN memperoleh beberapa fasilitas kredit investasi jangka panjang dari CIMB dengan rincian sebagai berikut:

56

• Fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan pembiayaan maksimum sebesar Rp

49.835.000 ribu dengan tingkat suku bunga 11,5% per tahun. Tujuan penggunaan adalah

untuk take over fasilitas Existing Debitur di Bank Negara Indonesia. Fasilitas kredit pembiayaan

diberikan untuk jangka waktu 36 bulan sejak tanggal 21 September 2010 dan akan jatuh tempo tanggal 25 September 2013.

• Fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan pembiayaan maksimum sebesar Rp

10.000.000 ribu dengan tingkat suku bunga 11,5% per tahun. Tujuan penggunaan adalah untuk

refinancing atas area commercial plaza berupa sky deck. Fasilitas kredit pembiayaan diberikan untuk jangka waktu 36 bulan sejak tanggal 31 Maret 2011 dan akan jatuh tempo 31 Maret 2014.

• Fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan pembiayaan maksimum sebesar Rp 6.424.000

ribu dengan tingkat suku bunga 11,5% per tahun. Tujuan penggunaan adalah untuk renovasi plaza seperti pengembangan Pasifica Foodcourt, Metro Departement Store, dan Toko Buku Gramedia. Fasilitas kredit pembiayaan diberikan untuk jangka waktu 60 bulan sejak tanggal 31 Maret 2011 dan akan jatuh tempo 31 Maret 2016.

• Fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan pembiayaan maksimum sebesar Rp

30.240.000 ribu dengan tingkat suku bunga 10,5% per tahun. Tujuan penggunaan fasilitas pembiayaan adalah pembiayaan renovasi dan pengembangan area The Plaza Balikpapan. Fasilitas kredit pembiayaan diberikan untuk jangka waktu 60 bulan sejak tanggal 30 Juni 2011 dan akan jatuh tempo 30 Juni 2016.

• Fasilitas kredit investasi jangka panjang dengan pembiayaan maksimum sebesar Rp

26.300.000 ribu dengan tingkat suku bunga 10,5% per tahun. Tujuan penggunaan fasilitas pembiayaan adalah refinancing untuk aset Trade Center dan pembiayaan renovasi inferior mall. Fasilitas kredit pembiayaan diberikan untuk jangka waktu 60 bulan sejak tanggal

Dalam dokumen Agung Podomoro Land (Halaman 51-61)

Dokumen terkait