• Tidak ada hasil yang ditemukan

Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Pendek

Dalam dokumen PT. TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD, Tbk. (Halaman 44-48)

a. PT Bank Rabobank International Indonesia PT Bumiraya Investindo

Berdasarkan perjanjian kredit No. LA/CA/1862/2013 tanggal 4 Juli 2013, dan amandemen perjanjian fasilitas No.LA/CA/1862/A2/2013 tanggal 30 Desember 2013, PT Bumiraya Investindo (BRI), entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berupa fasilitas pinjaman berjangka untuk perkebunan sebesar USD6.000.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 3 Mei 2014 dan dikenakan tingkat bunga sebesar COF + 4% per tahun.

Berdasarkan addendum perjanjian kredit No. LA/CA/1862/A3/2014 tanggal 2 Mei 2014 dan kemudian adendum perjanijian kredit No. LA/CA/1862/A4/2014 tanggal 27 Juni 2014, fasilitas ini diperpanjang, sehingga memiliki jatuh tempo pada 15 Agustus 2014.

Berdasarkan perjanjian kredit No. LA/CA/1864/2013 tanggal 25 Oktober 2013, BRI memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek untuk belanja modal sebesar USD10.000.000Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 31 Desember 2014 dan dikenakan bungasebesar COF + 4% per tahun.

Berdasarkan perjanjian kredit No.LA/CA/1864/A3/2014 jatuh tempo fasilitas ini diperpanjang hingga 15 Agustus 2014.

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke tanaman belum menghasilkan pada 31 Desember 2014 sebesar Rp7.103 (termasuk selisih kurs Rp3.345) (lihat Catatan 14).

Pada tanggal 10 Juli 2014, BRI melunasi utang bank jangka pendek ke Rabobank sebesar USD16,000,000 (ekuivalen Rp186.032).

PT Indo Beras Unggul

Berdasarkan amendemen persetujuan fasilitas kredit No. LA/CA/1830/A2/2012 tanggal 6 Juli 2012, PT Indo Beras Unggul (IBU), entitas anak, memperoleh fasilitas kredit stock financing dan short-term advance dengan pagu kredit masing-masing sebesar Rp70.000 dan Rp30.000 Kedua fasilitas ini jatuh tempo pada 31 Maret 2015 serta dikenakan bunga sebesar 10,33% per tahun.

Fasilitas kredit stock financing dan Short – term advance berubah menjadi fasilitas kredit working capital dengan pagu kredit Rp100.000 berdasarkan amandemen persetujuan fasilitas kredit LA/CA/1830/A4/2013 tanggal 11 Januari 2013. Sesuai dengan amandemen persetujuan fasilitas kredit LA/CA/1830/A10/2015 tanggal 13 Maret 2015, IBU, entitas anak, memperoleh tambahan pagu kredit menjadi Rp330.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 30

31 Maret 31 Desember

2015 2014

Rp Rp

Rupiah

PT Bank Rabobank International Indonesia 389.816 332.768

JPMorgan Chase Bank, N.A 158.668 140.303

The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited 163.102 197.307

PT Bank Permata 20.397 77.342

PT Bank DBS Indonesia 5.000 4.000

Citibank, N.A., Indonesia 3.911

--Jumlah Utang Bank Rupiah 740.894 751.720

Dollar AS

JP Morgan Chase Bank, N.A. 21.264 16.964

Jumlah Utang Bank Dolar AS 21.264 16.964

Jumlah Utang Bank Jangka Pendek 762.158 768.684

September 2015 serta dikenakan bunga sebesar COF rate + 250 bps per tahun.

Jaminan atas fasilitas ini adalah tanah dengan Hak Guna Bangungan No. 3 dan 4 yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, Mesin atas nama IBU, seluruh piutang usaha dan seluruh persediaan (lihat Catatan 4, 8 dan 13).

Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo terutang atas fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp289.500 dan Rp249.500.

PT Poly Meditra Indonesia

Berdasarkan surat persetujuan fasilitas No. LA/CA/1880/2014 pada tanggal 29 Oktober 2014, PMI memperoleh fasilitas modal kerja terkait kontrak PMI dengan Program Pangan Dunia PBB dan Kementrian Kesehatan Indonesia dengan pagu kredit sebesar Rp50.000. Suku bunga yang dikenakan untuk pinjaman ini adalah sebesar COF + 300

bps per tahun. Pinjaman ini jatuh tempo pada 29 Agustus 2015.

Jaminan atas pinjaman ini adalah piutang usaha atas PMI (lihat Catatan 4). Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh PMI adalah sebagai berikut:

- Seluruh kewajiban bank baru akan berlaku setelah dokumen jaminan dan persetujuan telah disetujui bank; - Debitur tidak diperkenankan untuk melakukan merger, akuisisi atau divestasi sampai seluruh hutangnya

terpenuhi;

- Bank dapat mengalihkan seluruh atau sebagian hak, manfaat dan kewajiban dari perjanjian ini kepada pihak ketiga; dan

- Debitur tidak berhak mengalihkan seluruh atau sebagian hak, manfaat dan kewajiban dari perjanjian ini kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari bank.

Atas pinjaman ini tidak ada pembatasan yang disyaratkan pihak bank yang harus dipenuhi PMI.

Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo terutang atas fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp50.000.

PT Sukses Abadi Karya Inti

Berdasarkan surat persetujuan fasilitas No. LA/CA/1876/2014 pada tanggal 19 Agustus 2014, PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI), entitas anak, memperoleh fasilitas short-term loan facility dengan pagu kredit sebesar Rp20.000. Suku bunga yang dikenakan untuk pinjaman ini adalah sebesar COF + 250 bps per tahun. Jatuh tempo fasilitas pinjaman ini tanggal 30 Juni 2015.

Berdasarkan surat persetujuan fasilitas No. LA/CA/1878/2014 pada tanggal 19 Agustus 2014, SAKTI, entitas anak, memperoleh fasilitas uncommitted working capital facility dengan pagu kredit sebesar Rp150.000. Suku bunga yang dikenakan untuk pinjaman ini adalah sebesar COF + 250 bps per tahun. Jatuh tempo fasilitas pinjaman ini tanggal 31 Agustus 2015.

Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang usaha dan persediaan SAKTI (lihat Catatan 4 dan 8), serta paripasu dengan

term loan SAKTI (lihat catatan 22).

Selama periode fasilitas pinjaman berlaku, SAKTI harus melakukan hal-hal sebagai berikut: Menjaga rasio DSCR minimal 1,25 kali;

Menjaga rasio Debt to Ebitda maksimal 3,50 kali; dan Menjaga rasio Debt to Equity maksimal 3,50 kali

Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo terutang atas fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp 50.316 dan Rp33.268.

b. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) PT Dunia Pangan

Berdasarkan Akta Perjanjian Pemberian Fasilitas Perbankan Korporasi No. JAK/140231/U/140305 tertangal 21 Maret 2014, PT Dunia Pangan (DP), entitas anak, memperoleh fasilitas Pinjaman Impor dan Pembiayaan Piutang Lokal dari HSBC dengan pagu kredit masing-masing sebesar Rp200.000 dengan periode pinjaman masing-masing 180 hari dari tanggal jatuh tempo wesel terkait, maksimal berlaku sampai 31 Januari 2015 dengan bunga harian sebesar COF + 3,75% per tahun.

Jaminan atas fasilitas ini adalah piutang usaha dan persediaan DP (lihat Catatan 4 dan 8). Selama periode fasilitas pinjaman berlaku, DP harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

• Tidak diperbolehkan menyatakan atau melakukan pembayaran dividen yang melebihi 30% dari laba bersih setelah pajak;

• Menjaga rasio lancar minimal 1,25 kali; dan

• Menjaga rasio gearing eksternal maksimal 2,50 kali.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, DP telah memenuhi rasio-rasio dan pembatasan yang disyaratkan.

Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 saldo terutang atas kedua fasilitas tersebut adalah masing-masing sebesar Rp163.102 dan Rp197.307.

c. JP Morgan Chase Bank, N.A Perusahaan

Berdasarkan surat penawaran fasilitas-fasilitas umum perbankan dengan No. 018/GCB-CSD/FA/AMD/VII/2013 tanggal 19 Juli 2013, Perusahaan, memperoleh fasilitas kredit working capital berupa fasilitas Letter of Credit, Import

Letter of Credit Bill (Trust Receipt), Bank Guarantee, Payable Financing (Collection/Open Account) dengan pagu

kredit USD15,000,000. Fasilitas ini memiliki jangka pembayaran maksimal 6 bulan dan dapat digunakan sampai dengan 1 tahun dan dikenakan bunga sebesar JIBOR + 4,5% per tahun. Jaminan atas fasilitas ini adalah persediaan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS), entitas anak (lihat Catatan 8).

Berdasarkan adendum perjanjian kredit No.017/GCB-CPD/FA/AMD-2/VI/2014, fasilitas ini diperpanjang, sehingga memiliki jatuh tempo pada 28 Juni 2015.

Atas fasilitas-fasilitas ini, Perusahaan dapat mencairkan pinjaman dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (USD). Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo atas fasilitas ini masing-masing adalah Rp158.668 dan Rp140.303 untuk mata uang Rupiah serta USD1.625.177 (ekuivalen Rp21.264) dan USD1,363,734 (ekuivalen Rp16.964) untuk mata uang USD. masing-masing pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.

d. PT Bank Permata Tbk PT Jatisari Srirejeki

Berdasarkan perjanjian kredit No. SKU/13/2069/N/MM tanggal 6 Nopember 2013, PT Jatisari Srirejeki (JS), entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman berupa fasilitas warehouse receipt financing dengan sebesar Rp150.000 dikenakan bunga masing-masing sebesar 12,75% per tahun pada 31 Maret 2015 dan 12% per tahun pada 31 Desember 2014. Jangka waktu pinjaman adalah 12 bulan sampai dengan 6 Nopember 2014. Jaminan atas fasilitas ini adalah persediaan JS (lihat Catatan 8).

Berdasarkan addendum perjanjian kredit No. 595/BP/CR-WB/XII/2014 tanggal 15 Desember 2014, pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 6 November 2015.

Selama periode fasilitas pinjaman berlaku, JSR harus melakukan hal-hal berikut:

• Menjaga DSCR minimal 1,25 kali;

• Menjaga DER maksimal 3,5 kali; dan

• Menjaga rasio lancar minimal 1,3 kali.

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, JS telah memenuhi rasio-rasio dan pembatasan yang disyaratkan.

Pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo terutang atas fasilitas ini adalah Rp20.397 dan Rp77.342. e. PT Bank DBS Indonesia

PT Subafood Pangan Jaya

Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 44 tertanggal 29 Januari 2013 di hadapan Veronica Nataarmadja, S.H., M.Corp.Admin, M.Com (Business Law) notaris di Jakarta, PT Subafood Pangan Jaya (SPJ), entitas anak, memperoleh fasilitas kredit non cash loan berupa account payable financing dan fasilitas revolving credit masing-masing dengan pagu kredit sebesar Rp15.000 dan Rp5.000. Jangka waktu pinjaman adalah 1 (satu) tahun sampai dengan 29 Januari 2014. Fasilitas ini dikenakan bunga masing-masing sebesar 13,10%-13,22% per tahun pada 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014.

Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kredit No. 015/PFPA-DBS/I/2014 tanggal 13 Januari 2014 di hadapan Veronica Nataarmadja, S.H., M.Corp.Admin, M.Com (Business Law) notaris di Jakarta, fasilitas ini diperpanjang, sehingga memiliki jatuh tempo 30 Mei 2015. Sampai tanggal pelaporan keuangan, perjanjian ini masih dalam proses perpanjangan.

Jaminan atas fasilitas perbankan tersebut di atas adalah aset tetap, persediaan dan piutang usaha yang dimiliki SPJ (lihat Catatan 13, 8 dan 4).

Pada tanggal 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014, saldo terutang atas fasilitas ini adalah sebesar Rp5.000 dan Rp4.000.

f. Citibank., N.A.,Indonesia PT Tiga Pilar Sejahtera

Berdasarkan Perjanjian Induk fasilitas kredit pada tanggal 11 Maret 2015, PT Tiga Pilar Sejahtera, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan pagu kredit sebesar Rp150.000 dengan tingkat bunga JIBOR + 330 bps. Jangka waktu pinjaman adalah 1 (satu) tahun sampai dengan tanggal 11 Maret 2016.

Jaminan atas fasilitas perbankan tersebut adalah persediaan yang dimiliki TPS (lihat Catatan 8). Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh TPS adalah sebagai berikut:

• Debitur tidak melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi dengan perusahaan lain, atau mengambil alih sebagian besar dari aset atau saham suatu perusahaan lain, atau menjual, menyewakan, mengalihkan atau dengan cara apapun melepaskan sebagian besar dari properti atau asetnya.

• Debitur tidak melakukan transaksi dengan pihak lain selain dalam rangka kegiatan usaha yang wajar dengan syarat komersial yang umum.

• Debitur tidak merubah susunan pemegang saham.

Dalam dokumen PT. TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD, Tbk. (Halaman 44-48)

Dokumen terkait