ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
25. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Maybank Maybank
Berdasarkan akad line fasilitas pembiayaan Musyarakah tanggal 3 Juni 2020, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (“Maybank”) dengan jumlah maksimum sebesar Rp500.000.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 7,25% pada tahun 2020.
Based on Musyarakah line financing facility agreement dated June 3, 2020, the Company obtained a financing facility from PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (“Maybank”) with maximum financing facility limit of Rp500,000,000,000. The proceeds of the loan from this facility were used to finance the Company’s operation. This loan bears interest at annual rates ranging from 7.25% in 2020.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pembiayaan sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of financing agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali yang diperhitungkan mulai periode Desember 2022.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER)
maksimum sebesar 2 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
of 1 time that started to be accounted on December 2022.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2 times.
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang tercantum dalam perjanjian utang banknya.
As of December 31, 2020, the Company has complied with all covenant stated in its bank loan agreements.
Rincian jumlah sisa fasilitas pinjaman adalah sebagai berikut:
The details of the remaining amount of loan facilities are as follows:
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga Third party
Maybank 336.423.859.686 - Maybank
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi Related parties
BNI 355.021.604.515 - BNI
Sub-total 691.445.464.201 - Subtotal
Perusahaan diwajibkan untuk membayar provision
fee atau up-front fee sebesar 0,25% dari jumlah
fasilitas pinjaman yang tersedia yang dibayarkan diawal masa peminjaman.
The Company is required to pay a provision fee or an up-front fee of 0.25% from the total loan facility, paid at the beginning of loan period.
Pada tanggal 15 September 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka pendek ke BNI sebesar Rp32.000.000.000.
On September 15, 2020, the Company has made repayment on short-term loans to BNI amounting Rp32,000,000,000.
25. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) 25. SHORT-TERM BANK LOANS (continued)
Rincian tanggal jatuh tempo dan jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
The details of maturities and collaterals related with long-term loans as of December 31, 2020 are as follows:
31 Desember 2020/Desember 31, 2020
Jatuh Tempo/Maturities Jaminan/Collateral
BNI 28 Mei 2021/ Tidak ada jaminan khusus/
May 28, 2021 No special collateral
Maybank 3 Juni 2021/ Tidak ada jaminan khusus/
June 3, 2021 No special collateral
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG 26. LONG-TERM LOANS
Pinjaman jangka panjang terdiri dari: Long-term loans consists of:
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
Utang bank jangka panjang 10.824.119.769.249 10.919.737.211.065 Long-term bank loans
Utang obligasi 5.000.000.000.000 2.750.000.000.000 Bonds payable
Sub-total 15.824.119.769.249 13.669.737.211.065 Sub-total
Biaya transaksi
yang belum diamortisasi (32.740.059.498) (44.243.787.624) Unamortized transaction cost
Total 15.791.379.709.751 13.625.493.423.441 Total
Dikurangi: bagian lancar Less: current portion
Utang bank jangka panjang (229.597.480.000) (585.388.500.000) Long-term bank loans
Utang obligasi jangka panjang (1.200.000.000.000) - Long-term bonds payable
Porsi tidak lancar: Non-current portion:
Utang bank jangka panjang 10.566.626.915.103 10.300.247.308.156 Long-term bank loans
Utang obligasi 3.795.155.314.648 2.739.857.615.285 Bonds payable
Total 14.361.782.229.751 13.040.104.923.441 Total
101
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued)
a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Pada tanggal-tanggal berikut, Perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas kredit dengan beberapa pihak bank dan institusi keuangan untuk membiayai pengembangan bandar udara Perusahaan:
On the following dates, the Company entered into agreements of credit facility with several banks and financial institutions to fund the airport development of the Company:
Jumlah maksimum Fasilitas Pinjaman (Rp)/ Tanggal Perjanjian/ Maximum Credit
Rekanan/ Counterparts Agreement date Facility Limit (Rp)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank”) 11 Agustus 2014/ 1.500.000.000.000
August 11, 2014
12 Oktober 2018/ 3.000.000.000.000
October 12, 2018
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“SMI”) 20 Maret 2015/ 500.000.000.000
March 20, 2015
21 November 2018/ 1.500.000.000.000
November 21, 2018
PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) 15 Juli 2015/ 400.000.000.000
July 15, 2015
Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (“EXIM”) 1 April 2015/ 1.500.000.000.000
April 1, 2015
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) 1 April 2016/ 700.000.000.000
April 1, 2016
30 Juli 2020/ 700.000.000.000
July 30, 2020
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“BNI”) 1 April 2016/ 700.000.000.000
April 1, 2016
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Mandiri”) 1 April 2016/ 700.000.000.000
April 1, 2016
25 Juni 2020/ 750.000.000.000
June 25, 2020
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) 12 September 2018/ 1.000.000.000.000
September 12, 2018
20 Juli 2020/ 500.000.000.000
July 20, 2020
Rincian jumlah pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut:
The details of the long-term loans are as follows:
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga Third party
Maybank 4.218.766.419.249 4.265.625.000.000 Maybank
Sub-total 4.218.766.419.249 4.265.625.000.000 Subtotal
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi Related parties
SMI 1.921.875.350.001 1.847.738.211.065 SMI EXIM 1.312.648.000.001 1.375.124.000.000 EXIM BTN 1.000.000.000.000 1.000.000.000.000 BTN BRI 670.810.000.000 685.416.666.667 BRI BNI 670.810.000.001 685.416.666.667 BNI Mandiri 670.810.000.000 685.416.666.666 Mandiri IIF 358.399.999.999 375.000.000.000 IIF Sub-total 6.605.353.350.002 6.654.112.211.065 Subtotal Total 10.824.119.769.251 10.919.737.211.065 Total
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Jumlah tersebut di atas merupakan jumlah sebelum penyesuaian nilai wajar.
Total amount above represents total amount before adjustment to fair value.
Rincian jumlah sisa fasilitas pinjaman adalah sebagai berikut:
The details of the remaining amount of loan facilities are as follows:
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
December 31, 2020 December 31, 2019
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi Related parties
Mandiri 750.000.000.000 - Mandiri BRI 700.000.000.000 - BRI BTN 500.000.000.000 - BTN SMI - 100.184.440.564 SMI IIF - - IIF EXIM - - EXIM Sub-total 1.950.000.000.000 100.184.440.564 Subtotal Total 1.950.000.000.000 100.184.440.564 Total
Jumlah tersebut di atas merupakan jumlah sebelum penyesuaian nilai wajar.
Total amount above represents total amount before adjustment to fair value.
Seluruh pinjaman Perusahaan yang ditandatangani sebelum tahun 2020, memiliki masa tenggang selama 3 (tiga) tahun, sementara yang ditandatangani di 2020 tidak memiliki masa tenggang. Perusahaan diharuskan membayar kembali secara 3 (tiga) bulanan setelah masa tenggang.
All Company's loans signed before 2020,have grace period of 3 (three) years, while loans signed in 2020 have no grace period. The Company is required to pay quarterly installments after the grace period.
Untuk Maybank I, SMI I, BRI, BNI, Mandiri, IIF dan EXIM, Perusahaan diwajibkan untuk membayar provision fee atau up-front fee sebesar 0,65% dari jumlah fasilitas pinjaman yang tersedia dan untuk Mandiri (2020) dan BRI (2020) sebesar 0,25% dari jumlah fasilitas pinjaman yang tersedia yang dibayarkan sekali diawal masa peminjaman.
For Maybank I, SMI I, BRI, BNI, Mandiri, IIF and EXIM loan facilities the Company is required to pay a provision fee or an up-front fee of 0.65%, from the total loan facility, and for Mandiri (2020), and BRI (2020), 0.25% from the total loan facility, paid once at the beginning of loan period.
Untuk pinjaman Maybank II, BTN, dan SMI II, Perusahaan diwajibkan untuk membayar
provision fee atau up-front fee sebesar 0,5%
dan untuk BTN (2020) sebesar 0,25% dari jumlah fasilitas pinjaman yang tersedia yang dibayarkan secara proposional per penarikan.
For Maybank II, BTN, and SMI II loan facilities, the Company is required to pay a provision fee or an up-front fee of 0.5%, from the total loan facility and BTN (2020), 0.25% from the total loan facility, paid proportionally per drawdown amount.
103
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued)
a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Rincian utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
The details of long-term bank loans are as follows:
31 Desember 2020/ 31 Desember 2019/
Rekanan December 31, 2020 December 31, 2019 Counterparts
Maybank 4.207.894.027.756 4.254.134.024.524 Maybank SMI 1.916.922.390.029 1.845.082.303.700 SMI EXIM 1.309.265.109.950 1.368.360.430.044 EXIM BTN 997.422.850.561 999.047.877.764 BTN BRI 669.081.222.388 682.113.486.229 BRI BNI 669.081.222.389 682.063.922.085 BNI Mandiri 669.081.222.388 681.912.896.487 Mandiri IIF 357.476.349.642 372.920.867.323 IIF 10.796.224.395.103 10.885.635.808.156
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun (229.597.480.000) (585.388.500.000) Less current maturities
Porsi jangka panjang 10.566.626.915.103 10.300.247.308.156 Long term portion
Jumlah tersebut di atas merupakan jumlah setelah penyesuaian nilai wajar.
Total amount above represents total amount after adjustment to fair value.
Pada tanggal 16 November 2017, 15 Februari 2018, 15 Mei 2018, 15 Agustus 2018, 15 November 2018, 15 Februari 2019, 15 Mei 2019, 15 Agustus 2019, 15 November 2019, dan 15 Februari 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke Maybank masing-masing sebesar Rp11.193.241.152, Rp20.056.758.848, Rp15.625.000.000, Rp15.625.000.000, Rp31.250.000.000, Rp31.250.000.000, Rp31.250.000.000, Rp31.250.000.000, Rp46.875.000.000, dan Rp46.875.000.000. On November 16, 2017, February 15, 2018, May 15, 2018, August 15, 2018, November 15, 2018, February 15, 2019, May 15, 2019, August 15, 2019, November 15, 2019, and February 15, 2020, the Company has made repayment on long-term loans to Maybank amounting
Rp11,193,241,152, Rp20,056,758,848, Rp15,625,000,000, Rp15,625,000,000, Rp31,250,000,000, Rp31,250,000,000, Rp31,250,000,000, Rp31,250,000,000 Rp46,875,000,000, and Rp46,875,000,000 respectively.
Pada tanggal 31 Mei 2018, 31 Agustus 2018, 30 November 2018, 1 Maret 2019, 1 Juni 2019, 1 September 2019, 29 November 2019, 28 Februari 2020, dan 29 Mei 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke SMI masing-masing sebesar Rp5.212.500.000, Rp5.212.500.000, Rp5.212.500.000, Rp5.212.500.000, Rp10.412.500.000, Rp10.412.500.000, Rp10.412.500.000, Rp10.412.500.000, dan Rp 15.625.000.000.
On May 31, 2018, August 31, 2018, November 30, 2018, March 1, 2019, June 1, 2019, September 1, 2019 and November 29, 2019, February 28, 2020 and May 29, 2020 the Company has made repayment on long-term loans to SMI amounting Rp5,212,500,000,
Rp5,212,500,000, Rp5,212,500,000,
Rp5,212,500,000, Rp10,412,500,000,
Rp10,412,500,000, Rp10,412,500,000,
Rp10,412,500,000, and Rp15,625,000,000, respectively.
Pada tanggal 15 Oktober 2018, 15 Januari 2019, 15 April 2019, 15 Juli 2019, 15 Oktober 2019, 15 Januari 2020, dan 15 April 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke IIF masing-masing sebesar Rp4.160.000.000, Rp4.160.000.000, Rp4.160.000.000, Rp4.160.000.000 Rp8.320.000.000, Rp8.320.000.000, dan Rp8.320.000.000.
On October 15, 2018, January 15, 2019, April 15, 2019, July 15, 2019, October 15, 2019, and January 15, 2020, April 15, 2020, the Company has made repayment on long-term loans to IIF
amounting Rp4,160,000,000,
Rp4,160,000,000, Rp4,160,000,000,
Rp4,160,000,000 Rp8,320,000,000,
Rp8,320,000,000, and Rp8,320,000,000,
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Pada tanggal 25 Juli 2018, 25 Oktober 2018, 25 Januari 2019, 25 April 2019, 25 Juli 2019, 25 Oktober 2019, 25 Januari 2020, dan 25 April 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke Eximbank
sebesar Rp15.600.000.000,
Rp15.600.000.000, Rp15.600.000.000, Rp15.600.000.000, Rp31.238.000.000, Rp31.238.000.000, Rp31.238.000.000, dan Rp31.238.000.000.
On July 25, 2018, October 25, 2018, January 25, 2019, April 25, 2019, July 25, 2019, October 25, 2019, January 25, 2020 and April 25, 2020 the Company has made repayment on
long-term loans to Eximbank amounting
Rp15,600,000,000, Rp15,600,000,000,
Rp15,600,000,000, Rp15,600,000,000,
Rp31,238,000,000, Rp31,238,000,000,
Rp31,238,000,000, and Rp31,238,000,000, respectively.
Pada tanggal 15 Juli 2019, 15 Oktober 2019, 15 Januari 2020, dan 15 April 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke Bank Mandiri sebesar Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000, dan Rp7.297.500.000.
On July 15, 2019, October 15, 2019, January 15, 2020, and April 15, 2020, the Company has made repayment on long-term loans to Bank
Mandiri amounting Rp7,297,500,000,
Rp7,297,500,000, Rp7,297,500,000, and
Rp7,297,500,000, respectively.
Pada tanggal 15 Juli 2019, 15 Oktober 2019, 15 Januari 2020, dan 15 April 2020 Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke BNI sebesar Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000 dan Rp7.297.500.000.
On July 15, 2019, October 15, 2019, January 15, 2020 and April 15, 2020 the Company has made repayment on long-term loans to BNI
amounting Rp7,297,500,000,
Rp7,297,500,000, Rp7,297,500,000 and
Rp7,297,500,000, respectively.
Pada tanggal 15 Juli 2019, 15 Oktober 2019, 10 Januari 2020, dan 10 April 2020, Perusahaan melakukan pembayaran atas pinjaman jangka panjang ke BRI sebesar Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000, Rp7.297.500.000 dan Rp7.297.500.000.
On July 15, 2019, October 15, 2019, January 10, 2020, and April 10, 2020, the Company has made repayment on long-term loans to BRI
amounting Rp7,297,500,000,
Rp7,297,500,000, Rp7,297,500,000 and
Rp7,297,500,000, respectively.
Rincian tanggal jatuh tempo dan jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
The details of maturities and collaterals related with long-term loans as of December 31, 2020 are as follows:
31 Desember 2020/Desember 31, 2020
Jatuh Tempo/Maturities Jaminan/Collateral
Maybank 15 November 2017 sampai Tidak ada jaminan khusus/
11 Agustus 2024/ No special collateral
November 15, 2017 until August 11, 2024 12 Oktober 2018 sampai 12 Oktober 2028/ October 12, 2018 until October 12, 2028
SMI 20 Maret 2018 sampai Tidak ada jaminan khusus/
20 Maret 2025/ No special collateral
March 20, 2018 until March 20, 2025 21 November 2018 sampai 21 November 2028/ November 21, 2018 until November 21, 2028
105
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued)
a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Rincian tanggal jatuh tempo dan jaminan sehubungan dengan fasilitas pinjaman jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
The details of maturities and collaterals related with long-term loans as of December 31, 2020 are as follows: (continued)
31 Desember 2020/Desember 31, 2020
Jatuh Tempo/Maturities Jaminan/Collateral
IIF 15 Juli 2018 sampai Tidak ada jaminan khusus/
15 Juli 2025/ No special collateral
July 15, 2018 until
July 15, 2025
EXIM 1 April 2018 sampai Tidak ada jaminan khusus/
1 April 2025/ No special collateral
April 1, 2018 until
April 1, 2025
BRI 1 April 2019 sampai Tidak ada jaminan khusus/
31 Maret 2026/ No special collateral
April 1, 2019 until
March 31, 2026
30 Juli 2023/
July 30, 2023
BNI 1 April 2019 sampai Tidak ada jaminan khusus/
31 Maret 2026/ No special collateral
April 1, 2019 until
March 31, 2026
Mandiri 1 April 2019 sampai Tidak ada jaminan khusus/
31 Maret 2026/ No special collateral
April 1, 2019 until
March 31, 2026
24 Juni 2023/
June 24, 2023
BTN 12 September 2018 sampai Tidak ada jaminan khusus/
12 September 2028/ No special collateral
September 12, 2018 until September 12, 2028 6 Juli 2023/ July 6, 2023 Maybank Maybank
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 11 Agustus 2014, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Maybank dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp1.500.000.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk membiayai pengembangan bandar udara Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 7,00% - 8,25% pada tahun 2020 dan antara 8,50% - 9,00% pada tahun 2019.
Based on a loan agreement dated
August 11, 2014, the Company obtained a term loan facility from Maybank with maximum credit facility limit of Rp1,500,000,000,000. The proceeds of the loan from this facility were used to finance the Company’s airport development. This loan bears interest at annual rates ranging from 7.00% - 8.25% in 2020 and 8.50% - 9.00% in 2019.
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Maybank (lanjutan) Maybank (continued)
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of loan agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1,20 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Rasio Lancar minimum sebesar 1,10 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1.20 times.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
times.
- Minimum Current Ratio of 1.10 times. Pada tanggal 5 November 2018, Maybank
menyetujui untuk melakukan penyesuaian
financial covenant sebagai berikut :
On November 5, 2018, Maybank agreed to adjust the financial covenant as follows:
- Penyesuaian Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) menjadi minimal sebesar 1 kali
- Menghapus permanen pembatasan Rasio Lancar.
- To adjust Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) to minimum of 1 time.
- Permanently removed the Current Ratio
covenant.
Pada tanggal 3 Juni 2020, Maybank setuju memberikan penangguhan pembayaran angsuran hutang pokok yang jatuh tempo pada tanggal 1 Mei 2020 hingga 30 April 2021. Disamping kewajiban pembayaran tersebut, Maybank juga menyetujui untuk melakukan penyesuaian financial covenant sebagai berikut:
On 3 June 2020, Maybank agreed to postpone the payment of installments of principal debt due on 1 May 2020 to 30 April 2021. In addition to the payment obligations, Maybank also agreed to make financial covenant adjustments as follows:
- Penyesuaian Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) sebesar 1 kali akan diperhitungkan
mulai periode Desember 2022.
- Penyesuaian Debt to Equity (DER) sebesar 2 kali akan diperhitungkan mulai periode Desember 2021.
- To adjust the Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time will be calculated starting from December 2022.
- To adjust Debt to Equity (DER) of 2 time will be
calculated starting from December 2021.
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 12 Oktober 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berjangka dari Maybank dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp3.000.000.000.000. Hasil penerimaan dari pinjaman ini digunakan untuk membiayai pengembangan bandar udara Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 7,15% - 8,40% pada tahun 2020 dan 8,65% - 9,15% pada tahun 2019.
Based on a loan agreement dated
October 12, 2018, the Company obtained a term loan facility from Maybank with maximum credit facility limit of Rp3,000,000,000,000. The proceeds of the loan from this facility were used to finance the Company’s airport development. This loan bears interest at annual rates ranging from 7.15% - 8.40% in 2020 and 8.65% - 9.15% in 2019.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of loan agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
107
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
Maybank (lanjutan) Maybank (continued)
Berdasarkan akad line fasilitas pembiayaan Musyarakah tanggal 7 November 2019, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan dari Maybank dengan jumlah maksimum sebesar Rp1.000.000.000.000. Perusahaan juga menandatangani akad Perjanjian Limit Gabungan No PJJ.04.04./00/11/2019/0792 pada tanggal 7 November 2019 dengan Maybank dimana Perusahaan tidak dapat menggunakan limit fasilitas perjanjian kredit yang disepakati sebelumnya pada tanggal 12 Oktober 2018 jika jumlah kewajiban Perusahaan gabungan yang harus dibayar (Limit Kredit dan Limit Pembiayaan Musyarakah) kepada Maybank telah melebihi Rp3.000.000.000.000.
Based on Musyarakah line financing facility agreement dated November 7, 2019, the Company obtained a financing facility from Maybank with maximum financing facility limit of
Rp1,000,000,000,000. The Company also
signed Combined Limit Agreeement No.
PJJ.04.04./00/11/2019/0792 dated
November 7, 2019 with Maybank where the Company would not be able to use the credit facility limit which previously agreed on October 12, 2018 if the total Company’s liability to Maybank (Credit limit and Financing Limit) has exceeded Rp3,000,000,000,000.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pembiayaan sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of financing agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
times.
Pada tanggal 19 Mei 2020, Maybank setuju memberikan penangguhan pembayaran angsuran hutang pokok yang jatuh tempo pada tanggal 1 Mei 2020 hingga 30 April 2021. Disamping kewajiban pembayaran tersebut, Maybank juga menyetujui untuk melakukan penyesuaian financial covenant sebagai berikut:
On May 19, 2020, Maybank agreed to postpone the payment of installments of principal debt due on 1 May 2020 to 30 April 2021. In addition to the payment obligations, Maybank also agreed to make financial covenant adjustments as follows:
- Penyesuaian Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) sebesar 1 kali akan diperhitungkan
mulai periode Desember 2022.
- Penyesuaian Debt to Equity (DER) sebesar 2 kali akan diperhitungkan mulai periode Desember 2021.
- To adjust the Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time will be calculated starting from December 2022.
- To adjust Debt to Equity (DER) of 2 time will
be calculated starting from December 2021.
SMI SMI
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 20 Maret 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan dari SMI dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp500.000.000.000. Hasil penerimaan dari pembiayaan ini digunakan untuk pengembangan bandar udara Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 4,50% - 8,25% pada tahun 2020 dan antara 8,25% - 9,00% pada tahun 2019.
Based on a loan agreement dated
March 20, 2015, the Company obtained a financing facility from SMI with maximum credit facility limit of Rp500,000,000,000. The proceeds of the loan from this facility were used
to to finance the Company’s airport
development. This loan bears interest at annual rates ranging from 4.50% - 8.25% in 2020 and 8.25% - 9.00% in 2019.
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
SMI (lanjutan) SMI (continued)
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of loan agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1,20 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Rasio Lancar minimum sebesar 1,10 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1.20 times.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
times.
- Minimum Current Ratio of 1.10 times. Pada tanggal 20 September 2018, SMI
menyetujui untuk melakukan perubahan
financial covenant menjadi sebagai berikut :
On September 20, 2018, SMI agreed to adjust financial covenant to become as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
times.
Pada tanggal 30 Juni 2020, SMI setuju memberikan penangguhan pembayaran angsuran hutang pokok yang jatuh tempo pada tanggal 1 September 2020 hingga 1 Maret 2021. Disamping kewajiban pembayaran tersebut, SMI juga menyetujui untuk melakukan penyesuaian financial covenant sebagai berikut:
On 30 June 2020, SMI agreed to postpone the payment of installments of principal debt due on 1 September 2020 to 1 March 2021. In addition to the payment obligations, SMI also agreed to make financial covenant adjustments as follows:
- Penyesuaian Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) sebesar 1 kali untuk diperhitungkan
mulai periode Desember 2022.
- To adjust the Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time will be calculated starting from December 2022.
Berdasarkan perjanjian kredit tanggal 21 November 2018, Perusahaan memperoleh fasilitas pembiayaan dari SMI dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp1.500.000.000.000. Hasil penerimaan dari pembiayaan ini digunakan untuk pengembangan bandar udara Perusahaan. Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 4,50% - 8,40% pada tahun 2020 dan antara 8,40% - 9,15% pada tahun 2019.
Based on a loan agreement dated
November 21, 2018, the Company obtained a financing facility from SMI with maximum credit facility limit of Rp1,500,000,000,000. The proceeds of the loan from this facility were used to finance the Company’s airport development. This loan bears interest at annual rates ranging from 4.50% - 8.40% in 2020 and 8.40% - 9.15% in 2019.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of loan agreement as follows:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimal sebesar 1 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maksimum sebesar 2 kali.
- Minimum Debt Service Coverage Ratio
(DSCR) of 1 time.
- Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 2
109
26. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 26. LONG-TERM LOANS (continued) a. Utang bank jangka panjang (lanjutan) a. Long-term bank loans (continued)
SMI (lanjutan) SMI (continued)
Pada tanggal 30 Juni 2020, SMI setuju untuk melakukan penyesuaian financial covenant sebagai berikut:
On June 30, 2020, SMI agreed to to make