a. Utang bank jangka pendek (lanjutan) a. Short-term bank loans (continued)
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
Pada tanggal 29 Desember 2020, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp20.000.000 dengan jangka waktu 6 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2021 termasuk masa tenggang (grace period) selama 5 bulan. APS telah melunasi pinjaman ini pada tanggal 24 Juni 2021.
On December 29, 2020, APS obtained financing working capital facility amounted Rp20,000,000 with 6 months term with due date on June 20,2021 including 5 months grace period.PS has repaid the outstanding loan on June 24, 2021.
Pada tanggal 17 Juni 2021, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp20.000.000 dengan jangka waktu 6 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2021.
On June 17, 2021, APS obtained a working capital financing facility of Rp20,000,000 with a term of 6 months and will due on December 20, 2021.
Pada tanggal 19 Agustus 2019, APP memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk dengan fasilitas maksimum pinjaman sebesar Rp130.000.000 dengan suku bunga 9,25% per tahun. Fasilitas ini bersifat revolving dan dijamin dengan piutang usaha APP kepada Perusahaan sebesar pinjaman yang diterima. Fasilitas pinjaman ini digunakan untuk modal kerja untuk pengerjaan proyek pekerjaan konstruksi. APP telah melakukan penarikan fasilitas pinjaman ini pada tanggal 23 Agustus 2019 sebesar Rp24.400.000 dan Rp9.200.000 yang masing-masing jatuh tempo pada tanggal 29 Agustus 2019. APP melakukan penarikan kembali fasilitas pinjaman sebesar Rp82.870.000 yang jatuh tempo pada 19 November 2020. Pada 19 Agustus 2020, APP memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman sebesar Rp100.000.000, atas fasilitas pinjaman tersebut, pada tanggal 16 Oktober 2020, APP melakukan penarikan fasilitas sebesar Rp8.700.000 yang akan jatuh tempo pada 19 Agustus 2021.
On August 19, 2019, APP obtained loan facility from PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk with maximum loan facility amounted to Rp130,000,000 and bear interest 9,25% per anmum.
This credit is a revolving facility and secured by trade receivables APP to the Company with the same amount of loans received. The loan facility is used as working capital for construction project. APP has withdrawn the loan facility on August 23, 2019 amounting to Rp24,400,000, Rp9,200,000 which due on December 23, 2019 and February 23, 2020, respectively.
Afterwards, APP has withdrawn the loan facility amounting to Rp82,870,000 which due on November 19, 2020.
On August 19, 2020, APP obtained an extension of the loan facility amounting to Rp100,000,000, for these loan facility, APP has withdrawn the loan facility on October 16, 2020 amounting to Rp8,700,000 which will due on August 19, 2021.
PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri
Pada tanggal 15 Juli 2014, APS memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar Rp42.000.000 dengan jangka waktu 12 bulan. Fasilitas ini digunakan sebagai modal kerja dengan agunan berupa mesin/peralatan yang dimiliki oleh APS. Fasilitas tersebut telah beberapa kali diperpanjang, terakhir berdasarkan perjanjian tanggal 2 Oktober 2018 tentang addendum fasilitas akad pembiayaan Musyarakah, dimana APS menurunkan fasilitas pembiayaan menjadi Rp36.000.000 dan telah jatuh tempo pada tanggal 31 Juli 2019. APS telah melunasi pinjaman ini pada tanggal 31 Juli 2019.
On July 15, 2014, APS obtained financing facility amounted Rp42,000,000 with 12 months term. This facility is used as working capital and secured by machinery/equipment owned by APS. This facility had been extended several times, last extension was based on an agreement dated October 2, 2018 regarding addendum of Akad facility financing Musyarakah, where APS deducted the financing facility to Rp36,000,000 and will mature on July 31, 2019. APS has repaid the outstanding loan on July 31, 2019.
Pada tanggal 28 Juni 2019, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp11.357.000 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 29 Januari 2020 termasuk masa tenggang (grace period) selama 6 bulan. Per tanggal 31 Desember 2020, APS telah melunasi pinjaman ini.
On June 28, 2019, APS obtained financing working capital facility amounted Rp11,357,000 with 7 months term with due date on January 29, 2020 including 6 months grace period. As of December 31, 2020, APS has fully paid this loan.
Pada tanggal 31 Juli 2019, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp9.619.000 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 28 Februari 2020 termasuk masa tenggang (grace period) selama 6 bulan. Per tanggal 31 Desember 2020, APS telah melunasi pinjaman ini.
On July 31, 2019, APS obtained financing working capital facility amounted Rp9,619,000 with 7 months term with due date on February 28, 2020 including 6 months grace period. As of December 31, 2020, APS has fully paid this loan.
Pada tanggal 18 September 2019, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp3.333.600 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 April 2020 termasuk masa tenggang (grace period) selama 6 bulan. Per tanggal 31 Desember 2020, APS telah melunasi pinjaman ini.
On September 18, 2019, APS obtained financing working capital facility amounted Rp3,333,600 with 7 months term with due date on April 20, 2020 including 6 months grace period. As of December 31, 2020, APS has fully paid this loan.
Pada tanggal 29 Desember 2020, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp20.000.000 dengan jangka waktu 6 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2021.
On December 29, 2020, APS obtained financing working capital facility amounted Rp20,000,000 with 6 months term with due date on June 20, 2021.
Pada tanggal 24 Januari 2020, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp20.172.000 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 28 Agustus 2020 termasuk masa tenggang (grace period) selama 6 bulan. Pada tanggal 24 Agustus 2020 fasilitas ini diperpanjang berdasarkan Addendum 1 Akad Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Musyarakah dengan jangka waktu 4 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 17 Desember 2020. APS telah melunasi pinjaman ini pada tanggal 20 Desember 2020.
On January 24, 2020, APS obtained financing working capital facility amounted Rp20,172,000 with 7 months term with due date on August 28, 2020 including 6 months grace period. On August 24, 2020, this facility had been extended Regarding to Addendum 1 of Akad facility financing Musyarakah with 4 months term with due date on December 17, 2020.
APS has repaid the outstanding loan on December 20, 2020.
Pada tanggal 24 Januari 2020, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp260.000 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 September 2020 termasuk masa tenggang (grace period) selama 6 bulan. APS telah melunasi pinjaman ini pada tanggal 20 September 2020.
On January 24, 2020, APS obtained financing working capital facility amounted Rp260,000 with 7 months term with due date on September 20, 2020 including 6 months grace period. APS has repaid the outstanding loan on September 20, 2020.
Pada tanggal 5 Maret 2021, APS memperoleh fasilitas pembiayaan modal kerja sebesar Rp13.839.000 dengan jangka waktu 7 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 21 September 2021.
On March 5, 2021, APS obtained financing working capital facility amounted Rp13,839,000 with 7 months term with due date on September 21, 2021.
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
a. Utang bank jangka pendek (lanjutan) a. Short-term bank loans (continued)
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Pada tanggal 11 Desember 2014, APS memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar Rp40.000.000 dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan jangka waktu 12 bulan dengan tingkat bunga 11,5% per tahun. Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang, terakhir berdasarkan surat dari BNI tanggal 22 Desember 2020, dimana pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2021 dengan tingkat suku bunga 10,00% per tahun.
Pada tanggal 21 Oktober 2020, APS memperoleh pinjaman jangka pendek sebesar Rp13.500.000 dari Bank Negara Indonesia dengan tingkat bunga 10% pertahun. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 10 Desember 2021 setelah dilakukan perpanjangan atas jangka waktu fasilitas kredit modal kerja BNI.
Pada tanggal 6 Mei 2021 APS memperoleh pinjaman jangka panjang untuk kredit investasi sebesar Rp2.499.000.000 dari Bank Negara Indonesia dengan jangka waktu 16 bulan dan tingkat bunga 10 % pertahun. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2021.
APS diwajibkan untuk menjaga rasio keuangan berupa rasio lancar minimum sebesar 1 kali, debt service coverage rasio minimum sebesar 1 kali dan debt to equity ratio (DER) maksimal sebesar 2,50 kali.
Pada 31 Desember 2020, APS telah menerima surat pembebasan (waiver letter) dari BNI atas tidak terpenuhinya rasio keuangan tertentu pada tanggal 31 Desember 2020.
On December 11, 2014, APS obtained short term bank loan facility amounted to Rp40,000,000 from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) with 12 months term, bearing interest at 11.5%.
This facility had been extended several times, last extension was based on letter from BNI dated December 22, 2020, where the loan will mature on December 10, 2021, bearing interest rate at 10.00%.
On October 21, 2020, APS obtained a short-term loan amounting to Rp13,500,000 from Bank Negara Indonesia with an annual interest rate of 10%. The loan will due on December 10, 2021 after an extension of the term of the BNI working capital credit facility.
On May 6, 2021, APS obtained a long-term loan for investment credit amounting to Rp2,499,000,000 from Bank Negara Indonesia with a term of 16 months and an interest rate of 10% per annum. The loan will due on August 31, 2021.
APS is required to maintain the debtor's financial ratios, minimum current ratio of 1 time, debt service coverage minimum 1 time, debt to equity ratio (DER) maximum 2.50 times.
On December 30, 2020, the Company has received waiver letter from BNI for incompliance of certain financial ratio as of December 31, 2020.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Pada tanggal 7 Agustus 2020, Perusahaan bersama dengan anak perusahaan menandatangani perjanjian fasilitas notional pooling dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tentang layanan notional pooling Nomor:
SP.DK.155/HK.06/2020. Jangka waktu fasilitas ini adalah 1 tahun terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian. Atas fasilitas ini, bank memberikan jasa giro efektif dan membebankan biaya bunga efektif yang dihitung atas dasar posisi saldo akhir harian. Pada tanggal 30 Juni 2021, saldo pinjaman pada fasilitas ini adalah Rp36.916.756.
On August 7, 2020, the Company and its subsidiaries signed a notional pooling facility agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk regarding notional pooling services Number: SP.DK.155 / HK.06 / 2020. The term of these facility is 1 year from the signing date of the agreement. For these facility, the bank provides an effective charges of current account service and effective charges of interest which is calculated on the basis of the daily at ending balance. As of March 31, 2021, the outstanding balance of these facility is Rp26,898,883.
Pada tanggal 4 Maret 2021, APL memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dari Bank Mandiri dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp15.000.000. Penarikan pinjaman ini dilakukan pada tanggal 17 Maret 2021 sebesar Rp15.000.000 dengan jangka waktu 12 bulan dan tingkat suku bunga 1% di atas tingkat suku bunga deposito counter. Seluruh fasilitas yang diperoleh dijamin dengan Deposito a.n APL sebesar Rp15.000.000. Sampai dengan 30 Juni 2020, APL telah melakukan pembayaran cicilan pokok atas pinjaman tersebut sebesar Rp1.000.000.
On March 4, 2021, APL obtained a short-term loan facility from Bank Mandiri with a maximum credit facility limit of Rp15,000,000. The drawdown of this loan was made on March 17, 2021 amounted to Rp15,000,000 with 12 months term and the interest rate was 1%
above the counter deposit rate. All facilities obtained are secured by deposits a.n APL amounted to Rp15,000,000. As of June 30, 2020, APL has paid the principal installment of the loan amounting to Rp1,000,000.
Pada tanggal 18 Desember 2020, APL memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dari SMI dengan jumlah maksimum fasilitas pinjaman sebesar Rp25.000.000. Penarikan fasilitas pinjaman ini telah dilakukan oleh APL pada tanggal 28 Desember 2020 sebesar Rp15.000.000 dengan jangka waktu 12 bulan dan tingkat suku bunga 9,00% per tahun.
On December 18, 2020, APL obtained a short term loan facility from SMI with maximum credit facility limit of Rp25,000,000. Withdrawal of this loan facility has been made by APL on December 28, 2020 amounted to Rp15,000,000 with 12 months term, bearing interest at 9.00% per annum.
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang b. Long-term bank loans
30 Juni 2021/ 31 Desember 2020/
June 30, 2021 December 31, 2020
Perusahaan The Company
Pihak berelasi Related parties
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
("Mandiri") 5.999.751.026 5.855.163.118 ("Mandiri")
PT Sarana Multi Infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur
(Persero) ("SMI") 3.349.663.885 3.349.663.885 (Persero) ("SMI")
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk ("BTN") 3.000.000.000 3.000.000.000 (Persero) Tbk ("BTN") PT Bank BRI Syariah Tbk ("BRIS") 1.000.000.000 1.000.000.000 PT Bank BRI Syariah Tbk ("BRIS")
PT Bank Syariah Mandiri 1.000.000.000 1.000.000.000 PT Bank Syariah Mandiri
PT Indonesia Infrastucture PT Indonesia Infrastucture
Finance ("IIF") 499.875.513 499.875.513 Finance ("IIF")
PT Bank Rakyat Indonesia PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk ("BRI") 349.912.859 349.912.859 (Persero) Tbk ("BRI")
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk ("BNI") - - (Persero) Tbk ("BNI")
Sub-total 15.199.203.283 15.054.615.375 Subtotal
Pihak ketiga Third party
PT Bank Central Asia Tbk ("BCA") 2.799.800.821 2.655.212.912 PT Bank Central Asia Tbk ("BCA")
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Khusus Ibukota ("Bank DKI") 1.700.000.000 1.416.780.515 Khusus Ibukota ("Bank DKI")
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur ("Bank Jatim") 1.000.000.000 809.686.451 Jawa Timur ("Bank Jatim") PT Bank Papua ("Bank Papua') 500.000.000 404.843.225 PT Bank Papua ("Bank Papua")
PT Bank Danamon 500.000.000 - PT Bank Danamon
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY") 200.000.000 161.937.290 Istimewa Yogyakarta ("Bank DIY")
PT Bank Pembangunan Daerah Bali PT Bank Pembangunan Daerah Bali
("Bank Bali") 100.000.000 80.968.645 ("Bank Bali")
Sub-total 6.799.800.821 5.529.429.038 Subtotal
Total 21.999.004.104 20.584.044.413 Total
Entitas anak Subsidiaries
Pihak berelasi Related parties
PT Bank Syariah Mandiri ("BSM") 216.760.148 240.416.209 PT Bank Syariah Mandiri ("BSM")
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk ("BNI") 26.867.135 27.684.861 (Persero) Tbk ("BNI")
Sub-total 243.627.283 268.101.070 Subtotal
Pihak ketiga Third parties
PT Bank Muamalat - 215.535.335 PT Bank Muamalat
Sub-total - 215.535.335 Subtotal
Total 22.242.631.387 21.067.680.818 Total
Biaya pinjaman yang belum
diamortisasi (57.093.831) (57.093.831) Unamortized cost of loans
Total 22.185.537.556 21.010.586.987 Total
Dikurangi : bagian jangka pendek
Utang bank jangka panjang (230.914.666) (281.507.053) Less : Current portion long-term bank loan
Bagian jangka panjang 21.954.622.890 20.729.079.934 Long-term portion
Utang bank jangka panjang terdiri dari: Long-term bank loans consist of:
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
SMI SMI
Mandiri Mandiri
BCA BCA
IIF IIF
BRI BRI
Total Total
Mandiri Mandiri
BCA BCA
Total Total
Jumlah sisa Jumlah
Plafond/Plafonds Drawdown facilities drawdown
Perjanjian kredit sindikasi 2016 Syndicated credit agreement 2016
Pada tanggal 18 Agustus 2016, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi dengan Bank dan Lembaga Keuangan NonBank dimana Mandiri sebagai agen sindikasi. Rincian utang jangka panjang atas perjanjian kredit sindikasi pada tanggal 30 Juni 2021 adalah sebagai berikut:
On August 18, 2016, the Company signed Syndicated Credit Agreement with a Bank and a Non-Bank Financial Institution which Mandiri as an syndicated agent. The details of long-term bank loans of syndicated credit agreement as of June 30, 2021, are as follows:
Amount of
Plafond/Plafonds Drawdown facilities drawdown
1.350.000.000 1.349.663.885 336.115
fasilitas pinjaman/ pinjaman
Remaining jangka panjang/
Penarikan/ amount of loan
1.349.663.885 1.000.000.000 999.751.026 248.974 999.751.026 800.000.000 799.800.821 199.179 799.800.821 500.000.000 499.875.513 124.487 499.875.513 350.000.000 349.912.859 87.141 349.912.859
4.000.000.000 3.999.004.104 995.896 3.999.004.104
Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan dan/ atau pembiayaan kembali proyek pengembangan bandara dan/ atau investasi.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 7,25% sampai dengan 8,50% pada tahun 2020 dan 6,50% sampai dengan 6,50% pada tahun 2021 dan merupakan pinjaman tanpa jaminan.
Credit facilities is used for financing and/or refinancing airport and/or investment development projects.
This loan bears annual interest ranging from 7.25% to 8.50% in 2020 and ranging from 6.50% to 6.75% in 2021 and represent unsecured loans.
Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban yang tercantum dalam seluruh perjanjian utang jangka panjangnya.
As of December 31, 2020, the Company has complied with all covenant in all of its long-term bank loan agreements
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1 kali pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020. Namun demikian kondisi ini tidak merupakan peristiwa cidera janji yang berkelanjutan yang menyebabkan pinjaman menjadi segera jatuh tempo. Disamping itu, Pada tanggal 28 Desember 2020, Perusahaan telah menerima surat persetujuan pengampunan atas tidak terpenuhinya DSCR minimum 1 kali dari agen sindikasi. Fasilitas pinjaman pokok akan dibayar dalam 40 kali angsuran triwulanan mulai tanggal 23 September 2021, sedangkan bunga dibayar secara bulanan.
The Company can not meet the Debt Service Coverage Ratio (DSCR) requirement minimum 1 time as of Juni 30, 2021 and December 31, 2020. However, this condition does not constitute an event of continuing breach of covenant which causes the loan to become due immediately. In addition, on December 28, 2020, the Company has received waiver approval latter of not fulfilled the DSCR of minimum 1 time from the syndicated agent. The principal facility is payable in 40 installments starting on the date September 23, 2021, while the interest is paid monthly.
Perjanjian kredit sindikasi BCA dan Mandiri 2019 BCA and Mandiri syndicated credit agreement
Pada tanggal 23 Desember 2019, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi dimana BCA sebagai agen fasilitas. Rincian utang jangka panjang atas perjanjian kredit sindikasi pada tanggal 30 Juni 2021 adalah sebagai berikut:
On December 23, 2019, the Company signed Syndicated Credit Agreement which BCA as an facility agent. The details of long-term bank loans of syndicated credit agreement as of June 30, 2021, are as follows:
Jumlah sisa Jumlah
fasilitas pinjaman/ pinjaman
Remaining jangka panjang/
Penarikan/ amount of loan Amount of
2.000.000.000 2.000.000.000 - 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 - 2.000.000.000 4.000.000.000 4.000.000.000 - 4.000.000.000
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Bank Jatim Bank Jatim
Bank DKI Bank DKI
Bank Papua Bank Papua
Bank DIY Bank DIY
Bank Bali Bank Bali
Total Total
fasilitas pinjaman/ pinjaman
1.000.000.000 1.000.000.000 - 1.000.000.000 700.000.000 700.000.000 - 700.000.000
Plafond/Plafonds Drawdown facilities drawdown
Perjanjian kredit sindikasi BCA dan Mandiri 2019 (continued) BCA and Mandiri syndicated credit agreement (continued) Fasilitas pinjaman pokok akan dibayar dalam 40 kali angsuran triwulanan
mulai tanggal 23 Maret 2025, sedangkan bunga dibayar secara bulanan.Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan investasi dan belanja modal.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 6,25% sampai dengan 6,50% pada tahun 2021 dan 7,00% sampai dengan 8,25% pada tahun 2020 dan merupakan pinjaman tanpa jaminan.
Jangka waktu perjanjian kredit sindikasi adalah 15 tahun terhitung sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan tanggal 23 Desember 2034 termasuk masa tenggang waktu (grace period) selama 5 tahun.
Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
-Debt Service Coverage Ratio (DSCR) min sebesar 1 kali -Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER) maks sebesar 3 kali -Rasio Lancar min sebesar 1 kali untuk periode 2024 dan setelahnya.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1 kali pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020. Namun demikian kondisi ini tidak merupakan peristiwa cidera janji yang berkelanjutan yang menyebabkan pinjaman menjadi segera jatuh tempo. Disamping itu, Pada tanggal 22 Desember 2020, Perusahaan telah menerima surat persetujuan pengampunan atas tidak terpenuhinya DSCR minimum 1 kali dari agen sindikasi.
Loan facility is payable in 40 quarterly installments starting on March 23, 2025, while interest will be paid on monthly basis. Credit facilities is used for investment financing and capital expenditure.
This loan bears annual interest ranging from ranging from 6.25% to 6.50% in 2021 and 7.00% to 8.25% in 2020 and represent unsecured loan.
The Syndicated Loan Agreement is valid for 15 years from December 23, 2019 until December 23, 2034 including grace period of 5 years.
The Company is also required to maintain certain financial ratios during the period of loan agreement as follows:
- Minimum Debt Service Coverage Ratio (DSCR) of 1 time - Maximum Debt Equity Ratio (DER) of 3 times - Minimum Current Ratio of 1 time since 2024 and after.
The Company can not meet the Debt Service Coverage Ratio (DSCR) requirement minimum 1 time as of Juni 30, 2021 and December 31, 2020. However, this condition does not constitute an event of continuing breach of covenant which causes the loan to become due immediately. In addition, on December 22, 2020, the Company has received waiver approval latter of not fulfilled the DSCR of minimum 1 time from the syndicated agent.
Perjanjian kredit sindikasi - Bank Pembangunan Daerah Syndicated credit - Bank Pembangunan Daerah
Pada tanggal 23 Desember 2019, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi Bank Pembangunan Daerah dimana Bank DKI sebagai agen sindikasi. Rincian utang jangka panjang atas perjanjian kredit sindikasi pada tanggal 30 Juni 2021 adalah sebagai berikut:
On December 23, 2019, the Company signed Regional Development Banks Syndicated Credit Agreement which Bank DKI as an syndicated agent. The details of long-term bank loans of syndicated credit agreement as of June 30, 2021, are as follows:
Jumlah sisa Jumlah
Remaining jangka panjang/
Penarikan/ amount of loan Amount of
500.000.000 500.000.000 - 500.000.000 200.000.000 200.000.000 - 200.000.000 100.000.000 100.000.000 - 100.000.000
2.500.000.000 2.500.000.000 - 2.500.000.000
22. UTANG BANK (lanjutan) 22. BANK LOAN (continued)
b. Utang bank jangka panjang (lanjutan) b. Long-term bank loans (continued)
Mandiri Mandiri
BRI BRI
BNI BNI
Total Total
2.400.000.000 1.643.681.073 756.318.927 - 1.000.000.000 684.867.114 315.132.886 - 1.000.000.000 684.867.114
Perjanjian kredit sindikasi - Bank Pembangunan Daerah (lanj.) Syndicated credit - Bank Pembangunan Daerah (cont.)
Fasilitas pinjaman pokok akan dibayar dalam 40 kali angsuran triwulanan mulai tanggal 23 Maret 2025, sedangkan bunga dibayar secara bulanan.
Pinjaman tersebut digunakan untuk pembiayaan investasi rutin, pengembangan bandara existing maupun bandara baru yang dikelola Perusahaan tahun 2019 - 2022.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 6,25% sampai dengan 6,50% pada tahun 2021 dan 7,00% sampai dengan 8,25% pada tahun 2020 dan merupakan pinjaman tanpa jaminan.
Jangka waktu perjanjian kredit sindikasi adalah 15 tahun terhitung sejak tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan tanggal 23 Desember 2034 dengan masa grace period dan masa penarikan kredit masing-masing selama 5 tahun dan 3 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian kredit.
Perusahaan juga diwajibkan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan tertentu selama periode perjanjian pinjaman sebagai berikut:
- Debt Service Coverage Ratio (DSCR) min sebesar 1 kali.
- Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (DER) maks sebesar 3 kali.
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1 kali pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020. Namun demikian kondisi ini tidak merupakan peristiwa cidera janji yang berkelanjutan yang menyebabkan pinjaman menjadi segera jatuh
Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan Debt Service Coverage Ratio (DSCR) minimum 1 kali pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020. Namun demikian kondisi ini tidak merupakan peristiwa cidera janji yang berkelanjutan yang menyebabkan pinjaman menjadi segera jatuh