• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTANG BANK (lanjutan) BANK LOANS (continued)

AKUNTANSI YANG PENTING ESTIMATES AND ASSUMPTIONS Penyusunan laporan keuangan konsolidasian

16. UTANG BANK (lanjutan) BANK LOANS (continued)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (continued) Berdasarkan perubahan perjanjian terakhir tanggal

6 November 2018, TSJ memperoleh fasilitas bank garansi dan kredit lokal (cerukan) dari BCA dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp10.000.000.000 dan Rp50.000.000.000. Fasilitas maximum limit of Rp10,000,000,000 and Rp50,000,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until September 11, 2019 and bear interest rate at 9.75% per annum.

Berdasarkan perubahan perjanjian terakhir tanggal 14 November 2018, GCM memperoleh fasilitas kredit lokal (cerukan), fasilitas multi (terdiri dari letter of credit (L/C) dan bank garansi) dan fasilitas foreign exchange line dari BCA dengan batas

maksimum masing-masing sebesar

Rp15.000.000.000, AS$7.000.000 dan AS$5.000.000. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 11 September 2019. Fasilitas kredit lokal (cerukan) dikenakan bunga sebesar 9,75% per tahun.

Based on the latest amendment dated November 14, 2018, GCM obtained local credit (overdraft), multi facilities (consist of letter of credit (L/C) and bank guarantee) and foreign exchange line facilities from BCA with maximum limit of Rp15,000,000,000, US$7,000,000 and US$5,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until September 11, 2019.

Local credit (overdraft) facility bears interest rate at 9.75% per annum.

Berdasarkan perubahan perjanjian terakhir tanggal 6 November 2018, EMP memperoleh fasilitas commited time revolving loan, kredit lokal (cerukan), fasilitas multi (terdiri dari letter of credit dan bank garansi) dan fasilitas foreign exchange line dari BCA dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp20.000.000.000, Rp5.000.000.000, AS$5.000.000 dan AS$2.000.000. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 11 September 2019. Fasilitas committed time revolving loan dan kredit lokal (cerukan) dikenakan bunga masing-masing sebesar 9,75% per tahun.

Based on the latest amendment dated November 6, 2018, EMP obtained committed time revolving loan, local credit (overdraft), multi facilities (consist of letter of credit and bank guarantee) and foreign exchange line facilities from BCA with maximum limit of Rp20,000,000,000, Rp5,000,000,000, US$5,000,000 and US$2,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until September 11, 2019.

Committed time revolving loan and local credit (overdraft) facilities bear interest rate at 9.75% per annum, each.

Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, tidak ada penggunaan bank garansi dari BCA oleh TSJ dan EMP.

As of March 31, 2019 and December 31, 2018, TSJ and EMP has not used any facility in bank guarantee from BCA.

Pada tanggal 31 Maret 2019, penggunaan letter of credit dari BCA oleh GCM adalah sebesar AS$87.204.

As of March 31, 2019, letter of credit from BCA used by the GCM amounted to US$87,204.

Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, saldo utang bank dari BCA untuk fasilitas kredit lokal (cerukan) yang digunakan oleh TSJ adalah sebesar nihil.

As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the bank loan balance from BCA for the local credit (overdraft) used by TSJ amounted to nil.

Sehubungan dengan utang bank tersebut di atas, Grup harus memelihara rasio keuangan tertentu, seperti rasio laba sebelum bunga, penyusutan dan amortisasi terhadap biaya bunga tidak kurang dari 3 (tiga) kali, rasio lancar tidak kurang dari 1 (satu) kali dan rasio interest bearing debt terhadap ekuitas tidak lebih dari 1 (satu) kali. Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, Grup telah memenuhi semua rasio keuangan tersebut.

In connection with the aforementioned bank loan, the Group shall maintain certain financial ratios, such as, ratio of earnings before interest, depreciation and amortization (EBITDA) to interest expense not less than 3 (three) times, current ratio not less than 1 (one) time and ratio of interest bearing debt to equity not more than 1 (one) time.

As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the Group is in compliance with all the financial ratios mentioned above.

16. UTANG BANK (lanjutan) 16. BANK LOANS (continued)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) Pada tanggal 12 Agustus 2011 dan berdasarkan

perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 13 Agustus 2018, Perusahaan dan Danamon menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas cerukan dan bank garansi dengan batas

maksimum masing-masing sebesar

Rp50.000.000.000 dan Rp100.000.000.000.

Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 12 Agustus 2019. Fasilitas cerukan dikenakan bunga sebesar 9,5% per tahun.

On August 12, 2011 and based on the latest amendment dated August 13, 2018, the Company and Danamon entered into a credit agreement which consist of overdraft and bank guarantee facilities with maximum limit of Rp50,000,000,000 and Rp100,000,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until August 12, 2019. The overdraft facility bears interest rate at 9.5% per annum.

TSJ memperoleh fasilitas bank garansi dan cerukan dari Danamon dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp60.000.000.000 dan Rp30.000.000.000. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 12 Agustus 2019. Fasilitas cerukan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.

TSJ obtained bank guarantee and overdraft facilities from Danamon with maximum limit of Rp60,000,000,000 and Rp30,000,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until August 12, 2019. The overdraft facility bears interest rate at 10% per annum.

RTU memperoleh fasilitas cerukan dan kredit berjangka dari Danamon dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp1.000.000.000 dan Rp9.000.000.000. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 12 Agustus 2019.

Fasilitas cerukan dan kredit berjangka dikenakan bunga masing-masing sebesar 10% dan 9,75% per tahun.

RTU obtained overdraft and working capital facilities from Danamon with maximum limit of Rp1,000,000,000 and Rp9,000,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until August 12, 2019. The overdraft and working capital facilities bear interest rate at 10%

and 9.75% per annum, respectively.

Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, penggunaan bank garansi dari Danamon oleh TSJ adalah masing-masing sebesar Rp26.890.000.000 dan Rp26.390.000.000.

As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the bank guarantee from Danamon used by TSJ amounted to Rp26,890,000,000 and Rp26,390,000,000, respectively.

Sehubungan dengan utang bank tersebut di atas, Perusahaan harus memelihara rasio keuangan tertentu, seperti rasio laba sebelum bunga, penyusutan dan amortisasi terhadap biaya bunga tidak kurang dari 3 (tiga) kali dan rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 1 (satu) kali. Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, Perusahaan telah memenuhi semua rasio keuangan tersebut.

In connection with the aforementioned bank loan, the Company shall maintain certain financial ratios, such as, ratio of EBITDA to interest expense not less than 3 (three) times and ratio of debt to equity not more than 1 (one) time. As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the Company is in compliance with all the financial ratios mentioned above.

Selain rasio keuangan, Kalbe, pemegang saham mayoritas, dan Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan persentase kepemilikan saham masing-masing anaknya dengan persentase kepemilikan minimal sebesar 51%.

In addition to the financial ratio, Kalbe, the majority shareholder, and the Company are required to maintain the minimum percentage of ownership of 51% in their respective subsidiaries.

Entitas anak harus memelihara rasio keuangan tertentu, seperti rasio lancar tidak kurang dari 1,25 (satu koma dua puluh lima) kali dan rasio utang terhadap ekuitas tidak lebih dari 1,5 (satu koma lima) kali. Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, Entitas anak telah memenuhi semua rasio keuangan tersebut.

The subsidiaries shall maintain certain financial ratios, such as, current ratio not less than 1.25 (one point twenty five) times and debt to equity ratio not more than 1.5 (one point five) times. As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the subsidiaries is in compliance with all the financial ratios mentioned above.

Citibank N.A. (Citibank) Citibank N.A. (Citibank) Pada tanggal 26 September 2014 dan berdasarkan

perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 6 Januari 2015, Perusahaan dan Citibank menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas kredit jangka pendek dan cerukan dengan batas maksimum gabungan sebesar AS$12.000.000. Fasilitas tersebut dikenakan bunga masing-masing sebesar JIBOR/LIBOR ditambah margin yang berlaku sebesar 1,50% per tahun pada 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018.

Seluruh fasilitas tersebut juga dapat digunakan oleh GCM (Entitas anak).

On September 26, 2014 and based on the latest amendment dated January 6, 2015, the Company and Citibank entered into credit agreements which consist of short-term loan facility and overdraft facility with maximum combined limit of US$12,000,000. These facilities bear interest rate at JIBOR/LIBOR plus applicable margin of 1.50%

per annum in March 31, 2019 and December 31, 2018, respectively. All the credit facilities can also be used by GCM (Subsidiary).

Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 26 September 2019.

These facilities are unsecured and valid until September 26, 2019.

Sehubungan dengan utang bank tersebut di atas, Grup harus memelihara rasio keuangan tertentu serta diwajibkan untuk memberitahukan secara tertulis kepada Citibank dalam hal terjadi perubahan susunan dan jumlah kepemilikan pemegang saham mayoritas, mengumumkan dan membayar dividen atau pembagian keuntungan dalam bentuk apapun. Pada tanggal 31 Maret 2019 dan 31 Desember 2018, Grup telah memenuhi semua rasio keuangan tersebut.

In connection with the aforementioned bank loan, the Group shall maintain certain financial ratios and should inform Citibank regarding the changes in the composition and the ownership of the majority shareholders, declaration and payment of dividend or any form of profit sharing. As of March 31, 2019 and December 31, 2018, the Group is in compliance with all the financial ratios mentioned above.

PT Bank Permata Tbk (Permata) PT Bank Permata Tbk (Permata) Pada tanggal 15 April 2004 dan berdasarkan

perubahan perjanjian terakhir pada tanggal 17 Juli 2018, Perusahaan dan Permata menandatangani perjanjian kredit yang terdiri dari fasilitas impor L/C dengan batas maksimum sebesar AS$1.500.000 dalam multi currency, penerbitan bank garansi dengan batas maksimum sebesar Rp75.000.000.000 serta fasilitas cerukan

dengan batas maksimum sebesar

Rp25.000.000.000. Fasilitas cerukan ini dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 9,50%. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 20 April 2019.

On April 15, 2004 and based on the latest amendment dated July 17, 2018, the Company and Permata entered into a credit agreement which consist of L/C import facility with maximum limit of US$1,500,000 in multi currency, the issuance of bank guarantee with maximum limit of Rp75,000,000,000 and overdraft facility with maximum limit of Rp25,000,000,000. The overdraft facility bears annual interest rate of 9.50%. These facilities are unsecured and valid until April 20, 2019.

TSJ memperoleh fasilitas bank garansi dan cerukan dari Permata dengan batas maksimum masing-masing sebesar Rp5.000.000.000 dan Rp10.000.000.000. Fasilitas ini tidak dijaminkan dan berlaku sampai dengan tanggal 20 April 2019 Fasilitas cerukan dikenakan bunga sebesar 9,50%

per tahun.

TSJ obtained bank guarantee and overdraft facilities from Permata with maximum limit of Rp5,000,000,000 and Rp10,000,000,000, respectively. These facilities are unsecured and valid until April 20, 2019. The overdraft facility bears interest rate of 9.50% per annum.