• Tidak ada hasil yang ditemukan

UTANG LAIN-LAIN

Dalam dokumen PT Eterindo Wahanatama Tbk dan Entitas Anak (Halaman 36-41)

30 Juni 2015 31 Desember 2014

Pihak-pihak Berelasi (Catatan 7) 27.434.103.528 21.852.399.120

Pihak Ketiga

PT Tridomain Chem icals 720.000.000 2.488.200.000

PT Petronika - 1.429.274.075

PT Nisa Tirta Sari - 600.625.630 PT Indoasia Sourcing - 403.055.254

19. PERPAJAKAN

a. Pajak Dibayar di Muka

30 Juni 2015 31 Desember 2014

Perusahaan

Taksiran lebih bayar pajak penghasilan 552.372.722

-Pajak pertambahan nilai 5.631.000.577 11.461.605.831

6.183.373.299

11.461.605.831 Entitas Anak

Taksiran lebih bayar pajak penghasilan 543.543.712

-Pajak pertambahan nilai 15.870.866.591 16.069.693.448

Sub-total 16.414.410.303 16.069.693.448

Total 22.597.783.602 27.531.299.279

b. Beban Pajak Penghasilan

30 Juni 2015 30 Juni 2014 Perusahaan Pajak kini - (5.570.136.600) Pajak tangguhan (646.458.509) 28.433.257 Sub-total (646.458.509) (5.541.703.343) Entitas Anak Pajak kini - (272.921.250) Pajak tangguhan 15.260.171.530 2.988.893 Sub-total 15.260.171.530 (269.932.357) Total 14.613.713.021 (5.811.635.700)

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian komersial dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:

30 Juni 2015 30 Juni 2014

Laba sebelum beban pajak penghas ilan

menurut laporan laba rugi komprehensif kons olidas ian (80.175.264.503) 6.820.152.299 Rugi (Laba) Entitas Anak sebelum beban pajak penghas ilan 2.158.944.226 (20.458.956.286) Eliminasi transaks i dengan entitas anak 80.175.264.503 40.646.610.686 Laba sebelum beban pajak Penghasilan perusahaan 2.158.944.226 27.007.806.699 Beda Waktu:

Imbalan kerja 142.166.284 142.166.284

30 Juni 2015 30 Juni 2014

Taks iran Laba (Rugi) Fiskal - pindahan 2.433.155.767 27.850.683.207 Kompensasi rugi fis kal tahun 2014 (3.765.212.260) -Taks iran Penghasilan Kena Pajak

(Pembulatan) (1.332.056.493) 27.850.683.000

Taks iran Beban Pajak Penghas ilan Badan – kini

Tarif Tunggal 20% - 5.570.136.600 Dikurangi:

Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka

Pajak penghasilan pas al 22 - 2.993.705.785 Pajak penghasilan pas al 25 552.372.722 2.112.283.896 Taksiran Utang

Pajak Penghasilan Badan (466.157.148) (1.503.311.811)

Pada tahun 2014, Perusahaan menghitung pajak penghasilan badan dengan tarif 20% berdasarkan PPRI No. 81 tahun 2007 tentang penurunan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk perseroan terbuka yang telah memenuhi kepemilikan saham publik di atas 40%, maka mendapatkan fasilitas penurunan tarif PPh sebesar 5%.

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba komersil sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku adalah sebagai berikut:

30 Juni 2015 30 Juni 2014

Laba sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi

komprehensif konsolidasian (80.175.264.503) 6.820.152.299 Laba Entitas Anak sebelum

beban pajak penghasilan 2.158.944.226 (20.458.956.286)

Eliminasi transaksi dengan entitas Anak 80.175.264.503 40.646.610.686 Laba (rugi) sebelum beban pajak

penghas ilan Perusahaan 2.158.944.226 27.007.806.699

Laba (rugi) sebelum beban pajak

penghas ilan Perusahaan (pembulatan) 2.158.944.000 27.007.806.000 Pajak dihitung pada tarif yang berlaku (431.788.645) (5.401.561.298) Koreksi rugi fiskal (188.260.613) -Pengaruh pajak atas beda tetap perusahaan (26.409.251) (140.142.045)

c. Utang Pajak

30 Juni 2015 31 Desember 2014

Perusahaan

Pajak penghasilan pasal 21 779.424.050 424.618.440

Pajak penghasilan pasal 23 37.797.948 3.670.379

Pajak penghasilan pasal 25 - 86.215.574

Sub-total 817.221.998 514.504.393

Entitas Anak

Pajak penghasilan pasal 4(2) - 23.820.991

Pajak penghasilan pasal 21 107.697.634 72.682.914

Pajak penghasilan pasal 23 49.094.273 23.557.396

Pajak penghasilan pasal 25 336.513.297 336.513.297

Pajak penghasilan pasal 29 2.523.754.035

Sub-total 3.017.059.239 456.574.598

Total 3.834.281.237 971.078.991

d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan posisi keuangan konsolidasian komersial dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas. Rincian dari aset pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

Pe rus a ha a n

Dikreditkan Dikreditkan

(Dibebankan) ke (Dibebankan) ke

Laporan Laba Laporan Laba

2013 Rugi 2014 Rugi 30-Jun-15

Liabilitas imbalan kerja 1.660.575.553 934.664.518 2.595.240.071 28.433.257 2.623.673.328 Penyusutan aset tetap (22.425.888) (41.255.420) (63.681.308) - (63.681.308) Rugi fiskal - 941.303.065 941.303.065 (674.891.766) 266.411.299

T otal 1.638.149.665 1.834.712.163 3.472.861.828 (646.458.509) 2.826.403.319

Enti ta s Ana k

Dikreditkan Dikreditkan

(Dibebankan) ke (Dibebankan) ke

Laporan Laba Laporan Laba

Aset (liabilitas) pajak tangguhan 2013 Rugi 2014 Rugi 30-Jun-15

Liabilitas imbalan kerja 93.069.069 80.755.254 173.824.323 4.339.786 178.164.109

Peny usutan aset tetap (6.305.623.693) (4.678.239.816) (10.983.863.509) - (10.983.863.509)

Rugi f iskal - 29.860.827.000 29.860.827.000 15.255.831.744 45.116.658.744

e. Tagihan pengembalian pajak

30 Juni 2015 31 Desember 2014

Perus ahaan - 8.486.034.117

Entitas Anak - 4.051.025.628

Total - 12.537.059.745

f. Hasil pemeriksaan pajak

Selama tahun 2014, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk masa pajak November-Desember 2012 dan Januari-Oktober 2013 dengan total Rp70.201.871.019. Selisih antara saldo yang tercatat dengan hasil pemeriksaan dengan total Rp645.762.190 dicatat sebagai bagian dari beban pajak pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2014. Perusahaan juga menerima Surat Tagihan Pajak (STP) atas PPN untuk masa Pajak November - Desember 2012 dan Januari-September 2013 dengan total Rp120.677.736 yang dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Lain-lain - Beban Pajak” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2014.

Perusahaan menerima pengembalian pendahuluan atas PPN untuk masa pajak Januari - Maret 2014, Juni-September 2014 dengan total Rp19.732.716.647. Perusahaan juga menerima STP dengan total Rp34.957.866 yang dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Lain-lain - Beban Pajak” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2014.

Pada tanggal 24 Desember 2013, Perusahaan menerima STP atas Pajak Penghasilan Pasal 25/29 (PPh 25/29) untuk masa pajak bulan Juli - November 2013 dengan total pokok beserta bunganya sejumlah Rp855.719.930. Perusahaan mengkompensasikan pokok pajak tersebut dalam perhitungan pajak badan tahun 2013 dan sisanya sebesar Rp48.436.975 dibebankan pada “Beban Lain-lain - Beban Pajak” pada laporan rugi laba komprehensif konsolidasian tahun2013.

Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan menerima STP atas PPN untuk masa pajak bulan Juli, September dan Oktober 2012 dengan total Rp3.614.680 dan dicatat sebagai “Beban Lain-lain - Beban Pajak” pada laporan rugi laba komprehensif konsolidasian tahun 2014. Di tanggal yang sama, Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas PPN untuk masa pajak Juli 2012 sebesar Rp5.802.941.221. Perusahaan telah menerima pengembalian tersebut sejumlah Rp4.943.606.611 (setelah dikurangi dengan STP PPh 25/29 dan PPN) pada tanggal 29 Januari 2014.

Pada tanggal 31 Desember 2013, Perusahaan menerima SKPLB PPN untuk masa pajak Agustus - Oktober 2012 dengan total Rp14.675.128.367. Perusahaan telah menerima pengembalian pada tanggal 29 Januari 2014. Pada tanggal 5 Januari 2015, Perusahaan menerima SKPLB PPN untuk masa pajak November 2013 dengan total Rp4.893.545.103. Perusahaan telah menerima pengembalian pada tanggal 23 Januari 2015.

Pada tanggal 23 Januari 2015 dan 9 Maret 2015, Perusahaan menerima pengembalian pajak PPN untuk masa pajak Oktober dan Desember 2014 masing-masing sebesar Rp1.676.422.767 dan Rp1.122.716.867.

Pada tahun 2014, AG menerima STP untuk PPN untuk masa Oktober 2011, serta Februari dan Maret 2012 dengan total Rp263.904.129. AG juga mendapatkan STP untuk PPh Pasal 25/29 untuk masa pajak Januari - Desember 2012, Oktober - Desember 2013, serta Maret dan Juni 2014 dengan total Rp40.477.296. Seluruh STP telah dilunasi AG selama tahun 2014. Beban yang terjadi akibat STP tersebut dicatat sebagai bagian dari “Beban Lain-lain - Beban Pajak” pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian tahun 2014.

Dalam dokumen PT Eterindo Wahanatama Tbk dan Entitas Anak (Halaman 36-41)

Dokumen terkait