Jumlah
Utang usaha merupakan utang atas pembelian persediaan makanan, minuman, perlengkapan hotel, peralatan hotel dan lain-lainnya.
Pinjaman Rekening Koran (revolving) dengan plafond sebesar Rp. 500.000.000 untuk cadangan modal kerja terutama untuk membiayai piutang usaha dan stok barang. Suku bunga sebesar suku bunga deposito ditambah margin sebesar 1,5% per tahun, jatuh tempo selama 1 tahun.
Pinjaman kepada PT Bank International Indonesia Tbk dijamin dengan bilyet deposito No. 3-00000- 004-18009 sebesar Rp. 6.000.000.000 (Catatan 6).
Debitur mengajukan permohonan pelunasan fasilitas sebelum jatuh tempo minimal 14 (empat belas) hari kalender sebelum tanggal pelunasan.
Suku bunga atas proses permohonan perpanjangan sementara karena kelalaian debitur adalah suku bunga berjalan +2% p.a.
Dalam hal nasabah menunggak pembayaran pokok dan/ atau bunga dan/ atau biaya-biaya lainnya, jaminan deposito harus dicairkan untuk melunasi pinjaman baik sebagian maupun seluruhnya berikut seluruh jumlah yang terutang paling lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tanggal mulai menunggak.
17. UTANG SEWA PEMBIAYAAN
30 Septeber 2014 31 Desember 2013
BCA Finance 317,457,989
-PT Dipo Star Finance - 9,612,950
PT Oto Mutiara 14,407,564 80,073,470
BII Finance 333,147,227 114,193,337
Jumlah 665,012,780 203,879,757
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
tahun 294,978,084 123,302,935
Bagian jangka panjang 370,034,696 80,576,822 18. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
30 Septeber 2014 31 Desember 2013
Pemesanan kamar 1,484,805,679 1,309,496,283
Sewa 92,583,347 140,583,344
Jumlah 1,577,389,026 1,450,079,627
Pendapatan diterima dimuka akan diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan apabila sudah terealisasi. 19. BIAYA YANG MASIH HARUS DI BAYAR
30 Septeber 2014 31 Desember 2013 Gaji, dan beban karyawan lainnya 263,111,119 26,210,572 Listrik, telepon dan air 101,454,784 106,641,528
Jasa pelayanan 157,016,079 137,674,265 Jamsostek 12,066,336 14,571,868 Lain-lain Jumlah 533,648,318 285,098,233 20. PERPAJAKAN 30 Septeber 2014 31 Desember 2013 a. Utang pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 14,294,609 20,503,096 Pasal 23 209,922 1,600,001 Pasal 29 44,058,111 (54,703,015) Pasal 4 (2) 23,408,060 -Pajak Pembangunan 999,249,244 364,627,748 Pajak Pertambahan Nilai - 7,272,727
Jumlah 1,081,219,946 339,300,557
33
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan yang diperoleh Perusahaan dari deposit yang diberikan tamu-tamu hotel serta tamu-tamu hotel yang menginap dalam jangka waktu lama (long stay).
20. PERPAJAKAN
b. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
30 September 2014 ,30 September 2013
Laba sebelum pajak penghasilan sesuai
laporan laba rugi komprehensif (1,120,910,670) 24,244,082,510 Beda temporer :
Penyusutan aset tetap 58,661,479 67,596,188
Penyisihan penggantian peralatan hotel 15,565,565
Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang
-usaha - 280,817,545
Penyisihan imbalan kerja karyawan 221,806,646 -Bagian rugi entitas asosiasi 2,122,617,810 755,921,849 Beda Tetap :
Jamuan tamu 23,122,404 55,994,294
Komisi penjualan 47,190,058 127,871,774 Penghasilan jasa giro (398,222,835) 240,649,707 Laba penjualan aset tetap - (25,358,820,139) Lain-lain - -Taksiran Laba fiskal tahun berjalan 954,264,892 429,679,293 Beban pajak kini
25% x Rp. 531.561.276 132,890,569 -25% x 50% x Rp. 422.702.663 52,837,827 -25% x Rp. 237.390.719. - 59,347,680 25% x 50% x Rp. 192.288.281. - 24,036,035 Taksiran beban pajak kini 185,728,396 83,383,715
Pajak Tangguhan
Perhitungan taksiran pajak beban pajak tangguhan adalah sebagai berikut :
30 September 2014 30 September 2013
Penyusutan aset tetap 14,665,370 16,899,047 Penyisihan penggantian peralatan hotel - 3,891,391 Penyisihan kerugian penurunan nilai piutang
usaha - 70,204,386
Penyisihan imbalan kerja karyawan 55,451,662 -Bagian rugi entitas asosiasi 530,654,452 188,980,462 Manfaat pajak tangguhan 600,771,483 279,975,286 Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan sebagaimana yang dilaporkan dalam laba rugi komprehensif dan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2014 dan 30 September 2013 adalah sebagai berikut :
20. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Aset Pajak Tangguhan
31 Desember
30 September 2014 2013* 1 Januari 2013*
Aset tetap 857,339,881 842,674,511 821,265,490
Penyisihan penggantian
peralatan hotel 39,869,962 7,589,596 18,696,178
Penyisihan kerugian penurunan
nilai piutang usaha 70,204,386 -Penyisihan imbalan kerja
karyawan 233,356,153 261,781,492 214,301,476
Bagian rugi entitas asosiasi 1,345,465,775 814,811,323 345,213,652 Penyesuaian 140,807,857 -
-Total Aset Pajak Tangguhan 2,616,839,628 1,997,061,308 1,399,476,796
30 September 2014 30 September 2013
Laba sebelum taksiran beban pajak menurut
laporan laba rugi komprehensif (752,237,639) 24,557,122,902
Tarif pajak yang berlaku 188,059,410 (6,139,280,726)
Pengaruh pajak atas beda tetap (17,578,116) (45,966,517)
Penghasilan jasa giro 99,555,709 60,162,426
Lain-lain -
-Penyesuaian 162,118,009 -432,155,012
(6,125,084,817)
21. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Asumsi aktuarial pokok yang digunakan adalah sebagai berikut:
30 September 2014 31 Desember 2013
Usia pensiun normal 55 55
Tingkat diskonto 9,08% 9,13%
Kenaikan gaji per tahun 10% 15%
Tingkat mortalita TMI - II 1999 TMI - II 1999
Tingkat pengunduran diri
sd - 39 tahun 5% 5%
40 - 44 tahun 3% 3%
45 - 49 tahun 2% 2%
50 - 54 tahun 1% 1%
> 55 tahun 0% 0%
Metode Projected Unit Credit
Rekonsiliasi antara taksiran beban pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku dari laba akuntansi sebelum taksiran beban pajak, dengan taksiran beban pajak tangguhann seperti yang tercantum dalam laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut :
Kewajiban imbalan kerja dihitung oleh PT Sigma Prima Solusindo aktuaris independen, dalam laporan tertanggal 25 Agustus 2014 dan 28 Februari 2014 untuk 30 September 2014 dan 31 Desember 2013.
21. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Kewajiban imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
30 September 2014 31 Desember 2013
Nilai kini kewajiban imbalan
pasca kerja 1,269,398,184 2,410,546,148
Amortisasi jasa lalu (non vested) (7,270,489) (8,589,272) Kerugian (keuntungan) aktuarial yang belum
diakui (328,703,082) (1,690,338,909)
Jumlah 933,424,613 711,617,967
Mutasi kewajiban adalah sebagai berikut:
Saldo awal 711,617,967 821,497,903
Jumlah yang dibebankan pada laba tahun berjalan 256,126,646 189,920,064 Imbalan dan iuran yang
dibayarkan (34,320,000) (299,800,000)
Saldo akhir 933,424,613 711,617,967
Rincian jumlah yang dibebankan adalah sebagai berikut:
30 September 2014 31 Desember 2013
Biaya jasa kini 89,128,420 377,301,969
Biaya bunga 109,483,852 99,894,599
Amortisasi jasa lalu yang belum diakui (non
vested) 1,318,783 1,318,783
Kerugian aktuaria neto yang diakui 56,195,591 6,057,537 Dampak kurtailmen atas penyelesaian program - (294,652,824) Beban imbalan pasca kerja yang diakui 256,126,646 189,920,064 22. MODAL SAHAM
Jumlah Persentase
Pemegang Saham saham Kepemilikan Jumlah Modal Disetor
PT Alami Lestari Investindo 228,500,000 46.82% 22,850,000,000 UOB Nominess Pte.Ltd 103,250,000 21.16% 10,325,000,000 PT Nictyfrank Hutama Arta 7,815,313 1.60% 781,531,300 Tuan Jaegopal Hutapea 22,250,000 4.56% 2,225,000,000 Tuan Nicholas Spassky Hutapea 1,250,000 0.26% 125,000,000 Masyarakat (dibawah 5%) 124,934,687 25.60% 12,493,468,700
Jumlah 488,000,000 100% 48,800,000,000
Komposisi pemegang saham dan persentase kepemilikan pada tanggal 30 September 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut :
22. MODAL SAHAM (lanjutan)
Jumlah Persentase
Pemegang Saham saham Kepemilikan Jumlah Modal Disetor
PT Alami Lestari Investindo 228,500,000 46.82% 22,850,000,000 UOB Nominess Pte.Ltd 103,250,000 21.16% 10,325,000,000 PT Nictyfrank Hutama Arta 28,198,251 5.78% 2,819,825,100 Tuan Jaegopal Hutapea 22,250,000 4.56% 2,225,000,000 Tuan Nicholas Spassky Hutapea 1,250,000 0.26% 125,000,000 Masyarakat (dibawah 5%) 104,551,749 21.42% 10,455,174,900
Jumlah 488,000,000 100% 48,800,000,000
1. Sejumlah Rp. 3.000.000.000 ditetapkan sebagai pembentukan dana cadangan.
2. Sejumlah Rp. 976.000.000 ditetapkan sebagai pembagian deviden tunai atau sebesar Rp. 2,- per saham. 3.
23. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Agio saham
Beban emisi efek ekuitas :
Penawaran umum perdana tahun 2000 Penawaran umum terbatas I tahun 2001 Penawaran umum terbatas II dan III Jumlah
24. PENDAPATAN
30 September 2014 30 September 2013
Kamar 5,982,488,724 4,993,689,009
Makanan dan minuman 4,666,688,664 5,296,505,222
Lain-lain 186,978,613 435,676,293 Jumlah 10,836,156,001 10,725,870,524 37 99,500,000 484,954,440 1,333,812,447
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran hotel Travellers Suites Medan dan pastry, banquet serta restoran Tia Café.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari spa, telepon, laundry, business centre dan drugstore di hotel Traveller Suites Medan dan Griya Dome Convention.
30 September 2014 dan 31 Desember 2013 2,500,000,000 581,733,113 31 Desember 2013
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan pada tanggal 20 Juni 2014 (berita acara dibuat oleh Notaris Gunawati S.H dengan Akta No. 08) memutuskan penggunaan laba bersih tahun 2013 adalah sebagai berikut :
Sejumlah Rp. 5.585.809.071 digunakan untuk memperkuat modal Perseroan yang akan di simpan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan
Laba ditahan tahun 2013 yang ditentukan penggunaannya untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan Perseroan menjadi Rp. 3.141.375.104, hal ini karena perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas transaksi investasi pada entitas asosiasi. (Catatan 4)
25. BEBAN DEPARTEMEN
30 September 2014 30 September 2013
Kamar 389,044,698 474,354,679
Makanan dan Minuman 1,967,770,720 2,387,652,960
Departemen lain-lain 51,370,709 90,088,114
Gaji dan tunjangan 2,556,702,868 2,824,868,274
Lain-lain - 570,772
Jumlah 4,964,888,995 5,777,534,799