Daripada terus menerus mengutuk kegelapan”
UTS PARASIT TAHUN 2008 1. Termasuk Soil transmitted helminth,
KECUALI : a. Ascaris lumbricoides b. Necator americanus c. Trichuris trichiura d. Ancylostoma duodenale e. Enterobius vermicularis R 2. Termasuk cacing diecious, KECUALI:
a. Ascaris lumbricoides b. Necator americanus c. Enterobius vermicularis
d. Schistosoma japonicum e. Taenia saginata
3. Cacing ini tidak mempunyai anus, KECUALI : a. Taenia saginata b. Taenia solium c. Schistosoma japonicum d. Enterobius vermicularis e. Echinococcus granulosus
4. Bursa copulatrix terdapat pada cacing di bawah ini : a. Ascaris lumbricoides b. Necator americanus R c. Trichinella spiralis d. Trichuris trichiura e. Schistosoma mansoni
5. Telur Ascaris lumbricoides yang telah dibuahi dapat dibedakan dari telur yang tidak dibuahi dengan melihat :
a. Bentuknya
b. Lapisan dindingnya c. Isinya
d. Warnanya
e. Semua tersebut di atas benarR 6. Sindroma Loeffler pada ascariasis,
disebabkan oleh stadium : a. Telur yang telah dibuahi b. Telur yang tidak dibuahi c. Larva R
d. Cacing dewasa
e. Bukan semua tersebut di atas 7. Dalam siklus hidup pergantian cacing
Nematoda ini, molting (pergantian kulit) stadium larva yang ke IV terjadi di usus halus : a. Ascaris lumbricoides b. Necator americanus c. Ancylostoma duodenale d. Trichuris trichiura e. Enterobius vermicularis 8. Semua di bawah ini benar mengenai
simbiosis jenis phoresis, KECUALI : a. Tidak ada interaksi fisiologis antara kedua organisme
b. Tidak ada ketergantungan dalam perbekalan makanan antaara kedua organisme
c. Protozoa, algae, dan fungi menetap dalam tubuh arthropoda d. Phoront berfungsi sebagai organisme pengangkut
e. Dalam hak ini tuan rumah tidak diuntungkan ataupun dirugikan 9. Di bawah ini yang benar mengenai
parasitisme dan parasit, adalah : a. Kehidupan parasit
Plasmodium di dalam tubuh nyamuk Anopheles bukan untuk melengkapi siklus hidupnya
b. Paratenic host : adalah tuan rumah sebagai tempat perlindungan bagi parasit yang bersifat permanent
c. Respon imun hospes terhadap antigen hanya sistemik d. Sumber makanan parasit hanya substansi getah bening hospes e. Tidak terjadi interaksi
fisiologis antara kedua organisme 10. Semua benar tersebut di bawah ini
mengenai dampak penyakit parasit terhadap hospes (manusia), KECUALI:
a. Berat ringannya gejala klinis tergantung jumlah parasit dan spesies / strain parasit yang menginvasi hospes, dan kondisi fisiologis hospes
b. Perubahan jaringan hospes akibat penyakit parasit adalah terjadinya degenerasi lemak c. Kerusakan jaringan hospes akibat penyakit parasit adalah nekrosis
d. Biasanya infeksi parasit menjadi kronik
e. Antigen parasit berupa somatik atau metabolik memacu pembentukan antibodi dan cell-mediated immunity
11. Hal di bawah ini termasuk zoonosis : a. Schistosomiasis
b. Filariasis c. Toxoplasmosis d. Ascariasis e. Trichuriasis
12. Nematoda usus ini tergolong Soil transmitted helminths dapat menyebabkan autoinfeksi : a. Ascaris lumbricoides b. Trichuris trichiura c. Strongyloides stercoralis d. Ancylostoma duodenale e. Necator americanus
13. Hal ini benar untuk Necator americanus : a. Kepala searah dengan lekuk tubuhnya
b. Sekitar kepala terdapat cervical alae
c. Cacing jantan mempunyai caudal appendages
d. Terdapat sepasang cutting plate di mulutnya R
e. Tubuhnya diliputi sheath / sarung dengan garis transfersal 14. Infeksi ankilostomiasis ditularkan oleh
stadium ini : a. Larva rhabtidi b. Larva filari c. Larva stadium IV d. Telur berembrio e. Cystecercus
15. Keadaan ini dilakukan pada pengobatan ankilostomiasis :
a. Pengobatan dengan antihelmintik
c. Perbaikan gizi penderita d. Diet tinggi kalori dan protein e. Semua tersebut di atas benar 16. Obat ini diberikan untuk kasus Cutaneus
Larva Migrans : a. Mebendazole b. Metronidazole c. Thiabendazole d. Pyrantel pamoate e. Hydrochlor ethilen
17. Obat pilihan untuk brugiasis misalnya a. Preparat antimon
b. Carbamazepin
c. Dietil carbamazine R d. Oxanthel pamoate e. Tetrachlor ethilen 18. Parasit ini ditemukan di tanah yang
tercemar tinja, KECUALI : a. Telur Ascaris b. Telur Taenia spp
c. Telur Strongyloides stercoralis
d. Larva Hookworm
e. Kista Entamoeba histolytica 19. Larva infektif parasit ini terdapat di tubuh
keong Achatina fullica :
a. Schistosoma japonicum b. Angiostrongylus cantonensis c. Dirofilaria immitis
d. Fasciola hepatica e. Capillaria hepatica 20. Eosinofilik meningitis terjadi karena
infeksi oleh larva dari :
a. Ascaris lumbricoides b. Trichinella spiralis
c. Paragonimus westermani d. Angiostrongylus cantonensis e. Strongyloides stercoralis 21. Hal ini benar tentang mikrofilaria Brugia
mayi, KECUALI :
a. Tubuhnya diliputi sheath, menyerap cat Giemsa
b. Tubuh tampak patah-patah c. Panjang cephalic space 2x lebarnya
d. Bersifat periodisitas nokturna e. Inti pada tubuh teratur dan ekor bebas inti
22. Infeksi filaris ini dapat menyebabkan kebutaan : a. Dipetalonema streptocerca b. Dipetalonema perstans c. Manzonella ozzardi d. Onchocerca volvulus e. Dirofilaria immitis 23. (soal gak kliatan,cuma ada kata
‘Enterobius’):
a. Distribusi terbatas di daerah tropis dan subtropis
b. Dalam siklus hidupnya melalui migrasi paru
c. Bangsa kulit hitam lebih sensitif terhadap enterobiasis
d. Pada sampel tinja lebih sering ditemukan telurnya
e. Bukan semua tersebut di atas 24. Pada Enterobius vermicularis dalam siklus
hidupnya mengalami moulting yang terjadi di : a. Usus halus b. Ileocecal junction c. Caecum d. Colon e. Rectum
25. Penderita oxyuriasis dinyatakan sembuh apabila :
a. Gejala klinik sudah menghilang
b. Pemeriksaan daerah perinatal tidak ditemukan cacing dewasa betina
c. Tidak ditemukan cacing dewasa dalam tinja setelah 3x pemeriksaan
d. Tidak ditemukan telur dalam tinja setelah 7x pemeriksaan
e. Tidak ditemukan telur cacing setelah 7x pemeriksaan Graham swab berturut-turut
26. Mengenai Taenia saginata semua di bawah ini benar, KECUALI :
a. Panjang tubuh antara 5-24 meter
b. Sapi sebagai intermediate host
c. Cabang lateral uterus lebih dari 15 pasang
d. Mempunyai rostellum e. Telurnya tidak infektif untuk Marusia
27. Progottid gravid Taenia solium
mempunyai cabang lateral berjumlah : a. Kurang dari 6 pasang b. Lebih dari 30 pasang c. Antara 15-30 pasang d. Antara 7-12 pasang
e. Bukan semua tersebut di atas 28. Lokalisasi cyctecercus cellulose bisa
diumpai pada tempat-tempat di bawah ini, KECUALI : a. Jaringan subkutan b. Bola mata c. Paru d. Otak e. Otot-otot bergaris
29. Hal-hal di bawah ini benar mengenai cystecercosis. KECUALI :
a. Merupakan infeksi dengan stadium larva Taenia saginata b. Dapat menyerang semua jaringan tubuh
c. Gejala yang ditimbulkan tergantung lokalisasi larva
d. Diagnosa radiologis dengan menemukan kista
e. Dapat dilakukan terapi dengan eksisi
30. Yang benar tentang Hymenolepsis nana : a. Merupakan penyakit keluarga b. Banyak terdapat pada anak-anak usia 2-8 tahun
c. Scolex berbetuk globular d. Mempunyai 1 baris hooks pada rostellum
e. Proglottid mature berbentuk trapezium
31. Yang benar tentang Hymenolepsis diminuta :
a. Merupakan parasit pada tikus b. Banyak terdapat pada anak-anak di bawah usia 3 tahum
c. Scolex mempunyai rostellum d. Telur tidak mempunyai polar filamen
e. Semua tersebut di atas benar 32. Pada infeksi Echinococcus granulosus,
kista hidatid paling sering ditemukan pada organ : a. Paru-paru b. Limpa c. Hepar d. Jantung e. Tulang
33. Cacing dewasa Echinococcus granulosus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, KECUALI :
a. Panjang tubuh 2-7 meter b. Terdiri dari 3 proglottid c. Scolex berbentuk globuler d. Tidak mempunyai rostellum e. Mempunyai 4 sucker yang menonjol
34. Seorang laki-laki China 43 tahun dari Hongkong, datang ke dokter dengan keluhan sakit pada abdomen (kolik abdominal akut), setelah dioperasi ditemukan cacing dewasa. Parasit tersebut adalah :
a. Metagonimus yokogawai b. Cionorchis sinensis c. Fasciolopsis buski d. Echinostoma revolutum e. Bukan semua tersebut di atas 35. Pada pemeriksaan tinja ditemukan telur
berbentuk ovoidal, terdapat operculum yang konvek dan tonjolan pada sisi yang berlawnan dengan operkulum, telur itu adalah : a. Fasciola hepatica b. Diphyliobothrium latum c. Clonorchis sinensis d. Enterobius vermicularis e. Paragonimus westermani 36. Anak laki-laki 17 tahun, dengan gejala
batuk, demam, dyspnoea, haemoptysis,
nafsu makn menurun, berat badan turun. Penderita didiagnosis tubercolosis dan diobati selama 6 bulan, tetapi tidak menunjukkan perbaikan. Setelh siperiksa dahaknya secara direct smear ditemukan telur. Anak tersebut menderita infeksi parasit : a. Clonorcis sinensis b. Schistosoma haemotabium c. Necator americanus d. Paragonimus westermani e. Heterophyes heterohpyes 37. Telur dan Diphylobotrium latum yang
ditemukan dalam tinja adalah : A. Tidak beroperkulum dan mengandung coracidium
B. Beroperkulum dan mengandung coracidium
C. Tidak beroperkulum dan mengandung coracidium
D. Beroperkulum dan mengandung miracidium E. Beroperkulum dan mengandung immature embryo 38. Bentuk larva ini termasuk dalam siklus
hidup dari Diphylobothrium latum : A. Hydatid cyst
B. Procercoid C. Cysticercoid
D. Cercaria
E. Rhabditiform
39. Larva stadium ini termasuk dalam siklus hidup dari Dipyldium caninum :
A. Hydatid cyst B. Procercoid C. Cysticercoid
D. Cercaria
E. Rhabditiform
40. Di bawah ini adalah gejala klinis pada diphyllobothriasis :
A. Anemia hemolitik B. Anemia pernisiosa C. Anemia defisiensi besi D. Anemia defisiensi nutrisi E. Anemia aplasia
41. Gejala schistosomiasis japonicum dapat berupa yang di bawah ini, KECUALI :
A. Oedema
B. Ascites
C. Dermatitis D. Cirrhosis hepatis
E. Anemia
42. Telur Schistosoma spp dapat ditemukan pada sediaan di bawah ini, KECUALI :
A. Tinja
B. Sputum
C. Urine
D. Cairan cerebrospinalis E. Biopsy usus
43. Pernyataan yang benar untuk Schistosoma mansoni, KECUALI :
A. Cacing jantan cuticulanya berbintil kasar
B. Habitat cacing dewasa di dalam pembuluh darah / plexus vesicalis
C. Dapat menimbulkan diare D. Jumlah testis 9 buah E. Siput Australorbis sebagai intermediate host
44. Bertindak sebagai intermediate host Schistosoma japonicum adalah :
A. Bulimus
B. Pianorbarius C. Semisulcospira
D. Oncomelania
E. Pila scutata
45. Pernyataan ini benar untuk Schistosoma japonicum, kecuali :
a. Cacing jantan mempunyai 6-7 buah testis
b. Produksi telur lebih banyak c. Telurnya mempunyai lateral knob d. Cuticula cacing jantan berbintil halus e. Ususnya mengalami penyatuan di
bagian tengah atau posterior tubuh 46. Siput di bawah ini dapat bertindak
sebagai intermadiate host Schistosoma spp, KECUALI : A. Bulimus B. Oncomelania C. Achatina fulica D. Planorbarius E. Biomphalaria
47. Pernyataan di bawah ini benar untuk Metagonimus yokogawai, KECUALI:
A. Merupakan trematoda terkecil B. Testis tersusun tandem C. Gonotyl menyatu dengan ventral sucker
D. Telur berwarna kuning kecoklatan dan mempunyai dinding tebal
E. Kelenjar vitelaria terdapat di bagian posterior tubuh
48. Pernyatan yang benar mengenai heterophyasis adalah:
A. Infeksi pada manusia terjadi karena tertelan telur Heterophyes B. Burung pelikan juga dapat terserang heterophyasis
C. Gejala klinik menunjukkan gejala diare ringan
D. Di dalam tubuh penderita, cercaria tumbuh menjadi
metacercaria dalam waktu 14 hari E. Cacing dewasa ditemukan pada ikan air tawar
49. Pernyataan di bawah ini benar untuk Echinostoma, KECUALI:
A. Mempunyai circumoral spines B. Testis berlobus tersusun tandem
C. Siput Planorbid merupakan hospes perantara I
D. Telur berwarna coklat mempunyai operculum
E. Kelenjar vitelaria terdapat di bagian tengah tubuhnya
50. Pernyataan di bawah ini benar untuk heteropyes, KECUALI:
A. Merupakan trematoda terkecil yang menginfeksi manusia
B. Manusia dan hewan pemakan ikan merupakan hospes definitif C. Hospes perantaara II adalah siput Semiculcospira
D. Cercaria tumbuh menjadi metacercaria di dalam usus halus hospes
E. Menimbulkan gejala klinik berupa kolik, diare bercampur darah dan mucus
51. Hal ini benar tentang pengertian tumpang tindih diantara jenis-jenis simbiosis kerena adanya pergeseran evolusi:
1. Tumpang tindih kecil antara phoresis/komensalisme dan parasitisme
2. Tumpang tindih kecil antara phoresis/komensalisme dan mutualisme
3. Tumpang tindih
phoresis/komensalisme lebih kecil dibandingkan
parasitisme-mutualisme
4. Tidak ada tumpang tindih antara parasitisme dan mutualisme 52. Faktor yang mempengaruhi penularan
dan penyebaran penyakit parasit adalah: 1. Tingginya kepadatan penduduk 2. Pola budaya manusia
3. Kecepatan dan fasilitas transportasi 4. Kemiskinan (poverty)
53. Stadium infektif cacing ini adalah telur infektif:
1. Trichuris trichiura 2. Necator americanus 3. Ascaris lumbricoides 4. Taenia saginata
54. Bentuk ekor cacing jantan melengkung: 1. Taenia solium
2. Ascaris lumbricoides 3. Ancylostoma duodenale 4. Trichuris trichiura
55. Gejala klinis infeksi berat Trichuris trichuria:
1. Anemia
2. Gatal pada dubur 3. Prolapsus recti 4. Batuk darah
56. Migrasi larva Ascaris lumbricoides dalam paru, dapat dipengaruhi oleh keadaan ini:
2. Penggunaan chemotherapy 3. Panas yang tinggi
4. Penggunaan laxantia
57. Pada penderita ascariasis yang terpapar dengan banyak telur infektive, larva melalui sirkulasi sistemik dapat menyebar ke organ-organ ini:
1. Otak 2. Thyroid
3. Medula spinalis 4. Ginjal
58. Infeksi parasit ini terjadi akibat penetrasikulit oleh larva infektif: 1. Necator americanus
2. Schistosoma japonicum 3. Strongyloides stercoralis 4. Brugia malayi
59. Nyamuk ini merupakan vektor dari cacing Filaria :
1. Culex 3. Anopheles
2. Aedes 4. Mansonia
60. Infeksi filariasis pada manusia ditularkan oleh larva ini :
1. Mikrofilaris 3. L II
2. Larva I 4. L III
61. Pernyataan di bawah ini berlaku untuk telur Enterobius vermicularis :
1. Bentuk asimetris
2. Dinding terdiri dari 3 lapisan hyalin yang jernih
3. Pada oviposisi berisi larva
4. Telur diletakkan di dalam lumen usus besar
62. Diagnosis oxyuriasis dapat ditegakkan dengan :
1. Melakukan perianal swap
2. Memperhatikan gejala klinis yang spesifik
3. Menemukan cacing dewasa di daerah perianal
4. Memeriksa sediaan tinja
63. Pada enterobiasis dapat terjadi gejala di bawah ini :
1. Vulvo vaginitis 2. Ulcus kecil di usus 3. Rectal kolik
4. Pruritus di dareah perianal dan perineal
64. Tanda khas telur Taenia adalah :
1. Bantuk bulat dengan struktur radier 2. Berwarna coklat
3. Terdapat 6 buah kait 4. Mempunyai operculum
65. Kista hidatid dapat ditemukan melalui pemeriksaan :
1. Sputum 3. Urine
2. Tinja 4. Darah
66. Intermediate host dari Hymenolepsis diminuta :
1. Rat 3. Mice
2. Lepidopterans 4. Myriapoda 67. Diagnosis hidatidosis dapat ditegakkan
dengan pemeriksaan :
1. Serologi 3. Radiologis
2. Sputum 4. Tinja
68. Obat di bawah ini digunakan untuk pengobatan diphyllobothriasis : 1. Bithionol 3. Mebendazole 2. Niclosamide 4. Praziquantel 69. Klinis dari sparganosis adalah :
1. Akneform 3. Elefantiasis 2. Ulkus kornea 4. Lagopthalmus 70. Sparganosis adalah infeksu yang
disebabkan larva dari :
1. Dipylidium 3. Echinococcus 2. Spirometra 4. Diphyllobothrium 71. Babi pada Trichinella spiralis bertindak
sebagai :
1. Definitif host 2. Reservoir host 3. Intermediate host 4. Parateric host
72. Pernyataan ini benar untuk Trichinella spiralis :
1. Oesophagus dilapisi stichocyt 2. Cacing betina bersifat ovovivipar 3. Kistanya mengalami kalsifikasi
setelah 6 bulan
4. Cacing jantan mempunyai caudal nuclei
73. Gejala klinis dari trichinellosis dapat berupa :
1. Periorbital oedema 2. Myocarditis
3. Nyeri otot 4. Pneumonia
74. Untuk menegakkan diagnose
trichinellosis dilakukan pemeriksaan : 1. IHA
2. Skin test 3. CFT
4. Cairan pleuraan effusion
75. Dari hasil biopsy kista Trichinella spiralis dilakukan pemeriksaan :
1. Sediaan basah 2. ELISA
3. Pengecatan hematoxilin eosin 4. Kultur
76. Untuk menemukan telur Schistosoma japonicum diperlukan bahan pemeriksaan berupa :
1. Tinja 3. Sputum
2. Darah tepi 4. Urine
77. Infeksi berat ankilostomiasis dapat menyebabkan anemia jenis : 1. Aplastic 3. Megaloblastic 2. Normochromic 4. Hypochromic
78. Diagnosa strongyloidiasis ditegakkan dengan menemukan larva di :
1. Darah 3. Urine
2. Sputum 4. Tinja
79. Pada infeksi parasit ini manusia sebagai hospes aksidental :
1. Ancylostoma duodenale 2. Ancylostoma ceylanicum 3. Necator americanus 4. Taenia solium
80. Pemeriksaan sediaan ini untuk diagnosa filariasis dengan menemukan mikrofilaria di dalam :
1. Darah tepi 2. Chyluria
3. Cairan hydrocele 4. Cairan cerebrospinal 81. Gejala klinik ini timbul pada
wucherreriasis bancrofti akut :
1. Demam 3. Epidedimitis
2. Lymfadenitis 4. Orchitis
82. Elefantiasis pada filariasis bancrofti dapat mengenai organ ini :
1. Tungkai 3. Labia mayora
2. Scrotum 4. Mammae
83. Untuk pengobatan schistosomiasis dipakai obat :
1. Antromolin
2. Dietil carbamazine 3. Praciquantel 4. Pyrisniun pamoate
84. Telur Schistosoma japonicum dapat dideposit pada jaringan di bawah ini
1. Paru 3. Hati
2. usus halus 4. Vesica urinaria 85. Pernyataan ini benar untuk Schistosoma
haematobium :
1. Telurnya mempunyai terminal spine 2. Dihubungkan dengan keganasan
kandung kemih
3. Dapat memberikan gejala terminal hematuria
4. Siput Bimophalaris sebagai intermediate host
86. Manusia hanya bertindak sebagai accidental host untuk cacing di bawah ini :
1. Schistosoma mansoni 2. Schistosoma spindale 3. Schistosoma hematobium 4. Trichostrongylus orientalis
87. Larva cacing di bawah ini mengalami migrasi melalui ampula vater dan menjadi dewasa pad asaluran empedu intrahepatik atau kandung empedu : 1. Opistorchis felineus
2. Clonorchis sinensis 3. Opistorchis viverini 4. Fasciola hepatica
88. Migrasi larva parasit Paragonimus westermani seringkali menyebabkan ectopic paragonimiasis di berbagai organ: 1. Otak
2. Rongga peritonial 3. Sub cutan
4. Rongga pelvis
89. Radang granulomatous pada
schistosomiasis japonicum ditemukan pada organ :
1. Usus halus 3. Hati
2. Paru 4. Uterus
90. Pada tinja manusia ditemukan telur cacing ini :
1. Schistosoma japonicum 2. Schistosoma hematobium 3. Schistosoma mansoni 4. Schistosoma spindale
91. Gejala klinik dari ascariasis dapat dibedakan dengan gejala klinik infeksi cacing intestinal yang lain :
SEBAB
Pada ascariasis kumpulan cacing dalam jumlah besar dapat mengakibatkan volvulus
92. Pemberian obat-obatan immuno-supresif jangka panjang dapat mengakibatkan infeksi parasit oportunistik
SEBAB
Obat-obatan itu berefek immuno-supresif terhadap CD4’ T cells
93. Gejala cirrhosis hepatis sering ditemukan pada schistosomiasis japonicum
SEBAB
Telur cacing tersebut banyak ditemukan pada parenchym hati
94. Periorbital oedema sering ditemukan pada trichinellosis
SEBAB
Cacing dewasa sering bermigrasi ektopik ke bulbus oculi
95. Cutaneous larva migrans disebabkan oleh penetrasi larva Ancylostoma braziliense
SEBAB
Ancylostoma braziliense tidak dapat menjadi dewasa di usus manusia 96. Gejala klinis paragonimiasis terkait
dengan migrasi dan maturasi parasit SEBAB
Berat ringannya infeksi Paragonimus westermani berkorelasi dengan jumlah parasit yang menginfeksi
97. Pangambilan darah pada penderita filariasis bancrofti jam 22.00-02.00 dini hari
SEBAB
Mikrofilaria Wuchereria bancrofti mempunyai periodisitas nokturna
98. Infeksi berat ankilostomiasis menyebabkan anemia
SEBAB
Ancylostoma duodenale mengisap darah dan terjadi perdarahan kronis karena gigitannya pada mukosa usus
99. Pada penderita filariasis dapat dilakukan tes provokasi
SEBAB
Tes provokasi dilakukan dengan
memberikan Dietil carbamazine 1 ablet pada penderita filariasis
100. Pembedahan adalah pengobatan untuk sparganosis
SEBAB
Sparganosis adalah infeksi yang disebabkan oleh larva cysticercoid
UAS PARASIT TAHUN 2008