4.1 VIDEO
Dua Pemain pengganti memasuki daerah pergantian. Setelah permintaan diketahui dan diumumkan oleh Skorer, Pelatih memutuskan hanya menggunakan satu pergantian.
Apakah prosedur bagi Wasit dua?
Berdasarkan Peraturan
Hal ini adalah sah asalkan tidak menyebabkan penghambatan. Oleh karena itu Wasit dua hanya akan melakukan satu pergantian.
Skorer hanya bertanggung jawab untuk mencatat pergantian yang dilakukan tim tersebut. Dalam beberapa kasus Wasit dua harus berhati-hati mengecek berapa banyak pergantian yang dicatat di scoresheet, walaupun menggunakan kertas atau E- scoresheet.
Peraturan 15.10.2, 15.10.3a, 15.10.4, 16.1 4.2
Satu Pemain pengganti memasuki daerah pergantian (skorer membunyikan bel (buzzer) pada saat yang sama Pemain lain baru saja meninggalkan area pemanasan untuk masuk ke daerah pergantian.
Berapa pergantian yang diperbolehkan menurut peraturan yang berlaku?
Berdasarkan Peraturan
Permintaan pergantian adalah masuknya Pemain pengganti ke daerah pergantian.
Dalam kasus ini Wasit dua hanya harus mengizinkan satu Pemain yang sudah masuk ke daerah pergantian. Pemain kedua Harus ditolak karena bukan bagian dari permintaan. Namun di dalam beberapa keadaan, Wasit dua memiliki hak dengan melambaikan tangan kepada Pemain yang akan masuk ke daerah pergantian untuk mencegah akan terjadinya “improper request”. Dalam keadaan ini Wasit dua sangat memahami dengan baik arti dari seni mewasiti
Peraturan 15.10.3a, 15.10.3b, 15.11.1.3 4.3 (baru) VIDEO
Sebuah reli terhenti karena adanya Pemain dari tim A yang mengalami cedera. Setelah mendapatkan terapi singkat di dalam lapangan, Pemain yang cedera tadi dinyatakan dapat melanjutkan permainan.
Sebelum peluit untuk servis berikutnya, tim A meminta untuk pergantian Pemain.
Apakah ini diperbolehkan?
Berdasarkan Peraturan
Jika suatu reli dihentikan karena cedera, atau gangguan dari luar, sebagai contoh bola masuk kelapangan, net rusak, atau padamnya lampu, dan sebagainya. tidak diperkenankan untuk meminta penghentian permainan yang biasa, kecuali untuk pergantian terpaksa karena Pemain yang cedera atau Pemain yang terkena sanksi
Panduan dan Petunjuk Mewasiti 6, 15. 8
4.4
Seorang Pemain pengganti memasuki daerah pergantian dengan membawa papan pergantian yang salah (nomornya sendiri) untuk pergantian. Dia berlari kembali untuk yang mengambil papan yang benar. Wasit 1 memberikan sanksi penghambatan, tetapi mengizinkan pergantian Pemain.
Apakah tindakan dari Wasit pertama benar?
Berdasarkan Peraturan
Tidak benar. Didalam kompetisi dimana papan pergantian digunakan, Pemain pengganti masuk ke daerah pergantian harus membawapapan yang benar. Untuk mencegah keraguan dari Skorer, tim dan juga penonton - dan dapat menciptakan suatu penghambatan. Jadi, permintaan pergantian dari tim tersebut harus ditolak, dan diberikan sanksi penghambatan.
Peraturan 15.10.3c, 16.1.1, 16.2 4.5
Jika seorang Pemain pengganti memasuki daerah pergantian tepat setelah Wasit satu meniup peluit untuk servis, Apakah Wasit dua mengizinkan pergantian tersebut?
Berdasarkan Peraturan
Secara umum, situasi ini adalah salah satu kasus “improper request”: tolak dan lanjutkan permainan jika permainan tidak terhenti dan hal ini adalah “improper request” pertama bagi tim tersebut.
Namun jika permainan terhenti karena permintaan ini (Pemain masuk ke daerah pergantian atau kedua tim menunggu keputusan Wasit, dll) ini harus dinyatakan sebagai penghambatan. Reli harus dihentikan dengan peluit, pergantian tidak dapat diterima, dan sanksi untuk penghambatan.
Prosedur yang sama harus diikuti jika ini merupakan “improper request” kedua bagi tim tersebut - harus dinyatakan sebagai penghambatan.
Peraturan 15.10.3a, 15.11.1.1, 15.11.3, 16.2 4.6
Pemain nomor #8 memasuki daerah pergantian dengan papan pergantian nomor #10. Pelatih menginginkan pergantian dengan nomor #9. Setelah diskusi pendek, Wasit dua menolak pergantian ini dan tim dikenakan peringatan penghambatan.
Apakah ini keputusan yang benar?
Berdasarkan Peraturan
Keputusan ini benar. Pergantian antara Nomor #8 dan nomor #10 adalah sah.
Namun Pelatih menginginkan Pergantian antara Nomor #8 dengan nomor #9. Karena papan pergantian yang salah dan menyebabkan penghambatan, keputusan Wasit benar memberikan sanksi penghambatan.
Pergantian harus ditolak
Peraturan 16.1.1, 16.2 4.7
Seorang Pemain mengalami cedera dan harus digantikan secara istimewa. Pada saat penghentian yang sama, tim tersebut
Berdasarkan Peraturan
Iya, keputusannya benar. Pemain pertama yang diganti adalah pergantian Istimewa karena cedera. Tim tersebut masih memiliki
meminta tambahan pergantian Pemain.
Wasit dua menerima permintaan ini.
Apakah keputusan.
Wasit dua benar untuk menerima permintaan ini?
hak untuk MEMINTA pergantian di penghentian yang sama.
Peraturan 15.7 4.8
Pemain nomor punggung #6 dari tim A didiskualifikasi, dan digantikan secara resmi oleh Pemain nomor punggung #7.
Ini adalah pergantian pertama bagi tim A pada saat tersebut, dan masih terdapat 3 Pemain lainnya di bangku cadangan.
Pada berikutnya, Pemain nomor punggung #7 dari tim A mengalami Cedera dan tidak dapat melanjutkan permainan. Bagaimanakah seharusnya pertandingan dilanjutkan?
Berdasarkan Peraturan
Sejak Pemain dengan nomor punggung #7 yang cedera digantikan secara resmi, walaupun ini masih pergantian kedua untuk tim tersebut pada set ini, diaharus digantikan secara istimewa.
Peraturan 15.7, 15.8 4.9
Seorang Pemain yang terdaftar di daftar Posisi mengalami cedera sebelum dimulainya pertandingan. Dapatkah dia digantikan sebelum pertandingan dimulai?
Berdasarkan Peraturan
Iya - tetapi harus dengan menggunakan isyarat tangan pergantian Pemain (dilakukan oleh Pelatih dan Wasit dua sehingga semua orang memahami keadaannya) dan harus dicatat di scoresheet sebagai pergantian Pemain yang biasa.
Peraturan 7.3.2, 7.3.4 4.10
Pemain nomor punggung #7 dari tim A ditemukan berada di dalam lapangan Padahal dia seharusnya berada di bangku cadangan.Tim A sudah menggunakan jatah 6 kali pergantian Pemain. Dan sejak itu tidak ada lagi jatah pergantian Pemain yang resmi tersisa, Prosedur apakah yang harus dilakukan oleh para Wasit?
Berdasarkan Peraturan
Sejak tim A memiliki susunan Pemain yang salah, yang disebabkan oleh pergantian Pemain tidak sah, prosedur yang dilakukan sesuai dengan peraturan 15.9: adalah sebagai berikut:
a. Angka dan servis untuk tim B,
b. Pergantian Pemain harus dibatalkan, Pemain nomor punggung #7 harus dikeluarkan dari set dan Pemain yang seharusnya dikembalikan ke lapangan.
Perbaikan ini tidak terhitung sebagai pergantian Pemain,
c. Semua angka yang dihasilkan oleh Tim A sejak Pemain nomor punggung #7 berada di lapangan secara tidak sah harus dibatalkan, tetapi angka dari tim lawan tetap,
d. Tidak ada hukuman lain untuk tim A Peraturan 15.9.2
4.11
Setelah Tim B menggunakan 5 pergantian Pemain, dua Pemain pengganti masuk ke daerah pergantian.
Apakah yang harus dilakukan oleh Wasit dua?
Berdasarkan Peraturan
Wasit dua harus mengingatkan Pelatih bahwa hanya satu pergantian yang diperbolehkan dan menanyakan kepada Pelatih pergantian mana yang akan dilakukan.
Asalkan tidak terjadi penghambatan, pergantian lainnya hanya ditolak dan dijadikan sebagai “improper request” yang tercatat di scoresheet
Peraturan 15.5, 15.6, 15.11, 16.1 4.12
Sebuah tim meminta dua pergantian Pemain. Setelah diperiksa, Skorer mengetahui bahwa salah satu pergantian pemain adalah sah dan salah satu pergantian Pemain lainnya adalah tidak sah.
Apakah yang harus dilakukan oleh Wasit dua?
Berdasarkan Peraturan
Wasit dua mengizinkan pergantian Pemain yang sah. Pergantian Pemain yang tidak sah harus di tolak tanpa mempedulikan urutan dari pergantian Pemain yang dilakukan.
Permintaan atas pergantian Pemain yang tidak sah harus dikenakan sanksi penghambatan.
Peraturan 15.6. 16.1.3 4.13
Suatu tim ditolak untuk meminta pergantian Pemain oleh Skorer dengan menekan bel (buzzer) dua kali. Ketika diperiksa oleh Wasit dua ke E-scoresheet ternyata pergantian Pemain tersebut adalah sah, dan keadaan dikoreksi oleh Wasit dua. Ini sedikit membingungkan.
Apakah yang dilakukan oleh Wasit dua benar?
Berdasarkan Peraturan
Prosedur yang dilakukan oleh Wasit dua adalah benar. Merubah keputusan, namun hal ini dapat memberikan citra yang tidak baik terhadap tim perwasitan.
4.14
Seorang Pemain pengganti berdiri di daerah pergantian, siap untuk memasuki lapangan. Namun, Pemain yang berada di lapangan menolak untuk meninggalkan lapangan. Apakah ini merupakan pengamatan?
Haruskah pergantian ini ditolak?
Berdasarkan Peraturan
Iya ini adalah penghambatan. Namun pergantian ini harus diizinkan, karena permintaan pergantiannya sah sesuai dengan peraturan dan Pemain yang berada di lapangan yang menyebabkan hal ini, dan Pemain pengganti tidak menyebabkan penghambatan. Namun jika Pemain pengganti yang tidak siap dan menyebabkan penghambatan, penerapan peraturan yang seharusnya adalah menolak pergantian dan memberikan sanksi penghambatan kepada tim tersebut.
Peraturan 16.1.1, 23.2.3 4.15
Jika daftar posisi tidak sesuai dengan posisi Pemain di lapangan apa yang harus dilakukan oleh Wasit dua?
Berdasarkan Peraturan
Wasit dua harus menunjukkan daftar posisi kepada Pelatih dan menanyakan apa yang akan dia lakukan. Jika Pelatih menginginkan tetap sesuai dengan yang di lapangan, dia harus melakukan pergantian yang resmi pada kedudukan 0:0. Situasi ini adalah salah satu di mana Pelatih harus memberikan isyarat tangan untuk pergantian Pemain
untuk menghindarkan dari
kesalahpahaman.
Wasit dua juga harus memberikan isyarat tangan pergantian Pemain secara formal supaya seluruh penonton mengerti keadaan ini.
Peraturan 7.3.5.2, 7.3.5.3 4.16
Pemain dengan nomor punggung #6, siap untuk bermain, memasuki daerah pergantian Pemain di saat penghentian.
Skorer mengumumkan permintaan ini dengan menggunakan bel (buzzer). Pada saat ini Pelatih merubah pemikirannya dan meminta Pemain tersebut untuk kembali ke area pemanasan. Apakah pergantian ini tetap harus dilakukan dan apakah prosedur yang benar untuk menghadapi situasi ini?
Berdasarkan Peraturan
Permintaan untuk pergantian Pemain adalah benar dan telah diumumkan oleh Skorer menggunakan bel (buzzer). Karena permintaan ini, permainan terhenti. Dalam keadaan ini tidak diharuskan untuk melakukan pergantian Pemain, tetapi prosedur ini menyebabkan penghambatan dan harus diberikan sanksi
Peraturan 15.10.3a, 15.10.3c, 16.1.1 4.17 VIDEO
Setelah peluit untuk service, Pemain pengganti memasuki daerah pergantian.
Skorer tidak mempedulikannya, dan pertandingan tidak terhenti. Setelah reli berakhir Wasit dua memberitahukan kepada Skorer untuk mencatat “improper request” di scoresheet. Apakah ini prosedur yang benar?
Berdasarkan Peraturan
Wasit dua benar. ini adalah salah satu kasus
“improper request” yang harus dicatat di scoresheet. jika terjadi pengulangan
“improper request”, sanksi penghambatan harus diberikan
Peraturan 15.11.2, 16.1.1 4.18
Jika kesalahan Skorer memencet bel (buzzer) untuk pergantian Pemain (setelah peluit untuk servis/Pemain belum memasuki daerah pergantian), Haruskah tim dikenakan “improper request”?
Berdasarkan Peraturan
Tidak karena kesalahan ini dilakukan oleh Skorer sehingga tidak bisa dinyatakan sebagai “improper request” atau sebagai penghambatan.
Peraturan 15.10.3a, 15.10.3c
4.19
Seorang Pemain yang tidak terdaftar di scoresheet ditemukan berada di dalam lapangan. Apakah yang harus dilakukan oleh para Wasit?
Berdasarkan Peraturan
Pelatih dan Kapten tim memiliki tugas untuk memeriksa Pemain yang terdaftar dan mengkonfirmasikannya dengan tanda tanganmereka.
Pemain yang tidak terdaftar yang bermain di suatu pertandingan akan dikeluarkan dari lapangan pada saat di ketahui, untuk memastikan Pemain yang terdaftar. Semua angka yang didapat pada saat Pemain yang tidak terdaftar berada di lapangan akan dibatalkan, dan lawan mendapatkan satu angka dan servis berikutnya.
Jika kesalahan ini diketahui setelah berakhirnya
set, Maka set tersebut dinyatakan kalah bagi tim yang melakukan kesalahan. Jika kesalahan tersebut diketahui setelah berakhirnya pertandingan, maka seluruh pertandingan dinyatakan kalah karena Pemain yang tidak terdaftar di pertandingan.
Peraturan 4.13, 4.2.2, 5.1.1, 5.2.2, 7.3.5.4, 15.9.2 . 4.20
Pada saat penghentian, tim penerima servis tim A meminta pergantian Pemain.
Pada saat penghentian ini tim B terkena hukuman penalti, yang mengharuskan tim A ber-rotasi 1 posisi. setelah ini, tim A meminta pergantian Pemain lagi. Apakah ini diperbolehkan?
Berdasarkan Peraturan
Iya. Karena secara kenyataan telah terjadi satu reli yang sempurna dalam (seperti yang tertulis di peraturan) antara dua permintaan pergantian Pemain.
Peraturan 15.2.2 4.21
Pada saat memeriksa posisi, Wasit dua menemukan bahwa nomor Libero terdapat di susunan Pemain. Dia meminta Pelatih untuk mengoreksi daftar posisi dan menginformasikannya kepada scoresheet terkait hal ini. setelah itu pertandingan dimulai.
Apakah ini prosedur yang benar?
Berdasarkan Peraturan
Di dalam keadaan ini, Wasit dua harus menanyakan kepada Pelatih untuk mengoreksi daftar posisi (hanya mengganti posisi di mana Libero tersebut tercantum).
Setelah dikoreksi Wasit dua harus memeriksa kembali dengan posisi yang ada di lapangan, lalu Wasit dua mempersilahkan Libero untuk memasuki lapangan
Peraturan 7.3.5.2
4.22 VIDEO
Sebuah tim meminta pergantian Pemain, yang tidak disetujui karena kesalahan papan pergantian. Hal ini menyebabkan penalti penghambatan, karena tim tersebut telah menerima peringatan penghambatan. Dapatkah tim tersebut meminta permintaan lagi untuk pergantian Pemain?
Berdasarkan Peraturan
Iya. Karena penalty (bukan peringatan) dinyatakan sebagai satu reli yang sempurna permintaan yang baru dapat diterima
Peraturan 6.1.3 – 15 – 15.2.1, 11.1.3 4.22.1 VIDEO
Sebuah tim ingin melakukan pergantian Pemain untuk 2 Pemain. 1 Pemain telah memasuki daerah pergantian dan siap untuk bermain; sedangkan Pemain lainnya masih mencari papan pergantian. Sebelum berakhirnya proses administrasi dari pergantian yang pertama dia sudah berada di daerah pergantian. Apakah prosedur dari Wasit memperbolehkan kedua pergantian?
Berdasarkan Peraturan
Iya Wasit dapat melakukan kedua pergantian. Jika tidak sangat menghambat, Wasit harus lebih fleksibel.
Panduan dan Petunjuk Mewasiti 4.22.2 VIDEO
Seorang Pemain pengganti masih menggunakan jaket pada saat memasuki daerah pergantian dengan membawa papan pergantian. Pada saat pergantian Pemain dilaksanakan, dia baru menyadari hal ini, dia melepas jaket dan memberikannya kepada Pemain yang keluar lapangan. Apakah prosedur ini sah untuk pergantian Pemain?
Berdasarkan Peraturan
Tidak Seorang Pemain pengganti harus siap untuk bermain pada saat permintaan pergantian. Seorang Pemain yang menggunakan jaket tidak dapat dinyatakan siap untuk bermain; Oleh karena itu permintaan ini harus ditolak dan dikenakan sanksi penghambatan.
Peraturan 15.10.3a, 15.10.3b TIME-OUT DAN TECHNICAL TIME-OUT (Jika Digunakan)
4.23
Tim B melakukan servis dengan Pemain yang salah.
Kesalahan ini baru diketahui setelah berakhirnya TTO. Setelah itu Wasit memperbaiki dan memberikan konsekuensi (pembatalan angka yang didapat oleh tim B karena kesalahan rotasi memperbaiki posisi, servis dan angka untuk tim A). Apakah Wasit harus memberikan lagi TTO, pada saat tim yang
memimpin mencapai angka untuk TTO?
Berdasarkan Peraturan
Tidak. hanya 1 TTO diberikan di 4 set pertama sesuai dengan angkanya: ketika tim yang memimpin mencapai angka 8 dan 16
Peraturan 15.4.1
4.24
Manakah yang harus didahulukan - technical time-out atau permintaan time- out oleh Pelatih?
Berdasarkan Peraturan
TTO harus diberikan sebelum permintaan penghentian yang biasa. Jika setelah TTO Pelatih menginginkan juga time-out kembali, tim tersebut harus meminta lagi.
Peraturan 15.4.2 IMPROPER REQUEST (PERMINTAAN YANG TIDAK SESUAI)
4.25 VIDEO
Dapatkah sebuah tim meminta pergantian Pemain sebelum dan setelah time-out, semua diminta dalam satu penghentian yang sama?
Berdasarkan Peraturan
Tidak. Time-out dapat diminta oleh tim yang sama dalam satu penghentian yang sama, tetapi permintaan untuk pergantian Pemain tidak dapat dilakukan dan permintaan yang ke-2 harus dinyatakan sebagai “improper request”.
Peraturan 15.3.1, 15.3.2, 15.10.3a, 15.11.1.3, 27.2.2.6 4.26 VIDEO
Seorang Pelatih meminta permintaan ke-3 untuk time-out yang disetujui oleh Wasit dua. Pada saat itu Skorer mengetahui bahwa permintaan time-out ini adalah yang ke-3 untuk tim tersebut dan memberitahukannya kepada Wasit dua.
Apakah prosedur yang benar untuk para Wasit?
Berdasarkan Peraturan
Secara normal ini adalah “improper request”- tetapi disini terjadi penghambatan. jadi time-out ini harus segera ditolak. Pemain kembali ke lapangan. Kapten bermain di informasikan bahwa telah terjadi penghambatan dan diberikan sanksi penghambatan.
Peraturan 15.11.1.4, 16.1.5, 27.2.2.6 4.27
Apakah mungkin mendapat “improper request” setelah tim tersebut mendapat peringatan penghambatan atau penalti penghambatan?
Berdasarkan Peraturan
Iya, itu memungkinkan. Tetapi tidak biasa, sebuah penghambatan dapat diikuti oleh
“improper request” - “improper request”
bukan sebagai tahapan dari penghambatan!
Peraturan mengatakan “improper request”
dan peraturan penghambatan adalah sesuatu yang berbeda dasarnya. Jadi, walaupun tim tersebut sudah melakukan penghambatan, “improper request”
mungkin terjadi dan tidak dapat disatukan dengan penghambatan sebelumnya.
Peraturan 15.5, 16.1
4.27.1
Apakah diperkenankan untuk meminta time-out atau pergantian Pemain biasa, jika permintaan untuk penghentian sebelumnya telah ditolak dan dikenakan peringatan penghambatan?
Berdasarkan Peraturan Tidak.
Ini adalah penerapan yang baru di dalam kondisi ini, tim harus menunggu sampai berakhirnya 1 reli sempurna untuk meminta penghentian (kecuali pergantian karena cedera/sakit). Jika tim masih mengajukan permintaan, ini tidak dapat dinyatakan sebagai “improper request”, tetapi tim tersebut harus diingatkan terkait hal ini.
Panduan dan Petunjuk Mewasiti CEDERA
4.28 VIDEO
Dapatkah Pemain bermain dengan hidung berdarah?
Berdasarkan Peraturan
Wasit harus memperhatikan jika ada Pemain yang berdarah. Jika tindakan medis tidak dapat menanganinya, dia harus digantikan sampai dengan pendarahan berhenti dan darah yang ada di seragamnya dibersihkan.
Pemain pengganti harus diberi waktu untuk melepas jaket atau baju pemanasannya untuk memasuki lapangan.
Peraturan 4.4, 15.5, 15.10.2, 15.10.3a,17.1.1 4.29 VIDEO
Seorang Libero mengalami cedera pada tangannya pada saat melakukan pertahanan. Setelah terapi singkat, Libero dinyatakan dapat melanjutkan permainan.
Lalu Wasit mengisyaratkan untuk melanjutkan permainan dengan Libero tersebut.
Apakah keputusan yang diambil Wasit satu benar?
Berdasarkan Peraturan
Keputusan dari Wasit satu adalah benar.
untuk keamanan Pemain Wasit satu harus menghentikan reli pada saat terjadinya cedera dan mengizinkan untuk dokter tim atau bantuan medis untuk memasuki lapangan. Jika cedera terlihat serius dan berbahaya, Pemain harus dikeluarkan dari lapangan minimal 1 reli.
Prinsip keputusan Wasit satu adalah
memberikan Pemain waktu bersama dokter tim untuk menangani keseriusan dari cederanya tersebut sebelum melewati batas waktu untuk pergantian yang harus dilakukan.
Peraturan 15.7, 17.1.2 4.30 VIDEO
Suatu kejadian terjadi pada saat pergantian Pemain, yang menyebabkan Pemain pengganti mengalami pendarahan pada hidung.
Apakah prosedur yang benar?
Berdasarkan Peraturan
Pertama-tama Wasit harus meminta bantuan medis. Ini sangat penting untuk menghentikan permainan. Jika Pemain tidak dapat pulih pergantian Pemain yang resmi harus dilakukan meskipun ini adalah
pergantian kedua dalam satu penghentian yang sama. Jika pergantian yang resmi tidak memungkinkan Pemain tersebut harus digantikan secara istimewa.
Peraturan 15.11.1.3 4.31
Kapten tim mengalami cedera sebelum dimulainya pertandingan. Bagaimana mengatasi keadaan ini?
Berdasarkan Peraturan
Proses ditentukan pada saat terjadinya cedera, prinsip utama tertulis di peraturan 4.1.3, ketika scoresheet telah ditandatangani oleh Kapten dan Pelatih, setelah undian, tim tersebut tidak memiliki hak untuk mengganti daftar Pemain (kecuali jika Libero cedera, dan tidak memiliki kesempatan untuk bermain dan Pelatih menginginkan untuk menunjuk Kapten tim sebagai Libero yang baru).
Berdasarkan kejadian cedera ini yang terjadi pada Kapten tim terjadi sebelum undian dan dia tidak dapat bermain, Pelatih harus menunjuk Kapten tim yang baru, memasang garis dibawah nomor dan melingkari nomor Pemain tersebut di scoresheet. Kapten tim yang baru ini memiliki hak dan kewajiban yang sama (mewakili timnya pada saat undian).
Jika Kapten tim mengalami cedera setelah undian dilakukan, Pelatih tidak memiliki hak untuk menunjuk Pemain yang lain sebagai Kapten tim. Namun Pelatih dapat menunjuk Kapten bermain secara umum untuk mengambil hak dan kewajiban dari Kapten tim yang mengalami cedera dan menandatangani scoresheet di akhir pertandingan. Dalam kedua keadaan cedera yang terjadi harus dicatat didalam scoresheet
Peraturan 4.1.3, 5.1, 5.2.1, 5.2.2, 19.4.2.5, 27.2.2.7 4.32
Setelah pergantian Pemain yang dilakukan tim A, reli terhenti karena terjadinya cedera dari salah satu Pemain Tim A; Pemain tidak dapat melanjutkan permainan. walaupun tidak ada reli yang sempurna di antara permintaan pergantian, Apakah sah untuk
Berdasarkan Peraturan
Iya. Meskipun tidak diperkenankan melakukan pergantian Pemain kedua tanpa diselingi satu reli sempurna, tetapi pada saat keadaan darurat seperti ini, diperkenankan untuk melakukan pergantian Pemain bagi Pemain yang cedera atau sakit didalam lapangan.
melakukan pergantian Pemain bagi
Pemain yang cedera? Peraturan 15.11.1.3
4.33 VIDEO
Bagaimana prosedur yang benar jika Pemain yang cedera tidak dapat melakukan pergantian secara formal melalui daerah pergantian?
Berdasarkan Peraturan
Dengan tujuan pergantian Pemain terlihat jelas bagi semuanya, Pemain pengganti harus membawa papan pergantian dengan nomor yang sama dengan Pemain yang cedera dan memasuki daerah pergantian.
Wasit dua harus mengambil papan
pergantian tersebut dan
mengembalikannya kepada tim.
Peraturan 15.10.1, 17.1.1 PENGHAMBATAN PERMAINAN
4.34
Sebelum dimulainya set ketiga, Wasit satu meniup peluit untuk meminta tim masuk ke lapangan. Salah satu tim tidak bereaksi.
Ketika mereka sangat lambat untuk bereaksi, Wasit satu mengeluarkan peringatan penghambatan untuk mereka.
Lalu tim tersebut memasuki lapangan.
Apakah ini tindakan yang benar yang dilakukan oleh Wasit satu?
Berdasarkan Peraturan
Iya, tindakan Wasit satu benar. Tim harus segera mengambil posisinya di dalam lapangan. Jika mereka tidak bereaksi, Wasit satu harus memberikan peringatan penghambatan kepada mereka. Jika tim masih tidak bereaksi, Wasit harus memberikan penalti penghambatan. Jika ini juga tidak efektif, ini akan diputuskan sebagai menolak untuk melanjutkan permainan, tim tersebut akan dinyatakan kalah WO dan kehilangan pertandingan tersebut. Dalam keadaan ini skor akan dicatat sebagai 0:3 (0:25,0:25, 0:25).
Jika tim masuk ke lapangan secara lambat setelah time-out prosedur yang sama harus diikuti
Peraturan 6.4.1, 16.1 4.35
Dapatkah tim dikenakan sanksi penghambatan karena berkerumun di dalam lapangan?
Berdasarkan Peraturan
Tidak ada ketentuan bagi Wasit satu untuk memberikan waktu lebih untuk Pemain menuju ke posisinya sebelum reli berikutnya.
Namun Wasit harus memberi kesempatan bagi Pemain untuk merayakan dan melampiaskan keceriaan tetapi tidak diperbolehkan menghambat permainan.
Wasit satu harus mengingatkan kedua tim untuk menuju posisinya. Jika dia menyadari Pemain menggunakan tindakan ini sebagai
Wasit satu harus mengingatkan kedua tim untuk menuju posisinya. Jika dia menyadari Pemain menggunakan tindakan ini sebagai