Yohanes Andri Putranto Bernadus
F. Validasi Model Secara Empiris
1. Metodologi
Pendekatan structural equation model (SEM) dengan aplikasi Smart PLS V. 20 M3 untuk memvalidasi model. Sampel yang di-gunakan ada lah mahasiswa STIE Musi Palembang yang sedang dan telah menem puh mata kuliah kewirausahaan pada semester gasal 2013/2014. Mata kuliah kewirausahaan ditawarkan pada semester V untuk mahasiswa program studi manajemen baik untuk kelas pagi maupun kelas sore, sedangkan untuk program studi akuntansi ditawarkan pada semester VI dan hanya untuk kelas sore. Dengan demikian sampel untuk mahasiswa program studi akun tansi adalah mahasiswa semester VII kelas sore yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan dan untuk mahasiswa program studi manajemen adalah mahasiswa semester V kelas pagi dan sore yang sedang menempuh mata kuliah kewirausahaan dan mahasiswa VII kelas pagi dan sore yang telah menempuh mata kuliah kewirausahaan. Peneliti menggunakan metode survei melalui kuisioner penelitian ke-pada 176 mahasiswa.
a. Hasil
Pada gambar 5 di bawah ini disajikan hasil analisis data dengan menggunakan SmartPLS V 2.0 M3. Pada gambar tersebut ditampilkan hampir semua jalur dalam model signifikan pada level 5% kecuali jalur confirmasi ke personal attitude tidak terdukung signifikan secara statistik pada level 5%.
Gambar 5
Hasil Validasi Model
Confirmation
Perceived Feasibility
Personal Attitude Entrepreneurial Intention 0,672*
0,068 0,467*
0,540* 0,395*
*Signifikan pada level 5%
Secara empiris terdukung bahwa sikap personal ber-pengaruh po sitif terhadap niat kewirausahaan. Temuan ini sejalan dengan hasil pe nelitian Kadir et al. (2012), Finisterra do Paco et al. (2011) , Fretschner & Weber (2013) , dan Liñán (2004). Hasil ini menambahkan dukungan empiris bahwa sikap personal mempengaruhi niat kewirausahaan. Dalam hal ini semakin positif sikap mahasiswa terhadap karier ber wirausaha setelah mengikuti mata kuliah ke wira usahaan maka akan semakin besar niat mahasiswa untuk ber wirausaha.
Fisibilitas persepsian juga berpengaruh positif terhadap sikap personal terdukung secara empiris. Hasil ini mendukung TPB yang menjelaskan bahwa keyakinan (belief) menyebabkan timbulnya sikap (attitude). Secara empiris penelitian ini menjelaskan bahwa ma hasiswa yang sedang atau telah mengikuti mata kuliah ke wira usahaan membentuk keyakinan bahwa mereka mampu ber wirausaha yang kemudian mempengaruhi sikap positif mereka untuk menjadi wirausahawan.
Kemudian fisibilitas persepsian terdukung berpengaruh po sitif terhadap niat kewirausahaan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Liñán (2004) , Krueger (1993) , dan Moriano et al. (2011). Dengan hasil ini maka niat kewirausahaan dapat langsung muncul ketika mahasiswa yang sedang atau telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan memiliki keyakinan bahwa mereka mampu untuk berwirausaha.
Konfirmasi juga ditemukan berpengaruh positif terhadap fisi bilitas persepsian. Hasil ini menjelaskan bahwa setelah menjalani mata kuliah kewirausahaan, mahasiswa merasa ekspektasi awal me reka terkonfirmasi dengan realita yang dirasakan sehingga mereka membangun persepsi/keyakinan yang baru yaitu keyakinan bahwa mereka mampu atau tidak untuk berwirausaha. Jika mata kuliah mem berikan pengalaman positif mendukung ekspektasi awal me reka terkait kewirausahaan, maka mereka juga akan semakin mem bangun persepsi bahwa mampu berwirausaha.
Namun konfirmasi tidak terdukung berpengaruh positif ter hadap sikap personal secara empiris. Hasil ini bertentangan dengan ECT yang menjelaskan bahwa jika performa yang senyata nya dirasakan se jalan atau melebihi ekspektasi awal maka memunculkan sikap positif terhadap suatu perilaku. Dalam pene litian ini walaupun responden cenderung menilai bahwa setuju tentang level konfirmasi dan sikap positif terhadap karier wirausaha dan arah hubungan kedua variabel ini pun postif namun secara statistis tidak signifikan. Dengan demikian konfirmasi tidak secara langsung mempengaruhi sikap personal.
Tabel 1 menunjukkan bahwa indeks GoF sebesar 0,55, yang artinya variansi yang dijelaskan oleh konstruk-konstruk dalam model lebih besar daripada faktor residual di luar model. Hal ini juga diperkuat dengan dukungan validitas hubungan antar konstruk dalam model didapati memiliki signifikansi yang memadai. Dengan demikian secara keseluruhan validitas model niat berwirausaha dapat didukung.
Tabel 1
Goodness of Fit Model
R Square Communality Goodness of Fit
Konfirmasi 0.682810
0.55 Niat Kewirausahaan 0.636373 0.653966
Fisibilitas Persepsian 0.291943 0.577866 Sikap Personal 0.505810 0.584014
g. Simpulan
Artikel ini memberikan suatu referensi baru dalam mem-ba ngun model yang dapat menjelaskan munculnya niat berwirausaha dalam diri individu dalam konteks pendidikan kewirausahaan. Variabel konfirmasi dan post belief/expectation (fisibilitas persepsian) dalam penelitian ini ditemukan signifi-kan mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung sikap personal dan niat kewirausahaan individu. Hal ini memberikan implikasi bahwa kurikulum pendidikan kewirausahaan atau mata kuliah ke wi ra usahaan harus dirancang untuk mampu mendorong level kon firmasi yang baik dan memunculkan fisibilitas persepsian dalam diri mahasiswa.
Melalui artikel ini sedikit banyak menjelaskan bagaimana sistem pendidikan kewirausahaan semestinya untuk dapat me mun culkan niat kewirausahaan mahasiswa. Jika merujuk pada dua parameter yang diajukan oleh Liñán (2004) yang perlu di perhatikan dalam pendidikan kewirausahaan yaitu perubahan “soft outcome” (seperti pola pikir/mindset, sikap dan niat) dan perubahan pengetahuan konkret dan skill mahasiswa dalam mendirikan usaha baru (seperti business
planning, memformulasikan strategi, analisis pasar, bagaimana
mendapatkan pendanaan, pemahaman aturan dan regulasi, dan perpajakan), maka isi mata kuliah kewirausahan harus berfokus pada kedua parameter tersebut. Perlu dipikirkan metode belajar yang tepat untuk mampu memberikan kesadaran berwirausaha kepada mahasiswa. Pendidikan kewirausahaan harus banyak berorientasi pada aksi dan difokuskan pada ter-capai nya kualifikasi/kompetensi tertentu yang harus dimiliki ma hasiswa untuk mampu mendirikan suatu usaha (Fretschner & Weber, 2013). Hasil penelitian ini memberikan suatu referensi baru dalam membangun model yang dapat menjelaskan munculnya niat berwirausaha dalam diri individu dalam konteks pendidikan kewirausahaan. Variabel konfirmasi dan
post belief/expectation (fisibilitas persepsian) dalam penelitian
maupun tidak langsung sikap personal dan niat kewirausahaan individu. Hal ini memberikan implikasi bahwa kurikulum pendidikan kewirausahaan atau mata kuliah kewirausahaan harus dirancang untuk mampu mendorong level konfirmasi yang baik dan memunculkan fisibilitas persepsian dalam diri mahasiswa. Model integrasi final untuk menjelaskan niat kewirausahaan pasca mengikuti pendidikan kewirausahaan disajikan pada gambar 6 di bawah ini.
Gambar 6
Model Terintegrasi Niat Kewirausahaan (Final)
Konfirmasi
Fisibilitas Persepsian
Sikap
DAFTAR PUSTAKA
Bhattacherjee, A.. 2001. “Understanding Information Systems Continuance: An Expectation-Confirmation Model”. MIS
Quarterly, 25 (3), 351– 370.
Brancu, L., V. Munteanu and D. Gligor. 2012. “Study on Student’s Motivations for Entrepreneurship in Romania”. Procedia - Social
and Behavioral Sciences, 62, 223–231. doi: 10. 1016/j. sbspro.
2012. 09. 036
Finisterra do Paco, A. M., J. M. Ferreira, M. Raposo, R. G. Rodrigues, and A. Dinis. 2011. “Behaviours and entrepreneurial intention: Empirical findings about secondary students”. Journal
International Entrepreneurship, 9, 20–38. doi: 10.
1007/s10843-010-0071-9
Fretschner, M., & S. Weber. 2013. Measuring and Understanding The Effects of Entrepreneurial Awareness Education. Journal of
Small Business Management, 51 (3), 410–428. doi: 10. 1111/jsbm.
12019
Guerrero, M., J. Rialp, & D. Urbano. 2008. “The impact of desirability and feasibility on entrepreneurial intentions : A structural equation model”. International Entrepreneurship Management, 4, 35-50. doi:10.1007/s11365-006-0032-x
Hytti, U., & C. O’Gorman. 2004. “What is “enterprise education”? An analysis of the objectives and methods of enterprise education programmes in four European countries”. Education + Training. 46 (1), 11 – 23.
Kadir, M. B. A., M. Salim dan H. Kamarudin. 2012. “The Relationship Between Educational Support and Entrepreneurial Intentions in Malaysian Higher Learning Institution”. Procedia - Social
and Behavioral Sciences. 69, 2164–2173. doi: 10. 1016/j. sbspro.
2012.12. 182
Katz, J. A.. 2003. “The chronology and intellectual trajectory of American entrepreneurship education”. Journal of Business Venturing. 18, 283–300. doi: 10. 1016/S0883-9026 (02) 00098-8
Kompas.com. 2011. Jumlah Wirausaha Indonesia Masih Rendah. Retrieved July 6, 2013, from http://bisniskeuangan.kompas.com/
Krueger, N.. 1993. “The Impact of Prior Entrepreneurial Exposure on Perceptions of New Venture Eeasibility and Desirability”.
Entrepreneurship Theory and Practice. Fall. 5–21.
Kuratko, D. F.. 2005. “The Emergence of Entrepreneurship Education: Deve lopment, Trends, and Challenges”. Entrepreneurship
Theory and Practice. September, 577–597.
Könczöl, E.. 2004. “The Role of Education and Training in the Process of Building an Entrepreneurial Society in Hungary”. Society and
Economiy. 26, 127–139.
Liñán, F.. 2004. “Intention-based models of entrepreneurship education”.
Piccolla Impresa/Small Business. 3, 11–35.
Moriano, J. A., M. Gorgievski, M. Laguna, U. Stephan, and K. Zarafshani. 2011. “A Cross-Culture Approach to Understanding Entrepreneurial Intention”. Journal of Career Development. doi: 10. 1177/089484531038 4481
Oliver, R. L.. 1977. “Effec of Expectation and Disconfirmation on Post Exposure Product Evaluations – An Alternative Interpretation”.
Journal of Ap plied Psychology. 62 (4), 480.
Oliver, R. L.. 1980. “A Cognitive Model of the Antecedents and Consequences of Satisfaction Decisions”. Journal of Marketing
Research. 17 (4), 460–469.
Ramayah, T., N. H. Ahmad and T. H. C. Fei. 2012. “Entrepreneur Education: Does Prior Experience Matter?”. Journal of
Entrepreneurship Education. 2 (15), 65–82.
Sanchez, J. C.. 2013, “The Impact of an Entrepreneurship Education Program on Entrepreneurial Competencies and Intention”.
Journal of Small Business Management. 51 (3), 447–465. doi: 10.
1111/jsbm. 12025
Van Praag, C. M., and P. H. Versloot. 2007. “What Is the Value of Entrepreneurship? A Review of Recent Research”. Small Business