BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Validasi Perangkat Pembelajaran
25
Perangkat pembelajaran yang sudah direvisi dan diubah kemudian divalidasi oleh 3 orang ahli. Validator perangkat pembelajaran ini adalah dua orang dosen ahli PMRI dan satu orang guru kelas IV.
d. Uji keterbacaan
Setelah perangkat pembelajaran divalidasi, peneliti melakukan uji keterbacaan. Uji keterbacaan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap isi bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Uji keterbacaan dilakukan oleh 3 orang siswa kelas IV SD lain.
2. Implementasi
Perangkat pembelajaran yang telah diuji keterbacaannya diimplementasikan di kelas IV SD N Daratan. Implementasi perangkat ini untuk melihat proses pembelajaran dan kemunculan karakteristik PMRI dalam proses pembelajaran. Setelah pengimplementasian, peneliti menyebarkan angket respon siswa kepada beberapa siswa dan melakukan wawancara kepada siswa dan guru. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon siswa dan guru setelah melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI.
D. Instrumen Penelitian
Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian. Berikut dijelaskan tentang instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.
1. Jenis data
Penelitian ini menghasilkan dua jenis data, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil validasi para ahli, hasil angket uji keterbacaan, hasil agket respon siswa, dan hasil evaluasi siswa. Data kualitatif diperoleh dari hasil analisis proses implementasi perangkat pembelajaran, hasil analisis kemunculan indikator-indikator karakteristik PMRI pada proses pembelajaran, serta hasil wawancara guru da siswa. 2. Instrumen pengumpulan data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen data kuantitatif dan instrument data kualitatif. Berikut penjelasan masing-masing instrumen:
a. Instrumen data Kuantitatif
Instrumen penelitian yang digunakan untuk menghasilkan data kuantitatif berupa lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket uji keterbacaan, lembar angket respon siswa dan lembar evaluasi. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif:
1) Lembar Validasi Perangkat Pembelajaran
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan lembar validasi perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian sebelumnya yaitu penelitian Pusporini (2012: 186-190). Valiasi dilakukan untuk menilai perangkat pembelajaran yang sudah direvisi
27
layak atau tidak untuk digunakan dalam pengimplementasian perangkat pembalajaran. Lembar validasi perangkat pembalajaran dapat dilihat pada lampiran halaman [104].
2) Lembar Angket Uji Keterbacaan
Angket uji keterbacaan digunakan untuk mengtahui pemahaman siswa terhadap keterbacaan perangkat pembelajaran yang berupa bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi. Peneliti menggunakan angket uji keterbacaan yang digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu pada penelitian Pusporini (2012: 106). Lembar angket uji keterbacaan pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran halaman [109].
3) Lembar Angket Respon Siswa
Lembar angket respon siswa ini digunakan untuk mengetahui respon atau tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran. Peneliti menggunakan angket respon siswa yang digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu pada penelitian Pusporini (2012: 107). Lembar angket respon siswa yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada lampiran halaman [113].
4) Lembar Soal Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa setelah mengikuti pembalajaran menggunakan pendekatan PMRI. Peneliti menggunakan soal evaluasi yang digunakan pada penelitian sebelumnya yaitu penelitian Pusporini (2012: 179). Soal evaluasi
yang digunakan pada penelitian ini direvisi oleh peneliti. Soal evaluasi yang diberikan berbentuk soal uraian. Lembar evaluasi tersebut dapat dilihat pada lampiran halaman [92]-[98]
b. Instrumen data kualitatif
Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan data kualitatif yaitu lembar pedoman wawancara dan dokumentasi. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitatif:
1) Lembar pedoman wawancara
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua lembar pedoman wawancara yaitu lembar pedoman wawancara guru dan siswa. lembar pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian bertujuan untuk memperoleh respon guru setelah menggunakan pendekatan PMRI. Lembar pedoman wawancara guru dapat dilihat pada lampiran halaman [114]. Lembar pedoman wawancara siswa digunakan untuk mengetahui respon siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan pendekatan PMRI. Lembar pedoman wawancara siswa dapat dilihat pada lampiran halaman [115].
29
Dokumentasi digunakan dalam penelitian ini yaitu rekaman video proses pembelajaran, rekaman video wawancara siswa dan guru dan foto-foto kegiatan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data kuantitatif dan data kualitatif. Berikut penjelasan tentang teknik pengumpulan data:
1. Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif
Berikut adalah teknik pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini: a. Validasi
Validasi dilakukan untuk mengukur validitas dari perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan oleh 3 orang ahli untuk melakukan validasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI yaitu 2 dosen ahli PMRI dan satu orang guru kelas IV. Para ahli diminta untuk menilai komponen-komponen yang ada dalam perangkat pembelajaran sesuai petunjuk pada lembar validasi. b. Angket Uji Keterbacaan
Peneliti menyebarkan lembar angket uji keterbacaan kepada 3 siswa kelas IV SD N Kempong yang memiliki karakteristik hampir sama dengan siswa di SD N Daratan. Siswa diminta untuk mengisi angket tersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai dengan perangkat pembelajaran yang telah dibaca. Perangkat pembelajaran yang dibaca oleh siswa yaitu bahan ajar, LKS, dan soal evaluasi.
c. Angket Respon Siswa
Setelah kegiatan implementasi, peneliti juga menyebarkan lembar angket yaitu lembar angket respon siswa. siswa diminta untuk mengisi angket tersebut dengan melihat kategori jawaban sesuai hal yang dialami oleh siswa pada saat pembelajaran.
d. Soal Evaluasi
Teknik pengumpulan data dari instrument lembar soal evaluasi adalah dengan membagikan lembar soal evaluasi dan meminta setiap siswa untuk mengerjakan soal tersebut di kegiatan akhr pembelajaran pada pertemuan keempat.
2. Teknik Pengumpulan Data Kualitatif
Berikut adalah teknik pengumpulan data kualitatif dalam penelitian ini: a. Wawancara
Wawancara dilakukan terhadap 3 orang siswa dan guru kelas. Siswa yang diwawancarai adalah siswa yang memiliki kemampuan tinggi, kemampuan sedang dan kemampuan rendah. Pemilihan siswa atas rekomendasi guru kelas. Wawancara siswa dan guru dilakukan setelah proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan. Peneliti menggunakan lembar pedoman wawancara berisi peranyaan-pertanyaan yang digunakan sebagai pedoman wawancara.
31
b. Transkripsi
Dokumentasi video proses pembelajaran kemudian ditranskripsikan oleh peneliti. Teknik ini dilakukan untuk mengetahui setiap kejadian dan kegiatan yang dilakukan dalam proses implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan.
F. Teknik Analisis Data
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu: 1. Teknik Analisis Data Kuantitatif
Data kuantitatif diperoleh dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket uji keterbacaan dan lembar angket respon siswa. skor yang diperoleh dari masing-masing instrumen penelitian diubah dengan skala empat. Berikut ini merupakan tabel kriteria penilaian hasil revisi perangkat pembelajaran menurut Fatimah (2011):
Tabel. 3.1 Kriteria Tingkat Kualitas Produk
Angka Interval skor rata-rata Kategori 4 3,25 < M ≤ 4,00 Sangat baik 3 2,50 < M ≤ 3,25 Baik 2 1,75 < M ≤ 2,50 Kurang baik 1 0,00 < M ≤ 1,75 Tidak baik Keterangan:
M : Rata-rata aspek yang dinilai ditentukan dari jumlah penilaian secara keseluruhan. Contohnya nilai rata-rata (M) untuk silabus didapat dari jumlah
nilai validasi yang didapatkan dari semua validator kemudian dibagi jumlah validator.
Setelah mendapat hasil pekerjaan soal evaluasi dari siswa, peneliti memberikan skor pada jawaban siswa. pemberian skor ini berdasarkan pedoman skoring yang terdapat pada lampiran RPP. Setelah memperoleh skor, peneliti memberikan nilai berdasarkan pedoman penilaian.
2. Teknik Analisis Data Kualitatif
Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara siswa dan guru serta transkripsi video proses pembelajaran. Data yang diperoleh tersebut kemudian disajikan dalam bentuk transkripsi hasil rekaman. Di dalam transkripsi tersebut disajikan kejadian yang terjadi dalam proses pembelajaran dalam bentuk tulisan deskripsi.
Deskripsi yang terdapat dalam transkripsi digunakan untuk mendukung argumen peneliti dalam menganalisis dan membahas hasil penelitian. Melalui transkripsi tersebut peneliti dapat melihat proses implementasi perangkat pembelajaran dan juga kemunculan indikator-indikator dari setiap karakteristik PMRI. Indikator-indikator setiap karakteristik PMRI dapat dilihat pada lampiran 110. Argumen-argumen yang disampaikan oleh peneliti didukung dengan menunjuk pada bagian transkripsi tertentu. Selain itu argumen peneliti juga dapat didukung dengan gambar kegiatan yang dilakukan siswa dalam pembelajaran.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Paparan Penelitian Sebelumnya
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development). Penelitian sebelumnya merupakan penelitian pengembangan yang telah menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran matematika tentang pecahan dengan menggunakan pendekatan PMRI (Pendekatan Matematika Realistik Indonesia) yang telah diterapkan di kelas IV di SD Negeri Adisucipto 1 Yogyakarta. Perangkat pembelajaran pecahan yang telah dihasilkan dari penelitian sebelumnya yaitu, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta didik (LKS), soal evaluasi, dan bahan ajar yang mengakomodasi Pendekatan PMRI. Dalam penelitian ini, produk perangkat pembelajaran pecahan yang telah dihasilkan peneliti gunakan untuk mengetahui bagaimana implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan yang menggunakan pendekatan PMRI tersebut jika diterapkan pada siswa kelas IV di sekolah lain yaitu di SDN Daratan Minggir. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kemunculan indikator-indikator dari setiap karakteristik pada perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan menggunakan pendekatan PMRI
Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, peneliti melakukan tahapan-tahapan dalam penelitian ini, diantaranya adalah mempelajari produk perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan, merevisi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan, melakukan validasi kepada dua dosen ahli PMRI dan satu guru kelas IV sekolah dasar, melakukan uji keterbacaan kepada beberapa siswa, serta melakukan implementasi perangkat pembelajaran penjumlahan pecahan kepada siswa kelas IV di SDN Daratan Minggir. Perangkat pembelajaran yang disusun dengan menggunakan pendekatan PMRI dan mendukung suasana pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Perangkat pembelajaran yang direvisi adalah:
1. Silabus
Silabus disusun berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Silabus mengandung kegiatan Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi. Silabus juga mengalami penjabaran dalam indikatornya, yaitu dalam indikator terdapat aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ketiga aspek dalam indikator ini bertujuan untuk memfasilitasi kenampakan karakteristik PMRI.
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP yang disusun pada penelitian sebelumnya selain disusun menggunakan pendekatan PMRI juga disusun dengan memunculkan kelima karakteristik PMRI. RPP dilengkapi dengan materi ajar untuk guru. Hal ini bertujuan agar guru lebih mudah menyampaikan materi kepada siswa. Peneliti juga menyiapkan media pembelajaran berupa papan
35
terang bulan, papan pecahan dan media lain yang berkaitan dengan masalah kontekstual yang disajikan. RPP juga dilengkapi dengan rubrik penilaian yang digunakan sebagai pedoman penilaian jawaban soal, penilaian kegiatan tertentu yang telah ditentukan oleh guru, dan penilaian sikap siswa selama proses pembelajaran. Rubrik penilaian terdiri dari rubrik penilaian kognitif, afektif, dan psikomotor.
3. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa disusun dengan menampilkan petunjuk-petunjuk kegiatan pembelajaran. LKS yang terdiri dari 4 kali pertemuan pada setiap pertemuan diberi 2 buah soal latihan penjumlahan pecahan. Soal kontekstual disajikan lebih banyak daripada soal yang berbentuk kalimat matematis.
4. Bahan Ajar
Bahan ajar yang disusun berisi ringkasan materi, selain itu berisi petunjuk permainan dan lirik lagu. Bahan ajar disusun dengan memberikan gambar-gambar yang menarik untuk membantu siswa memahami materi. Bahan ajar yang diberikan mendukung pengakomodasian karakteristik PMRI.
5. Soal Evaluasi
Soal evaluasi disusun berdasarkan sub materi yang telah diajarkan pada setiap pertemuan, sedangkan soal evaluasi akhir disusun dengan
menggabungkan sub materi penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama dan pecahan yang berpenyebut beda.
B. Paparan Revisi Perangkat Pembelajaran
Setelah peneliti mempelajari perangkat pembelajaran yang telah dihasilkan dan mengetahui kekurangannya peneliti melakukan beberapa perubahan. Dari hasil mempelajari perangkat pembelajaran tersebut, ditemukan beberapa bagian yang perlu dilakukan revisi/perbaikan. Berikut ini akan dijelaskan revisi yang dilakukan pada setiap bagian yang terdapat dalam perangkat pembelajaran pecahan beserta alasannya:
37 1. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Pada bagian silabus dan RPP peneliti merevisi beberapa bagian yaitu: a. Perubahan alokasi waktu
Perubahan alokasi waktu dilakukan karena menyesuaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Selain itu terdapat pandangan dari Ruseffendi (1979:28) bahwa waktu yang diperlukan untuk mengajarkan Matematika modern harus jauh lebih banyak dari waktu yang diperlukan untuk Matematika tradisionil, sebab dalam metode modern kita memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menemukan sendiri serta diperlukan kerja lapangan. Perubahan alokasi waktu tersebut yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.1 Revisi Alokasi Waktu pada Silabus dan RPP
Penelitian sebelumnya Revisi Alasan
Alokasi waktu pada setiap pertemuan 2x35 menit
Alokasi waktu pada pertemuan pertama 3x35 menit, pada pertemuan kedua, ketiga, dan keempat 2x35 menit.
Alokasi waktu pada penelitian ini ditambah 1 jam pelajaran yang dahulunya 8x35 menit menjadi 9x35 menit. Penambahan waktu ini hanya untuk pertemuan pertama dikarenakan pada pertemuan pertama peneliti menambah kegiatan pembelajaran.
38 b. Kegiatan Pembelajaran
Revisi yang dilakukan peneliti yaitu menambahkan keterangan karakteristik PMRI dalam kegiatan pembelajaran yang menunjukkan adanya kemunculan karakteristik PMRI. Berikut adalah revisi yang peneliti lakukan dalam kegiatan pembelajaran:
Tabel 4.2 Revisi Kegiatan Pembelajaran pada silabus dan RPP
Pertemuan Penelitian sebelumnya Revisi Alasan
1 Kegiatan awal:
a. Siswa melihat cerita yang ditayangkan melalui video mengenai konsep pecahan
Kegiatan inti: Eksplorasi:
b. Guru membagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
c. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan bolu, tahu dan roti tawar sebagai alat bantu menghitung.
Elaborasi:
Kegiatan awal:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): a. Siswa melakukan permainan mencari
pasangan dan berkumpul dengan kelompoknya sesuai dengan saat melakukan permainan mencari pasangan Kegiatan inti:
Eksplorasi:
PMRI 1 (penggunaan konteks):
b. Siswa dibagikan dua buah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama
PMRI 2 (penggunaan model):
c. Siswa diminta menyelesaikan soal tersebut dengan menggunakan roti tawar dan tahu sebagai media eksplorasi
Elaborasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): d. Setiap kelompok mempresentasikan cara
Kegiatan ini mengalami perubahan karena pada bagian ini penggunaan LCD sangat tidak efisien. Penggunaan LCD hanya digunakan untuk menonton satu video pada saat kegiatan eksplorasi dan tidak digunakan lagi pada proses pembelajaran selanjutnya.
Permainan mencari pasangan bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang nilai pecahan yang dibentuk oleh sebuah gambar lingkaran yang diarsir.
39 d. Siswa diminta untuk
mempresentasikan cara menemukan jawaban mereka di depan kelas.
e. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman.
f. Siswa dibimbing guru untuk menarik kesimpulan sendiri terhadap pembelajaran pecahan berpenyebut sama.
g. Beberapa kelompok diminta mengemukakan hasil pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama di depan kelas.
Konfirmasi:
h. Siswa bersama guru menarik kesimpulan mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
Kegiatan akhir:
a. Refleksi dan penguatan (menggunakan pertanyaan “bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?”)
menemukan jawaban mereka di depan kelas.
e. Siswa diberi kesempatan untuk menanggapi jawaban teman yang presentasi.
f. Siswa mendiskusikan pola penjumlahan pecahan yang berpenyebut sama.
g. Setiap kelompok diminta mengemukakan hasil pola penjumlahan berpenyebut sama di depan kelas.
Konfirmasi:
PMRI 3 (pemanfaatan konstruksi siswa): h. Siswa dibimbing guru untuk
menyimpulkan pola penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
Kegiatan akhir:
PMRI 5 (pemanfaatan keterkaitan):
a. Refleksi dan penguatan (siswa mengisi lembar refleksi harian yang berisi pertanyaan “apa yang sudah aku pelajari hari ini, apa yang belum aku pahami, dan perasaan setelah mempelajari materi ini?”)
2 Kegiatan awal:
a. Siswa diajak menyanyikan lagu “pizza hut”
b. Pada penelitian sebelumnya tidak ada kegiatan penyelesaian masalah pada
Kegiatan awal:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): a. Siswa diajak menyayikan lagu “ambilkan
bulan”
b. Guru meminta dua orang siswa menyelesaikan masalah dalam cerita
Mengganti lagu “pizza hut” dengan lagu “ambilkan bulan” dikarenakan lagu ambilkan bulanlebih kontekstual dengan siswa.
40 saat apersepsi.
Kegiatan inti: Eksplorasi:
a. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan terang bulan yang telah disiapkan oleh guru b. Siswa diberikan sebuah soal cerita
mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda.
c. Setiap kelompok diberi sebuah papan pizza dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperlimaan, seperenaman, dan seperdelapanan) untuk membantu siswa menyelesaikan soal.
d. Siswa bersama kelompok mencoba mencari jawaban dengan cara mereka sendiri.
Elaborasi:
e. Beberapa kelompok diminta untuk mengemukakan hasil jawaban melalui presentasi.
f. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan kepada
menggunakan roti terang bulan di depan kelas.
Kegiatan inti: Eksplorasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): a. Siswa diminta untuk menyelesaikan
masalah yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan papan terang bulan yang telah disiapkan oleh guru
PMRI 1 (penggunaan konteks):
b. Siswa diberikan sebuah soal cerita mengenai penjumlahan pecahan berpenyebut beda
PMRI 2 (penggunaan model):
c. Setiap kelompok diberi sebuah papan terang bulan dan satu paket papan pecahan (1 utuh, setengahan, sepertigaan, seperempatan, seperlimaan, seperenaman, seperdelapanan, sepersembilanan, sepersepuluhan dan seperduabelasan) untuk membantu menyelesaikan soal. PMRI 2 (penggunaan model):
d. Siswa bersama kelompok diminta untuk mencari jawaban dengan cara mereka sendiri.
Elaborasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): e. Setiap kelompok diminta untuk
mengemukakan hasil melalui presentasi. f. Kelompok lain diberi kesempatan untuk
41 kelompok yang sedang presentasi.
Konfirmasi:
g. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar.
h. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan akhir:
b. Refleksi dan penguatan (menggunakan pertanyaan “bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?”)
kelompok yang sedang presentasi. Konfirmasi:
PMRI 3 (pemanfaantan hasil konstruksi siswa:) g. Siswa bersama guru menyimpulkan pola pecahan penjumlahan pecahan berpenyebut beda.
h. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham terhadap materi yang disampaikan.
Kegiatan akhir:
PMRI 5 (pemanfaatan keterkaitan):
b. Refleksi dan penguatan (siswa mengisi lembar refleksi harian yang berisi pertanyaan “apa yang sudah aku pelajari hari ini, apa yang belum aku pahami, dan perasaan setelah mempelajari materi ini?”)
3 Kegiatan awal:
a. Siswa diajak untuk bermain “Kuis Cepat Tepat”
Kegiatan inti: Eksplorasi:
a. Tidak dijelaskan cara pembagian kelompok.
b. Siswa diberikan dua buah soal
Kegiatan awal:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): a. Siswa diajak untuk bermain “Kuis Cepat
Tepat”
Kegiatan inti: Eksplorasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa) a. Siswa membentuk kelompok seperti pada
pertemuan kedua.
b. Siswa diberikan dua buah soal
Revisi dilakukan karena pada penelitian sebelumnya tidak dijelaskan bagaimana pembagian kelompoknya.
42 penjumlahan pecahan berpenyebut
beda untuk diselesaikan melalui diskusi.
c. Siswa menyelesaikan soal tersebut menggunakan media seperti pada pertemuan sebelumnya.
d. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal-soal dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media.
Elaborasi:
e. Beberapa kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi ( jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis.
f. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi.
Konfirmasi:
g. Siswa bersama guru menyimpulkan kembali pola penjumlahan pecahan berbeda penyebut.
penjumlahan pecahan berpenyebut beda untuk diselesaikan melalui diskusi.
PMRI 1 (penggunaan konteks):
c. Siswa menyelesaikan soal pertama menggunakan media papan pecahan. PMRI 2 (penggunaan model):
d. Siswa diminta untuk menyelesaikan soal dengan cara mereka sendiri tanpa menggunakan media.
Elaborasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): e. Setiap kelompok diminta
mempersentasikan hasil diskusi (jawaban) mereka di depan kelas dengan menuliskan hasil jawaban pada papan tulis .
f. Siswa yang lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan kelompok yang presentasi. Siswa yang memberikan tanggapan akan mendapat bintang.
Konfirmasi:
PMRI 3 (pemanfaatan hasil kontruksi siswa) g. Siswa bersama guru menyimpulkan
kembali pola penjumlahan pecahan berpenyebut beda.
Pemberian bintang pada siswa yang memberikan tanggapan bertujuan untuk memberikan semangat kepada siswa untuk member tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman. Pemberian tanggapan ini menunjukkan kemunculan karakteristik PMRI yaitu penggunaan kontribusi siswa.
43 Kegiatan akhir:
c. Refleksi dan penguatan (menggunakan pertanyaan “bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?”)
d. Pada penelitian sebelumnya tidak ada kegiatan siswa membuat soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda.
Kegiatan akhir:
PMRI 5 (pemanfaatan keterkaitan):
c. Refleksi dan penguatan (siswa mengisi lembar refleksi harian yang berisi pertanyaan “apa yang sudah aku pelajari hari ini, apa yang belum aku pahami, dan perasaan setelah mempelajari materi ini?”)
d. Siswa membuat soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda dan diberika kepada temannya untuk dikerjakan lalu dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
Revisi ini dilakukan karena pada penelitian sebelumnya hanya melihat perasaan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran sedangkan pada penelitian ini siswa diajak untuk mengukur kemampuannya sendiri dengan beberapa pertanyaan reflektif.
Peneliti menambahkan kegiatan siswa membuat soal tentang penjumlahan pecahan berpenyebut beda bertujuan untuk memunculkan karakteristik PMRI yang ke 5 yaitu keterkaitan materi pecahan dengan mata pelajaran lainnya. 4 Kegiatan awal:
a. Siswa diajak untuk melakukan permainan “papan harga”
Kegiatan inti: Eksplorasi:
a. Tidak dijelaskan cara pembagian kelompok.
b. Siswa bersama kelompok diminta untuk membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda.
Kegiatan awal:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa): a. Siswa diajak untuk melakukan permainan
“papan harga” Kegiatan inti: Eksplorasi:
PMRI 4 (penggunaan interaktivitas siswa) a. Siswa berkumpul dengan kelompok
seperti pada pertemuan sebelumnya. b. Siswa bersama kelompok diminta untuk
membuat kesimpulan mengenai pola penjumlahan yang berpenyebut sama dan berpenyebut beda.
PMRI 3 (pemanfaatan hasil kontruksi siswa):
Revisi dilakukan karena pada silabus dan RPP pada penelitian sebelumnya peneliti tidak menjelaskan cara pembagian kelompok.
Mengganti kegiatan menjadi dalam kelompok untuk membuat kesimpulan karena dengan berkelompok peserta didik dapat berdiskusi tentang jawaban
44 c. Beberapa siswa diminta menuliskan
kesimpulan yang dibuat kelompok pada papan tulis.
Elaborasi:
d. Siswa yang belum paham terhadap materi diberi kesempatan bertanya. Kegiatan akhir:
a. Refleksi dan penguatan (menggunakan pertanyaan “bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini?”)