A. Pelaksanaan Penelitian
1. Validitas dan Reabilitas
Dalam penelitian ini peneliti memberikan soal pre test dan post test. Pre test digunakan untuk melihat kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Sementara post test bertujuan untuk melihat hasil belajar mereka setelah diberikan treatment. Soal pre test berjumlah 5 soal dan siswa diberikan waktu untuk mengerjakan selama 2 JP atau setara dengan 80 menit. Soal post test juga berjumlah soal waktu yang diberikan kepada siswa untuk menyelesaikan soal tersebut sama
dengan pre test yaitu 2 JP atau setara dengan 80 menit. Validitas ini dilakukan dengan 3 cara, yaitu: validitas isi, validitas pakar, dan perhitungan secara statistik.
- Validitas Isi
Dalam validasi isi, peneliti membuat instrumen sesuai dengan kisi-kisi materi yang diajarkan. Vliditas isi dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang diperoleh setelah melakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang terkandaung dalam tes hasil belajar tersebut. Validitas isi adalah validitas yang ditilik dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar sejauh mana tes hasil belajar sebagai alat pengukiur hasil belajar siswa., isinya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau baham pelajaran yang seharusnya diujikan (Sudijono, 2011:164).
- Validitas Pakar
Dalam validasi pakar, peneliti menggunakan 2 orang pakar yang membantu peneliti dalam memberikan penilaian. Soal pre test, post test, pedoman wawancara, dan kuesioner di validasi oleh Romo Eko Budi Santoso, S.J, S. Pd. Phd. Sementara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sudah divalidasi oleh Ibu Dwi Karyanti S. Pd selaku pengampu bidang studi matematika.
Berdasarkan penilaian dari pakar, diketahui bahwa instrumen valid dan layak digunakan.
- Uji Coba Instrumen
Peneliti melakukan uji coba soal pre test dan post test pada tanggal 20 Mei 2018 di kelas VIIE dan VI F tahun ajaran 2017/2018 dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.1 Uji Coba Pre-Test Nomor
Soal
Nilai
Nilai
Kesimpulan Kategori
1 0,83
0,33
Valid Sangat Tinggi
2 0,83 Valid Sangat Tinggi
Tabel 4.2 Hasil Uji Coba Post-Test Nomor
Soal
Nilai
Nilai
Kesimpulan Kategori
1 0,82
0,33
Valid Sangat Tinggi
2 0,90 Valid Sangat Tinggi
3a 0,73 Valid Tinggi
3b 0,71 Valid Tinggi
- Perhitungan Statistik
Peneliti memberikan soal pre test dan post test masing-masing sebanyak 5 soal dengan soal maksimal 100. Setelah diuji cobakan, maka dilakukan perhitungan validitas. Berikut adalah hasil pengujian validitas setelah dilakukan uji statistik:
Tabel 4.3 Hasil Kevalidan Post-Test Nomor
Soal
Nilai
Nilai
Kesimpulan Kategori
1 0,84
0,33
Valid Sangat Tinggi
2 0,82 Valid Sangat Tinggi
4 0.80 Valid Tinggi
5 0,84 Valid Sangat Tinggi
b. Reliabilitas
Peneliti menggunakan rumus Alpha–Cronbach untuk menguji reabilitas. Pada pengujian reabilitas ini peneliti menggunakan bantuan dari software microsoft excel. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan miicrosoft excel peneliti memperoleh hasil koefisien reabilitas tes belajar adalah dan termasuk ke dalam kategori tinggi. Berdasarkan tabel klasifikasi reabilitas(Suharsimi,2012:89) Instrumen dikatakan reliabel jika nilai memenuhi kualifikasi cukup, tinggi, dan sangat tinggi. Pada perhitungan dengan menggunakan microsoft excel hasil koefisien yang di dapat adalah dan termasuk ke dalam kategori tinggi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tes hasil belajar di katakan reliabel.
c. Validitas Instrumen
3) Kuesiner dan pedoman wawancara
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kuesioner minat belajar siswa yang berjumlah 30 item pernyataan dan pedoman wawancara yang berjumlah 15 pertanyaan yang nantinya akan digunakan sebagai data pendukung. Instrumen ini
sudah divalidasi oleh Romo Eko Budi Santoso, S.J, S. Pd. Phd selaku dosen Guruan Matematika Universitas Sanata Dharma.
Berdasarkan penilaian dari pakar, dinyatakan bahwa instrumen yang digunakan dinyatakan valid dan layak digunakan.
4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Pada uji validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti menggunakan uji validitas pakar dengan melihat indikator-indikator yang dibuat oleh peneliti. Instrumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran telah divalidasi oleh Ibu Dwi Karyanti S. Pd selaku guru bidang studi matematika di SMP Negeri 16 Yogyakarta. Berdasarkan penilaian dari pakar, dinyatakan bahwa instrumen yang digunakan dinyatakan valid dan layak digunakan.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 16 Yogyakarta kelas VII D dengan jumlah 34 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian penggunaan permainan edukatif berupa teka-teki silang pada materi bilangan bulat ditinjau dari minat dan hasil belajar.
Penelitian yang dilakukan terdari dari 3 tahap yaitu: sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian. Penelitian ini dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan yang terdiri dari pretest, pemberian
treatment berupa permainan edukatif, pemberian kuesioner, posttest dan melakukan wawancara
a. Sebelum Penelitian
Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti menyiapkan instrumen-instrumen yang akan digunakan seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kuesioner, daftar pertanyaan wawancara, pretest dan posttest. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru matematika yang mengampu dikelas VII D SMP Negeri 16 Yogyakarta yang berlangsung pada tanggal 17 Mei 2018.
Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa pada materi bilangan bulat.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti melihat bahwa selama pembelajaran metode yang digunakan hanya metode yang konvensional dan tanpa menggunakan media apapun. Kegiatan pembelajarannya pun cenderung monoton karena setiap materi baru siswa hanya disuruh untuk membaca dan mengerjakan latihan soal.
Berdasarkan hasil wawancara banyak siswa yang merasa kesulitan dalam operasi hitung campuran, penarikan bentuk akar dan soal cerita. Hal ini dikarenakan siswa tidak mau membaca soal dengan teliti dan juga siswa tidak terbiasa menuliskan apa saja yang diketahui dan ditanyakan. Langkah-langkah yang dikerjakan oleh siswa pun tidak runtut bahkan ada yang tidak menuliskan caranya.
Selain itu, peneliti juga melakukan uji coba instrumen tes yang akan digunakan. Peneliti melakukan uji coba di kelas VII E dan VII F tahun ajaran 2017/2018 yang sudah pernah mendapatkan materi yang diujikan. Uji coba dilaksanakan pada hari Selasa, 20 Mei 2018 pada pukul 08.00-10.00 yang diikuti oleh 34 siswa dari masing-masing kelas. Uji coba yang dilakukan terdiri dari 5 butir soal terkait materi bilangan bulat.
b. Selama Penelitian
Proses pengambilan data dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan dengan rincian: 2 pertemuan digunakan untuk pre-test dan post-test, 2 pertemuan digunakan untuk permainan edukatif dengan menggunakan teka-teki silang, dan sisanya untuk penyampaian materi.
1) Pertemuan Pertama
Pertemuan Pertama dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2018.
Pada pertemuan ini peneliti melakukan pretest yang diikuti oleh 34 siswa. Tujuan diadakannya pretest adalah untuk mengetahui cara berfikir dan daya ingat siswa pada materi bilangan bulat yang sudah dipelajari pada jenjang sebelumnya. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan soal pretest adalah 2JP setara dengan 80 menit. Peneliti mengamati bahwa dimenit pertama siswa mengerjakan dengan tenang namun pada pertengahan hingga
akhir jam pelajaran siswa sudah mulai tidak tenang. Peneliti berkeliling untuk melihat keadaan yang dialami siswa, dan ternyata mereka sudah ada yang menyerah karena ada beberapa dari mereka yang lupa rumus, tidak tahu prosesnya hingga terjadi salah konsep.
2) Pertemuan Kedua
Pertemuan Kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2018pada pukul 11.10 hingga 13.10. pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Materi yang akan disampaikan adalah pengertian bilangan bulat, membandingkan bilangan bulat dan mengurutkan bilangan bulat. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yaitu:
kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
b) Kegiatan Pembuka
Kegiatan pembuka diawali dengan memberikan salam kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengenai pengertian, membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat yang sebelumnya peneliti memberikan apersepsi.
c) Kegiatan Inti
Dalam pembelajaran peneliti menggunakan metode pembelajaran saintifik hal ini bertujuan agar siswa terlibat
aktif selama pembelajaran. Pembelajaran dimulai dari permasalahan sehari-hari yang ditampilkan pada PPT kemudian siswa diminta untuk menganalisi. Setelah siswa mulai memahami, peneliti memberikan latihan soal kepada siswa dan siswa mempresentasikan jawaban mereka ke depan kelas.
d) Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, peneliti bersama dengan siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberikan peneguhan. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan yang dipelajari hari ini, kemudian menyampaikan materi yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya kemudian ditutup dengan salam dan doa.
3) Pertemuan Ketiga
Pertemuan Ketiga dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2018 pada pukul 08.00 hingga 09.20. Pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Materi yang akan disampaikan adalah sifat-sifat operasi bilangan bulat dan operasi campuran pada bilangan bulat.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yaitu: kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
a) Kegiatan Pembuka
Kegiatan pembuka diawali dengan memberikan salam kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengenai sifat-sifat operasi bilangan bulat dan operasi campuran pada bilangan bulat. yang sebelumnya peneliti memberikan apersepsi mereview pembelajaran yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
b) Kegiatan Inti
Dalam pembelajaran peneliti menggunakan metode pembelajaran saintifik hal ini bertujuan agar siswa terlibat aktif selama pembelajaran. Pembelajaran dimulai dari permasalahan sehari-hari dan pembuktian sifat-sifat dari operasi bilangan bulat yang disediakan pada Lembar Kerja Siswa (LKS) kemudian siswa diminta untuk menganalisis dan menemukan sifat sifat apa saja yang terdapat pada operasi bilangan bulat dan bagaimana cara menyelesaikan operasi campuran. Setelah siswa mulai memahami, peneliti memberikan latihan soal kepada siswa dan siswa mempresentasikan jawaban mereka ke depan kelas.
c) Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, peneliti bersama dengan siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberikan
peneguhan. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan yang dipelajari hari ini, kemudian menyampaikan materi yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya. Pada pertemuan selanjutnya guru menyampaikan bahwa akan diadakan permainan eduktif berupa teka-teki silang. Peneliti membagi siswa kedalam 7 kelompok yang masing-masing anggota berisi 4-5 siswa. Pembagian kelompok dilakukan secara acak sesuai dengan hasil pre test yang sudah dilakukan. Sesudah Pembagian selesai kemudian ditutup dengan salam dan doa.
4) Pertemuan Keempat
Pertemuan Keempat dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018 pada pukul 11.10 hingga 13.20. Pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Materi yang akan disampaikan adalah materi penerapan operasi hitung campuran dan Permainan Edukatif Teka-Teki Silang 1. Langkah-langkah kegiatan hanyalah siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal yang berkaitan dengan penerapan bilangan bulat yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kamudian dilanjutkan dengan permainan edukatif teka-teki silang 1(terlampir). Langkah-langkah yang dilakukan selama pembelajaran adalah sebagai berikut:
o Sebelum memulai pembelajaran guru membagi siswa secara hetorogen menjadi beberapa kelompok sesuai dengan pretest yang setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa.
o Selanjutnya guru meminta masing-masing dari kelompok untuk menunjuk salah satu siswa untuk menjadi ketua.
o Setelah terbentuk ketua, guru meminta siswa untuk mengambil seperangkat teka-teki silang di depan kelas. Perangkat tersebut berupa kertas jawaban teka-teki silang dan pertanyaan yang didalamnya sudah terdapat skor. Setiap kelompok memiliki pertanyaan yang berbeda.\Setiap kelompok hanya boleh menjawab pertanyaan yang dipaparkan oleh kelompok lain.
Apabila pada setiap kelompok tidak ada satupun yang dapat menjawab maka guru akan memberikan clue yang dapat digunakan, namun poin akan berkurang 1 per clue, semakin banyak clue semakin banyak poin berkurang.
o Guru memulai pertanyaan dengan pertanyaan 1 mendatar.
Kemudian guru bertanya kepada siswa siapa yang mendapatkan pertanyaan 1 mendatar. Kelompok yang mendapatkan pertanyaan 1 mendatar tersebut akan membacakan apabila soal tersebut teori dan menuliskan soal apabila hitungan.
o Guru memberikan waktu agar siswa dapat mengerjakan. Setelah waktu yang diberikan habis guru memulai untuk menawarkan kelompok mana yang ingin mempresentasikan jawabannya.
o Setelah ada kelompok yang maju mempresentasikan jawaban guru mengkonfirmasi jawaban kepada kelompok lain. Apabila terdapat kelompok lain yang memiliki jawaban salah, guru meminta kelompok tersebut untuk mempresentasikan jawabannya lalu kemudian guru mengkonfirmasi jawaban yang benar.
o Setelah mendapatkan jawaban yang benar guru memberikan poin kepada kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan benar dan meminta observer untuk menuliskan poin yang diperoleh masing-masing kelompok
o Kelompok yang mendapatkan banyak poin adalah kelompok yang menang.Ketika pembelajaran dilaksanakan menggunakan permainan teka-teki silang waktu terasa begitu cepat. Pada kesempatan ini, permainan edukatif teka-teki silang hanya
Gambar 4.4 TTS Hasil Diskusi
memuat materi dari awal pengenalan bilangan bulat hingga operasi dan penerapan operasi bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar 4.5 TTS Hasil Pekerjaan Siswa
5) Pertemuan Kelima
Pertemuan Kelima dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2018 pada pukul 08.00 hingga 09.20. Pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Materi yang akan disampaikan adalah materi FPB dan KPK serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yaitu: kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
a) Kegiatan Pembuka
Kegiatan pembuka diawali dengan memberikan salam kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai KPK dan FPB
dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari yang sebelumnya peneliti memberikan apersepsi mereview pembelajaran yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
b) Kegiatan Inti
Pembelajaran dimulai dengan memerikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang diberikan dikemas dalam 2 soal yang satu terkait dengan KPK dan sisanya terkait dengan FPB. Kemudian siswa diminta membandingkan apa perbedaannya, bagaimana cara menyelesaikannya, dan bagaimana cara mengenali bahwa soal tersebut merupakan soal berjenis KPK atau FPB.
Pada pembelajaran kali ini, siswa akan diajak belajar secara konvensional seperti biasanya yaitu siswa diberikan Lembar Kerja Siswa kemudian dikerjakan boleh secara individu maupun kelompok kemudian hasilnya dipresentasikan di depan kelas dan siswa lain menanggapi presentasi temannya.
Walaupun pembelajaran dilaksanakan dengan metode konvensional siswa juga masih terlihat aktif dan bersemangat walau terkadang mereka meminta bila pembelajaran dikemas dalam permainan.
c) Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, peneliti bersama dengan siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberikan peneguhan. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan yang dipelajari hari ini, kemudian menyampaikan materi yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya kemudian ditutup dengan salam dan doa
6) Pertemuan Keenam
Pertemuan Keenam dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2018 pada pukul 11.10 hingga 13.20. Pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Materi yang akan disampaikan adalah Bilangan bulat berpangkat positif dan menemukan sifat-sifatnya. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yaitu: kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
a) Kegiatan Pembuka
Kegiatan pembuka diawali dengan memberikan salam kemudian dilanjutkan dengan berdoa dan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran Bilangan bulat berpangkat positif dan menemukan sifat-sifatnya yang sebelumnya peneliti memberikan apersepsi mereview pembelajaran yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
b) Kegiatan Inti
Materi menemukan sifat-sifat dalam bilangan bulat berpangkat positif merupakan materi yang asing bagi siswa karena pada jenjang sebelumnya belum dipelajari sehingga dalam menjelaskan maupun untuk menemukan sifat-sifatnya membutuhkan waktu yang lama. Langkah yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan definisi dari bilangan berpangkat yang kemudian dijabarkan untuk menemukan sifat-sifatnya. Pada materi kali ini siswa terlihat binggung apalagi jika diterapkan kedalam soal sehingga peneliti harus menggulang berkali-kali baik secara universal maupun per individu. Walaupun materi ini tergolong baru dan sulit bagi siswa, mereka tidak pantang menyerah, mereka tetap aktif dalam bertanya apabila terdapat soal yang tidak dimengerti. Agar siswa terbiasa dengan soal-soal operasi bilangan bulat berpangkat positif peneliti memberikan latihan soal guna memperdalam dan mengasah kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah bilangan bulat berpangkat positif.
c) Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, peneliti bersama dengan siswa untuk membuat kesimpulan dan guru memberikan peneguhan. Selanjutnya peneliti mengajak siswa untuk
merefleksikan kegiatan yang dipelajari hari ini, kemudian menyampaikan materi yang akan diberikan pada pertemuan selanjutnya kemudian ditutup dengan salam dan doa.
7) Pertemuan Ketujuh
Pertemuan ketujuh dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2018 pada pukul pukul 08.00 hingga 09.20. pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang mengamati jalannya pembelajaran. Pada pertemuan ini peneliti memberikan latihan soal mengenai bilangan bulat berpangkat positif baik dari LKS maupun dari buku paket yang digunakan siswa. Pada saat pembelajaran ini siswa terlihat aktif dan mau berusaha. Namun sayangnya waktu terpotong sangat banyak karena pada tanggal 13 Agustus 2018 sekolah memberikan kegiatan kepada siswa kelas VII D untuk mengikuti sosialisasi kesehatan reproduksi.
8) Pertemuan Kedelapan
Pertemuan Kedelapan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2018 pada pukul 11.10 hingga 13.20. Pada pertemuan kali ini peneliti dibantu oleh 2 observer yang akan mengamati jalannya pembelajaran. Pada pertemuan ini dilaksanakan permainan edukatif dengan menggunakan teka-teki silang 2 (terlampir). Pada game ini memuat semua materi dari awal pertemuan hingga akhir pertemuan mengenai bilangan bulat.
Selain untuk belajar dengan bermain, tujuan lain dari game ini
adalah untuk mereview materi yang telah diberikan. Sebelum dilaksanakan penelitian, peneliti menyiapkan apa yang diperlukan untuk keperluan game. Langkah-langkah yang dilakukan selama pembelajaran adalah sebagai berikut:
o Sebelum memulai pembelajaran guru membagi siswa secara hetorogen menjadi beberapa kelompok sesuai dengan pretest yang setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa.
o Selanjutnya guru meminta masing-masing dari kelompok untuk menunjuk salah satu siswa untuk menjadi ketua.
o Setelah terbentuk ketua, guru meminta siswa untuk mengambil seperangkat teka-teki silang di depan kelas.
Perangkat tersebut berupa kertas jawaban teka-teki silang dan pertanyaan yang didalamnya sudah terdapat skor. Setiap kelompok memiliki pertanyaan yang berbeda.
o Setiap kelompok hanya boleh menjawab pertanyaan yang dipaparkan oleh kelompok lain. Apabila pada setiap kelompok tidak ada satupun yang dapat menjawab maka guru akan memberikan clue yang dapat digunakan, namun poin akan berkurang 1 per clue, semakin banyak clue semakin banyak poin berkurang.
o Guru memulai pertanyaan dengan pertanyaan 1 mendatar.
Kemudian guru bertanya kepada siswa siapa yang mendapatkan pertanyaan 1 mendatar. Kelompok yang
mendapatkan pertanyaan 1 mendatar tersebut akan membacakan apabila soal tersebut teori dan menuliskan soal apabila hitungan.
o Guru memberikan waktu agar siswa dapat mengerjakan.
Setelah waktu yang diberikan habis guru memulai untuk menawarkan kelompok mana yang ingin mempresentasikan jawabannya.
o Setelah ada kelompok yang maju mempresentasikan jawaban guru mengkonfirmasi jawaban kepada kelompok lain.
Apabila terdapat kelompok lain yang memiliki jawaban salah, guru meminta kelompok tersebut untuk mempresentasikan jawabannya lalu kemudian guru mengkonfirmasi jawaban yang benar.
o Setelah mendapatkan jawaban yang benar guru memberikan poin kepada kelompok yang berhasil menjawab pertanyaan benar dan meminta observer untuk menuliskan poin yang diperoleh masing-masing kelompok.
o Kelompok yang mendapatkan banyak poin adalah kelompok yang menang.
Pada pelaksanaan game berjalan sangat baik siswa terlihat antusias dalam menjawab pertanyaan dan ingin mempresentasikan jawabannya ke depan. Selain menjadi observer, 2 rekan saya juga turut membantu peneliti dalam mencatat skor yang diperoleh dan
menjadi saksi dalam permainan ini. Setiap kelompok berisi 5-6 orang dan dengan jumlah soal yang berbeda. Selama permainan berlangsung, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait dengan soal yang belum dimengerti maupun petunjuknya kurang jelas.
Gambar 4.6 Hasil Diskusi
Gambar 4.7 Hasil Pekerjaan Siswa
9) Pertemuan Kesembilan
Pertemuan kesembilan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2018. Pada pertemuan ini dilaksanakan posttest. Tujuan dari diadakannya posttest adalah untuk mengetahui pencapaian keberhasilan siswa setelah melakukan permainan edukatif dengan menggunakan teka-teki silang. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan soal posttest adalah 2JP setara dengan 80 menit.
Peneliti mengamati bahwa selama proses pelaksanaan posttest siswa terlihat tenang beberapa dari mereka terlihat senyam senyum dengan mengangguk anggukan kepala. Tampak sebagian besar siswa dapat mengerjakan soal posttest yang diberikan.
Setelah selesai melakukan posttest peneliti membagikan lembar kuesioner kepada siswa. Hal ini dilakukan untuk melihat minat belajar siswa kelas VII D selama proses pembelajaran dengan menggunakan permainan edukatif berupa teka-teki silang.
c. Setelah Penelitian
Setelah penelitian selesai dilaksanakan, peneliti melakukan wawancara kepada 3 dengan rincian satu orang siswa yang nilainya tergolong tinggi, satu orang siswa yang nilainya tergolong rendah, dan satu orang siswa yang nilai rendah namun perolehan. Tujuan diadakan wawancara ini untuk mengetahui pendapat siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan permainan edukatif teka-teki silang.